
Zayn mengendarai motor dengan sangat pelan. "Ih, kak Zayn bawa motornya kayak siput lambat banget." Alexa memprotes di balik bahu lebar Zayn.
Kekehan renyah meletup di bibir pria tampan yang kini Alexa peluk. "Sengaja Al, biar pelukannya makin lama. Kan enak malam malam di peluk istri cantik." Zayn semakin sering menggoda Alexa.
Saat Zayn mulai membelokan motornya ke rumah bibi Aliyah, Pak Toha, Letia serta Akbar putra lelaki Pak Toha bergegas menghampiri Zayn yang baru saja tiba di rumah bibinya.
Sambutan salam mengalun di pukul sembilan malam, membuat Zayn dan Alexa keheranan tentang kedatangan keluarga Pak Toha kerumah sederhana Bibinya.
"Ada keperluan apa?" Ujar Zayn setelah menjawab salam. Tangannya membawa beberapa makanan yang ia bawa dari pasar malam. Mulai dari tahu bulat juga pentol serta martabak manis untuk bibi dan mamangnya. Mie ayampun Zayn belikan untuk mang Opik.
"Saya ada keperluan dengan Gus Zayn. Ada niat baik yang hendak saya sampaikan." ujar Pak Toha dengan sangat gamlang, seakan tak ada keraguan di hatinya sama sekali. Letia hanya menunduk kesepuluh jemarinya saling bertautan.
Akbar sendiri tampak memperhatikah Alexa yang kini meminta ijin kepada Zayn untuk masuk ke rumah lebih dulu karna udara yang mulai dingin.
Bibi Aliyah dan Mang Opikpun turut keluar dari dalam rumah mendengar beberapa orang yang bertamu ke rumahnya pukul sembilan malam. Ada apa kiranya pikir pasangan suami istri dari pemilik rumah.
"Ada apa ini?" ujar Mang Opik.
"Setidaknya ijinkan kami masuk lebih dulu. Ada hal penting yang perlu saya bicarakan dengan Gus Zayn." ujar pak Toha, tak ada sedikitpun rasa malu atau enggan karna sudah mengganggu malam seseorang.
Mau tak mau Mang Opik dan Bibi Aliyah membiarkan Pak Toha untuk memasuki rumahnya bersama Letia. Sedangkan Akbar lebih memilih pulang meninggalkan bapak dan adiknya yang sulit di beri tahu.
Sementara itu Zayn mengabaikan tamu yang berniat menyampaikan sesuatu kepadanya, Zayn tengah merebus air hangat untuk membasuh wajah dan kaki Alexa, di karnakan udara yang sangat dingin tak mungkin jika Alexa menggunakan air dingin untuk membersihkan tubuhnya. Zayn juga membuatkan segelas teh hangat untuk istrinya. Semua perlakuan Zayn tak lepas dari intaian mata Pak Toha dan Letia. Zayn merupakan suami idaman.
Cukup lama pak Toha menunggu hingga Zayn selesai dengan urusannya melayani Alexa.
Zayn bahkan menyelimuti Alexa dan menyuruh istrinya untuk tidur lebih dulu.
"Ada apa? Kata Pak Toha ingin berbicara dengan saya!" Zayn menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi sederhana milik Bibi Aliyah.
"Gus Zayn, putriku Letia tengah hamil tanpa suami. Calon suaminya sudah meninggal, kiranya Gus Zayn ingin berbaik hati bersedia menikahi putri saya. Apapun syaratnya pasti kami lakukan." Pak Togmha terlihat memelas, berusaha menawarkan beberapa pilihan.
Letia sendiri menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah padam karena malu. Meski sudah di rencanakan sebelumnya Letia tetap merasa sangat malu saat Aibnya di bongkar begitu saja di hadapan orang asing terlebih di hadapan seorang pria yang merupakan seorang Gus. Namun mengingat rencana bapaknya yang akan menarik empati Gus Zayn, Letia berusaha tetap menampilkan ketenangan.
__ADS_1
"Apa saya tidak salah mendengar Pak Toha? Putri Pak Toha hamil tanpa suami dan berniat meminang saya sebagai calon mempelai? Apa begitu maksud Pak Toha? Tolong jelaskan lebih rinci supaya saya tidak salah paham." Ujar Zayn datar, manik tajamnya sesekali melirik Letia yang tertunduk. Tapi pikirannya mengarah pada Alexa, semoga saja istrinya itu mendengar jika ada orang lain yang tengah melamar suaminya.
Zayn bahkan sengaja tidak menutup rapat pintu kamar yang ia tempati supaya Alexa bisa mendengarnya. Ia penasaran seperti apa tindakan wanita liarnya saat menghadapi seorang wanita yang berniat mengusik suaminya.
"Iya, iya Gus Zayn." ujar Pak Toha penuh semangat.
"Saya berniat meminang Gus Zayn untuk menjadi suami putri saya. Bukankah dalam agama kita, kita berkewajiban menutup aib sesama juga saling menolong. Tolong keluarga saya Gus Zayn selamatkan saya dari rasa malu." Hilang sudah ke angkuhan di wajah Pak Toha, kini sudah di ganti dengan wajah memelas.
"Saya bersedia melakukan apapun dengan syarat apapun asalkan Gus Zayn bersedia menerima pinangan ini. Harta saya sangat banyak Gus, Gus boleh meminta apapun untuk maharnya." Pak Toha sangat berharap Gus Zayn menerima tawarannya.
Letia hanya diam, dalam hati ia terusmemohon semoga saja Gus Zayn mau menikahinya dan melindungi martabat keluarganya.
"Saya tau Gus Zayn sudah menikah. Baik saya maupun putri saya tidak keberatan jika Letia di jadikan istri kedua. Saya yakin Gus Zayn bisa bertindak adil kepada istri istri Gus Zayn nanti."
"Pak Toha." Mang Opik mendelik dengan mata melotot, begitu juga dengan bibi Aliyah yang termenung, ia sulit mempercayai apa yang ia dengar.
Zayn tidak menjawab, ia hanya terkekeh renyah dengan kepala yang menggeleng.
"Istriku! Keluarlah, jangan menguping di balik pintu! Bagai mana ini? Ada seseorang yang tengah melamar suamimu?" Zayn sengaja berujar kencang. Ia tau jika Alexa tengah mendengarkan perbincangan yang tak penting.
Zayn mengulum senyum saat Alexa keluar dengan bibir yang mengerucut lucu.
"Kemari!" Zayn menepuk pangkuannya meminta Alexa untuk duduk di atasnya. "Kursinya tak cukup." Zayn menarik pelan tangan Alexa dan mendudukan wanitanya di atas pangkuannya. Alexa menurut seperti seorang gadis yang patuh. Tapi tidak dengan matanya yang mendelik menatap Letia yang tertunduk.
Letia melirikan sebentar kedua matanya ke arah Alexa yang berada di pangkuan pria yang ingin ia miliki, tak masalah bagi Letia jika harus berbagi. Tapi masalahnya Alexa sangat tidak suka berbagi.
"Apa kau lihat-lihat? Ingin ku congkel bola matamu dan ku letakan di atas meja rotan ini?" Alexa berkacak pinggang menatap tajam Letia.
"Bermimpi ingin menjadi maduku? Sebelum itu terjadi aku akan lebih dulu mencabik cabik dirimu!"
"Jangan menakuti putriku!" Pak Toha memperingati Alexa.
"Hey, pak Tua! Di mana otakmu? Kau melamar seorang pria yang sudah memiliki istri untuk menjadi menantumu?" Zayn menyembunyikan senyumannya di balik punggung Alexa ternyata wanitanya masih sama bar barnya seperti dulu.
__ADS_1
"Kau jangan seperti itu! Bukankah seorang pria berhak memiliki lebih dari satu orang istri? Tapi ucapanmu seakan menentang hal itu." Pak Toha menatap sengit ke arah Alexa.
"Barikan saja restu kepada suamimu untuk menikahi putriku."
"Percaya diri sekali kau! Kau pikir suamiku bersedia menikahi putrimu." Alexa sudah berdiri saking emosinya tapi Zayn menarik kembali istrinya untuk tetap duduk di pangkuannya.
"Kau memang pemberani." Zayn berbisik. Lengannya ia belitkan di perut Alexa supaya wanitanya tidak kabur.
"Gus Zayn sangat baik. Dia menolong Letia di saat semua orang tak ingin menolongnya."
"Lalu hanya karna itu Pak Toha menyimpulkan jika suamiku bersedia menikahi putrimu begitu? Jangan mimpi!" ujar Alexa.
"Ya jangan mimpi Pak Toha. Enak saja, Letia hamil dengan siapa masa minta di nikahi oleh Gus Zayn." ujar bibi Aliyah.
"Iya, Pak Toha pikir Gus Zayn tumpuan orang hamil tanpa suami?" timpal Mang Opik.
"Memang Gus harusnya sepeeti itu, baik hati dan menolong. Kalian pikir Saya tidak tau jika Gus Zayn menikahi istrinya juga karna hamil di luar nikah." Segelincir senyuman puas tersungging di bibir hitam berhias kumis baplang.
Alexa bungkam. Sejauh itu pak Toha mengorek informasi tentang rumah tangganya.
Zayn yang tadi diam membiarkan Alexa mengeluarkan taringnya, kini mengambil alih perannya.
"Aku menikahi istriku karna aku yang menghamilinya! Putrimu tak akan bisa menyamai istriku. Kau pikir aku sangat dermawan dan murah hati untuk menikahi banyak wanita. Aku tidak seperti itu Pak Toha. Apa kau tak melihat istriku sangat cantik?" Zayn mengecup pipi Alexa yang hanya diam.
"Tidak ada alasan untukku menambah istri. Apa lagi dengan seorang wanita yang jauh lebih buruk dari istriku. Aku rasa si gilapun akan waras jika di suruh memilih antara istriku dan putrimu. Bukan aku bermaksud mengeceh, atau merendahkan ciptaan Allah. Namun orang sepertimu harus di ingatkan dengan cara seperi ini." Zayn tersenyum sinis. Kepedasan mulutnya masih melekat.
Letia bahkan sudah menangis karna merasa sudah di permalukan.
"Ku rasa gelar Gusmu palsu! Tak mungkin seorang Gus membiarkan orang yang membutuhkan bantuanmu." Pak Toha mencoba menyerang sisi lemah Zayn, ia pikir Zayn akan berubah pikiran dan bersedia menikahi putrinya.
"Asli atau palsu aku tak terlalu mempermasalkannya. Lagi pula aku tak membutuhkan pengakuan darimu!"
"Gus saya mohon. Tolong nikahi putri saya!" Pak Toha tak memiliki pilihan selain memohon dan menghiba.
__ADS_1
"Sekalipun kau berlutut, aku tidak akan merubah keputusanku. Aku tak ingin menikahi putrimu!" Zayn berujar lantang.