
Berita kembalinya Sora dan Maru menjadi sepasang kekasih sudah diketahui oleh banyak orang. Termasuk teman-teman keduanya yang ada dikota yang sama dengan Maru.
Zaenal yang mendengar berita itu, kini tersenyum bahagia. Berbeda dengan senyuman-senyumannya dahulu yang terlihat tidak tulus.
Dengan kata lain, Zaenal sudah menyerah untuk mendapatkan cinta dari Sora. Karena seberapa keras dia berusaha, hasilnya tetap sama, Sora tidak akan memilihnya.
Begitu juga dengan Langit. Kini dia mengetahui berita keduanya langsung dari mulut Sora sendiri.
"Aku turut bahagia.. sekarang kamu udah keliatan lebih bahagia, berlipat kali dari sebelumnya." Langit tersenyum menatap wajah Sora yang menurutnya terus berseri-seri.
"Makasih ya Langit... Aku gak bakal pernah lupain semua kebaikan kamu sama aku.... selama aku masih terpuruk, kamu yang selalu ada buat aku, kamu yang selalu berusaha buat aku bangkit lagi, sampai aku bisa seperti sekarang lagi." Sora memegang tangan Langit dengan mata yang menjadi berkaca-kaca.
"Kuta kan temen, ya wajar lah. Aku seneng kalau kamu seneng. Aku seneng liat kamu bisa tersenyum lagi, gak kayak dulu.. mukanya asem mulu.." candanya sedikit mencairkan suasana, karena terlihat olehnya Sora yang mulai menitikkan air mata.
"Dan maaf, aku gak bisa balas perasaan kamu. Aku sadar, aku emang gak tahu malu. Udah ngasih harapan sama kamu selama dua tahun ini, tapi ujung-ujungnya aku tetep gak bisa... Tapi, asal kamu tahu, aku juga udah berusaha buat nerima kamu, tapi..." belum selesai kata-katanya keluar, Langit sudah kembali menimpali.
"Udah... aku ngerti kok... kalau aku di posisi kamu, mu gkin aku juga bakal ngelakuin hal yang sama kayak kamu. Kamu tenang aja, santai aja.." Langit mengusap lembut punggung tangan Sora yang menggenggamnya.
"Sekali lagi makasih.. jangan benci aku ya," Senyuman manis kembali tersirat di wajah Sora.
Langit membalasnya dengan anggukan dan juga senyuman hangat.
♡♡
__ADS_1
Disisi lain, Maru melakukan hal yang sama. Dia mendatangi orang-orang yang dia pikir harus dia kasih tahu langsung tentang hubungannya dengan Sora.
Maru mendatangi rumah Maria.
"Aku udah balik lagi sama Sora." Ungkap Maru tanpa basa-basi yang kini keduanya duduk di ruang tamu rumah Maria.
"Kenapa kamu harus bilang sama aku?" Senyuman kecut terlihat di bibirnya yang merah merekah.
"Karena aku rasa, aku harus ngasih tahu kamu. Sekarang aku bukan Maru yang dulu lagi, jadi aku mohon.."
"Aku ikut seneng denger semuanya. Kamu gak usah khawatir, aku udah nyerah sama kamu, aku juga udah nyerah sama Sora. Aku gak bakal gangguin hubungan kalian lagi, kamu tenang aja." Maria kini terlihat lebih tenang.
"Makasih... dan aku juga minta maaf. Kalau memang hubungan aku sama Sora bikin kamu sakit dan menderita. Tapi, aku bener-bener mencintai Sora, aku gak bisa nurunin ego aku lagi buat kamu." Maru menatap Maria yang tengah tersenyum datar.
"Aku udah maafin semuanya. Karena aku juga tahu diri, semua akar dari permasalahan kita, ya aku sendiri." Maru menghela nafasnya dengan berat.
"Okay, jadi sekarang urusan kita, hubungan kita udah selesai. Aku dan Sora akan memulai hidup kita lgi berdua. Aku harap jangan ada kata tersakiti dan menyakiti lagi diantara kita..." Maru tersenyum kearah Maria, dan dibalas dengan anggukan.
Marupun beranjak, dan pamit dari rumah Maria.
Kini Maru pergi ke restoran Zaenal yang masih tetap sering dia datangi.
"Kali ini gue gak bakal pesen apa-apa. Gue cuman mau ngomongin sesuatu ama lo.." Maru langsung nyerocos, sebelum Zaenal menawarkan menunya.
__ADS_1
Zaenalpun hanya tersenyum dan mengikuti Maru yang sudah duduk dikursi pojokan, dan tak lupa meminta pelayannya untuk sekedar membawakannya kopi hangat.
"Tumben, mau ngomong apa lo.." Zaenal kini duduk dihadapan Maru.
"Gue balik lagi sama Sora." Perkataannya terdengar sangat tegas.
"Gue udah tahu, dan... selamat.." Zaenal tersenyum.
"Gue cuman mau menjelaskan semuanya, supaya gak ada lagi kesalahpahaman diantara kita. Dan juga minta maaf, kalau selama ini perilaku gue jelek.." Maru sekarang tidak malu untuk mengakui keegoisannya.
"Hahaha... emang... perilaku sama gue jelek banget..." mengejek Maru
"Itu karena gue cemburu... Sora sering senyum ama ketawa sama lo.. sama gue dia banyaknya sedih mulu, karena cinta gue cuman bisa nyakitin dia doang.." Maru menjadi sedikit curhat.
"Lo tenang aja, gue udah nyerah kok sama Sora. Malah gue udah nyerah dari Sora gugat cerai lo. Karena gue tahu, seberapa keras gue berusaha, cinta dia cuman buat lo. Lo cinta pertama buat dia, dan mungkin yang terakhir juga. Jadi, gue sebagai teman dekatnya, sebagai sahabatnya dari zaman SMP, gue minta ama lo buat jagaain dia. Buat dia bahagia, lebih bahagia dari sebelumnya."
Zaenal terdengar sangat tulus.
Maru yang mendengarnya, sedikit terenyuh hatinya.
"Makasih bro... gue bakalan buat dia bahagia. Sebahagia-bahagianya..."
Keduanya saling melemparkan senyuman.
__ADS_1