Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Demi dirimu


__ADS_3

Baru Zayn ketahui jika makan di sawah seperti ini nikmatnya melebihi makan di restoran mahal sekalipun. Apa lagi di sana terdapat wanita yang ia inginkan.


Menu sederhana berupa tahu tempe goreng, sambal serta lalapan, ikan asin peda juga menjadi pelengkap makan mereka kali ini.


Semilir angin juga membelai permukaan wajah Zayn berulang ulang kali. Menghantarkan kesejukan yang tiada tara.


Alexa makan dengan sangat lahap terlebih ada lalapan petai ke sukaannya. Parasnya yang cantik tidak lantas membuatnya takut dengan makanan yang satu ini. Alexa sangat menyukai lalapan berbau menyengat itu di bandingkan dengan lalapan lainnya.


Lain halnya dengan Zayn, ia paling tidak menyukai lalapan itu, tidak hanya petai Zayn juga tidak menyukai Jengkol baik di masak maupun mentahan, padahal baik mama, papa dan adiknya sangat menyukai jengkol terutama saat di masak semur.


"Ale jangan banyak banyak makan petainya!" Zayn bahkan sudah melihat Alexa menghabiskan satu papan panjang petai dan sekarang mengupas petai yang baru.


"Sengaja biar Kak Zayn ga mau deket deket sama aku." Aleca menyaut, tanpa terpengaruhi omangan Zayn terhadapnya, ia memakan petai sesukanya.


Baik bibi Aliyah maupun mang Opik hanya menggeleng pelan menanggapi kedua pasang suami istri itu.


Setelah selesai makan Alexa mendekat ke arah sebuah pihon kwlapa di pinggir sawah, kelapa dengan pohon rendah namun buahnya sangat lebat, buah kelapa itu berwarna kuning. Sangat unik pikir Alexa. Biasanya ia membeli dan meminum kelapa hijau namun kali ini buah kelapanya berwarna kuning dengan besar buah lebih kecil dari biasanya.


Jika saja ia tengah hamil, dengan gampang ia akan meminta Zayn mengambilkan atau membeli buah kelapa itu untuk ia nikmati, sayangnya Alexa tak memiliki alasan yang kuat untuk menginginkan buah kelapa itu. Tangannya menyentuh permukaan kulit perutnya sendiri. "Seandainya kau masih ada di perut Mama. Mama tak akan sungkan meminta apapun pada papamu." lirih Alexa.


Zayn yang masih berada di saung memperhatikan Alexa yang mendongak menatap pohon kelapa kuning. Ia tau Alexa menginginkan buah itu.


"Mang pohon kelapa di sna milik mamang bukan? Zayn bertanya kepada mang Opik yang masih belum menghabiskan makanannya.


"Bukan Zayn, pohon kelapa itu milik Pak Toha, tuh orangnya sama lagi makan dengan anak laki laki juga anak gadisnya." Mamang menunjuk tiga orang yang berada di saung yang jaraknya cukup jauh, ada pula seorang gadis desa di sana. Rambutnya di kepang dua dengan ikat rambut berwarna hitam senada dengan rambutnya.


"Sepertinya istri Zayn menginginkan buah kelapa itu. Apa boleh jika saya membeli satu atau dua biji ke pak Toha ya Mang?" Zayn berujar.


"Duh ambil kelapa lain saja. Tuh di sana itu kelapa Mamang." Mang Opik menunjuk pohon kelapa miliknya. Kelapa hijau dengan pohon yang lumayan tinggi. Bukan bukan itu yang membiat Zayn berpikir keras, sikaf Alexa yang kukuh mebuat dirinya berpikir beberapa kali.


"Memangnya kenapa jika Zayn ingin membeli kelapa milik pak Toha. Mang?" Zayn bertanya heran, masa membeli saja tidak boleh.

__ADS_1


"Bukan begitu Zayn. Pak Toha merupakan orang terangkuh di kampung ini, ia merasa dirinya paling kaya raya sehingga kerap kali merendahkan orang orang di sekitarnya." kali ini Bibi Aliyah yang berucap.


"Masa sih Bi? Zayn pikir semua orang desa ramah ramah sama seperti orang orang yang Zayn temui pagi tadi."


"Tidak semua Zayn, ada juga beberapa orang yang tingkahnya amat menyebalkan." ujar Bibi Aliyah kembali.


Tanpa sengaja Zayn melihat anak gadis pak Toha menatap ke arahnya dan tersenyum. Zayn tak berniat menanggapi. Bibirnya juga malas ia tarik meskipun hanya untuk menerbitkan seulas senyum basa basi.


Zayn beranjak, apa susahnya ia bilang terlebih dahulu ke pada pemilik kelapa. Jija tidak di ijinkan baru lah Zayn akan mengajak Alexa untuk menhambil kelapa milik mang Opik saja.


Alexa masih sibuk memperhatikan pohon kelapa yang menurutnya unik, bahkan di pindok pesantren kakeh Ridwan tak ada buah ke lapa selucu ini.


"Assalamualaikum ..." Zayn mengucapkan salam setelah tiba di saung pak Toha. Anak laki laki pak Toha menatap lekat ke arah Zayn dengan tatapan yang sulit Zayn Artikan. Sedangkan putri pak Toha terlihat malu malu dan menunduk menyembinyikan wajahnya yang merona, Zayn tau jika Anak gadis Pak Toha tengah tersipu olehnya.


"Waalaikumsalam." jawab pak Toha.


"Ada perlu apa? Saya sibuk." benar kata bibi Aliyah perangai pak Toha sangatlah angkuh, belum apa apa Pak Toha twrlihat sangat bengis.


Mendengar kata suami anak gadis pak Toha dengan kepang dua mengangkat wajah dan terlihat tak bersemangat menatap Zayn. Begitu pula dengan putra dari pak Toha yang terlihat mendengkus.


"Hm, lalu apa keperluanmu dengan saya?"


"Pak, maaf sebelumnya apa benar pohon kelapa itu milik bapak?" tanya Zayn hati hati.


"Ya memang kenapa?"


"Sepertinya istri saya menginginkan buah kelapa itu. Jika boleh saya ingin membelinya satu atau dua buah. Sepertinya istri saya penasaran akan rasanya, karna di tempat kami tidak ada buah yang-"


"Tidak boleh." belum sempat Zayn menyelesaikan perkataannya, pak Toha lebih dulu menutup pembicaraan.


"Saya tidak ingin menjual apa lagi memberikan buah kelapa itu dengan cuma cuma." ujar Pak Toha, pria setengah baya dengan kumis baplang itu menampilkan wajah bwngisnya.

__ADS_1


"Pak saya mohon. Saya akan membelinya berapapun asalkan istri saya dapat mencicipi buah itu." Zayn bahkan sampai memohon, mencoba mengetuk perasaan pak Toha. Namun bapak itu tidak terpengaruh ia tetap dengan keinginannya.


"Ayolah pak saya mohon. Saya ingin membelinya satu saja." ujar Zayn kembali.


"Berikan saja pak. Kasihan." ujar anak gadis pak Toha.


"Tidak Neng. Sekali tidak tetap tidak." sedangkan anak laki laki pak Toha hanya diam.


"Pak, saya mohon."


Alexa tak sengaja mendengar suaminya memohon. Hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya kepada orang lain. Alexa pun memilih mendekat ke arah Zayn yang tengah berbincang serius begitu juga dengan mang Opik juga dengan Bibi Aliyah.


"Ada apa kak?" Alexa bertanya dengan mendak dan meraih jemari suaminya untuk ia genggam.


"Kau menginginkan buah itu kan? Aku tengah membujuk bapak ini untuk menjual satu buahnya untukku agar kau bisa merasakannya." ujar Zayn jujur.


Alexa merasa tersentuh dengan tindakan Zayn, pria kaku itu bahkan rela memohon hanya agar dirinya bisa merasakan buah itu. Baiklah Alexa jadi tak menginginkan buah itu lagi.


"Kata siapa? Aku tak menginginkannya, tadi aku hanya penasaran saja dengan buahnya." bohong Alexa. "Kakak tidak perlu memohon hanya karna untukku. Ayo." Alexa membawa gengaman tangan Zayn menhauh dari saung bapak berkumis baplang itu.


"Anda benar benar angkuh pak!seperti tidak membutuhkan orang lain saja." ucap Mang Opik. "Jika sakit atau mati pergi ke kuburan sendiri." ujar Pak Opik kesal. Sebelum meninggalkan pak Toha.


"Beraninya kau!" Pak Toha hendak menyaut tapi di hentikan oleh anak gadisnya.


"Bapak keterlaluan. Kita memerlukan orang lain lalu mengapa bapak sombong sekali? Hanya sebutir kelapa tak akan membuat bapak miskin." ujar putranya sembari berlalu. Matanya tak henti menatap ke arah Zayn dan Alexa yang berjalan beriringan.


"Aku tak suka saat kak Zayn memohon kepada orang lain!" Alexa terlihat kesal.


"Itu semua demi dirimu."


"Kau tidak boleh terlihat lemah di depan siapapun. Aku menyukai Zaynku yang berwibawa. Jangan memohon lagi sekalipun demi diriku!"

__ADS_1


"Baiklah ratuku. Biar ku ambilkan kelapa muda yang lain untukmu."


__ADS_2