Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Petunjuk


__ADS_3

"Mengapa kau berlaku hal ini padaku?" Alexa sedikit meninggikan suaranya di saat tubuhnya yang mulai melemah.


"Kau bertanya padaku?" wanita itu menunjuk dirinya sendiri.


"Aku benci padamu! Kau penyebab Zayn menolakku, padahal aku tampak menyedihkan waktu itu. Kau tidak membujuk Zayn sama sekali untuk menikahiku Alexa. Padahal kau tau aku tengah hamil, apa susahnya untukmu berbagi suami dengangku?" ujar Letia sembari menarik rambut dan kerudung Alexa hingga wajah cantik nan pucatnya mendongak.


Letialah yang sudah bekerjasama dengan Pak Ardi. Ia berencana setelah Alexa mati ia lah yang akan menjadi nyonya Omar.


Alexa menatap Letia dengan tajam. Ia mengingat gadis itu bersama Pak Toha melamar Zayn untuk di jadikan suami, sekaligus penutup Aib untuk Letia yang hamil di luar nikah. Saat Alexa dan Zayn tengah berada di kampung bibi Letia.


Zayn menolak dengan tegas atas tawaran Pak Toha dan Letia, sekalipun Pak Toha sudah memohon juga Letia yang iklas untuk di jadikan istri kedua, namun Zayn tetap menolak dan malah mengucapkan kalimat kalimat sarkasnya. Letia terluka oleh Zayn juga sangatembenci Alexa karna, istri Zayn itu bukannya membujuk Zayn untuk menikahinya Alexa justru malah terlihat berpuas hati akan penolan Zayn terhadapnya.


"Cuih."


Alexa meludahi wajah Letia.


"Jika kau mampu ambillah suamiku! Yang ada kau malah akan semakin di permalukan olehnya."


Plak ...


Letia menampar pipi Alexa hingga sudut bibir Alexa pecah dan mengeluarkan darah.


"Beraninya kau mengotori wajahku!" Letia menatap Alexa dengan berang.


"Dirimu memang sangat kotor sekalipun aku tak meludahimu. Kau tak ingat siapa yang menolongmu di saat kau nyaris mati Letia?" bukan Alexa bermaksud hati mengungkit kebaikannya, tapi wanita gila itu memang harus di sadarkan.


"Rasanya aku baru saja menolong anjing gila yang sudah di tolong ternyata masih menggigit." Alexa geram bukan main terhadap Letia.


"Kau boleh mengatakan apapun Alexa apapun , karna sebentar lagi kau akan mati di tanganku."


Duak ...


Letia menghantamkan pistol yang ia miliki ke kening Alexa, hingga kening itu mengucurksn darah segar dan membasahi alis juga mata Alexa.

__ADS_1


Pusing langsung menghampiri Alexa. Ia bahkan menggeleng beberapa kali untuk mengusir rasa peningnya.


"Aku tak sabar menunggu hari esok. Manakah yang lebih dulu akan ku habisi kau atau calon anakmu? Akupun kehilangan calon anakku karna malu jika harus melahirkannya tanpa suami. Seandainya saja kau membujuk Zayn untuk menikahiku. Aku dan anakku akan bahagia, aku juga tak akan se nekad ini kita akan hidup berdampingan Alexa. Kau sendiri yang mengajarkanku berlaku kejam terhadapmu."


"Lepaskan aku sialan! Jika tidak kau akan menyesal! Zayn tak akan memandang jenismu. Sekalipun kau seorang wanita Zayn akan menghabisimu karna berani menyentuh miliknya." Alexa tak gentar, Tuhan berdamantmya, ia yakin sebentar lagi Zayn akan datang. Tak usah menunggu hari esok, zayn pasti datang. Cinta akan menuntun Zayn padanya.


"Ardi berikan aku gunting!" Letia meminta gunting pada Pak Ardi. Terlebih dahulu ia akan membuat Alexa jelek dengan merusak rambut Alexa yang tersembunyi di balik hijab yang sudah tak beraturan bentuknya.


.


Saat ber papasan dengan satu mobil, Zayn bahkan melirik dan memandangi mobil yang membawa Alexa hingga mobil itu menjauh dan tak terlihat lagi.


"Ada apa Zayn?" Adam bertanya, sembari terus mengemudikan mobilnya.


Zayn menggeleng menepis jika kemungkinan Alexa ada di mobil itu.


Zayn dan adam segera menuruni mobil setelah tiba di satu bangunan kosong. Begitu juga dengan Papa Azam, Papa Kahfi dan Aris ketiganya mengikuti lanhkah Zayn dan Adam yang sudah memasuki rumah itu lebih dulu.


Dengan berbekal senter, Zayn dan Adam mulai mencari dari satu ruangan ke ruangan lainnya.


Di ruang utama mereka tak menemukan apapun, hingga mereka menyusuri ruangan selanjutnya.


"Alexaaa ... Alexaaa ..." Papa Azam memanggil putrinya berulang ulang, sedangkan Zayn hanya membisu ia tak memiliki kekuatan untuk menyebut nama istrinya yang mungkin saja tengah dalam bahaya.


Mereka juga tidak membawa atau melapor ke pihak berwajib. Karna jika melapor ke polisi prosesnya akan lama juga harus menunggu hilangnya sampai 2x24 jam sedangkan Zayn sudah tak sabar jija harus menunggu.


Di keruangan ke tiga, mereka mendapati sebuah kursi kayu lengkap dengan seutas tali panjang yang tadi sempat di pergunakakan Pak Ardi untuk menyekap Alexa.


"Sepertinya seseorang baru saja berada di di sini." Adam menemukan satu puntung roko juga sebagian pecahan ponsel Alexa.


Zayn mendekat ke arah kursi kayu, juga menyoroti sekitar menggunakan center ponselnya. Matanya tertuju pada gelang yang tergeletak di lantai keramik yan mulai retak retak.


Zayn mengambil benda berkilauan itu dan menelitinya dengan seksama.

__ADS_1


"Ini gelang Alexa. Aku sangat yakin,karna aku sendiri yang memilihkannya." ucap Zayn ia semakin gelisah juga khawatir takutnya terjadi hal buruk kepada istrinya.


"Sepertinya bukan satu orang yang berada di sini, melainkan beberapa orang, dan ini masih baru." Papa Kahfa memungut satu puntung rokok. Kali ini di rokok itu masih terdapat apinya.


"Ya ini juga. Terlihat masih baru bahkan di busanya terlihat masih basah." Aris turut meneliti puntung rokok yang di pegang Zayn.


"Rokok ini tidak di jual di negara ini. Aku tau benar, rokok ini hanya di produksi di turki, dan aku yang selalu menitif membelinya melalui seseorang." ucap Papa Azam yang mengenali merk rokok ini.


"Ini sebuah petunjuk." ujar Adam. "Kita harus memecahkan siapa pemilik dari topi serta rokok yang Om Azam kenali, kedua benda itu. Maka pelakunya berarti seseorang yang mungkin kita kenal. Zayn segeralah berpikir! siapa orangnya? Jangan sampai kita telat dalam menyelamatkan Alexa." Adam kesal karna Zayn hanya memandangi gelang Alexa saja tanpa melakukan sesuatu.


Sebenarnya sedari tadi Zayn tengah berpikir seraya menghubungkan beberapa kebetulan.


"Apa mungkin Ali adikmu yang melakukan ini?" tanya Papa Kahfa. "Motifnya jelas, Ali bisa saja dendam pada Zayn maupun Alexa. Karna menurutnya kematian Lula juga Cinta yang masih di penjara. Kemudian menculik Alexa demi membalaskan dendam." Papa Kahfa menganalisa.


"Tidak mungkin! Aku mengenal siapa adikku " Sangkal Papa Azam, ia tau adiknya tak akan tega berbuat demikian kepada keponakannya sendiri.


"Dia juga tidak merokok." Sambung Papa Azam lagi.


"Tapi menurut motifnya, bisa saja anak buah Om Ali yang merokok." Aris turut berpendapat.


"Tidak tidak. Coba cari orang lain. Aku mengenal Om Ali cukup lama. Beliau tidak mungkin melakukan hal ini terhadap keponakannya sendiri." Adam juga berpikir.


"Om Azam menyimpan topi maupun rokok yang Om Azam miliki dimana?" Adam memang terus berkomukasi demi mendapatkan informasi yang akurat.


"Di rumah Dam. Topi Om taruh di rumah begitu juga dengan rokok dengan merk itu." Papa Azam berujar yakin.


"Artinya pelaku yang sebenarnya yang sudah menculik Alexa adalah seseorang yang mempunyai akses tanpa batas ke rumah Om Azam. Tapi siapa orang itu?" Adam berpikir sangat keras, tapi ia belum menemukan jawsbannya.


"Pak Ardi."


Zayn bergunam seraya berajak. Ia rebut kunci mobil Adam, sudah cukup semua petunjuk yang ia dapati, kali ini gilirannya untuk bertindak.


.

__ADS_1


__ADS_2