Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Baju dinas


__ADS_3

Orang suruhan Zayn benar-benar membawakan beberapa warna hijau yang paling mendekati warna urat nadi. Zayn menghitung ada sekitar 6 warna yang mirip dengan urat nadi. Zayn bahkan menggambil pergelangan tangan istrinya dan meneliti urat yang terupakan sebuah nadi.


"Warnanya samar-samar menurutku semuanya hijau Army. Terserah Alexa mau memilih kerudung yang mana, yang terpenting aku bisa tidur memeluk tubuhnya." Zayn menaruh kerudung yang di bawakan bawahannya keatas meja rias yang terdapat di kamar barunya beberapa waktu ini.


Kurang pengertian seperti apa coba Zayn ini. Zayn menyiapkan kebutuhan Alexa tanpa di minta. Termasuk meja rias, Harusnya Alexa bersyukur memiliki suami sepengertian Zayn.


Zayn mentransfer sejumlah uang kepada dua pekerjanya sebagai bonus karna sudah membantunya mencarikan kerudung yang di inginkan Alexa.


Setelah semua urusannya selesai Zayn merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan membenamkan wajahnya di dada istrinya yang wangi serta hangat. Jika tidak mengingat dirinya sedang di hukum Zayn ingin sambil mimi, hanya saja Zayn cukup tau diri. Zayn terlelap dengan sangat nyenyak, kualitas tidurnya sangat baik setelah menikah apa lagi setelah dirinya bercinta, pasti saat dirinya bangun ia akan merasa lebih sehat dan bersemangat.


Seperti biasa Zayn bangun lebih dulu,


Dan masalah pagi setiap pria sepertinya sama, gairah mereka berkali-kali lipat meningkat, hormon testosteronnya tak perlu di ragukan.


Sudah dua hari Zayn menjalankan hukumannya dan ia rasa hari itu sangat lambat bergulir, bahkan beberapa saat lagi Alexa akan ujian akhir. Zayn tak ingin Alexa membuat itu sebagai alasannya untuk mengundur kembali haknya.


Zayn yang melihat Alexa masih terlelap menyentuh dan meremas dua kelembutan milik istrinya, karna gemas Zayn bahkan membuka kancing piama Alexa dan meninggalkan satu tanda kepemilikan. Setelah dirinya menyentuh tubuh Alexa bukan nya gairahnya berkurang justru hasratnya semakin berkobar.


Ini tak aman bahaya jika terus di biarkan Zayn harus mengakhirinya sebelum ia lepas kendali dan malah mengajak Alexa berhubungan, dampaknya Alexa akan menganggapnya hanya memperlakukan Alexa sebagai pemuas hasratnya saja. Ini tidak boleh terjadi.


Zayn akui adanya Alexa adalah tempatnya berlindung dari kejahatan syahwatnya.


Zayn segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri juga otak kotornya. Dan setelah mengerjakan shalat dua raka'at baru Zayn akan membangunkan istrinya.


Zayn tak sabar ingin melihat kesenangan di balik manik indah istrinya.


"Alexa bangun. Sebentar lagi subuh."


Alexa menggeliat dan secara perlahan bangun. Ia melihat suaminya tengah melipat sejadahnya. "Rajin banget kak Zayn keramas pagi-pagi." suara serak itu terdengar menggoda di pendengaran Zayn. Zayn bahkan menggeleng untuk mengusir pikiran kotornya.


Ingin rasanya Zayn berteriak jika dirinya keramas juga di sebabkan Alexa juga.


Setelah membersihkan diri Zayn memberikan keenam kerudung yang ia miliki, "Terserah kau hijau urat nadi yang seperti apa. Kau bisa memilihkannya sendiri."


"Wah banyak sekali, lengkap juga. Terimakasih kak Zayn." Alexa membawa kerudungnya menuju lemari miliknya dan di ikuti oleh Zayn dari belakang.

__ADS_1


"Hanya terimakasih?" ucap Zayn lesu. Ia pikir Alexa akan memberikan kecupan hangat untuknya.


"Lalu kak Zayn ingin apa? Kak Zayn pamrih? Tak baik itu kak Zayn." Hardik Alexa.


"Aku menghabiskan uangku lebih dari 10 juta untuk mendapatkan itu semua." dengus Zayn kesal. Bukan Zayn perhitungan hanya saja Zayn ingin Alexa mengapresiasi usahanya.


"Bohong. Mana ada harganya sampai segitu."


"Aku tidak berbohong Alexa, kau lihatlah brandnya." Alexa mengangguk mengerti.


"Ya ampun kak, jika kakak memberikan uang sepuluh juta untukku. Aku akan berhenti mengidamkan hijab hijau urat nadi. Sayang sekali kakak tidak menawarkannya lebih dulu."


"Haaaah." Zayn membuka mulutnya dengan sangat lebar juga dengan kening yang berkerut dalam. Ekspresinya sulit mempercayai ucapan Alexa.


"Dasar matre! ngidam mana ada bisa di rubah-rubah."


"Tapi jika menyangkut cuan semua bisa di bicarakan baik-baik kak." ujar Alexa, saat dirinya hendak menutup pintu lemari Zayn menahannya, ia penasaran dengan satu kotak berwarna coklat tua.


"Ini apa?" Zayn mengeluarkan kotak itu, dan menepis tangan Alexa yang mencoba menahannya.


Zayn semakin curiga.


Jangan-jangan Alexa menyembunyikan sesuatu darinya, sebuah ponsel untuk menghubungi Adam melaluk go-jex seperti artis yang tengah viral karna perselingkuhannya, atau barang kenangan bersama Adam yang Alexa bawa secara diam-diam dari rumahnya.


"Sini." Alexa merebut. Sedangkan Zayn kukuh ingin membuka, sehingga adegan tarik menarik terjadi di antara mereka.


Bukkk ....


Kotak itu jatuh sehingga isinya terurai di atas lantai. Beberapa linggerly mengisi pandangan Zayn. Zayn mematung dengan pikiran setinggi langit, Alexa pasti sangat pantas mengenakan pakaian yang berbentuk jaring berenda serta bertali pita itu.


Warna merah dan warna hitam adalah favorit pria dewasa.


Alexa sibuk memasukan satu persatu linggerly miliknya.


"Dari mana kau mendapatkan ini semua?" tanya Adam serak. Manusiawi ia langsung bereaksi.

__ADS_1


"Mama Lexi yang menghadiahkannya untukku di malam setelah kita menikah." Aku Alexa jujur.


Rupanya Mama sangat pengertian terhadap putranya, mungkin Mama Lexi ingin putranya mendapatkan pelayanan terbaik dari menantunya.


"Lalu mengapa kau tak memakainya?"


"Aku malas kak. Lagi pula mau aku pake sweterpun kau tetap membukanya." runggut Alexa dengan bibir mengerucut.


"Benar juga."


"Kasihan sekali Mama. Sudah cape-cape ngasih hadiah tapi tidak di manfaatkan." Nada Zayn terdengar memprofokasi.


"Aku sama sekali tidak terpengaruh." Sial Alexa malah menangkisnya. Zayn kira Alexa akan luluh dan mengalah karna nama Mama Lexi ia bawa-bawa.


"Alexa bukankah katamu semua bisa di bicarakan baik-baik jika mengenai uang?" Pancing Zayn. Alexa diam tapi ia juga mengangguk samar.


"Aku punya penawaran, bagaimana jika aku membayarmu emm bukan membayar." Ralat Zayn ia tak ingin Alexa kembali salah paham.


"Aku akan memberimu uang bonus di luar nafkah utama, jika kau bersedia mengenakan baju itu di hadapanku. Aku akan memberikan uang 5 juta, dan jika kau mau ku suntik setelahnya ku berikan 10 juta lagi deh. Bagai mana?" Zayn mendekat. Jika ia harus bermanis lidah seperti Adam untuk membujuk Alexa, sampai monyet hijrahpun tak akan bisa. Namun beruntung ia memiliki otak yang cerdas, yang penting ia untungkan.


"Lagi pula menuruti keingin suami ibadah loh." Zayn mengecup pipi Alexa yang tengah berpikir.


"Ayolah Alexa, hanya pakai baju dinas di hadapan suamimu kau dapat pahala juga cuan. Kan lumayan buat nambah tabungan." bujuk Zayn.


"Kesannya aku tengah menjual diri kak."


"Tidak Sayang. Mana ada seperti itu. Kan kak Zayn suamimu." Zayn terus menawarkan, "Aku seperti ini hanya karna tengah dihukum olehmu, dan aku menyadari kesalahanku. Jika saja tidak sedang di hukum aku juga bisa memaksamu seperti biasanya."


Alexa masih betpikir sampai adzan subuh berkumandang.


"Jangan kelamaan mikirnya. Jika bersedia kenakan baju dinas yang berwarna merah. Jika tidak aku akan memberikan pakaian itu kepada Lula. Kudengar ia akan melamar seorang pria." ucap Zayn sembari memakai sarungnya.


Mendengar kata Lula, kepala Alexa terasa mendidih entah karna apa. Rambutnya terasa di jambaki. Setelah pengakuan Lula Alexa jadi benci kepada sepupunya sendiri.


"Jika bersedia kenakan baju dinasnya setelah shalat subuh." ujar Zayn sebelum berlalu.

__ADS_1


__ADS_2