
Zayn pulang kerumah kontrakan yang di sewa istrinya setelah Maghrib. Zayn juga menanyai dua orang suruhannya yang berjaga di sekitaran sana. Salah satu di antara mereka mengabari jika tadi ada seseorang yang merupakan drever makanan mengantarkan pesanan yang di duga di pesan langsung oleh Alexa.
"Terimakasih." Zayn menyuruh orang suruhan yang bertugas nengawasi istrinya untuk kembali.
Zayn sudah memesan makan agar di antar ke rumah kontrakannya untuk makan malam. Ia membuka kunci rumah sederhana itu, namun Alexa sepertinya mengunci rumah itu dengang slot manual yang menghalang pintu dan kusen.
Sial Alrxa kerap kali menguji krsabarannya yang tinggal secuil.
"Assalamualaikum ..."
Tokk ... Tokk ...
"Alexa ... Aku pulang. Alexaaaa ..."
Tidak ada jawaban, sehingga Zayn berulangkali mengetuk pintunya.
Zayn bahkan sampai mengintip dari jendela yang terhalang tirai.
Alexa pasti sengaja membiarkannya untuk tetap berada di luar. Ya sepertinya Alexa kesal terhadap Zayn karna pria itu tadi mengatakantidak akan pergi kemanapun siang tadi, tapi nyatanya Zayn pergi sangat lama hingga kini menjelang isya dia baru sampai di rumahnya.
Alexa tidak tau jika Zayn pergi juga demi kebaikan bersama. Zayn harus mengusut dan menemukan orang yang sudah menyebarkan aib juga merekayasa sesuatu yang merugikan untuk Alexa.
"Alexa. Aku tau kau di dalam, jadi tolong buka pintunya!"
Dor ... Dor ...
Bukan hanya mengetuk Zayn sekarang jystru menggedor pintu rumah kontrakannya.
"Alexa aku bisa saja mendobrak pintu reyot ini dengan sekali tendangan." Zayn melai mengancam Alexa.
Dor ... Dor ...
Zayn kembali menggedor pintu rumah kontrakannya, membuat beberapa tetangganya keluar dan memastikan apa yang terjadi. Zayn juga malu karna membuat keributan di tempat barunya, ia bahkan menjadi pusat perhatian sekarang ini.
Berkali-kali Zayn meminta maaf kepada beberapa orang yang menjadi terganggu karna kelakuannya.
Bahkan ada satu ibu-ibu yang memarahi Zayn. "Mas jika bertarung dengan istri cukup di atas kasur saja, jangan berisik seperti itu, bayi saya lagi tidur." ujar ibu itu nyaring. Suaranya yang menggelegar seperti menggunakan toa mesjid.
__ADS_1
"Iya Teh maaf." Zayn merasa tak enak karna mengganghu kenyamanan orang lain.
"Alexa ku hitung sampai tiga, jika kau tidak membuka pintunya maka akan ku dobrak." Ancam Zayn tak main-main.
Alexa pikir Zayn hanya mengancamnya saja sehingga ia masih berdiam diri memakan makanan miliknya.
"Satu ... Dua ..."
Alexa tidak terpengaruh sama sekali, Zayn tak akan mungkin merusak rumah otang lain pikir Alexa.
"Tiga ... Alexa aku tidak main-main."
Masih diam, tidak ada tanda-tanda Alexa hendak membuka pintu, Zayn kembali mengintip dari jendela yang terharang tirai berwarna merah muda. Sial Alexa tidak bergerak sama sekali.
Kesabaran Zayn benar-benar tidak bisa di permainkan seperti ini. Zayn sudah menganbil ancang-ancang untuk mendobrak pintu itu, terserah jika Alexa marah ataupun ia harus mengganti rugi sungguh Zayn tidak perduli, hal ini juga akan menjadi pelajaran untuk Alexa jika Zayn tidak petnah main-main dengan ucapannya.
Tiba tiba ...
Duakk ...
Zayn menendang sebelah pintu itu.
Pintu itu sampai memantul pada dinding, untung saja tidak sampai lepas dari engselnya.
Ting ..
Slot yang tadi dengan gagah menghadang pintu itu kini tak berdaya mendenting dan bergelinding di atas lantai. Terlepas dari pertahanannya yang menempel di antara kusen dan pintu.
Alexa menganga dengan makanan berupa kebab yang masih memenuhi mulutnya. Wanita hamil itu bahkan kesulitan menelan sisa makanan yang tengah ia kunyah.
Alexa menganga bukan karna terpesona akan kekuatan Zayn, melainkan karna Alexa terkehut akan tindakan Zayn sembrono.
"Astaghfirullah ... Kak Zayn sadar gak sih undah merusak tumah orang." Alexa berdiri, matanya kini nyalang menatap ke arah Zayn.
"Aku bisa menggantinya."
"Ini bukan perkara ganti mengganti Kak. Kau sudah keterlaluan kerap kali berbuat semaumu." Alexa menibggikan suaranya.
__ADS_1
Zayn yang menyadari rumah itu tak kedap suara berjalan ke arah pintu mencabut kunci yang tergantung di luar kemudian menutup serta menguncinya dari dalam. Zayn tak ingin pertengkaran mereka di dengar oleh orang lain.
"Kau pikir kau tidak keterlaluan Alexa. Kau sangat kekanakan dengan mengunci suamimu dari dalam. Sebelum aku merusak pintu aku sudah meminta kau membukanya secara baik-baik, tapi dasarnya kau keras kepala. Kau terlalu egois Alexa, kau pikir dirimu saja yang terluka dan mendapatkan malu. Aku juga sama Alexa, di samping itu rasa bersalahku sangat besar. Harus dengan apa aku membuatmu mengerti jika rekaman yang tersebar itu sudah di rekayasa." Suara Zayn begitu menggelegar bahkan menggetarkan pendengaran Alexa.
"Karna dirimu aku sampai membuat keributan dan memancing perhatian banyak orang. Tidak bisakah kau bersikaf sedikit dewasa Alexa!"
"Ya, aku memang kekanakan. Aku memang keras kepala aku juga tidak senang saat kau mengatur dan memerintahku. Lantas kau mau apa?" Alexa bahkan berkacak pinggang di hadapan Zayn lengkap dengan berutnya yang membuncit. Pandangan Zayn yang semula tajam kini melembut saat perhatiannya tersita akan sesuatu di balik perut istrinya. Zayn memang orang yang tegas, tapi terhadap Alexa Zayn selalu saja kalah, wanita itu tengah mengandung anaknya jadi Zayn tidak bisa sekeras biasanya.
"Kenapa kau diam! Aku paling tidak suka saat seseorang menghancurkan benda di saat tengah marah. Kau pikir aku tidak bisa melakukannya? Hah ..."
Zayn masih diam meski amarahnya kian meledak-ledak saat Alexa kian menggila Memakinya.
"Kau bertanya mengapa aku marah saat di permalukan? Semua yang ku bangun dengan susah payah kini hancur berantakan hanya dengan satu kesalahan. Manusiawi mereka mengenang hal burukku. Tapi apa kabar dirimu? yang selalu semua orang agung-agungkan padahal kau juga sama busuknya denganku."
"Ini juga sebagian besar salahmu Alexa. Jika saja hari itu kau menerima ajakanku menikah setelah malam terkutuk itu, semuanya tak akan seperti ini. Kau terlalu keras kepala dengan pemikiran konyolmu. Apa waktu itu kau masih berharap si Adam itu menikahimu iya begitu?" bola mata Zayn kini mengibarkan amarah, Alexa selalu menyudutkan dirinya, rahang Zayn bahkan menimbulkan suara decitan perpaduan gigi grahamnya.
"Aku tak pernah berpikir ke arah sana! Inilah yang ku takutkan sebenarnya Zayn. Aku tetap terhina! Status Anakku masih sama. Dan bonusnya aku di fitnah menjadi wanita rubah yang sudah menjebak seorang Gus untuk menikahiku. Kau bukannya menyelamatkanku dari rasa malu. Namamu justru semakin memperburukku di hadapan semua orang. Aku lelah Zayn!" Alexa pergi meninggalkan Zayn dengan membanting pintu kamar, kamar satu-satunya yang terdapat di rumah petak itu.
Zayn memahami kemarahan Alexa terhadapnya. Tapi tetap saja ia tidak bisa berdiam diri saat Alexa tengah emosi, rasanya ia juga turut serta ingin menumpahkan amarah.
Zayn mengambil kopernya dan milik Alexa yang berada di teras rumah sederhana itu.
Zayn mencoba peruntungannya membuka pintu kamar, dan kebetulan sekali tidak di kunci. Sebenarnya entah kebetulan atau sengaja tidak di kunci.
"Ku pikir kamarnya di kunci." ucap Zayn lirih.
"Dan kau ingin merusaknya lagi?" Saut Alexa parau, rupanya wanita itu tengah menangis.
Alexa buru-buru menyeka air matanya menggunakan lengan baju miliknya. Tadi di hadapan Zayn Alexa cosplay jadi preman, tapi saat sendiri Alexa menangis seperti anak gadis yang putus cinta.
Zayn meletakan kedua kopernya di dekat lemari pelastik yang terdapat di kamar itu. Kemudian ia mendudukan bokongnya ia dudukan di samping Alexa. Hembusan nafas lelah Zayn lakukan untuk mengurai kekesalannya.
Kemudian Zayn duduk di hadapan istrinya. Wajah mendongak menatap wajah kuyu yang di genangi air mata. Ia tak tega melihat Alexa yang seperti ini, dan ini semua karna ulahnya.
"Mau sampai kapan kita seperti ini? Alexa. Memperdebatkan tentang sesuatu yang sudah jelas keberadaannya. Mau kita bergulatpun tak akan merubah keadaan. Status anak kita sudah jelas, hadirnya tanpa sengaja."
" Tapi saat ia lahir nanti di saat pernikahan kita lebih dari 6 bulan dia tidak akan di anggap anak haram lagi. Ada undang-undang yang menjaminnya sekarang. Kau tidak usah khawatirkan apapun. Mau seperti apa kau di hadapan semua orang kau tetap istriku. Wanita terbaik yang Allah berikan untukku. Jika kau tertekan berada di kota ini karna merasa malu dengan apa yang terjadi, kita bisa pindah ke kota lain untuk memulai hidup baru. Semua hal buruk akan memudar seiringnya waktu. Kita bisa memulainya dari awal." Zayn menggenggam tangan istrinya yang terasa menghangat dari suhu normal.
__ADS_1
"Aku bisa melakukan apapun untukmu Alexa."