Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Aku tak mau denganmu


__ADS_3

Ada sebab mengapa Zayn selalu menghindar berdebat karna mulutnya akan lepas kendali setelah terpancing. Dan hal itu baru saja terjadi, Zayn malah kembli menghidupkan masalah di rumah tangganya.


"Astaghfirullah kenapa malah kelepasan segala sih." rutuk Zayn. Ia segera memutar arah berharap jika Alexa belum kemanapun, meskipun kemungkinannya sangat tipis.


Zayn memacu kuda besinya secepat kilatan cahaya, namun di tempat di mana ia meninggalkan Alexa tidak terlihat istrinya di sana, sedangkan Helm yang tadi di kenakan istrinya sudah tergeletak dengan sebagian besar bagian dari helm itu rusak dan terpisah.


"Ya Allah. Dasar bodoh!" Zayn mengadukan kepalan tangan kanannya dengan dahinya sendiri ia sangat bodoh mengapa bisa beberapa kata keluar dari mulutnya, dan Zayn yakin hal itu yang akan menjadi pemicu kesulitan dalam hidupnya.


Zayn tak memperdulikan kondisi Helm itu ia bertanya kepada penjual kupat tahu yang ada di sana tentang kemana perginya Alexa. Menurut keterangan penjual kupat tahu Alexa pergi ke arah barat setelah membanting helmnya.


"Pasti Alexa sangat marah. Dasar bodoh! Mengapa aku malah meninggalkannya sendiri!" Zayn mengutuki kebodohannya sendiri, ia kembali menaiki motornya setelah mengucapkan terimakasih.


Tujuan Zayn sekarang adalah rumah Papa Azam, Zayn sampai lebih dulu karna memacu motor berbentuk belalangnya dengan kecepatan tinghi, beruntung jalanan renggang karna hari libur, pasti sebagian besar orang orang tengah bersantai di rumah.


Dari kejauhan Zayn dapat melihat kedua mertuanya tengah bercanda gurau, Papa Azam tertawa tawa sembari memandikan burung, entah apa yang mereka omongkan sehingga terlihat keduanya tertawa bersama.


Zayn menghentikan motornya di halaman Papa Azam dan Mama Green yang semula duduk di teras rumah kompak berdiri saat mengetahui kedatangan menantunya.


"Assalamualaikum." ujar Zayn sopan. Belum sempat Zayn menanyakan keberadaan Alexa sebuah motor matik sudah berhenti di dekatnya, dan terlihat oleh semua orang jika Alexa turun dari motornya.


"Pa bayar ojeknya." Alexa berlalu begitu saja, ia malas untuk bertemu dengan Zayn. Bahkan rasanya Alexa ingin meludahi wajah pria yang beberapa saat lalu tega meninggalkannya tanpa sepeserpun uang.


Dia pikir Zayn ingin menunjukan jika dirinya keren begitu? Sehingga meninggalnya begitu saja.


"Alexa ada apa?" Papa Azam bertanya setelah membayar ojek putrinya, pria itu mengikuti langkah kaki putrinya menuju kamar, begitu juga dengan Zayn dan mama Green.


"Papa tanyakan saja sama pria itu." Alexa menutup dan mengunci pintu kamarnya.


"Alexa kita perlu bicara Alexaaa." Zayn menggerak gerakan handle pintu yang terkunci.


"Alexa buka pintunya! Kita perlu bicara Alexa." Zayn menggedor pintu berwarna coklat itu berulang ulang kali.


"Brisiik!"


Brakk.


Dari dalam Alexa menendang pintu kamar, dan segera menghentikan acara Zayn menggedor kamar Alexa.

__ADS_1


Mungkin Alexa akan istirahat pikir Zayn.


"Zayn ada apa? Mengapa Alexa tarlihat marah?" tanya papa Azam.


"Alexa hamil Pa."


"Hamil? Mana mungkin Alexa marah karna hamil!" Sangkal Mama Green.


"Mama benar Alexa marah bukan karna hamil. Alexa marah sama aku. Karna aku berbuat kesalahan tadi." tutur Zayn lesu. Tapi Zayn tak menceritakan detail kejadiannya, Papa Azam langsung paham jika Zayn tak akan mungkin menceritan madalah keluarganya.


"Papa suruh pria itu pulang!" teriak Alexa dari dalam kamar. Sepertinya Alexa berada di balik pintu.


"Katakan padanya. Aku dan bayiku tak akan merepotkannya lagi, tentang makanan atau apapun, bayak kurir yang bisa ku suruh juga ada bibi dan papa yang bisa ku suruh untuk memijat kakiku setiap malam. Aku tak membutuhkannya lagi." Ujar Alexa kembali dari dalam kamar.


"Alexa bukan begitu maksudku. Kita perlu bicara Alexa. Buka pintunya!"


Zayn masih berusaha membuka pintu kamar istrinya.


"Ku bilang pergi!" Jerit Alexa.


Prang!


Baik Zayn maupun kedua orang tua Alexa terkesiap karna Alexa merusak barang di kala tengah marah, padahal sebelumnya ini tidak pernah terjadi. Alexa akan lebih memilih menangis di bandingkan melakukan sesuatu saat tengah marah, tapi kali ini Alexa menunjukan sosoknya yang lain.


"Alexa. Aku minta maaf karna omonganku yang mungkin menyinggungmu. Sungguh aku tak sengaja mengatakannya. Tolong buka pintunya Alexaaa." Zayn terus berusaha membujuk Alexa.


Alexa tak menuruti perintah Zayn ia lebih memilih untuk kembali ke tempat tidur. Ia akan tidur hingga waktunya siang nanti baru ia akan bangununtuk makan.


Sekitar tiga jam Alexa tertidur dan saat ia bangun sudah hampir pukul satu siang.


Zayn terus menunggu di rumah mertuanya. Hingga beberapa jam, namun yang terjadi Alexa tidak keluar dari kamarnya.


"Zayn apa yang sebenarnya terjadi?" Papa Azam mendekat dan bertanya pada menantunya, semoga saja Zayn kali mau berbicara apa yang telah terjadi di antara mereka.


Zayn yang semula tak ingin menceritakan masalahnya dengan Alexa akhirnya pasrah dan mengatakan apa yang terjadi juga dengan ucapannya yang bisa saja melukai perasaan Alexa.


"Sungguh Zayn tidak sengaja mengatai Alexa manja. Padahal Zayn tidak masalah Alexa begitu karna Alexa tengah hamil bayi Zayn, Zaynpun tau jika Alexa kadang mengada ngada akan ngidamnya hanya untuk menguji Zayn. Tapi tadi Zayn malah kelepsan bicara." Aku Zayn jujur, ia juga mengatakan tingkah Alexa yang aneh aneh.

__ADS_1


"Maaf jika putriku merepotkanmu Zayn." Papa Azam menghela nafas, Alexa yang mandiri sedari kecil justru malah manja saat dewasa dan hendak mempunyai anak. Padahal sedari kecil Alexa selalu melakukan apapun yang ia mampu sendiri tanpa meminta tolong kepada papanya.


Seburuk itu Azam menjadi seorang Papa? Hingga Alexa enggan bermanja padanya sedari kecil. Apa karna ia terllu sibuk mengabaikan Alexa karna mengurus Alisa yang sakit sejak lahir? Papa Azam bertanya pada dirinya sendiri.


"Papa juga heran, kau juga tau Alexa adalah orang yang mandiri dan terbiasa melakukan semuanya sendiri." Zayn pun mengangguk membenarkan.


"Itu artinya Alexa mengandalkanmu Zayn, ia bersandar dan bergantung padamu. Harusnya kau bersyukur karna peran sebagai pria memang di andalkan oleh wanitanya Zayn. Pantasnya kau merasa aneh jika Alexa mandiri, Alexa manja padamu itu artinya ia nyaman denganmu. Mama aneh sebenarnya kau itu inginnya bagai mana? Ingin Alexa tetap di sisimu atau justru sebaliknya?" Mama Green menyauti omongan Zayn.


"Jika memang sudah tak tahan menghadapi sikaf Alexa mengapa tak kau pulangkan saja dia. Diluar sana masih banyak pria yang menginginkannya. Kurang kurangi mulutmu berbicara jika harus menyinggung putriku. Apa lgi Alexa tengah hamil." Mama Green berlalu karna kesal kepada Zayn.


"Maafkan mamamu Zayn. Dia hanya kesal padamu." ujar Papa Azam, meski ia sama kesalnya kepada Zayn, tapi sekuat mungkin ia menahan diri supaya tidak mengatakan sesuatu yang menyinggung menantunya.


"Papa Alexa lapar." Alexa sudah berdiri di hadapan papa dan Suaminya, tapi Alexa mengabaikan Zayn seakan suaminya tidak terlihat.


"Mau makan apa? Biar papa beli atau mamamu yang buat?" Papa Azam menatap wajah putrinya yang terlihat lebih berisi.


"Mau aku buatkan sesuatu?" Zayn menawarkan diri meski di abaikan.


"Mau pesan melalu aplikasi?" tanya Papa Azam kembali.


"Aku ingin makan makanan perasmanan yang ada di pesta pernikahan Pa." ujar Alexa. Jebiasaannya mulai kambuh menginginkan makanan yang sulit di dapat.


"Ayo Pa, temenin Alexa mencari orang nikahan."


"Nikahan siapa Alexa?"


"Siapapun yang penting Alexa bisa makan dan kondangan."


"Hah." Papa Azam melongo. Seaneh ini tingkah dan keinginan Alexa? Jika seperti ini wajar sekali jika Zayn marah, udahmah segala gala di turuti Alexa mengatai Zayn suami tak peka dan tak siaga.


"Ayo Pa. Alexa dan cucu Papa lapar." Alexa menarik narik tangan Papanya.


Zayn kini tengah sibuk menanyakan beberapa rekan juga karyawannya, barangkali ada kerabat atau orang yang mereka kenal dan tengah menikah hari ini, ia akan menggunakan kesempatan ini supaya bisa berbaikan dengan Alexa.


"Tunggu sebentar ya. Aku tengah mencari orang yang tengan hajatan. Kita akan mendapatkan makanan khas kondangan." ujar Zayn.


"Aku tak mau denganmu!" Alexa melengos ia kembali menggoyang goyangkan tangan papanya.

__ADS_1


"Ayo pa. Kita cari orang hajatan."


__ADS_2