Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Apa kau terpaksa?


__ADS_3

"Zayn ... Zayn ..."


Mama Lexi memanggil putra, ia ingin pergi ke toilet. Zayn sudah berpesan jika hendak pergi ke kamar mandi agar membangunkannya. Namun sepertinya Zayn baru saja terlelap, hingga beberapa panggilan yang di lakukan mama Lexi tak membanhunkan Zayn. Pria tampan itu masih terlelap dengan tubuh Alexa sebagai gulingnya.


"Zayn ... Zayn ..."


Berkali kali Mama Lexi memanggil putranya, hingga Alexa yang tertidur di pelukan Zayn terbangun secara perlahan.


"Ya Allah Mama."


Alexa segera menyugar pelukan Zayn dan membangunkan suaminya. "Kak, Bangun. Kak Zayn bangun." Alexa membangunkan Zayn dengan mengguncang pelan bahu serta tubuh Zayn yang lain.


"Ya Sayang ada apa?" Zayn menyipitkan matanya.


"Mama Kak."


Zayn langsung terduduk dan mengucak matanya.


"Zayn Mama mau ke kamar mandi. Mama memanggilmu sejak tadi." Mama Lexi langsung berujar.


"Maaf Ma. Zayn terlalu pulas tidurnya. Semenjak menikah dengan Alexa, kualitas tidur Zayn sangat baik." Zayn menggendong Mamanya, sedangkan Alexa mengikuti dengan membawa inpusan mama Lexi.


"Tentu saja tidurmu sangat nyenyak, wajahmu sangat sopan terbenam di antara kelembutan istrimu."


Uhuk ...


Alexa yang berjalan di belakang keduanya bahkan tersedak liurnya sendiri, atas perkataan mama mertuanya yang tepat sasaran.


"Ish mama ini."


Alexa membukakan pintu kamar mandi.


"Kak Zayn keluar dulu biar aku yang membantu Mama." Alexa menyuruh suaminya untuk keluar setelah berhasil mendudukan Mamanya di closet duduk.


Dengan telaten Alexa menaikan pakaian mama mertuanya dan membantu Mama mertuanya untuk buang air kecil.


"Kak Zayn sudah." Alexa memanggil dari dalam toilet.


"Terimakasih, karna sudah membantu Mama."


Cup ...


Satu kecupan lembut Zayn hadiahkan di bibir Alexa.


"Kak Zayn malu ih, nyosor mulu sih heran aku." Alexa mengelap bibirnya menggunakan punggung tangannya ia malu sangat malu, suaminya menciumnya di depan ibu mertuanya sendiri. Ini gila namanya.

__ADS_1


"Zayn berhenti membuat malu istrimu! Jika kau ingin bermesraan jangan di depan Mama, kan Mama jadi sedih keinget Papa terus." Mama Lexi mengingat keadaan Papa Kahfa dan berharap jika suaminya akan baik baik saja.


Zayn tak menanggapi ucapan Mamanya, ia kembali menggendong dan menidurkan Mamanya di brankar pasien.


"Kalian tidurlah lagi ini masih malam. Mama juga mau tidur lagi."


"Kak Zayn tidur di sopa saja. Abisnya kak Zayn nakal jika tidur, malu ntar mama lihat lagi." Alexa memelankan suaranya berharap agar mama mertuanya tidak mendengar perbincangannya. Namun sialnya Zayn malah menolak dengan meninggikan suaranya, sepertinya sengaja agar di dengar langsung oleh Mama Lexi.


"Mana bisa seperti itu. Kita harus tidur bersama. Sunah berada di selimut yang sama Alexa. Mana bisa kau menyuruhku tidur di sopa."


Kedua bola mata Alexa bahkan sampai membola saat dengan sengaja Zayn meninggikan suaranya.


"Kak Zayn."


"Alexa, kasihan Zayn jangan menyuruhnya tidur di sofa, sejak kecil Zayn sudah terbiasa tidur di Kasur." Mama Lexi terlihat tak terima saat Alexa menyuruh Zayn tidur di atas sofa.


"Iya, Ma."


.


Sudah hampir seminggu Mama Lexi di rawat di rumah sakit, dan selama itu pula Zayn dan Alexa menginap di rumah sakit untuk menemani Mama Lexi.


Pagi-pagi sekali Papa Kahfa sudah tiba di ruang inap istrinya, Zayn sudah rapi dengan kemejanya. Mama Lexi juga wangi karna sudah di mandikan Alexa. Ya Alexa tidak membiarkan Mama mertuanya di mandikan perawat dia sendiri yang memandikannya dengan air hangat, setiap hari pagi dan sore. Alexa benar benar merawat ibu mertuanya denan sangat baik.


Alexa terlihat masih bergelung dengan selimutnya di atas kasur busa, ia malas mandi, rasanya tubuhnya benar benar lelah sekarang.


"Papa bawa sarapan apa? Zayn lapar."


"Bawa nasi uduk Zayn. Oh ya, apa Alexa sakit? Tumben sekali masih tidur."


Zayn melepas tempat makan yang sempat ia pegang tadi, kemudian ia mendekat ke arah Alexa meringkuk. Ia letakan punggung tangannya di atas kening sang istri. "Enggak panas." gunamnya.


"Sayang apa kau sakit? Atau ada keluhan." Zayn mengguncang pelan tubuh istrinya.


"Tidak kak, aku hanya mengantuk saja." Alexa menyaut dengan mata terpejam.


"Makan dulu mau?"


"Nanti saja kak. Aku masih mengantuk, kak Zayn makanlah lebih dulu." Alexa mengubah posisi menjadi membelakangi Zayn.


Kondisi Alexa itu terus berlanjut hingga beberapa minggu setelah kepulangan Mama Lexi dari rumah sakit.


Alexa juga menunjukan hal hal aneh lainnya, sering mengantuk juga malas mandi.


Zayn sempat curiga jika Alexa tengah hamil lagi, karna ia juga melewatkan tamu bulanannya sebanyak dua kali, namun saat di tes hasilnya negatif sehingga Zayn menganggap jika Alexa mengalami mood yabg kadang berubah ubah itu hanya karna perubahan hormon saja. Bisa jadi Alexa jenuh atau terlalu lelah karna merawat mama Lexi sudah lebih dari dua bulan.

__ADS_1


Sedikit sedikit Mama Lexi sudah bisa berjalan, meskipun harus menggunakan alat bantu.


"Kak. Aku merasa Alexa sedang tidak baik akhir akhir ini." Hanna memasuki ruang kerja kakaknya. "Apa Alexa merasa tertekan atau tak nyaman karna kak Zayn tak mau melepaskannya?" Hanna menghentikan kegiatan Zayn yang tengah memeriksa laporan keuangan di perusahaannya.


"Memangnya Alexa mengatakan sesuatu terhadapmu Ann?" Zayn menutup dokumen, ia mendekat kearah sang adik. Ia juga merasa heran dengan Alexa yang terkesan lebih banyak diam. Istrinya itu bahkan sering tidur lebih awal.


Apa memang benar yang di katakan Hanna jika Alexa benar benar ingin berpisah darinya? Tapi setelah dari sepulangnya dari rumah sakit waktu itu Alexa tak pernah mengungkit tentang perceraian mereka, bahkan Alexa sudah membatalkan gugatannya ke pengadilan. Dan sekarang Zayn tengah membuatkan rumah megah sesuai yasng Alexa inginkan. Masa ia Alexa tertekan dan membatin saat hidup bersamanya?


"Tidak sih Kak, tapi aku melihat Alexa jadi muram, wajahnyapun sekarang terlihat kusam juga tubuhnya seakan lebih kurus. Setiap hari juga Alexa sering menghabiskan waktu di kamar. Anna takut Alexa tertekan dan hanya memendam semuanya sendiri karna kakak tak mengabulkan keinginannya untuk berpisah."


"Tapi Alexa tak pernah menyinggung, apalagi mengungkit perpisan Ann!"


"Bukankah kakak yang melarangnya?"


Zayn bungkam. Benar apa yang di katakan Hanna, ia melarang Alexa untuk tidak mengabsen perceraian. Tapi apa benar jika Alexa sangat terpaksa menjalani pernikahan dengannya.


"Kakak akan bicarakan ini dengan Alexa."


Zayn juga mengingat jika Alexa kerap kali terbangun di malam hari setelah terlelap, istrinya itu bahkan sering membaca ayat suci A-quran tengah malam. Dan setelah subuh Alexa akan kembali tertidur hingga ia pamit untuk berangkat bekerja pun Alexa tidak bangun, sarapannya pun bahkan menjelang siang.


Sejujurnya Zayn juga tak nyaman dengan perubahan Alexa.


Zayn juga pernah mengajak Alexa untuk periksa ke dokter, tapi memang Alexa menolaknya karna ia merasa tak sakit.


Malam harinya.


Zayn baru pulang dari mesjid, ia bahkan izin saat memiliki kelas, ia ingin berbicara dengan Alexa, karna jika ia mengajar lebih dulu bisa saja saat ia pulang Alexa sudah terlelap.


"Assalamualaikum."


Zayn membuka pintu kamar, terlihat Alexa tengah berada di depan meja riasnya, wsnita itu tengah menyisir rambut kecoklatan miliknya.


"Kau sedang apa?" Zayn mendekat dan berhenti di belakang tubuh Alexa yang terduduk. Satu kecupan mendarat di puncak kepalanya.


"Aku tengah menyisir rambutku."


Zayn mengambil alih sisirnya dan melanjutkan kegiatan istrinya merapikan rambut.


"Kau bahagia saat hidup denganku?" Tanya Zayn, ia menunduk menatap kepala Alexa yang tengah ia sisir, ia tak siap seandainya Alexa mengatakan tidak.


Alexa menatap Zayn dari pantulan cermin, wajah pria itu terlihat suram dengan memaksakan senyum sesekali di sudut bibirnya.


"Ada apa? Tumben sekali kau bertanya begitu?"


"Aku melihat kau tertekan saat bersamaku Alexa." Akhirnya Zayn memberanikan diri untuk menatap manik berwarna kenari yang selalu membuatnya tenggelam dalama buai dunia.

__ADS_1


"Tubuhmu semakin kurus, juga wajahmu yang terlihat menirus. Apa kau terpaksa menjalankan rumah tangga kita?" suara Zayn bahkan bergetar di akhir kalimatnya.


__ADS_2