
Rasanya wajar jika Alexa kerap kali merasa di permainkan dalam ikatan pernikahan mereka, Zayn sering kali berlaku seenaknya terhadap Alexa, Zayn hanya akan berbuat baik kepadanya hanya jika dirinya membutuhkan tubuhnya untuk pelepasan. Selain itu Zayn kerap kali mengabaikan Alexa, Zayn terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
Rasanya semakin hari Alexa tak kuat menjalani pernikahan mereka.
Tak Alexa pungkiri Zayn kerap kali perhatian pada bayinya, tapi tidak terhadap Alexa. Itu sebabnya Alexa selalu memanfaatkan keadaan jika dirinya menginginkan sesuatu, dengan cara mengatas namakan bayinya hanya agar Zayn menuruti inginnya. Namun kejadian tadi siang begitu membuat Alexa tersadar jika tak selamanya keingin Alexa yang mengatas namakan bayinya terpenuhi.
Alexa memakai jaketnya, mengambil sejumlah uang di dompetnya. Selama pernikahan yang sudah jalan sebulan Zayn belum pernah memberikan Alexa uang, jika Alexa tidak memintanya.
Sebelumnya Alexa nyaman-nyaman saja dengan keadaan seperti itu. Tapi ia mulai terusik saat seperti ini di saat mereka selesai berdebat Zayn dan Alexa akan saling mendiamkan, sehingga Alexa mau tak mau harus menggunakan uang tabungannya yang semakin menipis karna Zayn melarangnya bekerja, membuat konten atau sekedar bernyanyipun Zayn melarangnya.
Pria itu beranggapan jika Alexa membutuhkan uang maka Alexa akan memintanya. padahal Zayn tau jika ego Alexa sangatlah tinggi mustahil wanita itu akan memohon hanya demi sejumlah uang.
Sebelum pergi, Alexa melirik sekilas ke atas tempat tidur. Kebiasaan Zayn jika dirinya tengah malas dengan Alexa pria itu akan memunggungi Alexa saat tertidur sekalipun ia begal Zayn tak akan luluh sebelum rasa kesalnya lenyap atau kebutuhan terdesak, contohnya Zayn membutuhkan pelepasan.
Ingin rasanya Alexa membekap wajah Zayn menggunakan bantalnya.
Ingin rasanya Alexa mempersingkat waktu, setelah bayinya lahir Alexa akan memutuskan di bawa kemana hubungan mereka.
Alexa berjalan biasa saja keluar dari rumah, ia tidak mengendap lagi pula dirinya bukan maling. Alexa menumpangi ojek ke rumah orang tuanya yang hanya berjarah beberapa kilo meter saja dari kediaman keluarga Kahfa.
Alexa menghubungi mamanya sebelum pergi kerumah orang tuanya. Dan Alexa sangat senang saat mama Green mengatakan jika papanya tengah dinas keluar kota dan sepertinya ia akan menginap di rumahnya. Terserah Zayn menilainya seperti apa yang jelas Alexa mulai muak dengan tingkah Zayn.
"Assalamualaikum Ma," Alexa mengetuk pintu. Bi Sumi yang membukakannya pintu, sedangkan Mamanya tengah membuat pasta untuknya.
Mama Green mengajukan beberapa pertanyaan kepada putri sambungnya tentang bagaimana Zayn membiarkan Alexa pergi kerumahnya dalam ke adaan malam seperti ini.
Ingin rasanya Alexa mengatakan hubungannya yang berantakan tapi ia tak ingin membuat Mamanya khawatir.
Setelah makan Alexa memasuki kamarnya, ia butuh tidur. Alexa tak ingin memikirkan Zayn saat ini, sejak awal Alexa sudah mengira hal ini akan terjadi sehingga ia tidak terlalu terkejut.
.
Pukul 12 malam Zayn ke toilet, ia tak melihat keberadaan Alexa mungkin Alexa tengah di kamar Hanna, karna tak tahan di diamkan olehnya. Zayn akan melihat seberapa kuat Alexa bertahan dan tidak meminta maaf. Ia lelah harus meminta maaf lebih dulu setiap kali mereka selesai berdebat, Zayn selalu kalah oleh hasratnya. Ia meninta maaf agar Alexa mau melayaninya.
Kali ini Zayn tidak akan meminta maaf pada Alexa biarkan saja wanita itu merasa jera.
Zayn kembali merebahkan dirinya di tempatnya semula, Zayn membelakangi sisi kosong di sampingnya.
Pukul setengah empat Zayn terbangun dari tidurnya. Zayn sama sekali enggan menoleh ke sisi sebelahnya. Ia belum tau jika Alexa sudah tidak ada di tempatnya. Zayn memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Zayn baru sadar Alexa tak ada di tempatnya. "Kemana Alexa? Oh mungkin di tempat Anna, kebiasan, tingkahnya seperti bocah. Dikit-dikit merajuk, ngediemin terus pergi." Zayn berceloteh, ia meraba tempat itu dingin juga terasa rapi tidak kusut seperti tempat miliknya.
__ADS_1
Zayn menggelar sejadah mengerjakan dua raka'atnya. Hingga sebentar lagi memasuki waktu subuh dirinya keluar kamar hendak ke mesjid.
Kebetulan Hanna juga keluar dari kamarnya.
"Anna, Alexa sudah bangun belum?" Zayn bertanya pada adiknya.
"Alexa? Mana ku tau kak. Kan Alexa tidur sama kakakkan?"
"Jangan bercanda Anna, Alexa tak ada di kamar." Zayn memasuki kamar adiknya secara paksa. Dirinya sangat terkejut saat tak mendapati Alexa di kamar adiknya.
"Astaghfirullah. Alexa kemana?" Seketika suasana di rumah menjadi riuh karna Zayn yang memanggil-manggil nama istrinya dengan suara senyarin speeker mesjid.
"Alexaaa ,, " Berkali-kali Zayn memanggil tapi Alexa tidak ada.
"Alexa tidak ada di rumah Zayn." Papa Kahfa kini tengah berusaha menghubungi ponsel Alexa. Tersambung tapi belum di angkat.
Kahfa menghubungi Azam untuk menanyakan barangkali menantunya tengah pulang kerumah besannya namun Azam tengah berada di luar kota, sehingga tidak tau apa-apa.
Mama Lexi mengambil alih ponsel suaminya dan menghubungi Greendia, di panggilan kedua Green memgangkat panggilan kakaknya.
Tadinya Zayn akan segera segera bertolak ke rumah mertuanya saat itu juga, tapi di karnakan adzan subuh sudah berkumandang Zayn mengurungkan niatnya, dirinya lebih dulu menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba baru setelahnya sebagai seorang suami yang akan menjemput istrinya.
Udara masih terasa dingin namun Zayn tetap akan menjemput istrinya. Mama Lexi maksa ingin ikut tapi Zayn tetap melarang, ia akan menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Zayn ada apa? Mengapa Alexa pulang ke sini malam-malam? Apa kalian bertengkar?" Green mengajukan introgasi pada keponakan sekaligus menantunya.
"Tidak Ma. Aku perlu menemui Alexa lebih dulu. Nanti Mama tanya saja pada Alexa."
'Mama sudah bertanya sejak semalam anak itu tetap diam."
"Nanti saja Zayn jelasinnya."
Zayn mendatangi kamar Alexa yang kebetulan tidak terkunci.
"Alexa, Alexa. Bangun." Zayn menggoncang tubuh Alexa hingga wanita itu mengerjapkan matanya.
"Tidak bisakah kau membuang kebiasan burukmu yang kabur-kaburan itu?" Zayn terlihat marah, suara tingginya menggema ke seluruh penjuru kamar membuat Alexa tersadar sepenuhnya setelah sebelumnya ia merasa linglung.
Alexa juga terlihat marah karna Zayn terlalu merusak kenyamanannya. "Siapa yang kabur-kaburan Hah?" Alexa bahkan berdiri dan berkacak pinggang.
"Aku kemari karna aku menginginkan pasta buatan mamaku. Kau pikir ini keinginanku saja Hah? Kau pikir aku mengada-ada saat menginginkan sesuatu! Kau pikir hidupmu saja yang di buat di repotkan. Tapi pernahkah kau berpikir untuk berada di posisiku?" Alexa sama sekali tak gentar saat berbicara dengan Zayn.
__ADS_1
"Jika aku mengatakan apa yang aku inginkan kau, kau pasti mengangapku sengaja merepotkanmu sama seperti saat aku ingin nangka kemarin."
"Ini semua masih berkaitan dengan nangka sialan itu! Hanya perkara sepele kau bahkan membawanya hingga hari ini."
"Ya, karna hal sepele itu mataku semakin terbuka, pikiranku semakin jernih. Jika saja aku tau kau menikah denganmu akan semenderita ini aku lebih sudi melahirkan anaku sendiri tanpa terikat perkawinan denganmu. Persetan dengan pandangan orang lain terhadapku, nyatanya pernikahan ini tidak mengubah apapun. Anakku tetap akan menjadi anak haram."
"Tutup mulutmu Alexa, kau berani mengatakan hal buruk pada bayiku. Aku harus membungkam mulutmu! Mengingatkan di mana posisimu seharusnya." Zayn tidak terima dengan kata anak haram meskipun itu kebenarannya. Zayn mendorong tubuh Alexa sehingga terbaring di atas ranjang.
Zayn melahap bibir istrinya dengan rakus ********** dengan menggebu.
Amarah dan gairah Zayn kini muncul secara bersamaan. Zayn bahkan mengucapkan doa zima dalam hati, karna sudah tak tahan Zayn menyatukan diri tanpa melepas pakaiannya Zayn hanya meloloskan celana da lam Alexa dan membuka sebagian celananya untuk melakukan penyatuan.
"Jangan menolakku Alexa! Kau berkewajiban melayaniku!"
Zayn bergerak lincah di atas tubuh Alexa yang terus memberontak.
Setelah mencapai pelepasan. Zayn menarik dirinya membenahi pakaiannya kembali, Zayn pikir setelah dirinya melakukan hal itu Alexa akan melunak seperti sebelumnya. Namun ia salah Alexa malah terlihat semakin murka padanya.
"Cukup Zayn!" Alexa bahkan menyebut nanya langsung itu artinya wanita itu sangat marah.
"Sekarang aku tau. Kau menikahiku hanya agar bisa melampiaskan nafsu binatangmu itu tanpa takut dosa dari Tuhanmu. Kau hanya membutuhkan aku untuk melepas hasratmu dan mengandung anakmu saja. Kau selalu memperingatkan kewajiban-kewajibanku. Tapi kau sendiri lalai akan kewajibanmu, aku merasa terdzalimi Zayn, aku sudah tak ingin menjadi istrimu. Bahkan sejak awal aku sama sekali tak menginginkannya."
"Alexaaa ..." terdengar desah nafas frustasi dari mulut Zayn.
"Diam!"
Sisa-sisa kenikmatan yang Zayn rasakan kini menguar, terganti dengan perasaan bersalah.
"Aku bukan ja-langmu Zayn!" Alexa menolak. Zayn memejamkan mata kala Alexa mengatakan diri Alexa sendiri adalah ja-langnya.
"Tidak, Alexa aku tidak menganggapmu seperti itu. Kau istriku."
"Tidak. Zayn, tidak. Yang kurasa bukan seperti istrimu. Kau datang dan berbuat baik padaku saat kau menginginkan tubuhku. Setelahnya kau akan kembali pada jati dirimu. Pergi! Kau menginginkan bayimu kan? Aku akan mengantarkannya padamu jika dia sudah lahir nanti."
"Alexa kau salah paham." Zayn mendekat tapi Alexa semakin menjauh.
"Kau selalu menganggap sepele apa yang kuinginkan, kau selalu berkata yang tak pantas untukku. Kau selalu membuat perbandingan seakan aku wanita paling buruk. Aku muak Zayn. Aku ingin hidup dengan orang yang menghargai dan menyayangi diriku bukan dengan orang yang menginginkan tubuhku saja."
Apa selama ini Zayn terlalu berlebihan saat memperlakukan Alexa. Atau dirinya yang terlalu sering meminta jatah, sungguh Zayn membenarkan semua itu.
Beberapa kesalahan yang menurut Zayn sepele menjadi senjata yang mengancamnya kini.
__ADS_1
"Aku lelah menghadapimu Zayn."