
Zayn, Alexa, di jamu makan malam sederhana ole bibi dan mamangnya. Namun makanannya terasa sangat nikmat, nasi liwet bikinan bibi Aliyah memang paling nikmat menurut Alexa.
Keempatnya berbincang ringan. Mamang Opik juga menceritakan sedikit kisah tentang kedua putranya yang sudah berumah tangga dan merantau di kota, mereka hanya setahun sekali pulangnya saat lebaran idhul fitri tiba, itupun jika tidak ada halangan.
Mang Opik juga bercerita tentang beberapa hal keistimewaan di kampungnya. Juga dengan banyaknya hasil tani yang melimpah di sana, namun sangat kesulitan untuk mencari penadah yang berasal dari kota. Sehingga kebanyakan hasil tani di sana hanya berputar sekitaran kampung saja.
"Mang, kebetulan usaha keluarga saya bergerak di bahan pangan, tapi lebih mberpusat pada rempah juga perbumbuan dapur. Jika mamang mau, mamang boleh menjadi pengepul rempah dari petani untuk ke mudian di jual lagi kepada perusahaan saya." papar Zayn, ia ingin memajukan hasil bumi dari desa yang saat ini Zayn tempati.
"Boleh itu Jang. Asal harganya jangan teelalu menjepit para petani. Tau sendiri harga pupuk dan upah pekerja sekarang lumayang mahal." ujar Pak Opik.
"Mamang tenang saja. Saya selalu membeli bahan rempah sesuai kualitasnya. Jika ada sawit juga kelapa perusahaan keluarga saya juga membelinya Mang." Zayn tak menyianyiakan kesempatannya berada di sana. Ia ingin lebih mengepakan sayap bisnis sampai ke pelosok pelosok.
"Baik Jang Baik, nanti kami atur." Mang Opik saat bersemangat.
Seusai makan Mang Opik membawakan buah buahan.
"Buah buahannya juga bagus bagus Mang. Nanti saya akan mendatangi beberapa pasar maupun super market untuk membantu menyalurkan buah dan satur dari kampung ini."
"Wahh, terima kasih loh Zayn sudah mau membantu." Bibi Aliyah merasa sangat senang, jika Zayn mau membantu memajukan kampungnya.
"Kalian istirahat dulu. Ini sudah malam." Mang Opik menyuruh keponakan dan suaminya untuk beristirahat karna memang ini sudah malam. Jam di dinding anyaman bambu sudah menunjukan pukul sepuluh malam. Di luar sana bahkan sudah sangat sepi.
Zayn mengikuti langkah kaki Alexa pada kamar yang tadi sempat Zayn pergunakan untuk menunaikan shalat isya.
"Al, boleh aku tidur bersamamukan?" Zayn berujar ragu ragu, takutnya Alexa akan menolak seranjang dengannya. Ayolah di sini udara sangat dingin, Zayn membutuhkan sesuatu untuk ia peluk. Dan tubuh Alexa lah yang paling tepat.
"Hu'um." Alexa mengangguk. Setelah pengakuan cintanya Alexa tak memiliki alasan untuk menolak lagi.
Sudah menjadi ritual Alexa sebelum tidur, wanita itu akan menggunakan beberapa produk untuk tetap menjaga kecantikan wajah dan kulitnya. Alexa juga membuka hijab dan menyisir rambut panjangnya, rambut yang selalu Zayn sukai aroma serta kelembutannya.
__ADS_1
"Aku akan hati hati saat memelukmu." Zayn mulai merebahkan bobot tubuhnya di atas kasur kapuk dengan seprai bermotif batik berwarna coklat.
"Mau mendengar cerita?" Zayn mulai terbaring terlentang dengan dada yang menompang kepala Alrxa. Satu tangan Zayn ia pergunakan untuk menadah kepalanya sendiri sebelum menyentuh bantal, sedangkan satu tangannya kagi Zayn pergunakan untuk mengusap rambut Alexa yang tergerai.
"Carita? Tentang apa? Apa kau bermaksud mendongengkan istrimu? Kau ingin latihan sebelum mendongeng untuk anak anak kita." Alexa mendongak menatap wajah suaminya. Zayn yang gemas memajukan wajahnya dan menggigit dagu runcing istrinya.
"Awh, sakit kak." Alexa mengusap dagunya beberapa kali.
"Tidak perlu latihan untuk menjadi ayah yang baik. Aku hanya ingin bercerita tentang sedikit kisah cinta para sahabat Rasulullah."
"Sahabat Rasulullah ada 4 kan? Kak."
"Ya. Apa kau tau nama namanya?"
"Tau. Yang pertama Abu Bhakar Ashidiq, yang ke dua Umar bin Khathob, yang ke tiga Utsman bin Afan dan yang terakhir Ali bin Abithalib." Alexa menjawab dengan benar nama nama sahabat Rasul.
"Pintar." Zayn menghadiahi satu kecupan di pelipis Alexa.
Alexa menggeleng, karna yang ia ketahui mereka adalah para sahabat rasululoh.
"Umar bin Khathob adalah seorang pemberani, berpengaruh di kaum kuraisy, titahnya adalah mutlak dan keputusannya dapat mempengaruhi siapapun. Rasulullah bahkan berdoa dan memohon langsung kepada Allah agar Umar bin Khathob beriman dan membatu mensyiarkan agama Allah. Dan atas ijin Allah doa rasulullah di kabul." Zayn terus mengusap lembut kepala Alexa yang tengah serius mendengarkan ceritanya.
"Lalu?"
"Umar bin Khathob sangat di segani oleh seluruh manusia di jamannya. Bahkan dalam suatu riwayat Setan dan Iblispun takut untuk mendekat ke arahnya. Tapi ada satu yang menarik disini, ada seseorang yang sama sekali tidak takut dengannya. Jika biasanya seluruh perkataan Umar akan di dengar dan di lakukan oleh orang lain, tapi tidak dengan satu orang ini. Malah Syayidina Umar akan menuruti perintah satu orang ini. Bahkan saat orang itu tengah marah dan mengomel Syayidina Umar hanya akan diam dan mendengarkan, tanpa sedikitpun menyangkal atau menyauti perkataan orang itu. Ajaib sekali bukan orang itu? Dapat membuat Syayidina Umar diam, padahal Setan saja tak berani mendekat dan menatap wajahnya."
"Ya kak, hebat sekali orang itu. Apa pangkatnya? Bukankah Umar orang yang paling di segani lantas mengapa dia kalah? Apa orang itu seorang raja?" Alexa amat tertarik dengan kisah yang di ceritakan suaminya. "Bukankah dia tidak takut siapapun?"
"Bukan Raja dia seorang wanita."
__ADS_1
"Apa seorang ratu?" Alexa sudah bersila di hadapan Zayn yang turut mendudukan tubuhnya.
"Bukan juga."
"Aku tau, wanita itu adalah ibunya. Sehingga Syayidina Umar tidak bisa memotong perkataannya." Alexa masih berusaha menebak.
"Bukan. Kau salah. Wanita itu adalah istri Syayidina Umar."
"Istri? Hanya pada seorang istri Beliau takut?"
"Bukan takut Al, Beliau hanya menghargai istrinya itu. Wanita yang selama bertahun tahun mengabdi padanya dan anak anaknya."
"Bahkan saat ada seseorang yang mengatakan jika Umar takut dengan istrinya beliau hanya mengatakan, 'Sepanjang hari istriku kelelahan mengurus kami, ocehannya hanya sebagai bentuk dirinya ingin di perhatikan olehku' ujarnya, masha Allah aku benar benar salut terhadap beliau." Zayn mengungkapkan kekagumannya.
"Ya ampun ternyata kisah bucin di mulai sejak jaman Rasul." Alexa berdecak kagum.
"Itulah kelemahan pria Ale, sekalipun orang yang di takuti di tempatnya jika menyangkut tentang wanita yang di cintainya pria akan lebih memilih diam, bukan karna dia takut atau tak berani melawan. Diamnya para pria hanya agar hubungan mereka baik baik saja."
"Beruntung sekali istri Umar bin Khathab memiliki suami seperti itu."
"Ada kisah lain yang lebih mengharukan menurutku Ale. Aku bahkan menangis saat mendengar Kakek Ridwan menceritakan kisah ini."
"Kisah tentang siapa kak? Masa orang se keras kak Zayn bisa nangis hanya karna sebuah kisah." ujar Alexa nyaris tak percaya.
"Kisah tentang cinta syayidina Ali bin Abhithalib kepada istrinya Siti Fathimah Az-Zahra, putri dari Rasulullah. Dalam satu riwayat Ali begitu mencintai Syayidina Fathimah di katakan mereka sangat mencintai dalam diam sehingga syetan saja tidak mengetahui isi hati mereka. Namun yang membuatku tersentuh di antara kisah mereka adalah di saat Allah memanghil Syayidina Fathimah untuk menghadap kepada Allah terlebih dahulu." suara Zayn bahkan tercekat ia merasa miris dan terbawa perasaan akan kisah mereka. Untuk beberapa waktu Zayn diam, ia sekarang memahami tentang apa yang Syayidina rasakan kala itu.
"Kak jangan diam. Lanjut ceritanya, aku penasaran." Alexa mengguncang pelan lengan Zayn yang masih diam.
"Kau tau Syayidina Ali adalah orang terkuat kala itu. Beliau mampu bengangkat khaibar seberat 900 kilo gram sendirian, Namun di saat istrinya Sayyidatuna Fathimah Az Zahra meninggal dunia, beliau menangis dan berkata. 'Tolong aku, aku gak sanggup!' beliau tak kuat mengangkat jenajah istrinya sendiri yang bobot badannya tak lebih dari 100 kilo. Semua ini bukan karna berat yang menjadi pemicu kelemahan orang terkuat, melainkan cintanyalah yang sudah melenyapkan kekuatannya."
__ADS_1
Alexa terisak dalam diamnya, "Ya Allah, ko aku nangis sih." Zayn membawa Alexa kedalam pelukannya, serta mengecupnya berulang kali.
"Jangan menangis ini hanya kisah."