Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
81. Kehidupan Baru


__ADS_3

Setelah berlibur selama dua malam dan tiga hari di Bali, Maru dan Sora kembali ke kota yang telah beberapa lama Maru tinggalkan. Ya, mereka pulang kerumah yang mereka tinggali dahulu.


Sora hanya bisa tersenyum disaat menelaah semua sudut rumah yang masih terlihat sama meskipun sudah dua tahun lebih atau bahkan sudah hampir mau tiga tahun tidak ia tempati.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" Tanya Maru yang sedikit heran melihat Sora yang sedari tadi terus tersenyum sendiri sambil duduk di sofa ruang menonton tv.


"hahha... aku gak nyangka aja. Aku bisa kembali kerumah ini lagi, meskipun dulu aku gak begitu lama tinggal di sini, tapi banyak kenangan disini." Sora sedikit bernostalgia.


"Apa kamu mau tetap tinggal di sini?" Maru menanyakan pendapat Sora.


"Gak, aku gak mau tinggal di sini lagi. Kita kan udah janji mau memulai kehidupan baru." Sora menatap Maru yang juga tengah menatapnya, sehingga keduanya saling menatap.


"Tapi, apa keputusan kamu benar? Kamu gak seharusnya meninggalkan semuanya juga... Perusahaan.." Belum selesai Sora mengatakan, Maru sudah terlebih dahulu mengecup Sora.


"Keputusan aku udah bulat, aku akan menyerahkan perusahaan aku dan memulai semuanya dari awal, bareng kamu." Maru memeluk Sora dengan penuh kasih sayang.


"Lagian, keputusan ini juga bukan semata-mata buat kamu bahagia aja, tapi buat aku bahagia juga, sayang." Maru kembali menambahkan.


Sedikit menceritakan apa yang telah menjadi keputusan Maru dan Sora. Keduanya memutuskan untuk tidak tinggal dikota yang berudara dingin tersebut lagi. Bukan karena apa, Maru yang menyarankan untuk tidak tinggal disana lagi. Karena menurut Maru, selama mereka tinggal disana bayangan-bayangan masa lalu keduanya akan selalu muncul. Mungkin bahkan bukan hanya bayangan masa lalu saja, cobaan kedepannya akan semakin berat mengingat mereka masih tinggal dikota yang sama dengan orang-orang yang pernah masuk kedalam kehidupan mereka, terutama kehidupan rumah tangga mereka.


Maru sadar, memang dirinya lah yang paling dominan jikalau membahas siapa yang paling menyakiti pasangannya karena masa lalunya, Sora hanya akan tersakiti.


Maru memutuskan untuk menyerahkan kembali perusahaannya kepada sang Ayah, dan menjelaskan semuanya kepada Ayahnya. Dan dengan senang hati, sang Ayah menerima keputusan putranya itu. Ayahnya merasa Maru sudah benar-benar menjadi pria dewasa yang sudah bisa mengambil keputusannya sendiri, terutama menyangkut kehidupannya dan juga kehidupan wanita yang ia cintai.

__ADS_1


Maru dan Sora akan pergi dari sana dan tinggal dikota tempat mertuanya tinggal. Maru membeli bangunan Villa tempat Sora bekerja. Karena dengan sangat kebetulan, sang pemilik Villa akan pindah tempat tinggal keluar negeri dan menjual villanya. Karena ada kesempatan, akhirnya Maru membeli villa tersebut.


Sebelum mereka meninggalkan tempat dimana mereka menghabiskan masa sekolah bersama-sama, tidak lupa keduanya berpamitan kepada teman-temannya yang tak lain tak bukan kepada Risa, Zaenal, dan juga Rendi.


"Setelah gue jadi detektif dadakan buat nyariin lo, dan sekarang lo malah mau pergi lagi? Tega amat sih lo!" Rendi menggoda Sora.


"Yaelah, sok-soak an jadi detektif lo. Yang pertama nemuin Sora juga tetep aja Maru kali." Risa ikut menimpali Rendi.


"Selama itu keputusan yang benar buat kalian berdua, aku ikut bahagia aja dengan keputusan kamu." Zaenal yang paling bijak.


Mereka memberitahukan alasan mereka pergi dan juga rencana hidup mereka kedepannya. Risa dan kawan-kawan yang mendengar hanya bisa menganga disaat tahu Maru membeli Villa yang bisa dibilang cukup besar dan mewah itu.


"Gue tahu lo orang kaya... tapi gue gak tahu kalo lo punya uang buat beli villa kayak begitu." Rendi membulatkan matanya masih tidak percaya.


"Lo pada ya... gue nabung laah... Ya emang sih dikasih sebagian dari bokap gue" Maru membela diri.


"Nabung dari kapan bisa dapet uang sebanyak itu coba?" Rendi masih tetap menggodanya.


Sora yang merasa belum tahu menahu tentang uang itu ikut penasaran dan menatap Maru.


Maru kini menjadi pusat perhatian orang-orang yang duduk berkumpul.


"Gue nabung... semenjak Sora hamil..." Sejenak suasana menjadi hening, yang akhirnya Maru meneruskan ceritanya.

__ADS_1


"Sora hamil, gue nabung buat anak gue, buat Sora, buat gue dimasa depan... Meskipun pada akhirnya anak gue pergi duluan, meskipun gue cerai dari Sora, meskipun gue gak bisa nemuin Sora lagi waktu itu.. gue tetep nabung. Karena gue anggap selama ini Sora dan anak gue masih ada sama gue terus." Maru panjang lebar menjelaskan semuanya, ditatapnya Sora yang menahan rasa terharunya.


Sora begitu terharu, ternyata selama ini Maru tetap menganggapnya ada meskipun pada kenyataannya tidak begitu. Sora langsung memeluk Maru dengan sedikit berurai air mata.


"Anjir.. apaan sih lo berdua.. bikin gue iri aja.." Tanpa disadari Risa ikut meneteskan air matanya, bagaimana tidak. Seorang Maru mampu melakukan hal-hal yang tak terduga untuk sahabatnya itu.


"Gak usah romantis-romantisan napa? lo gak menghargai banget kalau disini ada kita yang masih jomblo?" Rendi mencoba mencairkan suasana kembali.


Zaenal yang merasa diseret namanya oleh Rendi hanya bisa mendengus kesal.


"Terus lo berdua mau tinggal di villa itu gitu?" Zaenal masih penasaran.


"Kita bakal tinggal di bangunan yang agak kebelakangnya, sedangkan bangunan utamanya bakal kuta jadiin guest house, ya intinya kita buka penginapan laah..." Maru sedikit menjelaskan.


"Berarti kita bisa nginep dong disana?" Tanya Rendi kembali.


"Boleh lah, kalian bisa dateng kapan aja.. kita bakal layanin kalian." Maru sekalian mempromosikan guest house miliknya dan juga milik Sora.


"Tapi, rumah lo yang disini gimana? kosong?" Tanya Risa.


"Gak, kita kontrakin ke orang lain. Kebetulan udah ada yang mau nempatin juga." Maru merasa tidak tega kalau harus menjual rumah itu, untuk itu dia menyewakan rumahnya kepada orang lain.


"Wwaahh.. jadi juragan kontrakan ni mah pasturi." Risa kembali menimpali.

__ADS_1


Sora dan Maru hanya tertawa dengan kata-kata Risa dan mengaminkan ucapannya.


__ADS_2