Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Calon imam untuk Hanna


__ADS_3

Letia semakin menangis, ia menyesal karna sudah menuruti keinginan bapaknya.


"Tidak apa jika Gus Zayn bertindak tidak adil, asalkan nikahi putri saya. Pahala Gus Zayn akan sangat banyak karna menolong keluarga kami."


"Saya bukan seseorang yang gila pahala Pak Toha. Saya tidak mau menerima pinangan dari gadis manapun. Bukan hanya pinangan dari anda saja. Satu wanita lebih cukup untuk saya. Tolong mengertilah." Zayn membawa istrinya untuk pergi ke kamar mereka meninggalkan Pak Toha dengan dramanya. Zayn tidak tersentuh sama sekali.


"Dasar pelakor!" ujar Alexa sembari berlalu.


"Kak Zayn kita berkemas sekarang!" Alexa langsung berujar setelah tiba di kamarnya, ia langsung menuju lemari pakaian. Meraih kopernya.


"Kenapa mendadak? Bukankah kau ingin di sini tiga hari lagi?" Zayn memeluk tubuh sintal istrinya dari belakang.


"Aku tak ingin ada Letia-Letia lainnya yang ingin di nikahi suamiku." sungut Alexa.


"Tapi kau pemberani tadi, menghardiknya, Letia bahkan terlihat ketakutan."


"Aku harus menjadi pemberani saat mempertahankan milikku."


"Istri pintar. Jadi kita pulangnya besok atau tiga hari lagi?"


"Besok saja. Aku tak ingin mengambil resiko. Takutnya ada bibit bibit pelakor lain yang menawarimu pernikahan. Entah pandangan seperti apa yang mereka tau mengenai seorang Gus." Alexa di suruh duduk di atas ranjang. Zayn lah yang mulai membereskan barang barang mereka.


Setelah selesai membereskan barang barang miliknya dan Alexa, Zayn menyuruh Alexa untuk istirahat, sedangkan dirinya akan menemui bibi Aliyah dan Mang Opik.


"Mang, Bi." Sapa Zayn. Jedua pasang suami istri itu tengah memakan makanan yang di bawakan Zayn dari pasar malam.


Zayn mengeluarkan amplop yang sudah dirinya persiapkan sejak awal. Berisi sejumlah uang untuk ia hadiahkan kepada Mamang dan bibi istrinya.


"Bi ini mohon di terima. Dan terima kasih sudah mau menampung dan memperlakukan Saya dan Alexa dengan baik. Maaf selalu merepotkan."


"Apa ini Zayn? Bibi senang kalian di sini. Kau tidah usah sampai memberikan uang sebanyak ini." Bibi Aliyah mendorong kembali amplop yang di berikan Zayn. Ia tidak mengharap kan ini dari Zayn sebagai ucapan terimakasih.


"Ini hadiah dari Zayn Bi. Untuk Bibi dan Mamang. Kalian bisa menambah membeli domba lagi. Atau menggadai sawah agar dapat penghasilan lain. Atau jika bibi ingin membeli perhiasan mas, bibi bisa membelinya." ujar Zayn sopan.


"Tapi-

__ADS_1


"Jangan menolak rejeki bibi. Zayn iklas."


"Terimakasih Zayn." mang Opik dan bibi Aliyah berujar bersamaan.


"Sama sama. Oh ya, besok kami akan kembali ke kota Bi." Zayn memberitahu bibinya.


"Ko mendadak sekali?


"Biasa lah Bi, wanita memang seperti itu. Alexa cemburu sepertinya." Ketiganya tertawa bersamaan.


.


Di tempat lain di rumah Pak Toha.


"Bapak Tega mempermalukan aku di hadapan Gus Zayn!" Letia berteriak nyaring denhan amarah luar biasa.


"Kan aku sudah bilang Letia. Gus Zayn tak akan mungkin mau menikahimu!" Akbar angkat suara. "Bapak juga selalu memaksakan kehendak. Bapak selalu egois! Jika saja bapak membiarkan kekasih Letia menikahinya semua ini tidak akan terjadi. Keluarga kita akan menanggung malu Pak." Akbar sangat geram kepada bapaknya sendiri.


"Masih banyak cara agar Gus itu mau menikahi Letia." ujar Pak Toha. Ia tak tau jika Zayn akan pulang ke kota esok pagi.


.


Pagi pagi sekali Pak Toha sudah berbuat onar dengan menggedor pintu rumah Pak Opik. Kembali memohon, adalah jalan satu satunya, namun sayangnya Zayn dan Alexa sudah pergi ke kota sehingga Pak Toha pulang dengan perasaan yang sangat kecewa.


Seharian Zayn dan Alexa melakukan perjalanan dari kampung bibi Aliyah ke kota tempatnya tinggal.


Setelah ke rumah Alexa terlebih dahulu, Alexa setuju untuk kembali tinggal di rumah suaminya.


Hanna langsung menyambut kedatangan ipar yang sangat ia rindukan. Banyak hal yang ingin ia ceritakan kepada istri kakaknya. Termasuk tentang lamaran yang sudah di terima orang tuanya dengan salah seorang temannya Zayn.


Tapi yang membuat Hanna ingin melarikan diri dari perjodohannya adalah tentang status calon suami Hanna yang merupakan seorang duda. Ia malu jika harus menikah dengan seorang pria yang pernah gagal dalam membina rumah tangga. Apa lagi pria itu terbilang sudah matang, umurnya sama dengan Zayn.


"Ale. Banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu, tapi sepertinya kau terlihat lelah. Mungkin besok saja atau lain waktu aku bercerita." Hanna melepas pelukan setelah beberapa waktu memeluk sahabat sekaligus kakak iparnya.


Alexa tersenyum, ia tau tentang lamaran temannya Zayn. yang meminang adik ipar kesayangannya itu.

__ADS_1


"Ya, biarkan kakak iparmu istirahat terlebih dahulu." ujar Mama Lexi.


"Al, kau istirahat lebih dulu ya. Ada beberapa hal yang Kak Zayn perlu bicarakan dengan Mama dan Papa." Zayn mengusap wajah istrinya. "Anna temani kakakmu dulu." Perintah Zayn kepada adik satu satunya.


"Baik Kak." Hanna menurut dan mengikuti langkah kaki kakak iparnya. Kebetulan ia akan berbagi kepada sahabatnya sebelum tidur.


"Kau sudah makan Zayn?" Mama Lexi selalu perhatian kepada putranya meskipun umur Zayn sudah sangat dewasa, tapi di matanya Zayn masih terlihat seperti seorang anak kecil. Ya begitulah orang tua selalu menganggap putra mereka sebagai anak kecil tak perduli umur anaknya sebenarnya.


"Sudah Ma, tadi di rumah mama Green."


"Papa perhatikan Hubungan kalian semakin membaik." Papa Kahfa berujar.


"Alhamdulillah Pa, kami juga sudah berpikir dan memutuskan untuk melanjutkan pernikahan kami. Kami akan merajut kembali kisah kami." Zayn tersenyum teduh, hatinya bersyukur saat Alexa memberikannya satu kesempatan untuknya memperbaiki hubungan.


"Alhamdulillah. Jika seperti itu, semoga hubungan kalian hingga ke jannah aamiin." Papa Kahfa berujar tulus.


"Masalah pekerjaan bagaimana Pa?"


"Semua aman. Mungkin ada beberapa hal yang harus kau kerjakan."


Mama Lexi terdiam. Ia ragu ragu untuk membicarakan prihal lamaran temannya Zayn untuk Hanna. Tapi ia juga memerlukan pendapat dari putranya juga, mengingat pria yang melamar Hanna sudah lama berteman dengan Zayn.


"Apa ada sesuatu yang mengganjal di hati Mama?" tanya Zayn hati hati. Nalurinya sebagai anak berjalan dengan baik. Ia menyadari kegelisahan Mananya.


"Sesuai arahanmu kami menerima pinangan dari Raffa, sepertinya memang dia pria yang baik sayangnya Hanna belum mau membuka hati untuk pria itu. Alasan duda menjadi alasan utama untuk Hanna menolak lamarannya. Namun Papamu sudah terlanjur menerima lamarannya. Lagi pula Raffa adalah pria yang lembut juga santun." ungkap Mama Lexi.


"Ya, aku juga mengenal Raffa cukup lama. Anak itu tidak neko neko. Rajin juga penuh kasih sayang, status tak menjadi masalah menurutku. Raffa hanya di jadikan tumbal adiknya untuk menikah dengan mantan kekasih adiknya yang terlanjur hamil. Sejauh ini Raffa tidak memiliki kecacatan yang fatal menurutku. Dia bertanggung jawab Ma. Meskipun dia sudah bercerai dari mantan istrinya sejak beberapa tahun lalu Raffa tak pernah abai soal materi akan anak dari adiknya.


"Berapa tahun dia menikah dengan mantan istrinya?" tanya Papa Kahfa.


"Hanya 5 Bulan. Dan selama itu pula Raffa tinggal terpisah dengan istrinya. Dia memahami agamanya Pa. Tentang bagai mana menjaga martabatnya sebagai seorang pria. Pernikahan yang ia jalani hanya sebatas tanggung jawab saja. Hingga setelah istrinya melahirkan, wanita itu mengajukan surat gugatan terhadap Raffa." Zayn menjelaskan.


"Berarti Raffa menikahi wanita yang haram di sentuh?" tanya Mama Lexi.


"Tepat Ma. Hingga tersiarlah kabar jika Raffa memiliki kelainan. Padahal Zayn yakin Raffa 100 persen normal. Zayn yakin jika Hanna menikah dengannya dia akan bahagia. Raffa sosok pria yang mengayomi juga penyayang. Zayn setuju Raffa menjadi calon imam untuk Hanna."

__ADS_1


__ADS_2