Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Kau ingin lari lagi?


__ADS_3

"Greend, lebih baik kau katakan saja di mana Alexa." Mama Lexi mencoba membujuk adik seyahnnya.


"Tapi Kak, aku takut mas Azam akan marah jika aku mengatakan di mana keberadaan Alexa." sungguh hanya itu yang Mama Green takutkan. Jika urusan Alexa ia bisa menhandelnya.


"Green, jika kesalah pahaman Zayn dan Alexa tidak segera di luruskan imbasnya pada hubungan mereka, dan ke mungkinan terburuknya Alexa dan Zayn bisa saja berpisah, memangnya kau ingin menjadi penyebab hancurnya hubungan mereka?"


Green diam, tapi ia belum bisa memutuskan. Papa Azam mengatakan jika ia ingin memberikan pelajaran kepada Zayn supaya menantunya itu lebih memperjuangkan putrinya.


"Lihat Zayn sebagai keponakanmu Green! Bukan sebagai menantu. Zayn sudah menyadari perasaannya, perasaan apa yang ia miliki terhadap Alexa ialah cinta. Hanya saja Zayn terlalu naif. Dan sekarang Zayn akan mengungkapkan segalanya." Mama Lexi kembali menjelaskan.


Zayn hanya diam, wajahnya menunduk ia menyembunyinya rona merah di kedua bagian pipinya, ia tersipu saat ada orang lain selain ibunya mengetahui perasaannya. Seakan perasaan Cintanya adalah sesuatu yang memalukan.


Benar juga apa yang di katakan kakaknya, bagaimanapun Zayn adalah keponakannya, ia tak ingin menjadi penyebab kehancuran keluarga kecil keponakannya.


Setelah berpikir untuk beberapa saat akhirnya Mama Green memberikan sebuah alamat. Yang mana Green sendiri belum pernah mengunjungi tempat itu.


Sepanjang perjalan Zayn memuji performa sang mama dalam membujuk mama mertuanya hingga Zayn dapat mengantongi di mana keberadaan Alexa. Sungguh mamanya benar benar bisa di andalkan, tak sia sia Zayn membawa Mamanya kerumah mertuanya.


Karna terburu buru Zayn bahkan tak sempat mengantar Mamanya, meski begitu Zayn tetap meminta doa dan restu dari ibunya.


.


Setelah sarapan Alexa tidak pergi kemanapun, ia tetap berada di rumah panggung yang lumayan cukup besar. Terdapat berbagai ukiran di beberapa pintu. Lantai rumah itu terbuat dari papan kayu, entah dari kayu apa Alexa tidak tau. Yang jelas ubin rumah itu berkilau serta jika di raba dengan tangan licin juga halus.


Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Tapi meski begitu Alexa pastikan jika ada yang mengintip tak akan tembus pandang. Karna anyaman bambu setiap dinding di lapisi papan kayu kemudian di tutup menggunakan anyaman bambu kembali yang di sebut bilik di daerah itu.

__ADS_1


Kebetulan di sana tengah musim buah buahan, di dalam rumah bahkan terdapat aroma durian yang semerbak, tidak hanya itu beberapa jenis buah tropis juga ada di sana dari mulai manggis, rambutan, lansat, dukuh serta masih banyak lagi buah buahan.


Hal yang paling Alexa sukai adalah pemandangan di depan rumahnya, yang menghadap langsung ke air terjun. Juga ke tebing di sebelah kanan rumahnya. Meski jaraknya cukup jauh tapi tidak mempengaruhi keindahannya. Hamparan sawah serta tanaman palawija juga terdapat di sana. Di depan tumahpun bukan ada tanaman hias melainkan beberapa jenis sayur mayur serta rempah yang sengaja di tanam bibi dan mamang Alexa.


Alexa kembali menghirup dalam dalam oksigen yang tersedia di sana, menikmati kesejukan hatinya. Memang tempat ini sangat cocok untuk menepi dari kelelahan hidup.


Bibi dan Mamang Alexa tengah pergi ke ladang untuk memetik sayuran. Banyaknya buah buahan membuat Alexa hampir kalap, beruntung bibinya sudah mengingatkan jika jangan terlalu banyak mengkonsumsi buah, mengingat Alexa baru saja pulih dari oprasi.


Alexa menyalakan televisi. Di tempatnya berada memang sudah di lengkapi dengan beberapa hal yang berbau modern termasuk jangkauan internet sudah sejak beberapa tahun lalu berlaku di sana.


Alexa meraih toples biskuit favoritenya, namun saat ia buka ternyata isinya rengginang. Alexa tertawa renyah ia merasa sudah di prank oleh tampilan makanan di depannnya. Karna penasaran Alexa kembali membuka kaleng wafer keju, ternyata isinya makanan khas sunda yang bernama opak. Makanan itu terbuat dari beras ketan, butuh proses yang cukup sulit untuk membuat opak.


Tak henti sampai di dua kaleng kue itu Alexa kembali membuka kaleng kaleng lainnya yang tersedia di pojok ruangan, ternyata isinya keripik pisang dan keripik singkong. "Ya ampun baru kali ini aku di prank tapi madih seneng saja."


Alexa menutup beberapa kaleng, ia hanya meraih satu kaleng biskuit yang berisikan keripik singkong. Ia mulai mencicipinya. Rasanya enak sangat renyah, juga di dominasi rasa gurih dengan aroma bawang putih. Mulut Alexa terus mengunyah tanpa henti.


.


Zayn sama sekali tidak bertanya di perjalanannya, karna ia pernah berkunjung ke daerah itu saat masih kuliah dulu.


Zayn memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah rumah panggung yang berada di sana. Seorang pria paruh baya menghampirinya.


"Ada keperluan apa Jang?" tanya bapak itu. Ujang merupakan panggilan seseorang yang sebih tua kepada seorang pria yang usianya lebih muda.


"Maaf Pak apa benar ini rumah Bapa Opik dan ibu Aliyah?" tanya Zayn sopan. Ia bahkan menyalami dan mencium punggung tangan pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Benar Jang saya sendiri. Ada keperluan apa?"


"Perkenalkan Pak saya Zayn Omar, suami dari Alexa Omar, putri dari Papa Azam Halim." Zayn memperkenalkan diri terlebih dahulu.


"Oalah, mantunya kang Azam."


"Masuk. Jang nasuk." Pak Opik membawa suami dari keponakannya untuk memasuki rumah, serta memanggil istrinya.


"Mak, sini Mak! Ini loh ada suaminya neng Alexa." panggil Pak Opik terhadap istrinya.


Bibi Aliyah segwra menemui Zayn, ia mengerutkan kening. Pasalnya Azam sepupunya mengatakan jika Alexa ke sana untuk menenangkan diri dari suaminya. Lah ngapa suami dari Alexa malah nyusul? Begitu kira kira arti tatapan Bibi Aliyah.


Zayn memperkenalkan diri kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya ke sana untuk menemui istrinya.


"Bu.-"


"Panggil Bibi saja Jang. Dan panggil mamang, sama seperti Alexa." ujar Bibi Aliyah.


"Ya Bi. Omong-omong kemana Alexa pergi?" Zayn mencari keberadaan istrinya yang tak ada di rumah itu, apa mungkin di kamar? Pikir Zayn, mungkin Alexa menghindarinya.


"Alexa tengah ke warung untuk beli minyak. Kebetulan Bibi tengah masak minyaknya habis."


"Assalamualaikum." terdengar suara merdu yang Zayn rindukan, dan sosok itu tengah berdiri di ambang pintu.


Alexa mematung di tempatnya. Meski Alexa mengenali mobil di halaman rumah bibinya, tapi sunghuh Alexa tak menyangka jika Zayn akan berada di sana serta menatap ke arahnya dengan sorot mata tak terbaca.

__ADS_1


"Kak Zayn."


"Ya ini aku. Kenapa kau ingin lari lagi?"


__ADS_2