Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
80. Masih Bulan Madu


__ADS_3

Keduanya terbangun dengan masih keadaan tanpa sehelai benangpun yang membungkus tubuhnya, hanya selimut yang menutupi tubuh keduanya.


Maru menciumi setiap inci tubuh Sora yang membuat Sora terus merasa geli akan perlakuannya itu.


Setelah keduanya membersihkan tubuhnya, mereka keluar hotel dengan pakaian khas pantai. Maru mengenakan celana dibawah lutut dan kaos oblong tanpa lengan. Sedangkan Sora mengenakan kaos kebesaran dan rok mini yang tentu saja akan mengekspos kakinya, namun Stoking hitam yang tidak terlalu memperlihatkan kakinya bersemayam dibawah rok mininya.


"Mana ada orang main ke pantai kayak gini?" Sora yang sedari tadi kesal, karena Maru tidak membiarkannya mengenakan pakaian pilihannya dan malah menyuruhnya mengenakan pakaian yang ternyata sudah disiapkan oleh Maru.


"Gak apa-apa.. lucu kok.. cantik kamu.." Maru menyandang istrinya itu yang memang cantik.


"Kalau kayak gini, bukannya mau ke pantai. Kayak mau balet aku kalo gini..." Sora terus ngedumel dengan tangan yang masih digenggam Maru.


"Kalau kamu pake baju yang kamu pilih. Celananya kependekan... Aku gak suka, kalau orang lain liat kaki kamu dengan leluasa.." Maru menjelaskan alasannya kepada Sora.


"Ya kan namanya juga ke pantai, yang penting aku gak pakai bikini ini." Sora masih merajuk Maru agar mengizinkannya berganti pakaian.


"No.. no.. kamu cuman pake celana pendek doang, buat aku kamu udah kayak pake bikini. Jadi jangan harap kamu bisa pake baju pantai kayak waktu di villa itu." Maru mengingat kembali kejadian dimana Sora mengenakan pakaian yang sedikit terbuka ketika mereka bermain dengan teman-temannya.


"Oohh.. kamu juga waktu itu kesel, sampe nendang sandal aku, gitu..." Sora sedikit menggoda Maru yang masih menyeret lembut tangan Sora.


"Kamu lihat... hehe Sorry... aku cemburu lah.." Maru cengengesan.


Kini keduanya telah sampai di restoran hotel tempat keduanya menginap. Sebelum menjalani hari untuk bersenang-senang keduanya melahap sarapan terlebih dahulu yang telah disediakan oleh hotel.


Keduanya kini telah berada dipantai. Maru dan Sora menghabiskan waktunya dengan bermain sepuasnya. Merasa sedikit lelah, Maru dan Sora memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah payung besar yang setidaknya menghalangi sengatan sinar matahari yang terang.


Keduanya dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba memanggil nama Maru.


"Maru.." Suara wanita itu mengalihkan pandangan Maru dan juga Sora.

__ADS_1


"Kalian bulan madu disini?" Tanya wanita yangberada disebelahnya, pakaian wanita itu sangat terbuka. Dengan menggunakan bikini, dan juga bersama seorang pria yang entah siapa.


"Maria?" Sora menyebutkan nama itu.


"Oowwhh.. jangan salah paham okay. Bukan maksud aku mau ganggu kalian berdua. Akubgak tahu kalau kalian bulan madu kesini." Maria menjelaskan seadanya.


Maru hanya bisa menghela nafasnya. Ditatapnya wajah Sora yang sedikit menjadi canggung. Marupun mengajak Sora untuk pindah tempat.


Maria yang merasa sangat dikucilkan sedikit kesal.


Maria langsung mencium bibir pria yang berada disampingnya itu.


Maru dan Sora saling berhadapan, terutama Maru yang sangat terkejut dengan tingkah laku Maria.


Maria yang merasa kembali diperhatikan oleh keduanya membuka mulut.


"Tenang aja, aku gak bakal berusaha buat kejar Maru lagi. Aku udah rubah gaya hidup aku. Jadi, kalian bisa pergi. Silakan..." Secara tidak langsung Maria mengusir Sora dan Maru.


Sora yang masih terkejut dengan pernyataan Maria, tatapannya sedikit kosong, dan tentu saja Maru menyadari itu.


"Kenapa kamu yang keliatan kecewa gitu?" Suara Maru sedikit menyadarkan Sora.


"Apa karena gara-gara kita Maria jadi seperti itu?" Sora merasa sedikit merasa bersalah.


Mungkin Maria berubah menjadi bukan Maria yang dulu karena sedang melampiaskan kesedihannya atas hubungan keduanya.


"Itu pilihan dia sayang.. kamu gak usah khawatir." Maru mencoba menenangkan Sora.


"Tapi, tetep aja..." Sora masih memasang wajah yang sedikit sendu.

__ADS_1


"Stop sayang, jangan ada nama Maria lagi dihubungan kita. Kalau kamu mau minta aku buat menyadarkan Maria atau sekedar mengajaknya ngobrol lagi, jangan harap akau mau turutin itu semua." Maru tahu betul isi kepala Sora. Sora pasti akan memintanya untuk berbicara dengan Maria, mengenai perilaku Maria yang berubah.


Sora yang sedikit menjadi tidak mood memutuskan untuk pulang ke hotel, meski waktu masih menunjukkan jam tiga sore.


Keduanya langsung membersihkan tubuhnya, dan berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai. Sora menantikan event yang akan diadakan oleh hotel. Yaitu pesta kembang api.


Semua orang yang menginap berkumpul di tepian yang sedikit jauh dari pantai. Ada berbagai macam minuman yang disediakan disana. Namun, tentu saja Sora dan Maru hanya akan meminum jus.


Acara berlangsung dengan sangat meriah. Sentuhan musik menambah keseruan disana, orang-orang mulai menari dan menenggak minumannya masing-masing.


Mata Sora menangkap Maria yang tengah menari diantara pria-pria dengan keadaan yang sudah sangat mabuk. Dan langsung memberitahukan hal itu kepada Maru.


Maru yang sedikit risih melihat itu, langsung menarik Maria. Terlebih karena pria-pria itu mulai meraba tubuh Maria. Masih dalam keadaan mabuk Maria diseret oleh Maru menjauhi kerumunan.


Maru dan Sora memutuskan untuk mengantar Maria ke kamar hotel yang ternyata Maria menginap di hotel yang sama.


Karena mabuk berat Maria meracau entah perkataan apa yang ia keluarkan dari mulutnya. Sampai terdengar keluh kesah Maria yang sedang berusaha melupakan Maru dengan menjalani gaya hidup yang baru.


Maru dan Sora kembali ke kamarnya. Maru masih melihat Sora yang tidak berseri-seri kembali. Pasti rasa bersalah kembali menghantui Sora.


"Sayang.. lihat aku.." Maru membalikkan tubuh Sora hingga keduanya saling berhadapan.


"Kamu jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Kita jalani hidup kita aja, gak usah mikirin orang lain." Maru terus meyakinkan Sora.


"Tapi, tadi kamu liat sendiri kan, gimana kalau Maria diapa-apain sama cowok-cowok diluar sana. Dia merubah hidupnya dengan jalan yang salah...Sayang.." Sora menampakkan wajah yang penuh penyesalan.


Maru yang merasa tidak ingin membahas yang aneh-aneh di bulan madunya langsung memanggut bibir Sora kembali. Terlihat Sora yang sedikit lebih tenang. Memang benar, cara menenangkan wanita itu bisa hanya dengan ciuman.


Aksi Maru yang tadinya hanya memanggut lembut bibir Sora, kini berubah menjadi ciuman yang tingkatnya lebih. Yang membuat keduanya berakhir di ranjang tidur tanpa pakaian, dan malam itu menjadi malam panas kembali untuk Sora dan Maru.

__ADS_1


__ADS_2