
"Duh jangan ngajak sekarang yank!" Zayn membalas kecupan istrinya dengan ******* kecil di bibir ranum istrinya.
"Idih. Kak Zayn terlalu percaya diri!"
"Allahu Akbar Allahu Akbar ..."
Terdengar suara adzan maghrib yang berkumandang di mesjid yang tak jauh dari rumah mereka.
"Ayo ambil wudhu." Zayn menurunkan Alexa yang srmula duduk di pangkuannya.
"Jija sudah ngajar langsung pulang ya aku ingin di kupasin buah melon sama kelengkeng." Akexa persis seperti seorang bocah, dirinya akan terus berkata jika keinginannya belum Zayn penuhi.
"Baik tuan Putri. Keinginamu adalah titah untukku." Zayn mengambil air wudhu lebih dulu dan pamit ke mesjid.
Selesai shalat maghrib, Alexa segera mencari keberadaan mama mertua serta adik iparnya. "Mama, Hanna, aku punya sesuatu untuk kalian." Alexa menyembunyikan perhiasan yang ia bawa di belakang tubuhnya.
"Tadaaa ..."
Dua buah gelang emas dengan model berbeda Alexa bawa untuk mertua serta iparnya.
"Wah. Indah sekali." Hanna langsung mengambil gelang miliknya begitu juga dengan mama Lexi.
"Ini untuk Mama."
"Alexa, siapa yang beli Nak?" Mama Lexi memperhatikan gelang indah di genggamannya.
"Alexa lah Ma. Pake uang kak Zayn. Tau sendiri Mama Alexa pengangguran sukses, jadinya sudah menjadi kewajiban Alexa untuk menghabiskan uang kak Zayn." Alexa tertawa renyah.
"Ma, Anna, alhamdulilah bayi kami sehat. Doain biar semuanya lancar." Alexa mengelus perut datarnya.
"Aamiin sayang. Kami juga sudah lihat vidio usg bayi kalian dari Zayn Lexa."
"Ia kak Zayn terlihat sangat bahagia Alexa, matanya berbinar binar saat tengah menceritakan keadaan bayi kalian. Terimakasih sudah membuat hidup kakakku berwarna Alexa." Hanna berujar tukus. Ia sangat senang melihat kakaknya dapat menunjukan berbagai ekspresi setelah menikah dengan Alexa. Karna sebelumnya Zayn hanya menampilkan wajah datarnya saja pada semua orang.
"Sama-sama. Tapi jangan aneh jika kakakmu bucin kepadaku." ujar Alexa kembali.
"Ih bagus banget." Mama Lexi memakai gelangnya.
"Ma, itu apa yang di meja makan?" Alexa menunjuk sebuah wadah yang berisikan sesuatu, seperti buah buahan dan agar agar.
"Es teler Ale, Mas Raffa yang buat, katanya resep dari restoran miliknya."
Alexa mendekat dan buah buah yang terdapat di tempat kaca itu merupakan buah buahan yang ia beli tadi.
"Inikan buah buahan milikku." Alexa segera membuka lemari pendingin dengan dua pintu bersisian untuk memastikan kebenarannya.
"Huaaa ... Benar yang di buat es teler merupakan buah buah yang aku beli." Alexa tiba tiba menangis sesegukan, moodnya langsung down dan memburuk.
"Mengapa suamimu tidak bilang dulu padaku. Padahal aku belum menyentuhnya lagi, alpukatku, nangkaku, juga mengapa Raffa mencampurkan banyak buah di es campurnya?" Alexa menangis sesegukan terdengar sedih dan menyayat hati.
"Alexa maafin mas Raffa ya, dia ga izin sama kamu." Hanna mencoba menenangkan iparnya yang tengah menangis.
"Sayang jangan menangis. Nanti kita beli lagi buahnya."
__ADS_1
"Mama tidak mengerti, aku dan kak Zayn memilih sendiri buahnya, rencananya melon dan kelengkeng mau aku makan setelah kak Zayn dari mesjid, tapi habis semua." Alexa terus menangis hanya karna perkara buah.
Hanna hendak membujuk Alexa namun mama Lexi berbisik. "Ann, jangan katakan apapu pada Alexa! Moodnya sedang buruk. Mama tau rasanya, dia tengah hamil muda sangat sulit mengatur hormon. Biarkan saja jangan karmtakan apapun." bisik mama Lexi.
"Baik Ma."
"Aku ingin makan melon juga kelengkengnya tapi malah habis." sekali lagi Alexa meraung.
"Makan apel saja ya. Biar Mama kupasin." bujuk Mama Lexi tidak mau.
Hanna membuka lemari pendingin. "Ada leci sama semangka, mau aku potongin?"
"Tidak mau."
"Mau cobain es teler?"
"Tidak mau."
Hanna dan Mama Lexi akhirnya membiarkan Alexa menangis, dan setelahnya tertidur di ruang tengah.
Hanna sudah memesan buah buah yang Raffa gunakan untuk membuat es teler.
Saat Zayn kembali, juga dengan Raffa dan Papa Kahfa.
Zayn melihat istrinya yang terlelap di sofa tapi terlihat sembab juga tidurnya tak nyenyak menyisakan cegukan kecil.
"Ann ada apa dengan Alexa?"
"Alexa menangis gara gara buah yang ia beli di buat es campur sama Mas Raffa." ujar Hanna, Raffa pun terkesiap karna perbuatannya membuat iparnya menangis hingga sesegukan.
"Iya tidak papa Raffa, Alexa hanya tengah mengalami mood yang berubah ubah. Nanti juga sembuh sendiri setelah kesalnya hilang."
"Aku sudah pesan kok. Buah buah yang tadi di pakai oleh mas Raffa mungkin sebentar lagi akan sampai." ujar Hanna.
"Zayn bangunkan istrimu! Kita makan malam bersama." mama Lexi menyuruh putranya membangunkan Alexa.
"Sayang bangun, kita makan malam dulu." Zayn menbangunkan Alexa dengan lembut.
"Kak Zayn."
Alexa langsung memmeluj tubuh Zayn erat, ia akan mengadu pada suaminya.
"Kak Zayn. Raffa jahat dia nenggunakan semua buah milik Alaxa untuk membuat es campur."
Zayn merasa tak enak pada Raffa, karna perkara buah istrinya mengatai teman sekaligus iparnya orang jahat.
"Sayang tidak boleh berbicara seperti itu. Tak baik." Zayn tak mau juka ia di anggap tak bisa mendidik dan memperingati istrinya.
"Kata kak Zayn jika seseorang merugikan orang lain bisa di sebut orang jahat. Mas Raffa sudah merugikanku. Dia memakai semua buahku. Hwaa ..." Alexa kembali menangis.
"Ya, Kak Zayn sudah mengomelinya tadi, supaya meminta ijin jika ingin menggunakan buah buahmu. Sudah ya jangan menangis lagi." ujar Zayn lembut. Ajaib Alexa langsung menyudahi tangisannya dengan patuh.
"Mari makan." Zayn mengajak Alexa yang tetlihat lesu dan masih mengantuk.
__ADS_1
"Besok saja makannya. Aku mengantuk." Alexa sudah merebahkan tubuhnya kembali dan langsung terlelap.
Zayn memindahkan Alexa ke kamarnya.
"Zayn apa tidak papa, kondisi Alexa terlihat sangat lelah seperti itu?" Papa Kajfa khawatir. "Apa tak sebaiknya kembali ke rumah sakit?"
"Tidak usah Pa. Kata dokter tidak papa. Memang reaksi orang hamil muda beda beda, tidak perlu cemas. Zayn sudah berkonsultasi." keluarga Kahfa makan malam tanpa Alexa.
Tengah malam Alexa terbangun. Ia lapar dan segera membangunkan Zayn. Sejak kejadian waktu di mana Alexa nyaris di lecehkan Raffi sejak saat itu Alexa tak berani keluar kamar sendiri sekalipun untuk mengambil air minum.
"Kak, aku lapar. Belum makan."
Zayn yang juga sudah mempersiapkan diri menjadi suami siaga segera beranjak untuk mengambil makanan.
"Kak, potong buah melonnya bentuk bintang ya."
zayn memotong buah melon sesuai keinginan Alexa beruntung ia sudah mengupas melon juga memisahkan kelengkeng dari bijinya saat buah itu tiba tadi.
"Zayn membawa seporsi makanan juga es teler bikinan Raffa, buah potong juga."
Alexa bak orang kelaparan, ia menghabiskan seluruh makanannya dengan sangat cepat.
"Kak buatin susu putih sama bawain chees cake ya." pinta Alexa.
Zayn tak menyaut tapi menuruti keinginan Alexa. Kali ini di nampannya ada segelas susu juga kue keju.
"Lain kali menyaut jika aku berbicara denganmu. Jika kau terpaksa tidak usah membuatkanku. Lagi pula rasanya akan tak enak jika kau terpakda." Alexa tersinggung karna Zayn tak menyauti perkataannya.
Aelexa lebih memilih mengabaikan segelas susu juga kue yang di bawa Zayn.
Ya Tuhan Alexa benar benar membuat tensi darah Zayn meningkat. Tapi Zayn berusaha melenyapkan egonya agar Alexa tidak merajuk.
"Sayang maaf. Tadi kak Zayn bukan tidak mau menyaut tapi kak Zayn belum sikat gigi takutnya kau malah tak nyaman saat merasakan aroma mulut kak Zayn." dusta Zayn.
"Kak Zayn tidak terpaksa kok bikinin susu buat Alexa dan dedek bayi. Ayo di minum ya."
"Kak Zayn tidak terpaksa?"
"Tidak."
Alexa langsung duduk dan memakan kue serta meminum susu.
Selesai menghabisi semua makanannya. Alexa tiba tiba memeluk Zayn juga mengendusi dada bidangnya, entah mengapa tiba tiba Alexa merasa hasratnya meningkat dan bergairah, sehingfa dengan tidak tau malu Alexa menyelinapkan jemari lentiknya ke balik pakaian Zayn.
"Sayang. Tak ingin ingin nengok dede bayi tah?" tanya Alexa pelan.
Zayn terheran heran, akan pertanyaan Alexa tidak biasanya istrinya itu bertanya demikian.
"Maksudmu?" pancing Zayn.
"Aku, aku, aku ingin kak." Dasar tidak tau malu! Alexa merutuki dirinya sendiri yang sudah meminta lebih dulu.
"Ingin apa?" Zayn ingin memastikan saja.
__ADS_1
"Ingin ini." Alexa sudah meraba kebanggaan Zayn di balik celananya.
"Dengan senang hati." Zayn segera mengungkung Alexa di bawah kuasanya.