Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Harus muntah


__ADS_3

"Prank? Mana ada. Aku tengah mencoba menjadi istri baik untuk kak Zayn." Alexa membuka kancing baju koko yang di kenakan Zayn.


Alexa kebingungan, baju koko tidak seperti kemeja yang memiliki kancing lepas pakai sampai ke dasar. Alexa memang sudah lama tak menonton film biru. Ya Zayn benar, Alexa bukanlah gadis polos.


Dirinya serupa seperti gadis-gadis kebanyakan. Untung saja mantan kekasihnya Adam yang sangat tau batasan. Dan lagi Adam tak ingin merusak gadis yang ia cintai, namun rupanya takdir Adam hanya menjaga jodoh orang saja.


Alexa justru di rusak juga di miliki oleh orang yang menjadi musuhnya.


"Ya ampun aku salah harusnya buka bajunya dulu baru di ikat. Sepertinya aku melupakan urutan tutorialnya." Zayn hampir saja meledakan tawanya saat Alexa mengatakan itu. Tapi Zayn tak ingin merusak momen sakral menurutnya, yang mana Alexa melakukan ini untuk yang pertama kali.


Alexa tak kehabisan akal, ia tak ingin capek-capek membuka simpul di pergelangan tangan suaminya, Alexa menarik laci dan mengambil gunting dari dalam laci.


"A-Alexa kau mau apa?" Zayn menggansur tubuhnya untuk duduk. Jangan katakan Alexa ingin melenyapkannya.


Zayn bersiap ingin memutus ikatan Alexa yang tak seberapa, tapi Alexa segera menahannya "Aku hanya ingin merusak bajumu." Alexa mulai menggunting baju yang di kebakan Zayn, sesekali Alexa melirik ke arah Zayn dengan seulas senyum tipis yang nakal.


Liar sekali istrinya. Jika kebanyak yang merusak pakaian adalah pria, kali ini wanitalah pelakunya. Alexa membuktikan ucapannya untuk menjadi pemeran utama sekarang.


Zayn panas dingin setelah baju yang rusak di lempar ke sembarang arah oleh Alexa. Wanita itu kini membuka sarungnya dengan perlahan-lahan.


"Sayang tolong cepat sedikit." Zayn mulai tak tahan.


Awas saja jika Alexa memperlambat waktu Zayn sendiri yang akan mengambil alih. "Stt, jangan terburu-buru." Alexa membuka habis pakaian Zayn.


"Aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu." Alexa mencium bibir suaminya dan menaki tubuh Zayn.


Zayn tidak tau akan posisi ini, katakan saja Zayn pria baik nan polos, meskipun otak liarnya kadang mengembara.


Zayn hampir melupakan do'anya, ia terbuai oleh perbuatan Alexa, sehingga Zayn mengucapkannya dalam hati.


"Bersiap aku akan datang." Bisik Alexa, wanita itu memposisikan diri.


Tanpa melepas linggerlie miliknya, Alexa hanya melepas pita segi tiga yang menutup miliknya.


Alexa mulai menurun dan menanjak membuktikan kemampuannya pada pria di bawah kuasanya.


Zayn tidak tahan. Permainan Alexa sangat luar biasa, Ia mengerang juga meracau akan sensasi yang ia dapatkan dari istrinya.


Ungkapan demi unkapan Zayn utarakan untuk memuji istrinya yang tengah menari.


"Sayang kau belajar dari mana? Hmm ... Kau sangat pintar." Zayn menikmati setiap hal yang di lakukan Alexa.


Zayn tak percaya ini. Alexa bahkan menciptakan banyak bercak di tubuhnya.


Alexa tak menanggapi pujian Zayn terhadap dirinya. Ia fokus mengejar kenikmatannya sendiri, suara erotis memenuhi penjuru kamar. Perbedaannya kali ini Zayn lah yang mengeluarkan banyak suara. Zayn benar-benar berisik.


"Kak Zayn jangan berisik takut ada yang dengar." Alexa berujar serak di sela nafasnya yang memburu. Ia masih sadar, sedangkan Zayn sudah mulai tersesat oleh surga dunia yang Alexa berikan.

__ADS_1


"Ku tak perduli. Kau sangat pandai sayangku."


"Demi kenikmatan ini aku rela memberikan apapun untukmu." Racau Zayn. Meski ia tak bisa bergerak leluasa karna tangannya terikat tapi sama sekali tak mengurangi kadar kenikmatan yang ia dapatkan.


"Faster Babyyyy ..." kalimat yang harusnya di ucapkan oleh para pria brengsek kini tercetus di mulut Zayn. Perlu di garis bawahi seorang Gus juga manusia biasa, manusiawi jika dirinya memiliki sisi liar.


"Lebih cepat sayang! Aku akan sampai." Alexa menurut dan mempercepat gerakannya.


Zayn bermaksud memindahkan Alexa dari atas tubuhnya di saat dirinya hendak meledak, seperti biasa Zayn ingin membuang benihnya, tapi Alexa malah mengunci diri sehingga ledakan itu terjadi di dalam tubuhnya.


Pelepasan yang sangat sempurna.


Tubuh mungil Alexa tersampir di atas tubuh kekar Zayn, di saat sang surya terbit sepasang suami istri itu justu tenggelam dalam kenikmatan.


"Terimakasih." Zayn mengecup rambut Alexa yang masih berada di dadanya. Terasa lembab namun memabukan.


Sekali gerakan simpul dasi yang Zayn kenakan terbagi menjadi dua. Sejak tadi juga Zayn sudah gatal ingin membebaskan diri. Tapi sebagai pria yang baik ia patut mengapresiasi apa yang di lakukan Alexa.


"Kau suka?" Alexa mendongak dengan nafas yang belum teratur.


"Ya aku sangat menyukainya."


Zayn mengelus punggung Alexa yang masih mengenakan baju jaring-jaring. Dengan sekali tarikan Zayn meloloskan baju itu ke atas tubuh istrinya. Zayn bukanlah seorang pria kasar juga terburu buru. Cukup mulutnya saja yang se enaknya tapi perlakuannya terhadap pasangan harus di acungi jempol kaki.


"Giliranku." Sekali gerakan pula Zayn mebalik posisi, Alexa menjadi di bawah kungkungannya.


"Sekali suntik 10 juta. Jika nambah lagi berlaku kelipatan." ujar Alexa dengan angkuh. Ia tau suaminya tak cukup satu kali main. Ini kesempatan untuk Alexa menjadi kaya raya.


"As you wish Baby." Zayn tidak keberatan sama sekali. Jangankan hanya 10 juta Zayn bahkan rela memberikan separuh hartanya hanya agar Alexa menbiarkannya memuaskan diri.


Tepat pukul setengah delapan pagi, Zayn menyudahi permainannya. Ia sangat puas pagi ini.


"Kak Haus." Alexa sepertinya benar-benar lelah.


"Sebentar biar ku ambilkan.


Zayn berjalan menuju lemarinya dengan tanpa busana, karna sudah puas miliknya tertidur kembali, sehingga ada yang bergelantungan tapi bukan kera.


Zayn mengambil kaos oblong di padukan dengan sebuah trening panjang. Ia belum bersuci, wajah tampannya terlihat berseri-seri.


Saat keluar kamar, Zayn di kejutkan dengan kehadiran Lula dan Hanna di ruang tamu. Kebetulan kamarnya yang baru berada sana. Zayn menggaruk tengkuknya, untung saja kamarnya kedap suara jika tidak para gadis itu akan mendengar teriakan kenikmatannya.


Zayn pikir Lula sudah pulang. Tapi ternyata gadis itu masih di rumahnya.


"Gus Zayn."


"Kakak."

__ADS_1


Keduanya mendekat ke arah Zayn.


"Kak, sejak kapan kakak menggunakan aksesoris di tangan kakak?" Hana keheranan, pasalnya Zayn tidak pernah memakai gelang di tangannya atau aksesoris lain di tangannya selain jam tangan.


Zayn membatin, mengapa dirinya bisa seceroboh itu membiarkan potongan dasi di kedua pergelangan tangannya.


Zayn membuka kemudian mengantonginya di celana miliknya.


"Seperti dasi." ujar Lula.


"Ya memang dasi. Aku menguji kekuatan dasi buatan temanku. Tapi sepertinya kualitasnya jelek buktinya putus dengan sekali gerakan." ujar Zayn tak acuh sembari berlalu ke dapur.


Zayn mengambil air putih. Sedangkan Lula sudah memberikan sarapan berupa ketupat sayur si dalam mangkuk.


"Sarapan dulu Gus."


"Hem." Zayn mengambil mangkuk itu dan membawanya ke dalam kamar. Istrinya pasti kelelahan dan membutuhkan asupan nutrisi. Ya Zayn akan memberikan ketupat sayur itu pada Alexa.


"Kak Zayn makan apa? Ku di leher kak Zayn ada ruam?" Hanna memang sepolos itu. Ia sampai menanyakan asal dari ruam di leher kakaknya.


"Ka,kakak sepertinya masuk angin. Tadi ini di garuk Dek." Hanna menyipitkan matanya, saat kakaknya memanggil Dek, itu artinya Zayn memiliki keinginan atau tengah membujuknya. Tapi apa? saat Hanna berpikir Zayn sudah lebih dulu berlalu.


"Alexa kau kenapa?"


Zayn buru-buru mendekat dan meletakan nampan di atas nakas. Zayn takut Alexa kram atau apapun, karna saat tadi bercinta di babak awal Zayn menumpahkan sari patinya di tubuh Alexa ia takut itu berimbas pada kehamilan Alexa.


"Ada apa? Apa sakit atau tak nyaman?" Zayn turut menegangi perut istrinya.


"Tidak. Tadi sepertinya aku merasa perutku kedutan tapi tak ada, mungkin aku lapar kak. Tak mungkin jika bayi kita gerakkan?"


"Alhamdulillah ku pikir kau kenapa."


"Ini." Zayn menyodorkan segelas air. "Makan juga ya." Zayn memberikan ketupat sayur yang langsung di lahap oleh Alexa.


"Darimana kakak dapat ketupat sayur?" Alexa bertanya di saat ia sudah menghabiskan separuhnya.


"Tadi Lula yang mengantar."


Alexa melotot, ia tak rela jika bayinya harus di beri makan oleh makanan yang berasal dari gadis sundal itu.


Alexa berjalan menuju kamar mandi. wanita hamil itu melogok tenggorkannya menggunakan telunjuknya. "Pokoknya harus muntah." tekad Alexa.


Zayn yang mengekori istrinya dari belakang tercengang karna Alexa tengah mengorek tenggorokannya.


"Alexa apa yang kau lakukan?"


"Aku harus muntah kak!" Alexa kembali memasukan telunjuknya ke tenggorokannya.

__ADS_1


__ADS_2