Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Do'a apa yang kau langitkan?


__ADS_3

"Kak Zayn. Ih bangun jangan tidur lagi, mari melihat matahari terbit." Alexa mengguncang pelan tubuh Zayn yang terbaring kembali di atas ranjang setelah selesai melakukan shalat subuh.


"Sebentar sayang, tubuhku terasa pada sakit." Zayn menggerakan lehernya ke kiri dan ke kanan bergantian.


"Mau ku pijat." tawar Alexa. Mengingat Zayn hampir setiap malam memijat tubuhnya, ia pun menawarkan diri untuk memejat Zayn.


"Duh di pijat wanita cantik yang ada aku malah fire on, bukan sembuh. Lagian aku tak yakin kau pandai memijat, satu satunya kelebihanmu yang ku akui kau mahir dalam melakukannya hanya melayaniku. Selebihnya aku meragu." Zayn menarik tubuh Alexa mendekat dan menguselkan wajahnya di pangkuan Alexa.


"Dasar kak Zayn pikirannya tak jauh jauh dari hal itu." Alexa memencet gemas hidung bangir suaminya.


"Abisnya rasanya bikin nagih Yank." Zayn membalik wajahnya ke arah perut Alexa yang sangat besar, di sana terdapat dua janin miliknya. "Ini saham yang ku tanam sudah besar." Zayn mengecup berkali kali perut itu.


"Sehat sehat anak Papa."


"Yank injak injak sebentar tubuhku ya." Zayn membuat posisinya melintang menyentuh headboard tempat tidur supaya Alexa memiliki pegangan ke dinding maupun ke headboard tempat tidur.


"Kau yakin mau di injak-injak gajah yang tengah hamil kembar? Apa kau tak takut tilang belulangmu remuk?" Alexa berujar serius. Mengingat berat badannya yang hampir 80 kilo gram, padahal sebelum hamil Alexa stay di angka 50-55 kilo gram. Entah dari mana datangnya lemak lemak itu? Mungkin dari makanan lezat yang selalu Zayn bawakan sepulang kerja, atau karna masakan Zayn yang sedap sedap. Yang jelas Alexa tak membatasi setiap keinginannya jika madih ingin memakan sesuatu.


"Astaghfirullah Ayang ngomongnya. Enak sekali mengatai isti Kak Zayn gajah."


"Lah orang benar kok."

__ADS_1


"Ayolah Yank, injak injak sebentar punggungku." Zayn sudah tengkurap dan memukul pelan bahunya sendiri.


"Aku takut malah menyakutimu kak. Aku berat." Tutur Alexa.


"Tak masalah. Satu kesempatan untukku bisa merasakan berat badan kalian secara bersamaan." mode perayu ulung Zayn kembali.


"Baiklah, tapi jika berat kayakan saja."


"Pegangan ya. Jangan sampe kalian jatuh." Zayn merasa ini lah bagian terbaiknya dalam hidup. Sejak kehadiran Alexa sebagai istrinya, Zayn akui hidupnya sangat berwarna.


Tuhan tak pernah salah dalam memberikan takdir serta ujian dalam hidup hambanya. Meski Zayn dan Alexa di satukan melalui sebuah kesalahan tapi setelahnya mereka mengerti jika keduanya harus saling menguatkan, banyaknya cobaan rumah tangga keduanya membuat Alexa sadar, jika tak mudah dalam menjaga suatu hubungan. Sekarng Alexa semakin bersyukur atas hadirnya Zayn dalam hidupnya.


Benar jika Tuhan tak akan mengambil sesuatu hal kecuali Tuhan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Begitu juga dengan kekasih Alexa, Allah memang tak menakdirkan keduanya berjodoh tapi Allah mengganti Alexa dengan seseorang yang lebih baik. Dari segi apapun.


Alexa terus menginjak nginjak tubuh Zayn sesuai permintaan suaminya.


"Apa berat?"


"Tidak."


Cukup lama Alexa menginjak injak tubuh Zayn. Hingga pria itu mengatakan cukup.

__ADS_1


"Mari keluar. Sepertinya mata hari akan segera terbit." Karna udara yang cukup dingin Zayn membawa serta selimut milik mereka keluar kamar.


Alexa berdiri di belakang tralis stainles penginapan, Zayn menghampirinya dan merengkuh tubuh Alexa dengan selimut yang ia balutkan di tubuh Alexa dan dirinya. Tangannya ia belitkan di perut buncit istrinya.


Sang surya mulai malu malu menyapa, seperti nampak dari air laut, bahkan warna jingga mulai memantuk di permukaan air laut.


"Maha suci Allah yang telah menciptakan keindahaan serta manfaatnya." Alexa mengucap syukur.


"Begitu juga dengan dirimu istriku. Allah menciptakan dirimu dengan sangat sempurna di mataku. Ku gunakan dirimu bukan sekedar tempat meluapkan cinta serta keluh kesah, kau juga menjadi berlindung dari setiap kejahatan hasratku. Kau yang mengerti diriku Alexa, baik buruk aku, luar dalam kau mengetahui diriku. Kau lah bidadariku Alexa, jika aku ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang shalih serta beruntung, dalam suatu riwayat di katakan jika pata pria shalih akan di berikan 63 bidadari di syurganya Allah, sungguh aku tak ingin wanita sebanyak itu Alexa. Aku hanya menginginkan dirimu saja sebagai istriku, sekalipun di kehidupan setelah kematian. Semoga Allah meridhai serta menijabah ke inginanku yang sederhana ini." Zayn menunduk untuk mengecup bahu Alexa dengan lama, kemudian memejamkan matanya. Di banding dengan menikmati moment matahari terbit, Zayn lebih tertarik menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher istrinya.


Alexa membalik tubuhnya dan menatap lekat wajah Zayn. "Terima kasih, terima kasih. Kau sudah menyayangi dan mencintaiku, kau menjagaku dengan sangat baik. Kau menuruti setiap keinginanku, padahal kita tidak dekat sebelumnya, kita tak terikat hubungan darah sama sekali. Tapi caramu mencintai aku megglebihi ayahku sendiri. Aku merasa wanita paling beruntung di bumi ini, aku juga merasa sangat berharga saat kau memperlakukanku dengan baik. Terima kasih imamku, calon ayah dari anak anakku." Alexa memeluk Zayn, dengan perutnya yang menjadi pembatas untuk keduanya.


Zayn membawa Alexa untuk duduk di kursi yang tersedia di sana. Mata hari sekarang telah terbit sempurna.


"Kau tau, kisah Romeo dan juliet, serta Qaish dan Lailaa. Awalnya aku tak mempercayai apa lagi meyakini kisah mereka. Bagai mana bisa Romeo menenggak racun hanya karna kekasihnya mati. Juga tentang Qaish yang mengatakan jika debu yang menempel di sendal Lailaa lebih berharga untuknya dari dunia dan seisinya. Tapi setelah aku mengenal dan ku halalkan dirimu aku mengerti bagai mana sistem hati bekerja. Semua yang terdengar mustahil nyatanya ku benarkan kebenarannya. Aku juga tak tertolong saat jatuh cinta padamu." Zayn mengecup aingkat bibir Alexa.


"Oh yeah. Apa pernah aku menyatakan? Jika Aku sangat menyukai setiap rayuanmu yang terdengar sangat natural. Aku bahkan tak percaya seorang Zayn pria kaku dapat semanis ini." Alexa mengapitkan kedua belah tangannya, membingkai rahang tegas Zayn yang mulai di tumbuhi bulu bulu halus.


"Aku juga baru tak mengerti dengan sistem cara kerja hati, pria yang menyebalkan ini terlihat sangat tampan apa lagi saat tengah berada di bawah kuasaku." Alexa mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan.


"Ku anggap itu sebagai pujian istri liarku." Zayn menggesekan gemas hidungnya pada hidung mungil Alexa.

__ADS_1


"Sebenarnya do'a apa yang kau langitkan Alexa? hingga aku tak pernah tertarik dengan gadis manapun." Zayn menatap lekat manik istrinya.


__ADS_2