
Ardi, pria berusia lima puluh tahun itu hampir mencapai pintu lapuk, namun langkahnya terhenti saat dering ponsel Alexa berbunyi.
"Sial!" Ardi mengumpat, ia mengutuk kecerobohannya, kemudian ia mendekat dan meraih ponsel Alexa yang berdering.
Tertulis nama Zayn di ponsel itu dengan foto profil wanita muda yang tengah ia tawan. Zayn melakukan panggilan vidio dengan istrinya.
"Suami tersayangmu sudah menghubungimu. Sepertinya dia tak tau jika istri dan calon anaknya akan segera lenyap dari dunia." Pak Ardi menunjukan layar ponsel Alexa yang menyala.
"Pak tolong biarkan aku mengankat panggilannya." mohon Alexa.
Brak ...
Ponsel itu di banting ke atas lantai retak, hingga beberapa bagiannya terurai dan terlepas dari tempatnya. Kemudian Ardi membuang ponsel itu ke arah jendela. Tak tau saja Ardi jika ponsel itu di hancurkan, titik terakhir Alexa akan tetap terlacak.
"Enak saja kau ingin mengangkat panggilan dari pria yang sudah menjadi penyebab kematian putriku. Kau harus mati! Sedangkan Zayn harus menderita! Aku ingin hidup kalian hancur. Hahaha ..." ledakan tawa menggema di ruangan yang lembab itu.
"Nikmati malammu sebelum Azal memanggilmu!" Pak Ardi kembali menupuk pipi Alexa yang basah.
"Pak tolong lepaskan saya. Pak, lepaskan saya. Biarkan saya pulang." Alexa sudah menangis kembali namun pak Ardi tetap melangkah pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Pak Ardi meninggalkan Alexa dalam ruangan gelap tanpa pencahayaan karna, kini mata hari sudah tenggelam.
"Kak Zayn tolong aku kak!" Alexa menangis ketakutan karna ia berada di tempat asing tanpa cahaya dan tanpa seseorang. Perutnya juga lapar, juga tenggorokannya yang terasa haud. Ia benar benar ingin pulang dan mengadu kepada Zayn.
Sungguh Alexa tak mengharapkam siapapun datang kecuali Zayn. Hanya pria itu yang Alexa harapkan satu satunya bukan ayahnya ataupun orang lain.
"Kak Zayn."
.
Sejak beberapa jam lalu Zayn terus mencari keberadaan Alexa hampir di seluruh penjuru kantor, semua kariyawan berpencar untuk menvmcari keberadaan Alexa, karna terakhir kali Alexa meminta ijin untuk berkeliling kantor.
Meski sudah jam pulang sejak satu jam lalu Zayn tak mengijinkan para pekerja untuk pulang. Zayn bahkan marah marah kepada pegawainya karna tidak ada satupun dari mereka yang melihat Alexa, sedangkan Aris sekertaris Zayn tengah melihat cctv kantor untuk mencari tau kemana Alexa istri dari tuannya pergi.
"Alexa, kemana perginya dirimu?" Zayn juga sudah menghubungi orangtua juga mertuanya barang kali Alexa bosan dan pulang lebih dulu. Namun keluarga Zayn dan keluarga istrinya mengatakan jika Alexa tidak ada di tempat mereka. Ponsel Alexa juga sekarang tidak aktif, entah kemana Alexa pergi. Tak sedikitpun Zayn berpikir jika Alexa di culik seseorang.
"Pak." Aris menghampiri Zayn dengan salinan cctv di ponselnya ia menunjukan jika seseorang yang mengemakan topi coklat dengan brand Gucci mendatangi Alexa dan membawanya pergi ke sebuah mobil yang terparkir lumayan jauh dari kantor. Ini sepertinya sudah di rencamakan sebelumnya.
Alexa terlihat langsung mengikuti langkah pria itu setelah mereka berbincang sebelumnya. Zayn dan Aris menyimpulkan jika Alexa sudah mengenal orang tersebut. Jika tidak mengenalnya, Alexa tak mungkin mengikuti langkah pria itu. Tak terlihat berapa kira kira umur pria itu yang jelas, topi mahal itu menunjukan jika orang itu dari kalangan orang berada.
Papa Kahfa juga sudah berada di sana.
__ADS_1
"Apa mungkin Raffi yang membawa Alexa pergi?" tanya papa Kahfa.
"Tidak mungkin Pa Alexa sangat membenci pria itu. Sedangkan di sini Alexa terlihat berbincang dan tanpa paksaan dan segera mengikuti langkah pria itu."
"Lalu siapa pria itu?"
"Adam."
Tiba-tiba saja nama Adam terlintas begitu saja di pikiran Zayn. Zayn Aris juga Papa Kahfa segera melanjutkan pencariannya menuju rumah Adam. Kemungkinan Adam menculik Alexa benar benar besar, maksud dan tujuan pria itu juga jelas, Adam mencintai Alexa. Pria itu bahkan pernah mengatakan akan mengambil Alexa jika Zayn lalai dalam menjaga istrinya.
Papa Azam terus menghubungi Zayn ia, tak tenang saat mendengar kabar putrinya hilang. Zayn memberitahu tujuannya ke rumah Adam dan menyuruh Papa Azam untuk turut menyusul ke rumah mantan calon menantu mertuanya itu.
"Apa kau bertengkar sebelumnya dengan Alexa atau berselisih paham?" Papa Kahfa bertanya dari kursi penumpang yang ada di belang Zayn. Zayn sendiri duduk di kursi samping kemudi sembali melihat lihat, barang kali Alexa ada di jalanan. Sedangkan Aris menyetir mobil milik Papanya.
Bukan tanpa alasan Papa Kahfa bertanya demikian, pasalnya Alexa kerap kali pergi pergi jika setelah bertengkar dengan Zayn.
"Tidak sama sekali Pa. Bahkan kami sempat bercinta di ruanganku sebelum aku meninggalkannya untuk rapat." papar Zayn. Papah Kahfa mendengkus kesal atas pengakuan putranya yang tanpa malu mengakui apa yang sudah mereka lakukan.
Sampai beberapa waktu Zayn tiba di rumah Adam. Tanpa permisi Zayn memasuki rumah dan segera menghampiri Adam yang tengah makan malam dengan ibunya.
Zayn langsung berjalan menuju ke arah Adam dan segera menarik kerah kemeja Adam dan menyudutkan tubuh rivalnya ke atas dinding. Cengkraman Zayn tak main main Adam bahkan nyaris tercekik akan perbuatan Zayn.
"Zayn apa yang kau lakukaan?" Ibu berlian berteriak saat melihat putranya teranvmcam.
"Katakan kau membawa Alexa kemana!?" Zayn membentak Adam yang hanya berjarak beberapa centi di depan wajahnya.
"Alexa?" Beo Adam, keningnya mengernyit dalam jelas sekali jika ia terlihat bingung akan pertanyaan Zayn.
"Ya. Dimana istriku?"
"Kau mrnanyakan keberadaan istriku pada mantan kekasihnya? Kau waras Zayn?" Adam segera menghempas tangan Zayn dari baju yang mencekiknya sedari tadi.
"Kau membawanya pergi Adam! Katakan dimana Alexa? Sebelum aku menghabisimu."
Baik Papa Kahfa maupun Aris, kedianya hanya menonton Zayn dan Adam yang tengah berdebat.
"Aku tidak membawa Alexa ataupun menemuinya, aku baru saja pulang dari luar kota setelah berdinas beberapa hari, aku bahkan belum membersihkan diri."
"Kau berbohong Adam. Kau sudah membawa istriku pergi. Kembalikan dia sekarang!" Zayn mendorong tubuh Adam hingga tersungkur ke atas lantai.
"Demi Tuhan Zayn aku tidak menemui Alexa. Aku memang masih memiliki rasa terhadapnya, tapi aku sangat menghormatinya aku tidak menemuinya sama sekali. Apa yang terjadi sebenarnya?" Adam balik bertanya, terlihat kecemasan di raut pria 30 tahun itu.
__ADS_1
Saat Adam membawa nama tuhannya, seketika Zayn langsung mempercayai pria itu. Adam tak mungkin melibatkan nama Tuhan jika seandainya ia berdusta.
"Alexa menghilang sejak beberapa jam lalu. Besar kemungkinan jika Alexa di culik." Zayn menceritakan semuanya kepada Adam berharap pria itu akan membantunya.
Bugh ...
Tanpa berkata apapun Adam langsung meninju wajah Zayn.
"Bukankah sudah aku katakan jika kau harus menjaga dan melindunginya! Bisa bisanya kau membuat Alexa dalam bahaya. Semenjak Alexa menikah denganmu ada saja masalah yang datang terhadapnya. Jika kau tak mampu membahagiakannya kepaskan dia! Aku yang akan membahagiakannya." Marah Adam.
Bugh ...
Pukulan balasan Zayn layangkan ke hidung Adam.
Zayn tak terima saat ada seorang pria terang terangan meminta istrinya. Ini adalah kali kesekian Adam meminta istrinya.
Sebelum pertengkaran semakin terjadi, Papa Kahfa dan Aris segera memisahkan keduanya, bertepatasn dengan Papa Azam yang telah sampai dengan raut khawatir.
"Zayn kemana Alexa pergi!" tergambar jelas kekhawatiran Papa Azam. Ia tak ingin kehilangan putri satu satunya itu.
"Aku tak tau Pa." Desah Zayn.
Aris menyodorkan ponselnya ke hadapan Adam dan papa Azam. yang menunjukan rekaman cctv tentang kepergian Alexa.
Papa Azam membatu untuk sejenak ia sangat mengenali topi yang di kenakan pria yang membawa putrinya pergi. Ya benar itu topinya yang hilang, topi hadiah anniersary mereka yang ke 14 tahun topi itu istrinya Greendia yang membelikannya, namun tiba tiba hilang dari lemarinya beberapa waktu lalu.
"Tunggu dulu! Itu topi milikku. Ya aku yakin sekali topi itu topiku yang hilang." Ujar Papa Azam. "Tapu siapa pria di balik topi itu. Ya Allah jangan sampai terjadi sesuatu hal buruk terhadap putriku." Papa Azamengicap gusar wajahnya menggunakan kedua belah tangannya.
"Papa yakin itu topi Papa?"
"Ya Zayn Papa sangat yakin." Papa Azam mengiyakan pertanyaan menantunya.
"Apa Alexa membawa ponsel?" Adamlah yang bertanya.
"Aya Alexa sepertinya membawa ponsel. Saat ku hubungi ponselnya sempat terhubung lalu sesaat kemudian ponselnya tidak aktif." Tutur Zayn lemah. Dari banyaknya orang orang yang ia kerahkan belum ada kabar baik sampai saat ini.
"Kita lacak keberadaan ponsel Alexa terrakhir kali. Demoga saja ada perunjuk." Adam berlari mengambil laptop miliknya.
"Biar orang orangku yang akan melacak keberadaan Alexa." Zayn menolak bantuan Adam.
"Kau tenang saja meskipun aku berhasil menemukannya. Aku tak akan mengambil Alexa darimu. Dia milikmu." Adam menyadari kekhawatiran suami dari mantan kekasih.
__ADS_1
"Terimakasi. Aku tenang mendengarnya." Zayn menepuk bahu Adam. "Tolong bantu aku menemukan Alexa!"