Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Tidak untuk sekarang


__ADS_3

Zayn masih terjaga meskipun jam di dindingnya sudah menunjukan pukul 11 malam entah mengapa ia tak dapat memejamkan matanya, padahal Zayn berbaring sudah dari satu jam yang lalu. Hatinya gelisah juga pikiran yang berlarian tak tentu arah.


Setelah pernikahannya terjadi baru Zayn berpikir apakah keputusannya menikahi Alexa benar atau tidak. Yang jelas dirinya sudah melaksanakan tanggung jawab, tentang bagaimana pernikahan mereka selanjutnya cukup menjadi misteri dalam hidupnya.


Zayn baru teringat jika Alexa belum memeriksakan kehamilannya ke dokter. Ia juga belum berjiarah ke makam Papa kandungnya Papa Kahfi, juga ke makam almarhumah Mamanya Alexa, karna mencari keberadaan Alexa yang hilang kemarin kemarin.


Karna Zayn tidak dapat memejamkan matanya akhirnya pria itu terbangun dan hendak menuju ke kamar adiknya, hanya untuk memastikan Alexa sudah tidur atau belum.


Entah ikatan batin atau apa, saat Zayn hendak mengetuk pintu kamar Hanna, bahkan tangannya sudah terangkat untuk mengetuk pintu kayu berwarna putih itu. Tiba-tiba Hanna membuka pintunya, bahkan Zayn sampai terjingkat karna terkejut.


"Kak." Hanna sama terkejutnya mendapati Zayn di depan pintu kamarnya.


"Ada apa Anna?" Zayn melihat wajah panik adiknya.


"Aku mau ambil air hangat kak. Sejak tadi Alexa tak berhenti muntah." Tidak ingin mendengarkan penjelasan lebih lanjut dengan keadaan istrinya, Zayn menyelonong masuk melewati Hanna bagitu saja.


Terlihat Alexa berbaring setengah bersandar di headbord tempat tidur, dengan bantal yang sudah di susun sedemikian rupa. Sedangkan Hanna melanjutkan langkahnya mencari air hangat.


Zayn memelisik wajah Alexa yang pucat pasi, Mata Alexa terlihat di pejamkan paksa, keningnya tampak mengerut dengan keringat yang mengembun di sana. Deru nafasnya masih memburu. Juga dengan sekitar mulut dan dagu Alexa yang basah.


Zayn masih berdiri di tempatnya, tangan kurus istrinya mendekap perutnya sendiri, membuat Zayn merasa semakin bersalah, karna perbuatannya Alexa harus merasakan fase morning siknes yang menyiksa.


Mual yang sedari tadi menyerang Alexa kini menyerangnya kembali, perutnya terasa di aduk-aduk dan Alexa segera membuka matanya dan berjalan dengan terburu-buru ke kemar mandi hanya untuk memuntahkan isi perutnya.


Zayn mengekori langkah Alexa yang kini tengah memuntahkan cairan bening dari mulut dan hidungnya.


"Huek ... Huek ..." Alexa terlihat kepayahan mengeluarkan isi perutnya yang berupa cairan.


Tangan Zayn ragu-ragu untuk membantu Alexa, sebelum malam panjang antara dirinya dan Alexa, Zayn belum pernah menyentuh tubuh wanita manapun. itu sebabnya Zayn ragu. Tapi saat Zayn mengingat Alexa adalah istrinya keraguan itupun sirna, ia berhak menyentuh tubuh Alexa bagian manapun.


Zayn mengusap punggung Alexa juga memberikan pijatan lembut di tengkuk istrinya.


Rasa mualnya masih mendera meskipun sudah tidak ada yang hendak di muntahkan oleh Alexa.


"Mual kak." Alexa berujar litih menatap wajah Zayn yang mana tangan Zayn kini tengah mengusap keringat di dahinya.

__ADS_1


"Besok kita periksa ya." Zayn bahkan tanpa canggung mengusap dagu Alexa yang basah oleh bekas muntahan.


"Tapi menurut artikel yang ku baca mual di awal semester wanita hamil itu wajar kak."


"Aku tau itu wajar, tapi tidak ada salahnya kita memeriksakannya, semoga saja ada obat yang bisa menghilangkan atau meringankan rasa mualnya." Zayn membasahi tangannya dan membersihkan mulut Alexa dari cairan yang masih mengotori dagunya. Zayn juga membawa Alexa keluar dari kamar mandi.


"Ale ini air hangatnya." Hanna membawa segelas air hangat dan memberikan pada Alexa yang kini duduk di tepi ranjang.


Alexa meneguk air itu beberapa tegukan, ia tak ingin kembali mual saat memaksakan diri meminum terlalu banyak air. Alexa mengambil minyak angin yang terdapat di atas nakas.


"Anna, tolong baluri punggungku dengan minyak kayu putih ini." Alexa menyodorkan botol kecil ke hadapan Hanna.


Zayn langsung menyambar botol itu. "Ayo kekamar kita! Aku akan membalurkan minyak ini ke punggungmu." Zayn menarik tangan Alexa menuju kamarnya.


Saat Hanna hendak protes dan melarang kakaknya untuk membawa Alexa, Zayn menatapnya dengan tajam sehingga Hanna tidak mampu berkutik.


"Ingat Hanna! Ada batasa-batasan yang perlu kau perhatikan sekalipun dengan sesama wanita. Lagi pula Alexa sekarang istri kakak, jangan terlalu banyak ikut campur." Zayn membawa Alexa menuju kamarnya yang terletak di lantai dua.


Baru setengah jalan Alexa sudah berhenti di anak tangga urutan ke 8. "Aku lemas kak, rasanya aku tak sanggup untuk melanjutkan menaiki tangga." Alexa duduk di tangga dan menatap undakan demi undakan tangga yang melingkar di depannya.


"Baiklah, besok kita pindah kamar. Tapi untuk malam ini kita tidur di atas. Ayo!" Zayn menarik tangan Alexa yang terduduk untuk bangun.


"Tidak mau. Aku lelah, kau kan tau aku habis muntah. Ini juga karna kak Zayn juga." Alexa mengerucutkan bibirnya.


"Alexa. Cepat lah, jangan membuat drama! ini sudah malam."


"Kak aku beneran lemas." Sulit sekali membuat Zayn peka, padahal Zaynkan bisa menggendong tubuhnya yang mungil. Postur tubuh kekar Zayn, Alexa yakin Zayn tidak akan kesulitan membawa Alexa hingga ke kamar mereka.


"Paksakan saja Alexa, tak mungkin juga aku melemparkan tubuhmu sampai ke atas." Zayn benar-benar tidak peka, Alexa persis seperti anak kecil yang merajuk.


Ya sudahlah jika Zayn tidak peka juga, Alexa memang harus belajar blak-blakan, mengatakan apa yang ia inginkan kepada Zayn. Dari pada Alexa harus cape-cape maen kode-kodean, sedangkan yang di kasi kode malah lurus-lurus saja.


Alexa harus sadar satu hal Zayn bukan Adam. Zayn dan Adam adalah dua pria dengan sifat dan karakter yang berbeda.


"Gendongg." Alexa merentankan kedua tangannya dengan wajah pucat yang sengaja ia dongakan untuk menatap eksperi Zayn.

__ADS_1


Zayn menukik satu alisnya penuh selidik. "Ya Allah Alexa, kau itu benar-benar. Tuhan memberikanmu kaki untuk berja-"


"Ya sudah jika kau tidak mau." Alexa berdiri dan menuruni satu tangga, berpura-pura akan kembali ke kamar Hanna.


Zayn mencekal tangan Alexa dan menghembuskan nafasnya. "Baiklah." Zayn menuruni dua anak tangga sehingga Zayn berdiri di bawah kaki Alexa, meski Zayn berada di bawah satu tangga yang di pijak Alexa tapi Zayn masih terlihat tinggi di bandingkan istrinya.


"Dasar manja." Zayn menyelinapkan tangannya di antara ketiak Alexa dan perpotongan lutut istrinya.


"Kau harus terbiasa memiliki istri manja Kak, aku akan melatihmu." Alexa terkikik di antara gendongan suaminya, ia juga berpegangan erat di leher Zayn karna takut terjatuh.


Zayn melangkah nenaiki satu persatu anak tangga.


"Kak, wangimu enak. Aku menyukainya." Alexa mendongak dan menggosokan wajahnya di dada pidang milik suaminya.


"Diam Alexa! Jangan sampai aku melemparkanmu ke bawah- " Zayn berdecak.


"Kau tega ingin melukai bayimu sendiri?" Alexa mendelik tak percaya, apakah Zayn juga akan berkata pedas pada bayinya sendiri.


"Melemparkanmu ke bawah kungkunganku tak akan melukai bayi kita." Zayn berkata datar tapi tak dapat menyembunyikan kemesumannya.


"Dasar mesum."


"Wajar, aku normal."


"Katakan apa kau sudah mulai tertarik padaku? Kau meniduriku? Kau memaksaku untuk menikah, apakah kau sudah mulai mencintaiku?" Alexa ingin tau jawaban Zayn sekalipun ia menebak bahwa Zayn akan kembali mengatakan jika pernikahan mereka terjadi karna kesalahan yang menumbuhkan janin.


"Aku pria Alexa. Kau harus tau satu hal Alexa, seorang pria bisa meniduri wanita tanpa cinta. Saat hawa nafsu menguasai pria bisa menjadi seorang iblis." Alexa membenarkan ucapan Zayn, buktinya Zayn yang mempunyai ilmu, juga termasuk orang yang taat nyatanya terlihat seperti seorang cassanova saat menghabiskan malam dengannya.


"Jadi jangan memancingku, aku bisa saja mengulang malam itu tanpa perasaan apapun terhadapmu."


"Artinya kau benar-benar tidak mencintaiku?"


"Tidak untuk sekarang."


"Aku mengerti Kak. Aku tidak akan menggoda dan memperkosa kak Zayn lagi." Alexa akan membiarkan rumah tangganya berjalan mengalir layaknya air, ia tidak akan berusaha menaklukan Zayn, Alexa tak ingin menjadi orang lain hanya untuk membuat Zayn terkesan.

__ADS_1


Cukup untuk menjadi dirinya sendiri, Alexa akan siap mengakhiri apapun saat Zayn ingin menyudahi ikatan di antara mereka.


__ADS_2