Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Lula curiga


__ADS_3

"Dasar Buaya!"


Alexa bersungut-sungut mengatakannya, sungguh Alexa sangat kesal. Saat dirinya keluar kamar bermaksud untuk sarapan tapi dirinya di buat terkejut saat di rumah mertuanya ada tamu dan yang paling membuatnya ternganga adalah ucapan pria tua yang mengatakan ingin melamar Zayn.


Karna marah Alexa tidak mendengarkan lebih lanjut lagi pembicaraan antara dua keluarga Kyai itu.


Zayn diam, dari pada dirinya menanggapi ucapan Alexa lebih baik dirinya membereskan sarapan yang tumpah dan berserakan di atas lantai.


Makanan berceceran menyatu dengan pecahan kaca juga susu coklat yang tumpah di atas lantai.


"Kau merasa sangat tampan saat ada seorang gadis cantik dan shaliha melamarmu?" Zayn mengulum senyum sembari menunduk, dari nada bicara Alexa yang jengkel sepertinya Alexa tengah cemburu. Zayn memunguti serpihan beling dan menaruhnya di atas nampan. Bantal yang menjadi senjata Alexapun turut terkotoro oleh noda susu yang tumpah.


"Kau terlihat marah saat ada seorang gadis yang menawarkan diri untuk menjadi istriku. Apa jangan-jangan kau cemburu?" Zayn sudah memperediksi jawaban Alexa, istrinya itu pasti akan menyangkalnya dengan tegas. Dan benar saja sesaat kemudian Alexa benar-benar membenarkan tebakan Zayn.


"Cemburu? Tidak sama sekali." Alexa tersenyum miring. "Aku bukan cemburu kak, aku kesal saat ada seseorang yang ingin menjadi istri dati suamiku. Aku tak bisa membayangkan saat kau datang kepadaku tapi sebelumnya kau sudah mendatangi istrimu yang lain. Demi Tuhan aku lebih baik menjadi durhaka dari pada harus berbagi suami dengan wanita lain." Zayn dapat melihat kilatan amarah di mata Alexa.


Zayn tau wanita manapun tak akan rela jika suaminya menikah kembali. Jangankan wanita akhir zaman, Zayn bahkan pernah mendengar di suatu riwayat jika Siti Aisyah R.A. Istri baginda Nabi Muhammad SAW mengijinkan pernikahan suaminya dengan wanita lain, bahkan Siti Aisyah menghadiri pernikahan tersebut, namun saat Siti Aisyah bersandar di sebuah pohon kurma yang subur, sekerika pohon kurma itu menjadi layu kekuningan dengan buah dan bunga langsung berguguran, ya pohon kurma itu mati karna rasa cemburu Siti Aisyah yang tengah membakar dadanya. Kesimpulannya seiklas-iklasnya perempuan saat suaminya menikah kembali pasti di sana terdapat rasa tak rela.


Saat Alexa hendak mendekat Zayn mengacungkan tangannya. "Diam di tempatmu Alexa." Bukan tanpa alasan Zayn berkata demikian, melainkan di atas lantai di ambang pintu itu terdapat banyak pecahan kaca. Zayn tak ingin calon ibu dari anaknya itu terluka.


Alexa tak mengindahkan perkataan Zayn. "Awas saja jika kau berani menikahi gadis manapun selain aku habis kau." Alexa tetap berjalan meninggalkan Zayn. Dengan tangan yang terkepal.


Alexa berkata dengan tajam juga raut wajah yang tak main. Main membuat Zayn sedikit terkesiap.


"Ataghfirullah. Alexa terlihat seperti macan betina." Zayn meneruskan memunguti makanan dan pecahan kaca, Zayn berbalik hendak mengambil sapu dan sedokan Zayn mendapati bekas telapak kaki yang menampilkan noda darah, dan itu masih basah artinya.


"Alexaaa ..." Zayn meninggalkan kegiatannya menyusul Alexa mengikuti jejak kaki berwarna merah darah itu.

__ADS_1


Diruang tamu ada Lula yang kini tengah berbincang dengan Hanna. Wajahnya tampak berseri-seri, pasalnya tadi Lula mendengar sepenggal percakapan Kyai Bashir dan Zyan. Dan yang paling membuatnya senang adalah dimana saat Zayn mengatakan Zayn menolak lamaran Kyai Bashir dengan Alasan tengah menjaja sebuah hati. Lula sangat percaya diri jika hati yang tengah di jaga Zayn adalah hatinya. Karna selama ini Zayn tidak pernah dekat dengan gadis manapun.


Karna senang setelah mendengar ucapan Zayn, Lula kembali kerumahnya dan membawa seluruh kue bikinannya semalam ke rumah Zayn, kue yang merupakan kesukaan Hanna. Ya Lula harus mencuri perhatian Hanna, agar Hanna tidak menjadi ipar yang menyebalkan untuknya nanti.


Alexa turut bergabung dengan Hanna dan Lula, meskipun hatinya dongkol kepada Zayn tapi ia masih bisa menyunggingkan senyum di hadapan sepupu dan temannya. Alexa sama sekali tidak menyadari jika kacinya terluka karna menginjak pecahan kaca.


"Alexa ..."


Zayn berjalan dengan tergopoh, jemudian berlutut tepat di hadapan Alexa dengan kotak P3K di tangannya.


"Ada apa?"


"Kau terluka."


"Terluka?"


"Kau itu ceroboh sekali." Zayn meneliti luka itu dan menyiramkan alkohol 70 persen hingga Alexa mengaduh.


"Aw, Aw ... Sakit, perih." Alexa mengaduh. Dirinya baru menyadari jika ia benar-benar terluka.


Zayn membalut luka Alexa. Mengabaikan tatapan Hanna dan Lula yang tampak keheranan menandang ke arahnya.


Zayn membenarkan, jika seorang wanita yang tengah cemburu benar-benar menyeramkan. Taruhannya tak main-main, luka di dirinya tak mereka sadari karna terlalu marah saat miliknya terusik. Bahkan di film yang waktu itu di lihat olehnya di laptop Alexa seorang wanita mampu membunuh dirinya sendiri di karnakan suaminya menikah lagi.


"Lukamu lumayan besar. Mengapa kau tak sadar?" Zayn mendongak menatap wajah Alexa di atasnya tapi gadis itu malah memalingkan wajahnya. Di lihat dari arah sampingpun wajahnya tetap cantik. Zayn tidak membatasi waktu saat memandang Alexa, hingga puas ia menatapnya. Zayn tidak memikirkan apapun wajah itu halal untuk ia lihat sepuasnya sekalipun matanya sampai berasap tidak ada larangan untuk menikmati keindahan ciptaan tuhan yang satu ini.


Lula yang menyadari tatapan Zayn yang terlalu lama kepada Alexa, menyadari sesuatu, Lula mulai curiga bahkan was-was takutnya Zayn malah menyukai Alexa yang kini sudah mengenakan hijab. Zayn bahkan dengan lembut menyentuh dan mengobati kaki Alexa yang terluka. Padahal sebelumnya Zayn selalu membatasi dirinya. Jangankan sentuhan. Setau Lula Zayn bahkan tak pernah menatap wanita lain lebih dari sepuluh detik. Zayn selalu mengalihkan fokusnya kearah lain sekalipun tengah berbicara kepada orang lain. Itulah menjadi salah satu alasan Lula ingin Zayn menjadi imamnya.

__ADS_1


"Aku tidak engeh."


"Kak Zayn. Segera kerumah kakek, Mama dan Papa menunggu di sana." Hanna memberikan pesan kepada kakaknya.


"Ada apa?"


"Tidak tau pergi saja."


"Hmm."


"Anna, pastikan Alexa makan dengan baik." ucapan Zayn yang ini pun membuat Lula gerah. Sehingga ia memutuskan untuk ikut ke rumah kakek Ridwan, tapi sayangnya Hanna mencegah niatnya.


Zayn pamit untuk pergi kerumah kakeknya. Sebelum pergi Zayn bajkan sudah menyiapkan makanan.


"Alexa, kau sekaramg berhijab?" Lula bertanya lebih dulu.


"Aku tengah belajar Lula, semoga saja aku istiqomah." Alexa tersenyum sekilas.


"Sayang sekali rambut indahmu harus tertutup." Lula tidak betbohong, rambut Alexa memang seindah itu. Meskipun Lula mengatakan itu memiliki maksud lain.


"Suamiku nanti yang akan menikmati keindahannya." Alexa tertawa geli saat mengatakamnya, Zayn memang selalu memujinya apa lagi saat ia sedang atau hendak bercinta. Tentu saja Zayn mengatakan demikian agar jatahnya tetap terjamin.


"Bagaimana suami idaman menurutmu?" Lula ingin tau apakah pria idaman Akexa akan mirip dengan Zayn, jika ia maka saingannya kembali bertambah.


"Tampan dan kaya raya." jawab Alexa.


Lula semakin curiga jika Alexa menyukai crushnya.

__ADS_1


"


__ADS_2