Temanku, Suamiku

Temanku, Suamiku
75. Status Hubungan


__ADS_3

Kini keduanya resmi menjadi pasangan kekasih. Maru yang benar-benar sangat bahagia tidak bisa berhenti tersenyum. Urat wajahnya terus menyungging tersenyum. Sora yang melihatnya merasa bahagia dan tertawa kecil akibat kelakuan mantan suaminya itu, sekaligus calon suaminya saat ini juga.


Maru mengantarkan Sora pulang. Tapi, Sora memintanya untuk tidak mengantarkannya sampai rumah dahulu. Karena Sora akan berbicara baik-baik dengan keluarganya tentang hubungan keduanya.


Maru menyetujuinya. Begitu juga dengan Maru. Ia akan memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarganya. Yang pasti akan mendapatkan dukungan penuh, terutama dari Mama Maya.


♡♡


Dirumah Sora kini keluarga ini tengah menyantap makan malamnya. Dengan suasana yang tetap sama dengan dibumbui kerepotan sang kakak iparnya yang harus makan sembari menyuapi si kecil Henry.


Sora memulai perbincangan mengenai hubungannya dengan Maru dengan sangat hati-hati.


"Bu... Kak Soni... Aku... Aku memulai hubungan lagi sama Maru." Setelah mengucapkan kalimat itu, Sora terdiam memperhatikan ekspresi ketiga orang yang ada dimeja makan yang kini menatap kearahnya.


Ibu Reni menggenggam tangan putrinya,


"Ibu ada dipihak kamu. Apapun pilihan kamu, Ibu akan selalu mendukung kamu." Tersenyum dan genggamannya semakin erat.


Kak Soni hanya diam, namun senyuman tersungging jelas ditemani dengan anggukan.


Sora yang merasa telah mendapatkan restu dari kedua orang yang dia sayangi, tidak bisa menahan rasa bahagianya, rasa harunya. Air matanya lolos begitu saja dari matanya. Air mata haru.


"Makasih bu, Kak.." Sora terisak.


"Kok malah nangis sih.. orang kita setuju dan mendukung kamu.." Goda kak Soni yang disambut tawa kecil oleh istrinya.

__ADS_1


"Makasih.. kali ini aku janji. Akan memulai semuanya kembali dengan benar. Gak kayak dulu, aku yang gak dewasa. Maafin aku... hanya karena untuk mengurus hubungan aku sama Maru, kalian harus meninggalkan semuanya disana. Terutama kak Soni, yang rela pindah kesini dan meninggalkan kerja disana." Sora menatap Kakak laki-lakinya dan juga istrinya.


"Ngapain kamu minta maaf Sora. Karena kita pindah kesini juga, liat.. sekarang anggota keluarga kita bertambah.." Kakak Iparnya tersenyum dan menggenggam tangan Sora.


"Kakak seneng kalau kamu udah kembali membuka hati kamu, dan gak terus berusaha buat menutupnya rapat-rapat lagi." Kak Soni ikut menimpali.


♡♡


Tidak biasanya Maru pulang kerumah orangtuanya. Alasannya hanya untuk numpang makan malam. Tapi, tentu saja disambut baik oleh kedua orangtuanya.


Begitu juga dengan Maru, dia mencoba berbagi berita bahagia ini dengan sangat gamblang. Baru masuk kerumah ia langsung teriak memanggil Mamanya dan langsung memeluknya dengan erat.


"Maru kamu ngapain... Mama susah nafas.. lepasin.." Mama Maya menepuk punggung tegap anaknya itu.


"Yang bener? Sora nerima kamu lagi?" Mamah Maya sangat antusias.


Ayah Maru hanya tersenyum ringan sembari duduk di kursi meja makan menunggu keduanya.


" Maru beneran Mah... orang Maru langsung lamar dia, pake cokelat..." Maru tertawa ringan mengingat kembali kejadian konyol tadi.


Keduanya beranjak ke meja makan.


"Mamah seneng banget. Pokoknya seneng seneng seneng banget. Mamah kira kamu gak bakal dapet jodoh lagi, secara kamu selalu menolak tawaran orang-orang kalau mau dikenakan ke cewek." Mamah Maya masih sangat antusias.


"Eeeii... mana ada aku begitu. Apa kata kalian katakan, harus menghadapinya dengan dewasa dan kepala dingin. Aku pelan-pelan deketin dia lagi. Meskipun berulang kali ditolak juga.. hehe.. tapi akhirnya, dia nerima aku juga.." Ekspresi bahagia diwajah Maru masih terus terpancar, sampai kedua orangtuanya saling menatap dan mengangguk kepalanya.

__ADS_1


"Maafin Maru ya Mah, Yah... Maru janji.. gak bakal nyakitin siapapun lagi disini. Terutama Sora. Jadi, sekarang Maru minta tolong.." kini Maru memlankan suaranya.


"Tolong? Minta tolong apaan?" Tanya Ayahnya.


"Tolong anterin Maru buat ngelamar Sora ke Ibu sama Kakaknya.." Wajah tengiknya keluar seketika.


"Uhaaha.. kirain minta tolong apaan... itu mah gak usah kamu omongin juga, kita udah pasti.. berangkat.." canda Mamah Maya.


"Mau kapan?" Tanyanya lagi.


"Biar nanti Maru omongin lagi ama Sora deh.." Senyuman kembali muncul diwajah Maru.


Keduanya saling memberi kabar tentang keluarganya setelah menyampaikan berita tentang hubungan keduanya lewat pesan singkat.


Ditempat yang berbeda, keduanya saling tersenyum menatap layar ponselnya, layaknya pasangan baru yang tengah kasmaran.


Dan tak lupa, sudah jelas Sora memberikan kabar kepada sahabatnya Risa.


"Hah.. yang bener kamu?" Suara pekiknya terdengar jelas sampai Sora menjauhkan handphonenya dari telinganya.


"Aku ikut seneng dong.. akhirnya tu si Maru PA bisa dapetin kamu lagi. Dikasih apa kamu sama dia?" bercandanya


"Dikasih coklat berbentuk hati dua biji." Sora menjawab seadanya sambil tertawa.


Keduanya terus berbicara ditelpon.

__ADS_1


__ADS_2