Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Udah donk ngambeknya


__ADS_3

"Astaghfirullah kupikir dulu Kaylalah yang paling aneh. Ternyata istri Zayn jauh lebih aneh di bandingkan dengan istriku." Ghaza bergunam lirih. Zayn yang berada di sebelah Om Ghazapun menarik nafas panjang.


"Warna hijau urat nadi itu seperti apa? Aku belum pernah mendengarnya. Banyak hijau yang lain yang bisa kau kau pilih, lihatlah." Zayn menunjukan sample beberapa warna hijau.


"Ya Alexa, ini warna hijau sage sedang ngetren, atau hijau Armi, hijau lumut, hijau lime juga bagus atau ..." Alena memberi saran tapi Alexa menggeleng.


"Pokonya aku ingin kerudung hijau urat nadi." Kukuh Alexa.


"Suka-suka kau lah Alexa." Zayn mendengus.


"Aku tak akan pulang sebelum mendapatkan warna hijau itu."


"Ayo semuanya kita pulang. Matikan semua lampu! Jika Alexa mau di sini biarkan saja." Zayn meraih kunci mobil dari sakunya. Ia sudah lelah seharian bekerja dan Alexa sekarang malah bertingkah, perduli syaiton jika Alexa menganggapnya suami tak peka.


"Biarin aku akan menginap disini."


"Tapi ..." Tante Kayla tak tega terhadap Alexa yang tengah kebingungan melihat ke adaan.


"Ayo Ma, kita pulang. Di sinikan seram Ma, kata orang ada sosok pengganggu." Alena menakut-nakuti Alexa.


Ceklek.


"Aaaaa ..."


Alexa berlari mendahului semua orang saat lampu utama di matikan. Membuat Zayn ketar-ketir takut Alexa terjatuh.


"Dasar suami dzalim!" Alexa merajuk lagi, kali ini dirinya tidak mau pulang bersama Zayn. Lihat saja Alexa akan mendiamkan Zayn lebih lama dari biasanya.


Akhirnya Alexa pulang bersama keluarga tante Kayla, sedangkan Zayn mengikuti mobil mereka dari alah belakang. Sepanjang perjalanan Alena tak berhenti tertawa, ia merasa terhibur oleh Alexa, wanita hamil itu sangat asyik pantas saja Hanna sangat akrab dengan Alexa.


Alena kembali tersenyum kala melihat raut wajah Zayn yang memohon dan memelas agar Alexa pulang bersamanya, tapi wanita hamil itu tetap kukuh tak ingin satu mobil dengan Zayn. Alena merasa lucu saat wajah Zayn terlihat pasrah, lemah, dan tak berdaya. Alexa bisa menampilkan wajah lain dari sepupunya selain wajah datar.

__ADS_1


"Kesal banget sama kak Zayn. Selalu tak pernah mengikuti keinginanku." Alexa terlihat sangat kesal.


"Om Ghaza seperti kak Zayn gak saat tante Kayla hamil?" Alexa menanyai suami dari tante Kayla. Om Ghaza hanya mengulas senyum tipis.


"Om selalu bisa menuruti semua keinginan tantemu. Sehingga Alena terlahir cantik tanpa ngeces-ngeces." ujar Om Ghaza bangga dan repleks menepuk dadanya untuk membanggakan diri.


Alena tersenyum melihat ke harmonisan Mama dan Papanya, ia juga berharap semoga pasangannya kelak seperti Papa Ghaza yang selalu meratukan Mamanya dan menuruti setiap keinginannya. Tak sekalipun Alena pernah mendengarkan perdebatan keduanya, bukan karna di rumah tangga orang tuanya tak ada masalah papa Ghaza selalu mengalah dalam setiap situasi.


Di saat mama Kayla tengah di landa emosi dan berbicara maupun marah, Papa Ghaza hanya akan diam mendengarkan. Tidak sekalipun Papa Ghaza menyela ucapan mama Kayla, namun di saat marah mama Kayla sudah mereda Papa Ghaza baru membuka mulutnya dan membela diri ataupun menjelaskan. Sungguh pengendalian emosi yang sangat baik.


"Aku kesal sekali sama kak Zayn. Setiap aku menginginkan sesuatu pasti bilangnya aku mempersulit hiduplah, ngerjain dia lah, padahalkan gak gitu konsepnya." Alexa menggerutu.


"Memang apa yang membuat Zayn seperti itu.?" tante Kayla bertanya.


"Bukan niat membuka aib suami atau mengghibahnya ya tante kak Zayn itu memang sangat menyebalkan." Alexa menceritakan keinginannya yang makan bubur dengan sumpit, juga dengan dirinya yang menginginkan nangka.


Ghaza yang mendengar cerita Alexa sampai terpingkal di balik kemudi. "Ya Allah, maha suci engkau yang menjodohkan mereka." jangankan Zayn yang tingkat kesabarannya hanyacsebesar titik di sebuah buku. Inimah pria sabarpun akan mengeluh jika istrinya Alexa.


"Alexaaa, cobalah bertindak dewasa agar Kak Zayn cepat luluh terhadapmu." Saran Alena.


Ghaza berbisik kepada istrinya. "Mau bertaruh? Siapa yang akan lebih dulu bucin?"


"Pasti Zaynlah. Tak lihat keponakanmu yang tak berdaya menghadapi istrinya."


"Ya tebakan kita sama."


Sesampainya di depan rumah Zayn, Om Ghaza menghentikan mobilnya. Alexa pamit dan keluar dari mobil om Ghaza.


Alexa berjalan cepat menuju rumah mengabaikan Zayn yang memanggilnya secara berulang.


"Om rasa istrimu gak akan luluh sebelum mendapatkan kerudung warna hujau urat nadi." Teriak Ghaza sembari tertawa.

__ADS_1


"Tante tolong carikan warna yang di inginkan Alexa. Tak mudah meluluhkan rubah hamil itu. Keinginannya sangat mutlak dan tak bisa di rubah." Zayn berujar pada tantenya.


"Akan tante usahakan."


Zayn pamit lebih dulu, setelah menawari tante dan keluarganya untuk mampir.


Sekilas Zayn melihat Alexa kearah dapur dan mengikutinya. Alexa mengambil air mineral dari dalam lemari pendingin.


Zayn terus memperhatikan tanpa berniat menolong Alexa membuka segel tutup botol. Biasanya Alexa akan meminta tolong kepadanya sekalipun dirinua tengah mandi Alexa akan mendatanginya untuk membuka tutup botol, tapi sepertinya tidak untuk kali ini.


Alexa lebih memilih mengambil pisau dan memotong leher botol pelastik itu hingga airnya berceceran. Zayn terkesiap membolakan matanya dan mendekat ke arah Alexa yang tengah duduk meminum airnya. Psycho sekali istrinya itu.


"Alexa kau bisa meminta tolong kepadaku mengapa harus merusak botolnya." Zayn sudah berada di hadapan istrinya. Alexa memutar malas bola matanya, tanpa menyaut Alexa melangkah.


Zayn menghalangi langkahnya dengang cara berdiri di hadapan Alexa. "Jangan marah dan mendiamkan aku. Aku akan mendapatkan warna hijab yang kau mau."


"Omong kosong." Alexa memilih berlalu, tapi Zayn tidak membiarkannya.


"Aku lapar. Suapi aku ya. Tanganku masih sakit." Dusta Zayn.


"Minta di suapi Hanna saja aku malas."


"Lagi pula masa kau makan tak bisa manjat jambu bisa. Cuakkss." Ucap Alexa kesal. Zayn kuranng kreatif mencari alasan.


"Alexa jangan diam saja." Zayn mulai kepayahan dengan kebungkaman Alexa, wanita itu hanya membuarkan mulutnya mengatup sejak beberapa jam terakhir. Alexa bahkan tak mau di peluk olehnya. Setiap kali tangannya mengentuh tubuhnya Alexa menepisnya.


"Sekali lagi kau memelukku aku akan pindah." ancam Alexa.


Zayn Emosi, hidungnya bahkan sampai kembang kempis saking geramnya melihat tingkah Alexa. Berkali-kali Zayn mengucapkan isttighfar agar emosinya teredam dan tidak mengatajan seseatu yang dapat menyinggung Alexa. Zahn bahkan sampai menyuruh orangnya untuk mencarikan kerudung yang di maksud Alexa. Hanya agar gadis itu tak marah lagi.


"Alexa udah donk ngambeknya. Aku sudah menyuruh orang untuk mencari hijab kkeinginanmu." Zayn membujuk dengan kalimat lembut menurutnya, sedangkan menurut Alexa malah terdengar datar seperti jalan tol.

__ADS_1


"Ada barang ngambekku selesai, sebelum barang yang ku inginkan ada aku tak akan berbicara padamu." Alexa menutup seluruh tubuhnya hingga ke atas kepalanya menggunakan selimut.


"Ya Allah punya istri kayak gini amat." Zayn membatin.


__ADS_2