Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Hari patah hati


__ADS_3

Setelah beberapa waktu berbicara dengan Papa Azam Zayn pamit untuk ke kamar istrinya, istri yang selama ini manja.


Pantas jika Alexa selalu ingin minta di suapi olehnya rupanya Alexa ingin membayar hal hal kecil yang ia lewati di masa kanak kanaknya. Alexa juga kerap kali minta di ceritakan kisah para nabi kepada Zayn yang kadang kaku, katanya itung itung berlatih saat mendongeng untuk anak anak mereka kelak.


Zayn mengukirkan senyuman kecil saat melihat Alexa tidur dengan posisi terlentang dengan kedua tangan dan kaki terbuka lebar menguasai tempat tidur, Alexa mengenakan piama tidur berlengan pendek dengan bagian perut yang sedikit terangkat. Zayn meneliti perut Alexa, usia kandungannya baru 12 week tapi besar perutnya, sudah melebihi usia kehamilan 18 minggu kala itu. Zayn sedikit aneh akan hal itu. Tangan Zayn juga terulur untuk mengusap perut buncit Alexa, dan mengecupnya berkali kali.


Zayn membenarkan posisi tidur Alexa ia pun turut terbaring di sisi kosong di samping istrinya, Zayn juga meraih ponsel miliknya untuk mengatur Alarm, takutnya ia kesiangan shalat subuh karna tidur yang sudah larut.


Baru saja ia terbaring dan memeluk Alexa namun kantuk datang dengan cepat menyapanya, sehingga tanpa melewatkan banyak waktu lagi Zayn terlelap dengan tangan yang membelit bawah dagu Alexa.


Sekitar pukul satu malam Alexa terbangun karna ingin buang air kecil. Pantas saja dadanya terasa sesak rupanya tangan kekar Zayn mendekap tubuhnya. "Kapan Kak Zayn kemari? Bukankan semalam aku tidur sendiri?" Alexa ingat semalam daat ia tidur di pukul sepuluh malam, tak ada siapapun di sampingnya, tapi saat ia bangun tiba tiba ada Zayn di sampingnya. Tak ingin terlalu banyak berpikir Alexa segera berlalu kekamar mandi.


Setelah selesai buang air kecil Alexa kembali terlelap, dengan wajah yang ia sembunyikan di antara dada dan ketiak suaminya, aneh mengapa Alexa merasa jika aroma tubuh Zayn benar benar enak, parfumnya benar benar menenangkan.


"Kau ini membuatku plin plan kak, jika seperti ini mana mampu aku ngambek lama lama."


Zayn tersenyum dengan mata terpejam, ia mendengar gunaman istrinya, ini memang tujuannya membuat istrinya berhenti merajuk.


Tumben sekali Alexa sudah selesai mandi juga sudah pukul setengah pagi. Zayn yang heran segera mendekat kearah istrinya juga mengambil sisir yang tengah di gunakan istrinya Zayn mengumpulkan dan mengepang rambut Alexa.


"Aku sudah belajar mengelabang rambut, barangkali anak kita nanti seorang perempuan jadi aku akan menata rambutnya sebelum ia di wajibkan mengenakan hijab."


Alexa hanya tersenyum, seperti biasa ia jual mahal dulu kepada Zayn, agar suaminya itu mau membujuknya.


"Kau ingat saat akikah Alisa dulu, kau menangis di bawah pohon mangga. Karna rambutmu yang acak acakan? Aku yang menyisir dan mengikat rambutmu. Rumanya kala itu aku sudah mengikat rambut calon istriku sendiri. Tau begitu ku cium kau sejak hari itu." Zayn mengecup gemas pipi Alexa yang terlihat semakin berisi.

__ADS_1


"Dasar cabul! Umurku waktu itu baru delapan tahun." Alexa mencubit perut Zayn yang terasa keras di jemarinya. Hingga Zayn mengaduh.


"Tapi umurku sudah 15 tahun. Sebenarnya aku sudah menyukaimu waktu itu, tapi ku tepis berkali kali karna dirimu masih kecil juga kau gadis nakal." Zayn menyatukan kecing dan menggesekan hidung miliknya ke hidung milik istrinya.


"Benarkah seorang Zayn Omar menyukai gadis kecil?" Alexa terkekeh renyah.


"Hm, dan gadis kecil itu sekarang milikku."


"Kata siapa? Aku milikku sendiri." Alexa melipat tangan di atas perut, kini perutnya semakin terlihat buncit. Karna tertekan kedua lengannya.


"Yank, aku rasa perutmu lebih besar dari kehamilan sebelumnya." Zayn mendekat dan 9mengusap lembut calon bayinya.


"Iya, aku juga merasa demikian. Nanti jika kau sudah tak repot kita periksa ya." Alexa berucap manja, sepertinya ngambek wanita itu sudah kelar. Zayn hanya mengangguk mengiyakan.


"Jika kau di suruh memilih siapa yang akan lebih kau sayangi di antara aku dan anak kita?" tanya Alexa. Belum sempat Zayn menjawab wanita itu sudah kembali memotong ucapannya. "Awas saja jika kau menjawab anak kita. Pokoknya kau harus lebih menyayangi aku melebihi siapapun." Renggut Alexa.


Alexa langsung malu malu kalong saat Zayn berkata demikian, bahkan rona merah di kedua pipinya terpampang nyata di wajah cantiknya.


"Kak aku ingin ikut ke kantor." Alexa bergelayut manja di lengan Zayn.


"Ini hari senin Yank, aku pasti sangat sibuk. Aku tak ingin kau merasa di abaikan."


"Aku tidak papa kok. Sungguh, aku hanya ingin ikut ke kantor. Aku ingin tahu bagaimana caranya suamiku menghasilkan banyak uang untukku."


"Kau tak perlu tau caranya. Yang terpenting setiap uang yang ku berikan padamu adalah uang halal."

__ADS_1


"Tapi aku ingin ikut Kak, aku ingin berjalan jalan di kantor, jika aku lelah aku bosa beristirahan di ruangan kak Zayn kan?" Alexa terus membujuk suaminya sembari menyemprotkan minyak wangi milik Zayn ke seluruh tubuh serta pakaiannya.


Zayn menghembuskan nafas kasar, Alexa jika memiliki keinginan pasti tidak bisa di bantah. "Baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak terlalu aktif." Zayn memperingati istrinya.


Karna tak ingin membahayakan istri serta calon bayinya akhirnya Zayn memakai mobil mertunya untuk pergi ke kantor, jarak rumah Papa Azam ke kantor Zayn lemayan jauh sehingga Zayn berangkat lebih pagi untuk menghindari macet.


Keduanya bahkan tak sempat sarapan sehingga membawa bekal untuk mereka sarapan di mobil. Alexa menyuapi Zayn yang tengah menyetir sembari dirinya mengunyah makanannya.


"Pantas saja kau suka di suapi. Rupanya makan dari orang yang kita cintai rasanya jauh lebih nikmat." ungkap Zayn jujur.


"Makanya jangan males suapi aku dan anak kita."


"Iya, selagi aku tak repot kau boleh minta di suapi. Tapi jangn cepat ngambek." Zayn tetap fokus pada jalanan beruntung hari ini tidak macet sehingga ia tidak akan terlambat untuk pagi ini.


Zayn tiba di kantor pukul setengah delapan pagi. Sebelum memasuki ruangannya Zayn lebih dulu mengumpulkan para karyawan juga karyawati untuk mengadakan pengumuman agar tidak menimbulkan prasangka ataupun desas desus di belakangnya kemudian hari. Karna selama ini semua orang di kantornya hanya mengetahui jika Zayn masih lajang. Memang mereka belum menggelar acara pesta pernikahan.


Saat semua orang sudah berkumpul Zayn dengan lantang membuat pernyataan.


"Selamat Pagi." Ujar Zayn datar.


"Pagi Pak." ucap semua orang secara serentak.


"Perkenalkan wanita cantik yang berada di samping saya bernama Alexa Omar, dia istri saya."


"Hah."

__ADS_1


Ucap semuanya terkejut, terutama deretan para wanita cantik yang mengidolakan Zayn sebagai suami idaman. Mereka akan mengingat jika di tanggal ini akan menjadi hari patah hati bagi mereka.


__ADS_2