
Zayn berjalan gontai kearah kamarnya. Meskipun Adam belum benar-benar meninggalkan rumahnya Zayn sudah lebih dulu meninggalkan Adam. Zayn muak tiap kali Adam mengatakan akan mengambil Alexa dari hidupnya.
Zayn mendapati Alexa yang tengah berdiam diri dengan tatapan kosong ke arah luar jendela kamar yang mereka tempati, pikirannya menerawang jauh menembus kaca bening yang di bingkai jendela kamarnya. Ada pohon jambu air di sana. Buahnya terlihat ranum dengan warna merah yang mendominasi.
Zayn mendekat dan duduk di sisi ranjang tepat di samping Alexa. Sepertinya Alexa benar-benar tenggelam dalam buaian angan sehingga wanita hamil itu tak menyadari kehadiran Zayn di sisinya.
Tak ingin mengulang kesalahan kemarin soal nangka. Zayn mulai memberanikan diri untuk bertanya sebelum Alexa berbicara.
"Apa kau ingin buah jambunya? Aku akan mengambilkannya untukmu." Zayn bertanya lembut, ia akan berusaha untuk mempertahankan Alexa. Mengganti setiap cinta yang pernah Adam berikan terhadap istrinya, Zayn sungguh tak ingin jika Alexa di miliki oleh pria manapun termasuk oleh Adam.
Alexa masih diam. Entah Alexa sengaja mengabaikannya karna Zayn melarang Alexa untuk menemui Adam atau Alexa betul-betul tidak mendengar pertanyaannya.
Untuk kedua kalinya Zayn bertanya kepada Alexa. "Apa kau ingin buah jambu? Aku bisa mengambilkannya untukmu." Sekali lagi Alexa tak merespon pandangan dirinya tetap berpusat pada pohon jambu di luar sana.
"Alexa ..." Akhirnya Zayn menyentuh pundak Alexa, wanita itu terjengkit bukti jika Alexa benar-benar tak menyadari kehadiran Zayn di sampingnya.
"Ada apa?" tanya wanita itu sendu. Tatapan matanya menyiratkan kepedihan, Zayn tak ingin menebak penyebabnya.
"Adam sudah baik-baik saja kau tidak usah mengkhawatirkannya." Zayn melirik Alexa yang tak merespon apapun. Manik Alexa kembali tertuju pada pohon jambu itu setelah sebelumnya melirik ke arah Zayn sejenak.
__ADS_1
"Apa yang kau lihat?"
"Sepasang burung yang tengah membuat sarang."
"Dimana?"
"Di sana." Alexa menunjuk ke arah pohon jambu air menggunakan dagunya.
"Apa menarik? Kau sampai memperhatikannya sampai seperti itu." Zayn mencari sepasang burung yang di maksud oleh Alexa, tapi sungguh Zayn belum menemukannya.
"Sudah lebih dari seminggu aku melihat sepasang burung itu memperbaiki sarangnya. Tapi di hari berikutnya sarang itu akan kembali di perbaiki. Entah memang rusak karna angin atau binatang lain aku tak mengerti. Yang jelas kedua burung itu kembali memperbaiki sarang mereka di lain hari dengan membawa ranting kecil maupun rerumputan kering, aku di buat penasaran mengapa sarang mereka tidak selesai-selesai."
"Tapi aku rasa sarangnya baik-baik saja. Mereka memperbaiki sarangnya bukan karna perbuatan hewan lain melainkan karna keinginan mereka sendiri." Alexa kembali berceloteh, meski tak memiliki makna dari apa yang dirinya lihat.
Sangat berbeda jauh dengan Zayn, Zayn mempelajari juga memcari makna dari apa yang Alexa paparkan. Zayn selalu mempercayai jika di alam semesta ini Tuhan tidak akan menunjukan sesuatu tanpa kita dapat mengambil hikmah dari itu semua. Terserah apa maksud Tuhan mempetontonkan tingkah burung itu terhadapnya dan Alexa. Tapi satu hal yang Zayn pahami, tidak perlu menunggu rusak atau di rusak lebih dulu untuk memperbaiki sesuatu. Saat kita menyadari ada yang salah dan kita perlu memperbaikinya kita berkewajiban untuk memperbaikinya.
"Mereka tampak bekerja sama dalam membuat rumah mereka." Zayn menatap ke arah Alexa.
"Ya, ternyata hewanpun memiliki kemampuan untuk memperbaiki, menjaga juga bertanggung jawab." Alexa memang tengah menyindir Zayn, dan Zaynpun tidak bodoh ia mengerti arah perbincangan Alexa, hanya saja Zayn tak ingin mencari pembenaran atau menyangkal, ia hanya menanggapi ucapan Alexa dengan senyuman tipis.
__ADS_1
"Alexa. Aku memiliki satu perumpamaan tolong dengar dan berikan pendapatmu." Zayn berkata serius, bahkan ia mebahan bahu Alexa agar tetap menghadapnya.
"Baiklah, asal jangan susah-susah, aku malas berpikir." Alexa terlihat baik-baik saja tidak menyedihkan tadi saat Zayn mengabarkan jika Adam baik-baik saja. Entah itu perasaan Zayn saja atau memang faktanya seperti itu.
"Alexa menurutmu jika lampu di kamarmu padam apa yang akan kau lakukan? Mencari lampu baru dan memperbaikinya atau kau akan lebih memilih pindah dari kamar itu." Zayn sudah merangkum dua jawaban. Mungkin Alexa akan menjawab salah satunya.
Zayn memperumpamakan kamar seperti dirinya. Sedangkan lampu adalah kisah mereka.
"Tergantung." jawab Alexa datar.
"Tergantung?"
"Hmm, tergantung nyaman tidaknya aku berada di kamar itu. Jika aku nyaman berada di kamar itu aku akan mencari lampu baru, atau penerang lain, bisa juga aku tetap tinggal di kamar itu meskipun dalam keadaan gelap. Tapi jika seandainya aku tidak nyaman berada di jamar itu aku tetap akan mencari kamar lain untuk ku tempati. Aku tak akan memperdulikan seterang dan semewah apa lampu di kamar itu jika kamarnya membuatku tak nyaman aku tetap akan pergi."
Untuk sejenak Zayn bungkam. Jawaban Alexa di luar prediksinya. Tapi bukan Zayn namanya jika tidak dapat mebalik situasi. Zayn kembali menyudutkan Alexa. "Tapi apa kau bisa membuat kamar itu terasa nyaman untuk kau tinggali?"
"Kau belum mengenal banyak tentang diriku Zayn. Tapi oke aku akan menjawabnya. Dengar ini! Kami para wanita sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami untuk menjaga dan membuat nyaman kamar yang kami tempati, namun adakalanya ada hal-hal yang kerap kali tidak bisa kami selesaikan sendiri. Jika kamar kami tidak dapat membuat kami terasa aman dan nyaman kami pasti akan pergi untuk mencari kamar lain yang kami anggap lebih baik untuk melindungi kami, kamar tidak nyaman contohnya atapnya yang bocor, atau suasana yang terlalu dingin yang tidak bisa kami hangatkan dengan selimut, ataupun pintunya yang rusak sehingga membuat kami merasa tak aman atau juga tidak tersedia jendela untuk kami bernapas dan melihat dunia luar, kamar yang bernuasa pengap dan sempit juga kadang mengusik kami. Tapi ini bukan tentang kamar!"
Zayn tercengang saat Alexa berucap di akhir kalimatnya, ia pikir Alexa akan berbicara tentang pendapatnya saja melainkan ada makna di setiap kata yang dirinya ucapkan. Zayn tertegun Alexa tidak sesederhana kelihatannya, pemikirannya cukup luas.
__ADS_1