Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Mama pasti ngerti


__ADS_3

Alexa melotot saat tangannya menggenggam sesuatu. Bahkan Zayn menggerakannya maju mundur. "Dia merindukan pemiliknya." Zayn kembali berbisik.


Alexa mengerjapkan matanya berkali-kali. Ya ampun Zayn tak berubah mesumnya masih sama, ia diam hanya saat di hukum saja.


Alexa dapat merasakan denyutan benda itu di dalam genggamannya, ada yang berdenyut tapi bukan jantung.


Dan sialnya Alexa justru menikmati sesuatu yang hangat itu dalam balutan tangannya yang tidak bisa ia genggap seluruhnya karna diameternya sangat mengagumkan.


"Aku sudah boleh melakukannyakan?" Zayn menyelipkan kedua belah tangannya diantara kedua ketiak istrinya kemudian mengangkatnya ke atas meja rias di hadapannya. Zayn mendudukan Alexa di sana.


Wajah Zayn mendekat, memangkas jarak antara bibirnya dan bibir Alexa. Bibir tebal Zayn terbenam diantara belahan bibir Alexa yang ranum.


Ciuman panas itu terjadi, Zayn menekan tengkuk Alexa untuk mempedalam ciuman. Alexa yang masih menggenggam milik Zayn mencubit ketegangan suaminya, sehingga Zayn dengan repleks melepas tautan mereka. Bibir Alexa memantul di tempatnya setelah Zayn melepaskan ciumannya.


"Dasar nakal!" Zayn mengusap belahan bibir istrinya yang membengkak karna ulahnya, menggunakan ujung ibu jarinya.


Zayn membuka jas yang ia kenakan kemudian menjatuhkannya. Ia juga menaikan gamis Alexa kemudian meloloskan sesuatu berbentuk segi tiga yang menjadi pelinding daerah istrinya.


Zayn melabuhkan kembali ciumannya berbarengan dengan tangannya yang menyelinap diantara kesempitan istrinya, memaikannya dengan lihai hingga Alexa mengeluarkan suara yang tertahan.


Zayn melutut tepat di hadapan istrinya, ia menekuk kedua pangkal pa ha Alexa, sehingga sesuatu yang sangat indah menurut Zayn terpampang nyata tepat di hadapan wajahnya.


"Kakak mau apa? Jangan seperti ini. Aku malu kak!" Alexa memerapatkan kedua kakinya, namun tak bertahan lama Zayn kembali mengurainya.


"Jangan malu. Ini sangat indah."


Zayn mendekatkan wajahnya dan mengecup sesuatu yang mere kah itu. "Aromanya sangat memabukan. Aku suka."


Sesaat kemudian Zayn membenamkan bibirnya di sana, menye sap segala rasa yang di miliki istrinya.


"Kak Zayn ngapain?"


Mulut dan otak Alexa bekerja tak seiras.

__ADS_1


"Jangan kak! Ini tidak sopan." mulutnya melarang tapi tangannya semakin menekan kepala Zayn sehingga semakin dalam terbenam. Zayn menelan senyumannya. Alexa dalam kendalinya.


Setelah menurutnya cukup Zayn menarik diri, sedangkan Alexa terlihat tak suka, sebentar lagi ia akan sampai, tapi Zayn malah menarik dirinya.


"Lain kali aku ingin hal yang serupa." Zayn membenamkan ciuman kembali di bibir Alexa, seakan ingin memberitahu Alexa akan rasa dirinya sendiri.


Tanpa melepas pakaian mereka, Zayn menyatukan diri dengan istrinya.


Setelah sebelumnya membaca doa terlebih dahulu.


Mama Lexi sudah siap, dan turun dari lantai atas, ia menanyakan keberadaan Alexa terhadap putrinya Anna.


Hanna yang tengah fokus bermain ponsel mengatakan jika Alexa masih di kamarnya, ia terlupa tidak mengatakan jika Zayn sudah pulang.


Mama Lexi yang tidak tau menau akan kedatangan putranya, sehingga ia melenggang memasuki kamar Alexa, kamarnya tidak tertutup tapat sehingga ia langsung masuk.


"Sayang sudah siap be-" belum sempat Mama Lexi menyelesaikaikan ucapannya. Ia terpaku melihat putranya bergerak tak lazim dengan Alexa yang terduduk di atas meja rias, dengan kedua kaki di antara kiri dan kanan tubuh Zayn. Meski Zayn masih berpakaian lengkap Mama Lexi yakin jika mereka tengah melakukan sesuatu, di atas lantai juga terdapat dalaman milik Alexa yang berwarna hitam.


Beruntung letak meja rias menghadap ke pintu sehingga tubuh Alexa terhalang tubuh kekar Zayn.


"Astaghfirullah Zayn."


Baik Zayn maupun Alexa sama-sama terkejut. Bukannya memisahkan diri Zayn justru membenamkan dirinya semakin dalam. Zayn bahkan mendekap tubuh Alexa menyembunyikannya Di antara tubuhnya yang lebar. Zayn menoleh ke arah Mamanya dengan amat malu, wajahnya bahkan sudah semerah tomat masak yang baru selesai petik.


"Ya Allah Mama kebiasan!" Zayn bahkan meninggikan suaranya. Antara kesal dan malu yang bercampur menjadi satu.


"Sudah Zayn sering katakan jika masuk kamar Zayn ketuk pintu dulu Ma!"


Alexa hanya diam di pelukan Zayn, ia deg-degan luar biasa seakan ketahuan mencuri oleh mama mertuanya.


"Dasar ceroboh." Mama Lexi menutup kasar pintu yang ia buka tadi. Hingga menimbulkan dentuman. Ia berjalan dengan marah yang bersungut-sungut akan kelakuan putra dan menantunya.


Mengapa bisa mereka seceroboh itu. Untung saja ia tidak melihat langsung penyatuan mereka.

__ADS_1


Mama Lexi marah bukan karna kelakuan mereka, tapi karna kecerobohan mereka, bagai mana bisa mereka tak hati-hati. Apa susahnya mengunci pintu lebih dulu? Bagaimana jika bukan dirinya yang masuk kamar mereka? Dan dari suara yang Mama Lexi dengar putranyalah yang paling bersemangat. "Aneh, Zayn persis seperti Kahfa dalam hal apapun, termasuk raung annya di kala tengah dilanda kenikmatan. Padahalkan papanya Kahfi." Gerutu Mama Lexi.


"Mama bicara apa sih. Marah-marah mulu."


"Kenapa ga bilang jika kakakmu sudah pulang?" Lexi turut memarahi putrinya, jika saja ia tau Zayn pulang ia tak akan dengan lancang memasuki kamar menantunya, apa lagi Zayn habis dinas dari luar kota pasti yang di cari tentu istrinya, karna suaminya pun demikian. Para pria memang sama pikiran dan kelakuannya. Pasti tidak jauh-hauh dari hal itu.


"Heheh, lupa Ma. Lagian kenapa sih sampe marah kaya gitu? Kaya abis liat setan saja." Hanna kembali bermain ponsel.


"Bukan hantu lagi, Mama habis lihat sesuatu yang lebih horor dari hantu."


Mama Lexi tidak bisa membayangkan bagaimana jika yang memergoki Zayn dan Alexa adalah pekerja di rumahnya, atau Hanna putrinya. Sungguh sepasang suami istri itu tak tau tempat jika berbuat iya-iya.


"Ayo berangkat keburu siang." Mama Lexi menarik tangan Hanna.


"Tapi Alexanya gimana?"


"Udah biarin, udah ada kakakmu." Mama Lexi menarik tangan putrinya untuk pergi jalan jalan sekalian makan sian.


"Kak Zayn aku malu. Mama pasti liat kelakuan kita." Alexa berdesis.


"Udah biarkan saja. Mama juga pernah muda, dia pasti faham apa yang kita lakukan." Meski malu Zayn tetap melanjutkan aktifitasnya.


Siapa yang tak akan malu saat orang tuanya memergoki dirinya sendiri tengah menafkahi sang istri, bahkan Zayn selalu berbicara tak jelas saat tengah menikmati istrinya.


"Kakak kenapa ga kunci pintu sih?"


"Aku tak ingat, pikiranku terlalu fokus ke hal ini." Zayn terus memacu tubuhnya.


Alexa gelisah, ia sangat-sangat malu. Ibu mertuanya memergoki dirinya yang tengah di gagahi oleh putra dari ibu mertuanya itu. Apa yang akan Alexa katakan saat Mama Lexi mengintrogasinya nanti.


"Jangan dipikirkan. Mama pasti ngerti kok." Zayn kembali melanjutkan kegiatannya seakan masalah tentang Mama Lexi memergokinya bukanlah masalah besar.


"Nanti aku akan bicara pada Mama."

__ADS_1


__ADS_2