Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Zayn ... Tolong akuuu!


__ADS_3

Acara semakin meriah, apa lagi saat beberapa orang menyumbangkan lagu. Begitu juga dengan Alexa yang di minta secara khusus oleh Hanna untuk menyumbangkan sebuah lagu.


Alexa tak langsung menyanggupi permintaan adik iparnya. Ia terlebih dahulu meminta ijin kepada suaminya. Dan setelah Zayn memberikan ijin barulah Alexa mencocokan nada dengan musikal yang ada di sana.


Raffi tetap menatap kagum sosok Alexa, entah apa yang sebenarnya di miliki seorang wanita bersuami itu, sehingga dirinya begitu bergelora ingin memiliki.


Seandainya saja suami Alexa orang biasa mungkin Raffi akan dengan sangat mudah mengambil Alexa dari suaminya. Namun lawannya kali ini jelas berbeda, Zayn seorang Gus jelas dalam hal apapunpria itu lebih unggul, sehingga Raffi mencoba memutar otak supaya Alexa jatuh dalam pelukannya.


"Lagu ini ku persembahkan untuk seseorang yang sudah menjadi imam untukku." Alexa berujar malu malu. Sedangkan Zayn hanya berdehem. Ia juga malu mendapat sorak sorai dari para tamu.


Ya ampun Alexa, apa boleh semanis ini? Tanya Zayn dalam hati.


"Di dirimu aku menemukan.


Yang mencintaiku, yang menyayangiku.


Didirimu aku ketakutan, kau tinggalkanku, kau biarkanku.


Bukan ku tak punya harga diri, tapi dirimu begitu berarti. Kau nafasku engkau harga diriku mengerti aku."


Sebait lagu Alexa nyanyikan hingga selesai, dengan suara merdunya. Zayn hanya menggeleng dan terkekeh pelan. Di saat ia beberapa orang memintanya untuk bernyanyi Zayn menolak halus. Ia tak terbiasa menyenandungkan senandung nyanyian. Meski suaranya cukup baik namun Zayn tidak berani bernyanyi di depan banyak orang.


"Aku tak terbiasa bernyanyi." ujar Zayn datar. "Tapi tidak usah khawatir aku sering bersuara dan bernyanyi untuk istriku. Suaraku terlalu mahal untuk ku umbar. Cukup istriku saja yang mendengarnya." Zayn berujar datar tanpa ekspresi sama sekali, sekalipun tengah berusaha bergurau.


"Memangnya kapan kak Zayn bernyanyi untukku?" bisik Alexa.


"Saat sedang bercinta. Bukankan kau menyukai suaraku?" Zayn balik berbisik membuat Alexa menyembulkan rona merah di pipinya.


"Kau ini."


Raffi terus memikirkan cara supaya ia memiliki celah untuk masuk di antara rumah tangga Alexa dan Zayn.


Acara pernikahan Hanna selesai pukul sebelas malam. Keluarga jauh menginap di hotel yang telah di sediakan. Sedangkan keluarga Zayn pulang kerumah mereka sendiri, begitupun dengan Hanna, pengantin itu membawa pulang serta pria yang sudah menjadi suaminya. Tidak hanya Raffa saja yang menginap di rumah keluarga Kahfa, Ibu Murni juga Raffi menginap di rumah itu. Karna jarak dari hotel memang sangat dekat.


Entah apa maksud Raffi turut ikut kakak serta ibunya untuk menginap di rumah kakak iparnya, padahal ia pemilik hotel itu.


Hanna nampak gugup begitu memasuki kamar pengantin yang sudah di hias sedemikian rupa. Ini pasti ulah iparnya Alexa serta mama Lexi, pikir Hanna tepat sasaran.


"Ma-Mas Raffa mau mandi dulu?" Tanya Hanna hati-hati, ia nampak terbata juga telapak tangannya yang terasa dingin. Bahkan kesepuluh jemarinya yang mengenakan henna silver saling bertautan.


Raffa menggaruk kepalanya yang tak gatal ia juga bingung, di tambah gugup. Mengingat di pernikahannya yang pertama ia sama sekali tak melewati malam pengantin ataupun malam pertama. Pernikahannya yang terdahulu benar benar murni bentuk pertanggung jawabannya terhadap wanita bernama Rosa, yang hamil lebih dulu oleh adiknya Raffi. Namun adiknya menolak menikahi Rosa dengan banyak alasan. Sehingga mau tak mau almarhum ayahnya menumbalkan Raffa untuk menikahi wanita yang sudah berbadan dua sebelum ijab kabul itu.

__ADS_1


"Aku bisa mengurus diriku sendiri." Raffa tersenyum canggung. "Kau mandilah lebih dulu. Pakai air hangat ini sudah malam." ucap Raffa. Hanna mengangguk tidak di beritahu pun ia sudah tau.


Tidak ada drama kesulitan melepas gaun pengantin. Karna Hanna memang memesan gaun pengantin sederhana yang di buat oleh saudari sepupunya Alena.


Selepas keduanya membersihkan diri, keduanya saling membisu. Keduanya sama sama tidak tau apa yang harus mereka lakukan, semuanya terasa asing dan canggung. Raffa juga merasa jika ini bukan saat yang tepat untuk melakukan malam pertama mereka harus mengenal lebih jauh terlebih dahulu.


Akhirnya Raffa memilih mengajak tidur istrinya tanpa melakukan ritual suami istri terlebih dahulu.


.


"Kak. Kira-kira mereka lagi bikin bayi ga ya?" Alexa berujar di sela aktifitasnya membersihkan wajah menggunakan kapas serta micaler wather, kemudian Alexa membubuhkan serum yang tidak Zayn mengerti pungsinya.


"Aku tidak tau. Sendainya saja udah bisa di bajak aku leboh suka membajak istriku dari pada memikirkan mereka." Zayn duduk di depan meja rias istrinya.


"Ih kak Zayn ngomongnya mesum mulu." Alexa mencubit kulit perut Zayn yang terasa liat dan keras.


"Halal Alexa jika mesum dengan istri sendiri." Zayn mengecup pergelangan tangan istrinya.


"Biar ku pakaikan wajah kak Zayn biar semakin tampan." Alexa berdiri. Memakaikan serum yang sebelumnya ia pakai di kulit wajahnya di wajah tampan Zayn.


"Mari tidur." Zayn mengajak Alexa untuk tertidur di ranjang mereka.


Pukul dua pagi Alexa terbagun, ia merasa tenggorokannya merasa sangat kering sehingga ia memilih untuk mengambil minum dan pergi ke dapur. Sebelum pergi dari kamar Alexa memang selalu di wanti wanti oleh Zayn agar mengenakan pakaian tertutup juga kerudung.


Akhirnya Alexa lebih memilih keluar kamar sendiri dan mengambil air minum. Biasasanya ia juga mdnyetok air mineral di kamarnya, namun entah sejak kapan habisnya Alexapun tak ingat sehingga di atas nakas tak tersisa sebotolpun.


Alexa terus melangkahkan kakinya menuju dapur di antara keremangan malam. Ia juga sedikit celingukan akan kesunyian rumah, sepertinya setiap orang kelelahan hari ini. Pikir Alexa.


Alexa mengambil satu botol air dalam remari pendingin dan duduk di kursi sesuai nasihat Zayn, ia meneguk beberapa tegukan air dalam botol itu.


Setelah selesai membasahi tenghorokannya Alexa kembali menghampiri lemari pendingin dan mengambil dua botol air mineral untuk ia bawa ke kamarnya. Namun tiba tiba sepasang tangan membelit pinggangnya.


Alexa betpikir jika itu Zayn, Alexa juga terjengkit kaget. "Kak Zayn. Kebiasaan ngagetin." namun sesaat kemudian penciumannya tak menangkap aroma suaminya, melainkan aroma seseorang yang asing di penciumannya. Sehingga dengan sekali hentakan pelukan seseorang itu terurai.


kedua botol air mineral itu jatuh seiring pelukan yang terlepas.


"Apa yang kau lakukan?" Alexa terlihat marah.


"Stt. Jangan berisik!" Raffi menempelkan jemarinya di mulutnya sendiri.


Raffi kemudian medekat dan berusaha memangkas jarak.

__ADS_1


"Menjauh sialan!" Alexa beringsut dan hendak pergi. Namun Raffi secepat kilat meraih tubuh mungil itu dan mengungkungnya.


"Lepaskan!" Alexa meronta dan terus berusaha membebaskan dirinya. Dapat Alexa cium aroma alkohol yang menyengat dari bibir Raffi.


"Jangan jual mahal cantik! Kita bisa bersenang senang. Tak akan ada yang tau. Aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan." Raffi mendongakkan wajah Alexa dan mengecupnya dengan hati hati.


Plak ...


Alexa menampar wajah Raffi dengan kasar hingga kelima jemarinya tercipta nyata di sana.


Cuih ...


Tidak hanya itu Alexa bahkan meludahi wajah Raffi. Pergerakan Alexa Raffi kunci dengan satu tangan serta tubuhnya tangan yang satunya ia gunakan untuk mengusap dan mendekatkan liur Alexa kemulutnya, kemudian ia sesap dengan rakus.


"Rasanya manis. Apalagi jika aku menyesapnya langsung dari bibirmu." seulas senyum mesum tercetak di wajah tampan Raffi dibantara kegelapan malam.


"Aaaa ...." Alexa berteriak.


"Kak Zayn. Tolong ..."


"Tolooooong ..."


"Kak Zayn ..."


"Toloooo ..."


Hanya Zayn yang Alexa panggil berulang ulang kali. Ia benar benar ketakutan saat ini. Raffi sudah menidurkan tubuhnya di atas meja makan kosong dan mengungkungnya.


"Kak Zayn ..."


Raffi juga sudah melepas kerudung dan merobek piyama yang Alexa kenakan.


Tangan besarnya kini ia pergunakan untuk membungkam mulut Alexa yang sedari tadi berteriak.


Ini lah kesempatan untuknya. Raffi yakin jika ia sudah menyentuh Alexa, Zayn akan membuang Alexa dan ia lah yang akan menikahi Alexa. Raffi belum berhasil mencium bibir Alexa, karna wanita itu terus memberontak. Ia tergiur ketika melihat rambut terurai dan mulut dan hidung Raffi mengendusnya dengan rakus.


Beberapa kancing sudah berhasil Raffi rusak dengan paksa. Sekuat apapun Alexa memberontak, namun tenaga Raffi bukanlah tandingannya.


Alexa menggigit kuat tangan Raffi yang membekap mulutnya.


"Tolonooong ..."

__ADS_1


"Zayn ... Tolong Akuuu!" teriak Alexa di iringi dengan tangis yang semakin histeris.


__ADS_2