Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Tak pernah mengerti aku


__ADS_3

"Alhamdulillah."


"Terima kasih." Zayn tetap pada kebiasaannya, meskipun Alexalah yang meminta haknya lebih dulu, tapi ucapan terimaksih serta kecupan kening di kepala wanitanya seakan menjadi ritual terakhir untukk Zayn setelah menjalankan percintaan mereka.


Zayn mengelap sisa sisa cairan percintaannya yang ia buang dengan sengaja di luar pintu masuk.


Aroma percintaan panas menguar begitu saja di antara keduanya. Zayn menyukai Alexa yang memintanya lebih dulu. Rasanya berkali kali lipat lebih mengagumkan apa lagi di saat Alexa mengambil alih permainan.


Alexa terlihat masih mengatur napasnya dengan dada yang naik turun, juga paru parunya terasa mengembang dan mengempis.


"Kau lelah?" Zayn kini mngelap keringat yang mengembun di kening istrinya, anak rambu Alexapun turut menempel di dahinya.


"Sedikit."


"Apa mau ronde kedua?"


"Tidak kak, cukup untuk malam ini." jawab Alexa tersenggal.


"Mau mandi sekarang atau nanti?" tawar Zayn.


"Nanti saja. Sekarang aku mengantuk." Alexa mulai memejamkan kedua matanya.


"Oh ya bangunin aku saat kak Zayn bangun ya." Alexa kemudian beringsut mendekap dada bidang prianya. Membenamkan wajahnya di antara ketiak Zayn.


"Aku menyukai aroma tubuhmu yang berkeringat." Gunam Alexa setengah sadar.


"Hirup dan nikmati aromaku sesuka hatimu." Zayn mengusap rambut Alexa yang terasa lembab. Satu kecupan kembali ia benamkan.


.


"Ma liat Istriku?" Zayn bertanya, sedari tadi ia kesulitan mencari keberada sang istri yang entah kemana perginya.


Tadinya Zayn ingin bermanja manja di kamar bersama Alexa karna hari ini merupakan hari libur, tapi saat ia kembali dari mesjid Alexa sudah tak ada di kamarnya.


"Tidak tau. Mama tak melihatnya."


"Zayn istrimu sedang apa di garasi? Tingkahnya aneh, tapi saat aku bertanya dia malah menyolot kepadaku. Sepertinya Alexa masih marah soal buah yang ku pakai tempo hari." Raffa mendudukan tubuhnya tepat di samping ayah mertuanya yang tengah mengoles selembar roti menggunakan selai kacang kesukaan mama Lexi.


"Maafin Alexa ya. Dia memang keras kepala." Zayn kemudian pergi menuju garasi yang di maksud oleh adik iparnya.


Zayn dapat melihat Alexa tengah mencondongkan tubuhnya di hadapan sebuah motor sport milik Zayn. Dengan penutup tank bensin yang terbuka.


"Sayang kau sedang apa?" Zayn mendekat ke arah Zayn yang terlihat tengah menghirup aroma bensin dari tutup tank yang terbuka.


Mata Alexa yang semula terpejam seketika terbuka dengan sangat lebar saat mendengar sapaan dari suaminya.


Alexa juga segera menegakkan tubuhnya. "Ini loh kak, aroma bahan bakar motor ini sangatlah wangi." Alexa mencondongkan tubuhnya kembali dan menghirup aroma bensinnya.


"Yank jangan seperti itu. Bahaya, aroma bensin tak baik untuk pernapasan. Ngidammu itu aneh aneh banget sih." Zayn segera menutup tank bansin motor miliknya.


"Oh bahaya ya kak.?"


"Ya, apa lagi kamu sedang hamil. Bagaimana jika dedeknya keracunan?" Zayn sedikit membesar besarkannya dengan tujuan agar Alexa jera.


"Maafin mama ya sayang." Alexa mengusap-usap perutnya.

__ADS_1


"Dari mana kau dapat kunci motornya?"


"Dari laci kamar."


"Kak sarapan di luar yu! Aku ingin makan kupat tahu." ujar Alexa, dengan bergelayut mesra di lengan kekar suaminya.


"Sebentar aku ambil kunci mobil dulu." Zayn hendak berlalu tapi Alexa mencekal pergelangan tangannya.


"Kak pakai motor saja ya. Sekalian manasin motor." Pinta Alexa sembari mengedip ngedipkan matanya, seperti orang cacingan.


"Oke, tapi aku mau ambil jaket untukmu."


"Tidak usah kak. Lagian kita cuma kedepan sebentar, dekat kok."


"Ya sudah, tapi tetap harus pake helm ya. Jangan bantah lagi!"


Zayn memakaikan helm milik Hanna di kepala istrinya. "Memangnya seperti apa sih rasanya kupat tahu?" Zayn bertanya karna memang dirinya belum pernah merasakan rasanya kupat tahu.


"Itu loh kak, rasanya mirip ketoprak, ketupat di campur tahu sama taoge rebus terus di kasih bumbu kacang dan kecap, pelengkapnya menggunakan kerupuk. Pokoknya rasanya tak jauh dari ketoprak." Ujar Alexa.


"Ketoprak?"


"Kakak pernah makan ketoprakkan?" tanya Alexa kembali, Zayn hanya menggeleng pelan, selama ini Zayn jarang sekali jajan atau sekedar membeli makanan di luar, ia terbiasa memakan apapun yang mamanya masak, atau apapun yang tersedia di dalam kulkas. Zayn lebih sering memakan makanan rumahan. Hanya setelah menikah dengan Alexa Zayn mencicipi banyak makanan karna istrinya yang doyan jajan.


"Ya ampun, sia sia saja hidup kak Zayn selama hampir 30 tahun tapi gak tau rasanya ketoprak. Mubadzir aku rasa duit kak Zayn yang bejibun tapi tidak pernah mencoba ketoprak ketoprak acan." Sungut Alexa. Menurutnya hidup Zayn terlalu monoton dan jalan di tempat.


Zayn melajukan motornya dengan pelan dan sangat hati-hati seakan dirinya tengah membawa sekotak telur di boncengannya. Membuat Alexa menjadi gemas sendiri.


"Kak Zayn bawa motornya kaya siput, persis kaya aki aki."


"Durhaka kau Lexa mengatai suamimu sendiri Aki aki." saking pelannya Zayn membawa motor ia dapat mendengar dengan jelas apa yang Alexa ucapkan, tidak ada tuh. Kalimat hah hoh hah hoh.


"Ngeselin ngeselin gini aku suamimu. yang menafkahimu lahir dan bathin." Zayn berujar namun malah mendapat cubitan di pinggang rampingnya.


"Aww, jangan cubit takut jatuh ini." Zayn membawa Alexa benar benar sangat pelan bahkan saat melewati polisi tidur Zayn sangat hati hati takut membuat Alexa terguncang.


"Yank, dimana yang jual kupat tahunya?"


"Zalan terus Kak, di depan sana pas perapatan, ada tulisan sepanduknya kok." Alexa layaknya maps penunjuk jalan. Zayn langsung menghentikan motornya saat mendapati penjual yang di maksud Alexa.


Alexa memesan dua porsi, ia duduk di tenda yang sudah tersedia minumannya teh hangat tawar.


"Tumben pesen seporsi emang kenyang? Yang makannya kan berdua." Tanya Zayn, ia mengelap sendok Alexa lebih dulu sebelum memakan makanannya.


"Hehehe, Aku ingin beli yang lain kak, makanya cuma beli satu. Lihat! Banyak makanan di sekitar sini untuk di cobain." Alexa menunjuk deretan makanan yang beraneka ragam dan Alexa menyukai setiap jenis makanan yang tersedia di sana.


"Kau sering jajan di sini?"


"Ya, kak Adam gemar kulineran jadi aku selalu menemainya." tanpa sadar Alexa mengabsen nama mantannya, hal itu membuat selera Zayn menguar begitu saja.


"Oh sama Adam. Padahal aku nanya sering tidaknya ke sini, tapi rupanya ada yang mengingat mantan." ujar Zayn sembari memakan makanannya yang entah apa rasanya, mood Zayn memburuk setelah mendengar nama Adam dari mulut istrinya.


Alexa yang tak peka sibuk memakan makanannya, memakan sesuatu langsung yang ia inginkan terasa sangat enak di lidahnya.


Zayn kesal karna merasa di abaikan oleh Alexa padahal ia sudah menyindir halus istrinya, perasaan Zayn kali ini terasa lebih sensitif.

__ADS_1


Selesai menghabiskan makanannya Alexa menanyai rasa makanan apa yang barusan mereka makan.


"Enakkan kak? Nah rasa ketoprak juga hampir sama seperti itu. Bedanya hanya di bihun saja." Zayn tak menyaut ia membiarkan saja Alexa berceloteh.


"Kak, makan bubur ayam ya."


"Hm.


"Kak Zayn mau."


"Tidak."


Alexa memakan bubur ayam, setelahnya ia membeli pangsit juga rujak buah. Tak perduli Alexa berapa banyak mengajak Zayn berbicara, pria itu hanya menyauti seperlunya saja. Alexa pun lama kelamaan merasa heran karna Zayn yang irit bicara. Sedikitpun Alexa tak tau jika Zayn tengah merajuk.


"Kak Zayn sariawan ya?" tanyanya tanpa dosa.


"Hmm." Hanya gunaman malas yang selalu Zayn ucapkan sebagai jawaban.


"Pantas saja kak Zayn irit bicara." Alexa percaya percaya saja saat Zayn mengiyakan tuduhannya ia sibuk memakan makanannya.


"Kak. Kita menginap di rumah mama Green yuk. Aku ingin memberi kabar bahagia untuk mereka." ucap Alexa dengan penuh harap.


"Tidak bisa besok senin, aku repot di kantor harus berangkat pagi, ada rapat juga. Papa kan harus ngurus mama dulu." Zayn berujar datar ia kesal kepada Alexa yang tak meminta maaf karna sudah menyebut nama Adam tadi. Pria yang menurut Zayn adalah saingan terberatnya.


"Kak. Kita sudah lama tak menginap ke rumah Papa dan Mama aku kangen."


"Pergilah sendiri! Aneh untuk apa minta ijin jika sudah di larang tapi masih ngeyel." sungut Zayn kesal.


"Ya sudah. Antar aku sekarang saja!" tantang Alexa.


"Dasar suami tidak peka. Tidak pengertian, tidak siaga!"


Zayn tersinggung akan ucapan Alexa selama ini ia selalu mengalah dan menekan egonya akan setiap hal yang di lakukan Alexa yang menurutnya di luar tata surya. Namun rasanya sia sia saja saat Alexa mengatakan jika dirinya suami tidak pengertian juga tidak peka.


"Oke. Cobalah kau menginap di rumah Papa Azam sendiri, siapa yang akan menuruti permintaanmu yang aneh aneh. Makin kesini kau makin menjadi jadi. Orang orang juga pernah hamil tapi tidak seperti dirimu yang terlalu manja!" inilah sisi gelap Zayn ia sering kesulitan menahan lidahnya saat tengah berucap, jika Zayn sudah sadar pasti ia akan menyesalu ucapannya sendiri serta menggigit lidahnya yang tak beraturan.


"Ya aku memang manja lalu kau mau apa?"


"Ku tinggal kau tau rasa Alexa." tutur Zayn gemas karna Alexa terlihat menantang.


"Pergi saja, pergi. Aku tak takut kau tinggalkan." Tantang Alexa. Alexa berujar keras meskipun Zayn memelankan suaranya saat tengah marah sekalipun.


"Kau tak bawa dompet, juga tak bawa ponsel mau jadi gembel kau di sini?" Zayn pun yang mengalami perubahan mood kembali ke pengaturan awalnya. sebenarnya ia malu karna Alexa membentak bentak dirinya di tempat umum, seakan ia tak mempunyai harga diri.


"Aku tidak takut!"


"Ya sudah byee." Zayn menaiki motornya dan meninggalkan Alexa. Ia pikir Alexa akan meneriaki namanya dan memanggilnya. Namun ia salah, tuan putri seperti Alexa tak akan melakukan hal itu.


Alexa yang malu pun segera berlalu dari sana. Kemudian mencari ojek untuk pulang ke rumah papanya. Biarkan saja si Zayn pulang ia tak perduli, jika ia mengidam malam malam kan ada papa Azam pasti papanya akan menuruti ke inginannya. Ia juga sakit hati saat Zayn mengatainya manja dan ngidamnya aneh aneh. Padahal kan orang ngidam memang seperti itu.


Sebelum pergi Alexa sempat sempatnya membanting helm yang ia bawa hingga terurai di atas trotoar.


Alexa pikir Zayn melakukan apa yang ia inginkan tidak terpaksa dan tak akan mengungkitnya, ternyata tadi Zayn mengungkit kebiasaan buruknya.


Alexa menaiki ojek dan memberi tahu alamat tujuannya. "Bang bayarnya di rumah ya."

__ADS_1


"Iya Neng sahut mang ojek."


Zayn sudah melajukan motornya selama lima menit. Sembari menggerutu banyak hal dan membiarkan angin jalanan sebagai pendengarnya. "Dia selalu ingin di mengerti tapi tak mengertikan aku."


__ADS_2