Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Wanita selalu benar


__ADS_3

Zayn berangkat kekampus dengan Alexa kebetulan Zayn memiliki jadwal untuk mengajar di kampusnya. Sedangkan Hanna sudah berangkat lebih dulu karna ada urusan bersama sepupunya Lula.


"Kak mampir di bubur ayam depan ya." Alexa sudah merasa perutnya kembali lapar meskipun baru beberapa saat lalu melahap sarapannya. Zayn mau heran tapi Alexa tengah hamil, jika ia berbicara Zayn khawatir Alexa akan tersinggung.


"Ya." Zayn memarkirkan mobilnya, di kedai bubur ayam yang kebetulan bersebelahan dengan kedai mie ayam.


"Makannya di mobil saja ya. Takutnya malah telat." Zayn meminta Alexa untuk menunggu di mobilnya saja, lagi pula di sana tidak terlalu mengantri. "Tepaplah di sini aku tak akan lama."


"Kak sekalian beli mie ayamnya ya."


Zayn yang sedari tadi diam mulai bertanya. "Memangnya kau bisa memakan semuanya?"


"Belikan saja kak! Lagian hanya beberapa rupiah tak akan membuat kak Zayn miskin." Alexa berujar dengan kesal, kedua tangannya ia lipat di depan dada.


Sebenarnya ini bukan tentang uang, Zayn tidak keberan jika harus membelikan keinginan Alexa, hanya saja Zayn takutnya Alexa malah membuang-buang makanan. Dan Zayn tidak menyukainya, karna mubazir sebagian dari sofat setan.


"Baiklah." tak ingin berdebat lebih jauh Zayn turun dari mobilnya, sebelum pergi Zayn iseng meremas satu kelembutang milik istrinya, yang ia rasa semakin hari semakin berisi.

__ADS_1


"Kak Zayn!" Alexa melotot dengan tindakan Zayn, sedangkan Zayn hanya tertawa memamerkan barisan giginya yang rapih.


Cukup lama Alexa menunggu di dalam mobilnya, hingga dirinya tak sabar dan segera menghubungi Zayn menggunakan ponselnya.


Panggilan Alexa Zayn abaikan, karna dirinya kini tengah berjalan menuju parkiran dengan satu porsi bubur juga dengan satu porsi mie ayam di tangannya.


Alexa tidak henti-hentinya melakukan panggilan kepada Zayn. Sedangkan Zayn hanya melirik sekilas ponsel dalam genggamannya yang menampilkan kontak yang menelponnya, My Wife calling.


Saat tiba di dalam mobil Zayn di suguhi raut wajah Alexa yang tetlihat sangat kesal kepadanya.


"Nanggung, aku tengah berjalan saat kau panggil." Zayn menyerahkan dua kantung makanan yang di minta oleh Alexa, ia kembali menghidupkan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.


Alexa yang semula terlihat merajuk kini mulai memperlihatkan senyumannya, moodnya kerap kali berubah-ubah di karnakan hal sepele.


"Terima kasih." Alexa membuka kedua bungkusan yang di bawa oleh Zayn, Zayn tak ingin berkomentar dirinya tak ingin membuat Alexa kembali kesal terhadap dirinya.


Alexa melihat bubur yang di bawa Zayn, sesuai seleranya bubur ayam itu tak memakai daun bawang juga emping.

__ADS_1


Alexa semakin tak sabar, dirinya meraih sumpit di bungkusan mie ayam dan segera melahap suiran ayam yang terdapat di atas buburnya menggunalan sumpit.


Tutorial mempersulit hidup, makan bubur menggunakan sumpit.


Zayn bahkan mengerem mobilnya secara mendadak saat mendapati Alexa memakan buburnya dengan sumpit. Alexa yang terlihat kesulitan mendekatkan sterofom buburnya ke dekat mulutnya, dan dengan susah payah memasukan bubur kedalam mulutnya.


"Astaghfirullah, Alexa. Kan ada sendok, mengapa kau memakan bubur dengan sumpit?" Ini benar-benar di luar nalar Zayn belum pernah melihat orang memakan bubur menggunakan sumpit sebelum ini.


"Ga mau aku ingin makan bubur menggunakan sumpit, itu sebabnya aku meminta kak Zayn membeli mie ayam karna aku butuh sumpitnya. Mienya biarkan buat Hanna saja." Alexa berujar enteng membuat kepala Zayn terasa berdenyut.


"Ada-ada saja kau Alexa, itu sulit. Kau bahkan terlihat sangat kesulitan."


"Aku yang sulit kenapa kau yang ribet sih.?"


"Terserah kau saja Alexa." Zayn malas berdebat dengan wanita karna sampai kapanpun dirinya tak akan pernah menang.


Zayn mengerti satu hal, wanita itu selalu benar. Dan jika wanita salah maka pria lebih salah. Entah siapa yang menciptakan rumus itu, nyatanya Zayn harus mengikuti aturan permainannya.

__ADS_1


__ADS_2