
Setelah membersihkan diri Zayn memrsan makanan untuk ia dan istrinya makan siang, kebetulan ibu hasmil itu menginginkan makan fizza.
"Biar kenyang hehehe ..." Seloroh Alexa.
Zayn hanya mengangguk sekilas. Ia tak ingin meributkan perkara bumil yang makan fizza dengan nasi, ia masih berpikir untuk mencari alasan saat mamanya nanti bertanya akan kecerobohannya yang tak mengunci kamar.
Tepat sebelum Zayn berpikir Mama Lexi dan Hanna sudah tiba di rumah. Hanna langsung menuju ke kamarnya, ia tengah bad mood karna datang bulan, bahkan ia membatalkan acaranya ngemall bersama mamanya.
Alexa langsung tersedak saat Mama Lexi turut bergabung di meja makan.
Beruntung Zayn dengan sigap memberi Alexa segelas air putih.
"Ma-ma-makan Ma." Alexa tergagap saat menawari ibu mertuanya makan, sedangkan mama Lexi menatap tajam putranya dan Alexa bergantian.
"Alexa mengapa kau bisa lupa tidak mengunci pintu tadi?" Astaghfirullah Alexa merasa tercekik seketika, ibu mertianya masih membahas kejadian tadi.
"Harusnya kau sebagai wanita harus lebih teliti." Alexa merasa mamanya tengah menyudutkannya.
"A-Alexa tak tau kak Zayn masuk kamar dan tiba-tiba menerkamku begitu saja." Bela Alexa, karna memang itu kebenarannya.
Jujur sekali bibir ranum itu.
Zayn yang malu kini semakin di permalukan. Mama Lexi kini menatap kearahnya.
"Kau itu ceroboh sekali Zayn. Bagai mana jika Hanna atau orang lain yang masuk?"
"Tidak mungkim, mereka mempunyai adab dan sopan santun, mereka pasti mengetuk pintu dulu." ucap Zayn datar. Membuat Mama Lexi tersinggung.
"Maksudmu Mama tak memiliki Adab dan tak sopan?"
"Apa menurut Mama, tindakan mama benar? Memasuki daerah prifasi meskipun anak Mama sendiri. Lagi pula aku bercinta di kamarku sendiri, bukan di kamar Mama atau orang lain, aku bercinta bersama istriku bukan pacarku atau wanita lainnya yang haram ku sentuh."
"Mama tidak tau jika kau sudah pulang Zayn."
"Ya sudah, makanya jangan salahkan aku dan istriku! Kami juga tidak tau jika mama akan masuk kamar kami."
"Mama bukan menyalahkan. Mama hanya memperingati agar kalian tidak ceroboh. Lain kali Alexa pastikan dulu semuanya aman, jika belum aman saat Zayn minta jangan di kasih." Mama Lexi kini memberi petuah terhadap menantunya.
"Mama apa-apaan sih malah mempengaruhi istriku kaya gitu." Zayn kesal, takutnya Alexa menurut.
"Takutnya kalian ceroboh lagi."
__ADS_1
"Awas saja jika istriku menolak ajakanku, Mama yang harus membujuknya." Zayn menarik tangan istrinya untuk kembali kekamarnya, membawa serta makanannya, biarkan Alexa makan di kamarnya saja. Zayn khawatir Mamanya mempengaruhi istrinya.
Mama Lexi terkikik geli. Putranya yang dingin kini menjadi panas saat tengah berada dengan istrinya.
.
Beberapa waktu sudah berlalu.
Papa Kahfa harus kembali dinas ke luar kota, dan rencananya besok juga sudah pulang kembali.
Setelah maghrib keluarga tante Cinta, yang merupakan mama dari Lula mendatangi rumah Mama Lexi juga dengan papanya Lula yang ikut hadir.
"Masya Allah ada hal penting apa sampai membawa kalian kemari?" Mama Lexi menyambut tamu yang merupakan keluarga dari sepupu suaminya.
Kebetulan pula Zayn baru pulang dari mesjid. Sedangkan Hanna dan Alexa tengah ikut pengajian tadharus bersama di mesjid pondok.
Zayn di minta mamanya untuk duduk di hadapannya.
Keluarga Lula tau jika Papa Kahfa tengah dinas keluar kota, tapi tak menyurutkan niat baik mereka untuk melamar Zayn. Lagi pula inikan jaman canggih mereka bisa mengabari Papa Kahfa nanti setelah semuanya berjalan lancar.
Lula tak ingin niat baiknya semakin tertunda, sehingga membuat Alexa memiliki kesempatan untuk menikungnya.
"Begini Mba Lexi." Papa Lula lah yang memulai pembicaraan.
Mama Lexi masih bungkam ia bingung harus bicara apa, mengingat Zayn dan Alexa belum mempublik hubungan mereka sebagai suami istri.
"Lula tau Gus Zayn, menyukai Lula. Hanya saja Gus Zayn malukan untuk mengakui dan melamar Lula? Itu sebabnya Lula meminta Papa agar mengkhitbah Gus Zayn. Lula juga menyukai Gus Zayn."
Benar kata Alexa, Lula memang menyukainya bukan sebagai sepupu maupun saudara, atau sebatas dosen dan mahasiswinya. Lula menyukai Zayn layaknya seorang wanita terhadap seorang pria.
"Maaf sebelumnya Om, bukan saya lancang atau apapun, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya. Saya rasa kami tidak memiliki hubungan atau perasaan yang lebih semuanya mutlak karna saudara. Saya tidak bisa menerima lamaran ini." ujar Zayn tegas.
"Jika Gus Zayn tak cinta sedikit, kan bisa di paksakan nanti juga setelah menikah Gus Zayn akan mencintai Lula."
"Lula." tegur ibunya.
"Tidak Bu, Gus Zayn hanya belum menyadari perasaannya saja. Banyak kok yang nikah meski tanpa cinta, tapi mereka bertahan bertahun-tahun. Nikahi aku karna Allah Gus." Pinta Lula.
Maksa banget ni anak.
"Ini bukan soal cinta Lula. Tapi aku tidak bisa."
__ADS_1
"Kita coba dulu nikah Gus, jika Gus tetap ga cinta Lula ga papa Lula di cerai juga."
"Lula!" kali ini Ayahnya yang membentak putrinya.
Zayn yang tengah berpikir akhirnya memutus untuk membuka rahasianya.
"Aku tak bisa menikah denganmu karna aku sudah menikah Lula. Aku sudah menikahi Alexa sejak tiga bulan lalu." ujar Zayn jujur.
"Tidak ini tidak mungkin."
Zayn menceritakan jika ia sudah benar-benar menikahi Alexa, juga menunjukan bukti-buktinya. Lula yang sakit hati merekam pengakuan Zayn. Zayn sama sekali tidak membuka aibnya, ia tidak mengatakan kesalahan yang sudah dan ia dan Alexa lakukan. Hingga Lula bertanya.
"Apa Gus Zayn menikahi Alexa karna dia tengah hamil?"
Meski tak berniat menelanjangi diri Zayn mengatakan iya. Karna ucapan adalah do'a Zayn tak ingin seandainya ia mengucapkan tidak, Zayn takut ucapannya di kabulkan. Itu sebabnya Zayn mengakui kebenarannya.
Lula tetap ngotot minta di nikahi. Sedangkan Zayn tetap menolak. Tak ada alasan untuk Zayn menikahi gadis lain.
Istrinya sehat dan bugar, masih bisa memuaskannya. Istrinya juga tengah mengandung alasan menikah karna anak juga terbantahkan. Mengenai nafsu, Alexa masih bisa mengimbangi setiap geloranya. Mengenai pelayanan Zayn tidak mempermasalahkannya. Lagi pula Zayn ingin meratukan pasangannya.
Keluarga Lula pulang dengan kecewa.
Zayn dan Alexa kini tengah berada di dalam kamar.
"Kak Zayn tadi aku melihat Lula dan keluarganya dari sini ada apa?"
"Ada sesuatu hal yang sedikit keliru jadi perlu di luruskan." ujar Zayn, ia tak ingin Alexa berpikir terlalu berat mengenai lamaran Lula tadi.
"Ohh." hanya sebatas itu Alexa merespon.
"Kak Zayn lihat." Alexa menyingkap piama yang ia kenakan. "Perutku sudah sedikit membuncit. Bahkan beberapa kali aku merasa perutku berkedut juga kesemutan. Kata Mama Lexi bisa saja bayinya sedang menyapaku."
Zayn mengusap perut yang Alexa pamerkan.
"Aku sering lapar tapi cepat kenyang. Aku juga cepat gerah." Adu Alexa terhadap suaminya. Meskipun Alexa tau Zayn tidak dapat membatunya tapi ia ingin berbagi apa yang ia rasakan.
"Terimakasih Alexa, kau sudah membiarkan benihku tumbuh di rahimmu. Maaf karna aku merampas masa mudamu. Harusnya kau masih bebas di luar sana, tapi nyatanya kau harus terperangkap bersama pria sepertiku." Zayn mengusap wajah ayu istrinya. Sungguh beribu kata terima kasih tak akan cukup membayar jasa istrinya.
Banyak jasa yang Alexa berikan untuknya. Mulai dari menemaninya tidur, menyiapkan berbagai keperluannya dengan keterbatasan Alexa, dan yang paling utama Alexa berperan penting dalam kebutuhan bio logisnya. Sehingga hidupnya terasa damai.
"Tidak masalah. Selama Kak Zayn bersikaf baik padaku aku tudak keberatan."
__ADS_1
Zayn menghujani wajah Alexa dengan banyak ciuman. Ternyata tak sulit memenangkan hati istrinya cukup bersikap lembut dan memanjakannya dengan menuruti semua keinginannya, Alexa akan bersikap manis.