
Pagi-pagi sekali kontrakan Zayn di buat heboh.
Tante citra mamanya Lula serta papanya Lula mendatangi kontrakan Zayn dan Alexa.
"Zayn ..."
"Zayn buka pintunya."
Bruk ... Bruk ...
Tante Zayn menggedor pintu yang semalam rusak, tapi sudah Zayn perbaiki alakadarnya.
"Zayn buka pintunya!"
Tante Cinta kembali meneriaki nama keponakannya. Zayn yang memang sudah bangun sedari tadi dan segera membuka pintu.
Saat pintu terbuka tante Cinta lansung membrondong Zayn dengan banyak pertanyaan.
"Zayn kenapa kau tega melaporkan sepupumu sendiri?"
"Dimana hatimu Zayn?"
"Bagaimana masa depannya jika orang-orang tau jika ia pernah di tahan?"
"Lakukan sesuatu Zayn!" begitu banyak pertanyaan dan permintaan yang tante cinta katakan kepada Zayn.
"Tenang Ma!" Papa Lula mencoba menenangkan istrinya.
__ADS_1
"Sudah aku katakan pada Lula jika ingin aku memaafkan dan mencabut laporan, Lula perlu mengadakan klarifisasi terkait fitnah yang Lula lakukan kepada Alexa, dan itu harga mati. Aku tak ingin bernego lagi." Zayn mengatakan apa yang ia inginkan.
"Itu sama saja Lula harus merusak citranua sendiri." Papa Lula kini ikut berbicara.
"Itu resikonya karna sudah berani ikut campur urusan juga memfitnah istriku. Meskipun aku sudah memusnahkan semua tuduhan dan vidio yang Lula sebar, tapi dampaknya tak hilang begitu saja. Semua orang masih menganggap buruk Alexa-"
"Alexa memang buruk." Saut tante citra kesal.
"Lalu putrimu baik begitu? Aku bukan tidak bisa berbuat tegas padamu. Sekalipun kau sepupu papaku, jika kau mengusik ketenangan istriku aku tak akan segan-segan menyama ratakan kau dan putrimu yang tidak waras itu." Zayn bahkan meninggikan suaranya.
"Resikonya nama baikmu juga akan hancur Zayn, kau juga akan di anggap sebagai pria brengsek, Zayn." tegas tante Cinta. Ya karna jika Putrinya jujur maka otomatis Lula akan mengakui jika Alexa hamil oleh Zayn cucu dari seorang pemilik serta pimpinan pondok pesantren. Bukan hanya nama Zayn saja yang akan buruk. Nama keluarga Omar juga akan tercoreng di mata publik atas keburukan yang Zayn lakukan.
"Om, bawa istri Om ini pergi! Kalian taukan keturunan Omar tidak pernah main-main dengan ucapannya!"
Tanpa mempersilahkan duduk Zayn mengusir Om dan tantenya untuk pergi.
Alexa mematung mendengar perbincangan suami serta Om dan tantenya, sebegitu inginnya Zayn membersihkahkan namanya. Zayn bahkan melaporkan hal ini ke pihak berwajib.
Meski Lula melakukan klarifikasi juga tidak akan memperbaiki nama Alexa yang kadung buruk. Tapi justru akan semakin memperburuk keadaan. Bukan hanya Alexa saja yang akan hancur, keluarga Zayn bahkan akan turut terkena dampaknya. Keluarga Omar yang di hormati akan hancur seandainya Lula membuka rahasianya. Tidak itu tidak boleh terjadi. Cukup hanya Alexa saja tang hancur, keluarga Omar jangan. Tentang kebaikan orang tua serta adiknya Zayn kini mengurungkan tekad Alexa yang ingin membuka kebenarannya. Jika ia yang hancur tak masalah. Yang harus ia pikirkan adalah keliluarga Omar.
"Alexa."
"Alexa."
Dua kali Zayn memanggil nama istrinya. "Hey,, ada apa kenapa kau bengong?" Zayn mengusap punggung istrinya.
"Kak ..."
__ADS_1
"Hm,, ada apa?"
"Aku rasa lebih baik kau harus mencabut laporanmu mengenai kasus Lula."
"Tidak, itu tidak akan kulakukan! Lula sudah merugikanmu, dia harus menjelaskan kebenarannya." Zayn terduduk di kursi panjang miliknya.
"Jika Lula menjelaskan kebenarannya namamu dan keluargamu akan hancur kak, kasian kakek Ridwan, dia sudah susah payah mempertahankan pondok pesantren, jika semuanya terbongkar kau hanya akan melemparkan kotoran di wajah setiap keluargamu."
"Aku tidak perduli Alexa, aku juha bersalah tapi mengapa hanya dirimu yang di salahkan?"
"Aku tidak masalah jika yang terkena imbasnya hanya kak Zayn saja, tapi jika seluruh keluargamu aku ga bisa. Mereka tidak salah apapun, lalu mereka harus turut menanggung malunya. Itu tidak adil!" Alexa menjelaskan tentang apa saja yamg akan terjadi jika rahasia itu terbongkar.
"Kak, Selagi Allah masih menutupi Aibmu, janganlah kau bongkar hal itu. Bukakah malu juga sebagian dari iman?"
"Maafkan aku yang kemarin menyalahkanmu. Bebaskan saja Lula, aku sudah memaafkannya. Lebih baik kita tuptup saja masalah ini, seiring berjalannya waktu orang-orang juga akan lupa dengan scandalku. Lagi pula untuk apa nama baik diriku jika aku harus menghancurkan nama baik keluargaku sendiri." Alexa mendekat dan memeluk Zayn dari samping.
"Aku gak akan lagi mengungkit masalah ini jadi bebaskan Lula." Alexa membujuk.
"Aku akan menganggap tidak terjadi apapun."
"Lalu bagai mana tentang semua komentar yang mereka tulis di media sosial milikmu? Kau pasti tertekan akan hal itu Ale."
"Kau tidak usah khawatir. Aku akan menutup akunku yang lama kemudian membuat membuat akun baru. Mengenai omongan orang, aku memang tidak bisa mengatur mereka untuk tidak berkata buruk tentang diriku. Tapi setidaknya aku memiliki kedua tangan untuk menutup kedua telingaku supaya aku tak mendengarkan gunjingan mereka. Jadi cabut laporanmu. Aku sungguh tidak papa. Setidaknya dengarkan istrimu untuk kali ini saja." ujar Alexa memohon sembari memainkan jemari Zayn yang panjang-panjang.
"Tidak untuk kali ini saja. Aku akan mendengarkanmu jika permintaanmu masuk akal. Terimakasih kau sudah bertindak dewasa."
Alexa tersenyum hangat.
__ADS_1
"Ayo kekantor polisi untuk mencabut laporan setelah itu kita bisa jalan-jalan."