
Seperti biasa Zayn mengantarkan Alexa dan Hanna ke kampusnya. Zayn kembali melanjutkan mobilnya menuju kantornya.
Saat Alexa memasuki area kampus semua teman-temannya berbisik, bahkan ada yang terang terangan menggunjing Alexa. Ada sebuah rumor tapi di sertai bukti nyata. Juga di mading terdapat beberapa potret kebersamaan Alexa dan Zayn secara acak, dari mulai di rumah sakit juga di beberapa tempat.
Pengakuan Zayn bahkan tersebar di media sosial di seluruh penghuni kampus. Ada juga yang terang-terangan mengatai Alexa.
"Dari terbuka ketertutup, eh tau-taunya buntung di luar nikah."
"Tau tuh dia hamil sama siapa? Tapi dosen tampan yang jadi lakinya."
"Wajah cantik, kelakuan kaya anj ing."
"Sepandai-pandainya orang menimpan bangkai lama-lama akan tercium juga."
Sepanjang perjalanan Alexa dan Hanna semua orang dengan sengaja menggunjingnya. Alexa dan Hanna juga mencopoti beberapa selembaran yang tertempel di majalah dinding kampus yang mereka lewati.
Alexa mengambil ponselnya, ia kini tengah viral di grup kampusnya. Cacian dan hujatan Alexa dapatkan. Bakhan beberapa anak juga mendatangi Alexa mengatakan hal-hal yang tak pantas. Untung saja ujian akhir telah selesai sehingga Alexa tidak terlalu pusing memikirkan hal itu.
"Lihat saja perut wanita murahan itu bahkan sudah membesar. Dia tengah mengandung anak haram!" ucap salah satu teman sekelas Alexa.
Ia tak bisa diam lagi. Akhirnya Alexa menampar wajah temannya.
"Jaga bicaramu jika tidak mengetahui kebenarannya. Kebenaran macam apa. Bahkan Pak Zayn membenarkan jika kau hamil di luar nikah." teman Alexa menunjukan rekaman suara Zayn disana.
Alexa tak percaya Zayn suaminya membongkar aibnya sendiri. Di sana Zayn mengaku menikahinya karna Alexa tengah hamil. Hanya itu saja, Zayn tidak mengatakan jika Zayn sendirilah yang menghamili Alexa.
"Katakan siapa ayah anak harammu? Ataukah kau tak tau siapa ayah biologisnya karna terlalu banyak tidur dengan pria."
"Dasar murahan."
__ADS_1
"Kasihan sekali nasib pak Zayn harus menerima getahnya."
Alexa menutup telinganya menggunakan kedua telapak tangannya dan berlari meninggalkan kampus entah kemana tujuannya. Ia merasa sangat malu, semua orang mengetahui aibnya.
Hanna menghubungi Zayn sedari tadi tapi sampai saat ini Zayn belum mengangkat panggilannya.
Dan di saat Zayn mengangkat panggilannya, Hanna langsung menceritakan apa yang terjadi di kampusnya.
Zayn sangat marah, dan segera ke kampusnya untuk mengadakan klarifikasi.
Sialnya semua orang sudah termakan dengan rumor yang beredar sehingga tidak mempercayai perkataan Zayn. Meski Zayn sudah mengakui segalanya tapi mereka tak merubah sudut pandangnya terhadap Alexa.
Di mata hampir seluruh penghuni kampus, baik dosen, pelajar juga para stap Alexa tetaplah seorang wanita murahan.
Tak ada gunanya juga Zayn menjelaskan semuanya kepada semua orang. Mereka sudah kepalang tanggung menilai Alexa.
Alexa sengaja tak mematikan ponselnya agar Zayn dapat mengetahui keberadaannya. Tapi Alexa tak mengangkat telepon maupun membalas pesan dari Zayn.
Zayn mendatangi Alexa di sebuah rumah kontrakan.
"Alexa, Maaf." Zayn langsung memeluk erat tubuh istrinya. Berusaha menyerap habis kesedihan istrinya. Alexa terisak di pelukan suaminya.
"Mereka menghakimiku, memakiku tanpa membiarkan aku berbicara. Mereka mengataiku wanita murahan juga bayiku sebagai anak haram. Aku tau apa yang mereka katakan kebenaran tapi hatiku tetap sakit Kak. Kenapa kakak tega menela njangiku di hadapan semua orang?" Alexa memukul dada Zayn berulang kali.
"Aku harus apa sekarang? Aku malu pada semua orang." Alexa melepaskan diri dari pelukan suaminya.
"Tidak bisakah kau berbohong. Dan menyangkal ucapan Lula. Apa memang ini semua rencanamu sejak awal yang ingin menghancurkanku?"
"Tidak Alexa, itu tidak benar. Aku juga berdosa."
__ADS_1
"Lantas jika kau berdosa mengapa hanya aku yang di salahkan?. Sedangkan dirimu masih di anggap pahlawan. Hanya karna kau berasal dari keluarga seorang Kyai, semua menyalahkan aku yang hina dina ini."
"Sepertinya dugaanku benar. Kau sudah merencanakan ini sejak awal untuk menghancurkan aku karna kau membenciku. Kau bahkan selalu menyumpahiku hamil di luar nikahkan. Kau puas sekarang?"
"Mana ada seperti itu Alexaa! Jika aku berniat menghancurkanmu mana mungkin aku mempergunakan diriku sendiri."
"Nyatanya namamu tetap baik. Hanya diriku yang hancur."
"Bahkan captionnya, seorang Gus baik hati menikahi wanita yang hamil di luar nikah hanya untuk menyelatkan wanita itu dari rasa hina."
"Alexa aku minta maaf. Aku akan membersihkan namamu kembali." Zayn berusaha menggapai tubuh Alexa yang kian menjauhinya.
"Semua orang tau aibku. Aku di hujat habis-habisan di semua media sosial milikku. Di maki di kampusku, orang-orang yang kukenalku juga membenciku dan menganggap aku sampah. Semua ini karna dirimu! Aku benci padamu Zayn! Aku benci padamu!"
"Alexa jangan seperti ini. Tenanglah! Kau tidak perlu mendengarkan apa kata mereka."
"Pergi dari sini Zayn! Pria suci sepertimu tak layak berada di tempat wanita berlumur dosa sepertiku!"
"Alexa, ku mohon. Tenanglah! Semua akan baik-baik saja."
"Tidak ada yang baik-baik saja Zayn nyatanya aku merasa sangat terhina. Aku bahkan merasa lebih hina dari seekor anj ing betina yang cacat. Aku tak memiliki wajah lagi. Bahkan aku tak ingin melihat bayanganku sendiri. Kau tak tau rasanya di permalukan Zayn! Selamanya mereka akan menganggapku seorang wanita murahan dan selamanya pula gelar anak haram dari anakku tak akan bisa ku ubah. Pergilah! Kau tak memiliki kewajiban ataupun hak dari anakku."
Alexa menjauh dan memasuki satu kamar yang terdapat di kontrakan barunya.
"Alexaaa!!"
"Aku tak akan akan pergi kemanapun Alexa."
"Aku membencimu Zayn!" Alexa berteriak dari kamarnya.
__ADS_1