
Susah payah Zayn mengambilkan dua butir kelapa untuk istrinya, bahkan kepala Zayn di sengat kemarang, karna sarang dari kemarang itu tanpa sengaja tersenggol oleh tangan Zayn. Beruntung hanya tangannya saja yang kena senngat. Tidak dengan anggota tubuhnya yang lain.
"Baiklah ini pengorbanan demi istri. Bahkan di luar sana ada beberapa pria yang bahkan mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan cinta sang istri." Zayn memberi semangat dirinya sembari menuruni pohon kelapa yang lumayan tinggi.
Sesampainya di bawah Alexa langsung menyambut suaminya. "Ternyata panjat memanjat memang ke ahlian kak Zayn."
"Tidak se ahli saat memanjat istri sih sebenarnya." Zayn tertawa, Alexa repleks menepuk tangan Zayn. Hanya menepuk tapi Zayn terlihat kesakitan dan mengaduh, rupanya Alexa tak sengaja menepuk tangan yang di sengat kemarang.
"Ada apa kak, padahal pelan pelan. Masa sesakit itu?" Alexa segera mengambil tangan suaminya.
Zayn tersenyum renyah dan menunjukan bekas sengatan kemarang di lengannya.
"Tanda cinta dari pohon yang ku panjat. tidak haya istriku saja yang meninggalkan jejak cinta pohon pun sama, kemarang menyengatku."
"Maaf ya kak." ucap Alexa di penuhi raut bersalah.
"Tidak papa."
Zayn mengambil dua buah kelapa yang ia jatuhkan ke sawah yang sudah kelar di pacul mamangnya.
"Kemana Mamang dan bibi pergi?" tanya Zayn yang tidak melihat keberadaan bibinya.
"Mang Opik dan bibi katanya mau ngarit."
"Ngarit?" beo Zayn.
"Itu loh, ngambil rumput buat pakan domba domba mang Opik."
"Ohhh."
"Mamang juga berpesan, jika sudah selesai, bisa langsung pulang saja." ujar Alexa.
Zayn membelah kedua kelapa itu dan memakannya bergantian. Hal itu tak lepas dari tatapan putri pak Toha. "Seandainya kau masih hidup mungkin kita akan bahagia seperti sepasang anak kota itu." lirih Anak gadis Pak Toha.
__ADS_1
Zayn membereskan wadah wadah bekas makan mereka, sedangkan cangkul yang sudah bersih ia cuci Zayn letakan di saung sesuai pesan mang Opik.
Zayn membawa meluruh peralatan bekas makan, juga menenteng sendal milik Alexa dan miliknya sendiri. Tangan yang satunya Zayn pergunakan untuk menuntun Alexa melewati galengan galengan sawah.
Zayn juga permisi kepada beberapa orang yang ia lewati termasuk pak Toha. Zayn sadar betul ini bukan lingkungannya jadi sebisanya ia bertindak sopan.
Saat melewati jalan terjal Zayn tak melepas genggamannya dari sang istri, dan kala menemui tanjakan Zayn merendahkan tubuhnya dan memberikan punggungnya di hadapan Alexa. "Naiklah! Aku tak ingin kau kesakitan, mungkin saja lukamu masih belum sembuh benar." Zayn berjonkok di hadapan Alexa.
"Aku malu kak. Berat juga." Qlexa mengedarkan pandangan kesekeliling di tempat itu, tapi tidak ada siapapun.
"Malu kenapa? Aku suamimu. Berat badanmu juga bukan masalah. Aku bisa mengangkat 3x lipat tubuhmu sekaligus. Jangan meragukan kekuatan suamimu ini." Zayn memposisikan tubuh Alexa agar berpegangan di tubuhnya.
Lexa mengambil rantang bekas makanan, dan ia bawa di antara leher Zayn karna ia tengah di gendong oleh suaminya.
Zayn benar benar menggendong Alexa di atas punggungnya. Dan membawa Alexa tanpa kesulitan.
Saat mulai memasuki beberapa rumah, Alexa minta di turunkan dari gendongan suaminya. Ia malu barang kali ada yang melihat dan mengatainya kolokan.
Zayn mengajak Alexa untuk mendatangi salah satu warung di dekat rumah Bibi Aliyah, Zayn juga menanyakan rokok apa yang kerap kali di beli oleh Mang Opik. Karna Zayn sudah menjanjikan mang Opik rokok.
Zayn di bantu bapak yang berjaga warung mengangkut belanjaan ke rumah bibi Aliyah.
Alexa tersenyum saat Zayn menunjukan perhatiannya terhadap tantenya. Zayn juga membayar padi yang tadi di giling dan di jadikan beras.
Hari sudah menunjukan pukul sebelas siang. Zayn mengajak Alexa untuk mandi terlebih dahulu. masih di sumur dekat rumah karna Z pam kamar mandi di dalam rumah belum mang Opik perbaiki.
Baru saja masuk kamar mandi Zayn sudah iseng iseng mengecup bibir Alexa sekilas. "Kak mulutku bau habis makan petai." Alexa menutup mulutnya sendiri karna tak percaya diri Zayn terus mengecupi bibirnya.
"Hanya pada mulutmu saja aku bisa menerima baunya." lagi dan lagi Zayn mengecup, dan menyesap bibir ranum milik istrinya.
"Kita mandi bersama kak?" tanya Alexa, jarang sekali mereka melakukan hal ini, biasanya mereka mandi bergantian.
"Sunah Ale." Jawab Zayn. Ia menanggalkan pakaiannya kemudian Zayn cuci sendiri begitu juga dengan pakaian yang Alexa kenakan turut Zayn cuci. Zayn tak ingin Alexa kelelahan.
__ADS_1
"Ciee, yang bucin." Alexa terkekeh karna perlakuan Zayn terhadapnya sungguh terlihat manis.
"Siapa suruh kau sangat cantik dan memesona." Zayn mengecup kembali bibir istrinya.
"Jangan mandi dulu okay, kita mandi bersama! Aku akan menjemur ini dulu dan mengambil pakaian ganti untuk kita." Arjuna melilitkan sebuah sarung di tubuhnya, dan ia memasuki rumah lewat pintu belakang.
Setelah beberapa saat berlalu Arjuna kembali mengetuk pintu sumur.
"Ale ini aku."
Alexa membuka pintu sumur dan mempersilahkan Arjuna untuk memasuk.
"Kak Zayn lama." Alexa mengerucutkan bibirnya. Membuat Zayn merasa gemas hingga ibu jarinya metaih wajah istrinya dengan dan membelah bibir ranum itu menggunakan ibu jarinya.
Pikiran Zayn sudah melanglang buana. Hampir 2 minggu Zayn tak mendapat pelepasan. Sebagai pria dewasa ia kerap kali menginginkan penyatuan dan sentuhan dari pasangannya.
Alexa terjengit. Ia faham betul arti tatapan yang Zayn berikan terhadapnya. Tatapan seorang predator terhadap mangsanya.
Zayn menarik handuk Alexa, hingga tubuh sintal itu terpampang nyata di hadapannya. Senyuman nakal Zayn sunggingkan di bibirnya. Zayn juga merapatkan tubuh ke arah Alexa.
"Kakak mau apa? Ini belum musimnya untuk menanam kak!" Alexa menutupi asetnya menggunakan kedua tangannya, bahkan seluruh tangan Alexa tak mampu menyembunyikan dua kelembutannya yang besar.
Zayn terus mendekat tanpa memperdulikan larangan Alexa. "Aku tau cara aturan mainnya Ale. Kau juga akan mendapat pahala karna ini." Zayn meraup wajah Alexa menggunakan kedua belah tangannya, kemudian membenamkan ciuman dalam di antara belahan bibir Alexa yang sudah menjadi candu untuknya.
"Kak ..."
"Menurut saja. Aku akan mengajarimu." Zayn mulai menyentuh tempat mana saja yang ia sukai.
Hanya menggunakan jemari Alexa saja Zayn mampu mendaki ke puncak kenikmatan. Tadinya Zayn akan mengajarkan Alexa menggunakan indra perasanya. Namun Zayn tak ingin terburu buru. Ia akan mengajarkan Alexa dengan perlahan agar istrinya itu nyaman.
"Kak, apa kakak puas?" Alexa menatap Zayn yang tengah mengenakan pakaian gantinya di bilik sumur itu.
"Tentu saja. Kau pintar!" puji Zayn. "Nanti malam aku akan mengajari cara yang lain untuk menyenangkanku." Zayn mengecup salah satu pipi Alexa.
__ADS_1
Semua pria sama saja. Selalu memiliki sisi lain jika tengah berdua dengan pasangannya.