
Zayn kehilangan kalimatnya, kata-katanya tertelan. Alexa cukup pandai berdebat, dirinya selalu memiliki alasan logis tidak selalu melulu tentang mengandalkan perasaan.
Alexa ingin sekali mencium Zayn, saat Zayn mengatakan akan mencoba membuatnya nyaman semampunya.
"Kak Zayn aku izin untuk manja. Sebab selama di rumah aku menjadi gadis mandiri setegar karang. Aku hanya manja pada kekasihku saja sekarang aku memiliki suami. Aku harap aku bisa bermanja terhadapmu."
"Hmm, tapi jangan berlebihan. Kau tau se kaku apa diriku." Zayn menegapkan duduknya.
"Ga papa Kak Zayn kaku, aku akan berusaha membuat kak Zayn bersikaf lembut kepadaku."
Cup ...
Alexa mengecup sekomlas pipi Zayn, membuat calon ayah itu salah tingkah. Astaghfirullah yan ada Zayn malah semakin keras jika Alexa bertingkah menggemaskan seperti ini. Ya Allah, sejak kapan Zayn mengatakan seseorang menggemaskan?
"Alexa tadi aku bertanya, apa kau menginginkan jambu air itu? Barang kali kau ingin yang seger-seger." Zayn memilih mengakhiri perumpamaan-perumpamaannya ia lebih tertarik dengan membuat Alexa nyaman dan percaya jika ia perduli terhadapnya.
"Aku akan mengambilnya jika kau ingin. Aku sendiri yang menanam pohonnya. Aku berpikir jika aku memiliki seorang putra aku akan mengajak putraku memanjat dan memetik buahnya." Zayn tersenyum menerawang, ia kembali berangan-angan tentang masa depannya yang cerah bersama keluarga kecilnya.
Alexa terlihat menimang-nimang, cuacanya mencmdung sedari pagi. Ia juga tidak terlalu menginginkan makan buah. Tapi Zayn terlihat bersemangat saat menawarinya barang kali Zayn benar-benar ingin dirinya mencicipi buah jambu Air yang di tanamnya belasan waktu lalu. Ya Alexa tau jika Zayn yang menanam buah itu, dan penyebabnya karna dirinya.
Dimasa lalu Alexa. Hanna dan Lula kerap kali di jaga oleh Zayn. Jika Hanna dan Lula adalah adik dan adik sepupunya lain halnya dengan Alexa, sedari umurnya masih sebelas tahun Alexa selalu di titipkan oleh keluarganya di karnakan mama Green dan Papa Azam harus bulak balik luar negri untuk mengobati Alisa yang sakit keras sedari bayi.
Sebelum Zayn menganggap Alexa adalah wanita liar yang bergaul bebas dengan banyak pria, Alexa merupakan gadis manis yang bermain dengan Hanna. Alexa kecil menyukai asinan buah begitu juga dengan Lula sepupunya, namun bedanya Alexa hanya menyukai buah jambu Air saja berbeda dengan Lula yang menyukai setiap buah.
__ADS_1
Hanna yang sedari dulu menyayangi Alexa memisahkan asinan buah yang di belikan Mama Lexi, miliknya, milik Alexa dan milik Zayn, Hanna pisahkan jambu airnya untuk Alexa, namun di saat Alexa tengah di suruh mengambil air minum oleh remaja pria yang tak lain dan tak bukan adalah Zayn, Lula datang dang langsung melahap semua asinan jambu air milik Alexa tanpa ijin terlebih dahulu sehingga Alexa menangis dan menyalahkan Zayn. Karna Zaynlah yang menyuruh Alexa untuk mengambil air.
Alexa kecil marah kepada Lula. "Tidak bisakah kau meminta ijin terlebih dahulu? Atau menyisakan pemiliknya sedikit."
"Alexa maafkan aku, lagi pula itu hanya buah." Lula kecil meminta maaf tapi sepertinya tidak tulus.
"Meskipun hanya buah tapi itu milikku, kau tidak berhak mengambil hak orang lain." Alexa berteriak di hadapan Lula. Tangisnya semakin menjadi karna masalah buah jambu, Alexa memang selalu menderama sejak kecil, Alexa terus menangis meskipun Hanna sudah memeluk dan menenangkannya.
"Alexa diamlah! Hanya asinan saja kau itu cengeng sekali." Zayn mulai terudik, terlebih saat Mama Lexi menegurnya dan menyuruhnya untuk mendiamkan Alexa.
"Kalian sama saja bisanya hanya menyalahkanku!"
"Alexa."
"Ini semu gara-gara kak Zayn. Jika kak Zayn tidak menyuruhku mengambil air aku masih memiliki asinan yang belum ku makan. Hikss ... Hikss ..." Alexa menangis kecil membuat Zayn tak tega.
Alexa bahkan sudah kenyang memakan jambu air yang di tanamkan Zayn kusus untuknya. Meski begitu Zayn selalu bertanggung jawab sedari dulu, Zayn selalu membuktikan ucapannya. Baginya seorang pria yang di pegang adalah ucapannya.
Manik Alexa di hiasi kaca-kaca kristal kala teringat kejadian beberapa tahun lalu. Ia terharu karna tindakan Zayn di masa lalu, meski Zayn selalu ketus padanya tapi jika dapat menyentuh hatinya Zayn akan melunak.
"Hey malah melamun. Mau tidak? ngerujak kayaknya enak."
"Tapi kita kan harus nganter papa mama ke bandara."
__ADS_1
"Itukan nanti sore selepas Ashar. Kita masih punya beberapa jam masa tak cukup buat manjat dan membuat rujak. Kecuali jika kau mau ku panjat untuk membuat anak." Zayn tertawa nyaring di sertai kerlingan matanya yang nakal.
"Iiihhh, kak Zayn." Alexa meninju pelan bisep suaminya yang keras.
"Ayo." Zayn meraih jemari Alexa untuk ia genggam. Belajar dari burung tadi, Zayn akan memperbaiki sikafnya.
Zayn memanggil Hanna juga Mamanya untuk membuat bumbu rujak, produksi liurnya meningkat kala Zayn membayangkan segarnya buah jambu aer yang merah, dengan rasa manis asam segar di padukan dengan bumbu rujak bikinan mamanya pasti sangat enak.
Zayn memanjat dan mengambil buahnya sedangkan Hanna dan Alexa menunggu Zayn di bawah pohon jambu, menangkap banyak buah jambu yang Zayn lemparkan menggunakan kain, karna kantong keresek yang di bawa Zayn sudah penuh.
"Aduh-aduh. Astaghfirullah ..." Zayn mengaduh dan segera turun dari pohon, banyak semut berwarna hitam yang menggigiti kulitnya dari mulai tangan, kaki hingga ke tubuhnya yang lain, bahkan wajah dan lehernya tak luput dari gigitan semut itu.
"Ale tolong aku!" sesampainya Zayn di atas tanah Zayn menaruh kantong yang berisi jambu yang langsung di raih Hanna untuk di cuci terlebih dahulu.
"Ale, tolong." Zayn berusaha mengusap beberapa bagian tubuhnya yang terdapat semut. Bahkan beberapa di antaranya sudah menggigit tubuh Zayn hingga meninggalkan ruam kemerahan juga menimbulkan bentol-bentol.
"Ya Allah, Kak Zayn."
"Ale, usap di punggungku! Semutnya menghigit aku tak bisa meraihnya." Zayn merasakan panas perih di tubuhnya. Ia juga tak bisa memamerkan tubuhnya yang kekar di tempat terbuka, hanya istrinya saja yang berjak menikmati tubuh berototnya. Sedangkan jika Zayn masuk dulu kedalam rumah memerlukan waktu, sudah pasti semut itu akan semakin menggigiti tubuhnya.
Alexa menyelipkan tangannya dan lentik ke arah punggung Zayn dan mengusap serta menepuk-nepuk semut yang di maksud Zayn sehingga Alexa dapat melihat beberapa semut yang jatuh dari tubuh Zayn.
"Di dadanya juga." Zayn memutar tubuhnya menghadap Alexa, sehingga Zayn dapat melihat kesempurnaan kecantikan sang istri. Jika saja Zayn todak mengingat berada di ruang terbuka mungkin bibirnya akan menyapa bibir Alexa yang terlihat menggoda.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari. Lula melihat adegan di mana Alexa menyentuh tubuh pria idamannya membuat amarah di diri Lula terasa mendidih. Lula berniat mengantar kue bikinannya untuk Zayn, kue yang merupakan kesukan pria itu. Namun Lula malah di suguhi pemandangan yang menggerahkan. Bahkan untuk kedua kalinya Lula melihat tatapan Zayn yang tak wajar.
"Ini tidak bisa di biarkan. Lihat saja! Aku akan meminta ayah dan ibu untuk melamar Kak Zayn untuk menjadi suamiku. Lagi pula Alexa tidak pantas dengan kak Zayn." Lula segera kembali ke rumahnya untuk membicarakan niatnya kepada orangtuanya.