Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
105. Suami aku


__ADS_3

Maru sudah pulang dari kantornya dengan harap akan sedikit melupakan apa yang tengah terjadi. Tapi, itu tidak terjadi. Bahkan selama bekerja di kantornyapun ia terus kehilangan konsentrasi pada pekerjaannya.


Semua yang ada di rumah itu kini tengah melakukan ritual makan malam yang dibuat oleh Sora dan jelas dibantu oleh Zaenal yang memang masih belum bisa pulang kerumahnya sendiri.


"Gue minta maaf ya... Lagi-lagi lo belum bisa pulang. Tapi, restoran lo aman kan?" Maru teringat akan kegiatan Zaenal yang harus terhenti karena dirinya.


"Santai... ada adek gue juga kok. Itung-itung liburan juga kan." Zaenal sedikit memberikan hiburan kepada pasangan yang tengah menghadapi dilema besar.


"Kalian liburan berdua? Kalian pacaran?" Maria bertanya-tanya karena seharian penuh terus melihat adanya Zaenal yang terus berada di sisi Sora dan juga tentu di sisinya.


"Maria... aku suaminya Sora. Zaenal datang ke sini buat bantuin kita. Bantuin kamu." Sebenarnya Maru sudah lelah dengan ingatan Maria yang terus terpecah-pecah.


"Kamu kok ngomongnya gitu sih? Kamu terima tawaran aku waktu dulu Sora? Tawaran supaya aku dan kamu bisa sama-sama menikahi Maru? Kapan kalian nikahnya? Kok aku gak di kasih tahu! Bukannya kalian udah cerai?" Maria sedikit meninggikan suaranya.


Maru dan Zaenal yang mendengarpun terperanjat terkejut. Keduanya terkejut karena ucapan Maria tentang menikahi keduanya.


"Dia pernah ngomong gitu sama kamu?" Maru bertanya pada Sora dengan sorotan mata yang begitu penasaran.


"Iya... dia pernah. Dia pengen jadi istri kedua kamu. Dia bilang, dia rela dimadu asal dia bisa sama kamu." Sora kembali teringat masa dimana dirinya sangat tidak nyaman dengan keberadaan Maria. Matanya perih dan semakin memerah.

__ADS_1


"Maria... istri Maru itu Sora. Lo bukan istrinya. Dan gue juga bukan pacar Sora." Zaenal membantu mengingatkan Maria.


Maria yang mendengar sedikit kebingungan. Ia menggerakkan tubuhnya layaknya seseorang yang tengah nervous.


"Aku... aku bukan istri Maru? Terus kenapa Aku di sini? Kamu juga bilang aku lagi hamil, kan Sora. Sebenarnya siapa suami aku?" Maria semakin bingung.


"Maria... kamu tenang dulu... tenang." Maru menggenggam tangan Maria yang semakin bergetar.


"Kamu suami aku kan..? Apa aku masih hamil anak dari mantan suami aku itu? Kamu mau akui anak ini kan Maru? Kamu udah janji sama aku buat tetep sama aku, selamanya kan.. tapi kenapa kamu malah nikah sama Sora." Maria menjerit.


Sora membantu Maru untuk menahan Maria yang telah lepas kontrol. Namun, Sora mendapatkan penolakan dari Maria.


"Kamu juga... gak tahu malu. Kamu tuh bisa nikah sama Maru karena aku. Pernikahan kalian tuh cuman permainan, kenapa dibawa serius? Kamu tuh cuman pelarian doang..." Sekilas, Maria yang dulu muncul lagi dalam Marianyang sekarang.


Maru kembali menenangkan Maria. Dan Mariapun menjadi tenang karenanya. Maria memeluk Maru dengan sangat erat.


Karena suasana hatinya sudah hancur, Sora tidak melanjutkan makan malam. Dan segera masuk kedalam kamarnya. Maru berniat menyusulnya, namun Maria menahannya dengan terus memeluk erat tubuhnya.


Setelah Maria lebih tenang dan mulai terlelap. Maru meninggalkannya dan juga meninggalkan Zaenal yang kena getahnya, yang harus membereskan meja makan tuan rumah.

__ADS_1


"Kenapa gue mau aja masuk circle hidup mereka lagi..." Zaenal merutuki dirinya yang ikut terlibat dalam kehidupan keduanya. Zaenal tidak bisa tenang jika Sora tidak bahagia.


Maru masuk menyusul istrinya kedalam kamar. Sora masih dengan tatapan kosong duduk bersandar diatas tempat tidurnya.


Maru menghampirinya dan memeluknya.


"Maafin aku... maafin aku..." Suara Maru bergetar.


Mendengar suara Maru yang bergetar, kembali membuat dada Sora sesak dan air matanya lolos begitu saja.


"Aku lagi-lagi nyakitin kamu... omongan kamu bener cinta kita, lebih tepatnya cinta aku cuman bikin orang-orang terluka. Termasuk kamu... tapi aku gak mau lepasin kamu. Aku juga gak mau kamu tinggalin aku lagi." Maru ikut menangis.


"Aku juga minta maaf... kamu bener, keputusan aku buat nerima Maria sekarang juga salah. Maria pasti tertekan dan sekarang dia jadi begini." Sora mengakui kesalahan terbesar dalam hidupnya karena menahan Maria yang sebenarnya ingin pergi dari awal.


Maru menggelengkan kepalanya. Dia menciumi setiap inci wajah Sora... beralih pada leher dan juga anggota tubuh Maria yang semakin kebawa.


"Sayang.. sekarang disini lagi ada tamu. Jangan gini.." Sora mengerti dengan pergerakan Maru.


"Aku gak perduli. Biarin aja mereka tahu.. aku cuman buat kamu." Maru masih mengeluarkan air matanya. Dan kembali melanjutkan aktivitasnya. Yang biasanya terasa susana romantis, untuk kali ini rasa takut kehilangan dan takut akan menyakiti yang melanda Maru.

__ADS_1


Sora hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya itu. Dirinya bisa melihat betapa besar cinta Maru untuk dirinya.


"Kamu.. suami aku.." Ditengah-tengah aktivitasnya, Sora meracau. Maru yang mendengar semakin dibuat ingin terus memiliki Sora dan semakin mempercepat pergerakan tubuhnya.


__ADS_2