Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Dekapan hangat Zayn


__ADS_3

Pada Akhirnya Zayn terlelap lebih dulu, selama dua hari dua malam ia tidak memejamkan mata dengan baik sehingga saat ia mendapat ketenangan dalam pelukan Alexa, ia kalah dan kehilangan kesadarannya.


Alexa turut memejamkan matanya, tapi rasanya baru saja dirinya terlelap ponsel miliknya yang berada di atas nakas kini berbunyi menunjukan nomor baru yang menelponnya.


Alexa menyipitkan mata ia tak mengenal nomor yang tengah menghubunginya, tidak ada foto profil di sana.


Sebelum mengangkat telepon Alexa menjauh dari Zayn, ia tak ingin mengganggu Zayn yang tengah terlelap menurutnya. Padahal Zayn sudah terjaga sedari ponsel Alexa berbunyi tadi. Zayn yang penasaran mengikuti Alexa ke sebuah ruangan walk in closet di kamarnya.


"Hallo." Alexa menyapa lebih dulu setelah mengangkat panggilannya.


Hening, dari sebrang tidak terdengar suara. Rupanya yang menelpon dengan nomor baru adalah Adam, Adam sengaja menghubungi Alexa dengan nomor baru karna ia yakin Alexa tak akan mengangkat panghilannya jika ia menggunakan nomor lamanya.


"Hallo." Alexa kembali memanggil orang di sebrang.


"Hallo." Akhirnya pria itu bersuara dengan suara yang selembut beledu menyapa Alexa, yang kini hanya mematung.


"Alexaa." panggilnya pelan.


"Bagaimana kabarmu?" Alexa tak dapat membuka mulutnya, bibirnya terasa terkunci oleh gembok yang tak kasat mata. Maniknya kini terasa memanas saat Adam masih berkata lebut padanya, meskipun Alexa sudah melakukan kesalahan yang sangat besar.

__ADS_1


"Kabarku baik. Tolong jangan menghubungiku lagi. Kisah kita sudah berakhir."


"Aku tak bisa Alexa. Aku ingin kembali padamu."


"Aku sudah menikah."


"Aku tak percaya."


"Terserah."


"Alexa, menikahlah denganku. Aku tau kau menolak untuk kembali merajut cinta denganku karna kau hamil anak Zayn."


"Tidak usah menyembunyikan apapun lagi dariku Xa, aku bersedia menerima kekuranganmu, apapun itu. Menikahlah denganku Lexa, ku mohon." Adam selalu mampu menyentuh titik terdalam hati Alexa.


Tapi sekuat mungkin Alexa menepis tawaran Adam, setatusnya kini sudah berbeda, ia tak bisa mempertimbangkan tawaran Adam meskipun dirinya sangat ingin menikah dengan Adam. Tapi kenyataan kembali menyadarkan Alexa dari angan semunya, Zayn adalah suaminya meskipun di antara mereka tidak memiliki cinta sama sekali.


Zayn masih tetap mencuri dengar omongan dua sejoli yang tak di takdirkan bersama, akhir-akhir ini hobinya menguping ternyata.


"Aku sempat sangat ingin kembali padamu. Menghilangkan gengsi setengah mati, namun semua sama saja. Akhirnya aku memilih untuk tidak mengganggumu lagi, kita menghilang dari diri masing-masing, sebelumnya aku masih menunggu dirimu untuk kembali lagi. Tapi aku sadar ini waktunya untuk menghargai diri sendiri. Berbahagialah." Alexa mengatakan itu yang hanya dirinya saja yang ia mengerti maksud dan tujuan kalimatnya. Alexa kemudian menutup panggilan Adam.

__ADS_1


Alexa bahkan mematikan ponselnya saat Adam menghubunginya kembali. Sesulit ini Alexa menghapua nama Adam dari hatinya tapi pria itu kembali dengan menawarkan cinta yang sama.


"Maafkan aku kak." entah untuk siapa maaf itu Alexa tunjukan. Alexa menangis sambil memeluk lututnya sendiri untuk beberapa saat.


Zayn segera kembali menaiki ranjang saat di rasa Alexa menyudahi tangisnya. Zayn menarik selimut dengan terburu-buru, berbaring menghadap ke sembarang arah, membelakangi sisi kosong yang akan Alexa tempati.


Alexa bernapas lega saat Zayn masih di tempatnya, ia kemudian mulai menaiki ranjang dan menarik selimut agar menutup tubuhnya.


Alexa merapatkan tubuhnya hingga menempel di punggung Zayn membuat Zayn terkesiap. "Maaf." Alexa membisikan kata itu kemudian membelitkan tangannya mendekap pinggang Zayn.


Zayn memaku, apa maksud Alexa bertindak demikian? Tapi selanjutnya Zayn menemukan jawabannya saat Alexa bergunam kembali. "Aku tak bermaksud menghianatimu dengan mengangkat panggilan dari kak Adam. Sungguh aku tak tau jika itu adalah dirinya." Alexa melepaskan pelukannya kemudian neringkuk membelakangi Zayn.


Zayn merasa tak rela saat Alexa melepaskan pelukannya, sehingga ia berbalik badan dan bergantian memeluk Alexa dari belakang.


"Sayang Papa dingin. Boleh ya meluk kamu?" Zayn berujar dengan suara seksinya, Zayn berusaha terdengar seserak mungkin agar Alexa percaya jika ia baru terjaga.


Alexa di buat meremang saat Zayn memanggilnya sayang, tapi hal itu tidak bertahan lama, Alexa baru menyadari jika yang di panggil sayang oleh Zayn adalah bayinya, terbukti dengan Zayn yang mengelus-elus perutnya. Untung saja Alexa tidak menjawab, melarang atau sekedar mempersilaahkan. Sungguh jika Alexa merespon Zayn ia akan di buat malu.


Dekapan hangat Zayn membuat Alexa nyaman dan kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2