Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Tak ada alasan lain


__ADS_3

"Sial!"


Zayn bahkan mendorong kasar buah itu dari hadapannya. Ia masih teringat ketika melihat mata Alexa yang berkaca-kaca sebelum meninggalkan ruangannya.


Mau tak mau Zayn melangkahkan kakinya menuju pohon nangka di dekat mushola, ia harus mengalah dari pada Alexa marah dan berimbas pada jatahnya, kesejahteraan malamnya. Ya Zayn hanya mengkhawatirkan jatahnya saja. Kurang ajar sekali!


"Sial! Nangkanya sudah tidak ada." Zayn kerap kali mengumpat akhir-akhir ini.


.


Alexa terlihat murung hanya karna tak bisa mendapatkan buah yang ia inginkan. Seandainya saja Alexa tidak mengingat dirinya tengah hamil mungkin ia sudah memanjat pohon itu dan mengambilnya sendiri sebelum di ambil orang lain.


Alexa tidak pernah seperti ini sebelumnya, ia sangat kukuh saat memingingonkan sesuatu. Alexa tak mengerti dengan dirinya sendiri.


Namun yang jadi pertanyaan siapa mengambil buah itu, seandainya saja Alexa tau siapa yang mengambil buah itu, dirinya ingin memintanya sedikit saja agar ia bisa mencicipinya, tak masalah meski hanya sebiji. Alexa benar-benar ingin buah itu.


Saat Alexa hendak pulang dengan Hanna, dan berencana memesan taksi online, seseorang menghampiri keduanya.


"Alexa ..."


Pemuda bernama Arga yang merupakan pria tampan yang menjadi incaran Hanna menghampiri dan menyerahkan sekantong sesuatu di tangan kanannya.


"Ini."


"Ini apa?" Alexa dapat menebak jika sesuatu di dalam kantung hitam itu adalah buah nangka yang tadi ia inginkan, buah nangka yang masak di pohonnya dengan aroma yang sangat enak.


"Buah nangka. Bukannya kau sangat menginginkan buah nangka di samping mushola itu." ternyata sepasang mata yang mengawasi Alexa sedari tadi adalah Arga.


"Aku melihatmu saat berusaha untuk menggapai buah itu, makanya aku bolos di jam terakhir untuk mengambilkan buah ini untukmu."


"Ya ampun, harusnya kau tak melakukan hal itu."


"Tidak papa. Alexa santai saja, aku sudah mengupas buahnya jadi kau tidak mesti kena getahnya."


"Lalu kau?"


"Tenang saja aku sudah ahli." Arga tertawa renyah.

__ADS_1


"Terimakasih Arga." Alexa tampak gembira. Begitu juga dengan Hanna gadis itu tampak tersenyum malu-malu, Arga memang sangat manis menurut Hanna.


"Aku permisi." Arga undur diri setelah memberikan buah nangka, ada urusan lain sepertinya.


"Hanna pulangnya nanti dulu. Kita makan buahnya."


"Aku puasa Ale." Hanna mengingatkan iparnya.


"Aku akan menyisakan untukmu jika begitu. Kan jarang-jarang dapet makanan dari crushmu." Alexa menyenggol bahu saudari iparnya.


"Tapi sepertinya Arga memberikannya khusus untukmu." Hanna merasa tak enak.


"Tidak apa Anna, ini sudah menjadi milikku, aku berhak membaginya denganmu." Alexa mulai membuka ketesek hitam dengan buah nangka yang sangat wangi.


Warna buahnya tampak pucat tidak seperti buah yang di tawarkan Zayn, berwarna putih sedikit kekuningan tapi aroma dan rasanya sangat manis saat Alexa mencobanya.


Alexa memisahkan buah untuk Hanna dan memintanya membawa untuk Hanna makan nanti saat berbuka. Alexa tak ingin menyisakan, ia lebih baik membaliginya sebelum ia melahapnya habis, nangkanya memang membuat Alexa kalap.


Baru beberapa biji Alexa memakan buah nangka miliknya, Zayn sudah ada di antara mereka.


Alexa hanya diam sembari memakan buah nangka yang di berikan Arga padanya. Zayn melirik sekilas tapi dalam hatinya ia tengah menahan amarah karna Alexa memilih memakan nangka yang di berikan orang lain di bandingkan memakan buah nangka yang ia belikan. Zayn sudah tau siapa yang mengambil buah nangka itu dan pasti menjadi orang yang sama dengan yang memberikan buah itu pada Alexa.


Zayn pikir Alexa akan mengikutinya atau minta di tunggu, tapi Alexa masih di tempatnya duduk sembali melahap buah nangka itu. Zayn menyuruh Hanna untuk duduk di kursi depan di samping kemudi.


Zayn memaduki mobilnya melihat Alexa dari kaca spion mobilnya, Alexa masih menikmati makanannya. Zayn mulai menghidupkan mobilnya. Tapi Alexa masih tenang di tampat duduknya.


"Kak, biar ku panggil Alexa dulu." Hanna hendak turun tapi Zayn melarangnya.


"Tidak perlu di tidak membutuhkan tumpangan." Zayn berujar ketus.


Zayn menjalankan mobilnya meninggalkan Alexa yang masih di tempatnya. Zayn berharap Alexa akan menghentikan mobilnya saat melewatinya. Namun nona muda itu terlihat tenang tidak terpengaruh sama sekali.


Saat Zayn baru menjalankan mobilnya beberapa waktu. Akhirnya ia memilih memutar balik mobilnya, ia takut Alexa tidak pulang kerumahnya, bukannya Alexa sangat nekad apa lagi dirinya dan Alexa terlibat perdebatan tadi.


Hanna di buat memutar matanya dengan malas. "Jika perduli bilang boss."


"Diam kau."

__ADS_1


Saat Zayn sudah tiba di sana, Alexa sudah hendak memasuki mobil milik Yuni.


"Alexa."


Zayn memanggil Alexa dan menyuruh Yuni pergi, Zayn bahkan memasukan Alexa ke dalam mobilnya.


Alexa tak banyak cakap, dirinya menurut saja sembar terus menikmati buah manis yang ia inginkan.


Zayn sudahenjalankan kembali mobilnya, sesekali dirinya melihat Alexa dari kaca spion yang tergantung di atasnya, nampaknya Alexa benar-benar menginginkan buah itu sehingga Alexa menghabiskan buah itu hingga tak tersisa.


"Alhamdulillah."


"Alexa apa buahnya sangat enak? Kau terlihat sangat menikmatinya."Hanna bertanya, wajahnya bahkan menghadap ke belakan.


"Hu'um." Alexa mengangguk. "Coba saja nanti."


"Alexa Arga baik ya, mengambilkanmu buah nangka. Aku ga bisa bayangin dia harus manjat dan mengupas buah itu sendiri untukmu." pipi Hanna bahkan merona saat memuji Arga.


"Hem, dia seperti seorang pria yang penyayang Hanna, jika kau berhasil mendapatkannya kau akan beruntung." Lirih Alexa ia membuang pandangan kearah jendela, ia sedih saat ada orang lain yang menuruti keinginannya, sedangkan suaminya sendiri malah sebaliknya.


"Ya. Arga memang baik hati."


"Alexa, Seandainya kau masih sendiri kau mau tidak jika berjodoh dengannya?"


"Aku akan memikirnya jika ia aku sendiri."


"Berhenti berbicara Hanna.!" Zayn menyentak adiknya, ia tak suka saat adik dan istrinya kompak memuji pria lain.


Setibanya Zayn di rumah pria itu langsung membanting pintu mobilnya dengan sangat keras, meninggalkan dua wanita yang membuatnya kesal sedari tadi.


.


Alexa dan Zayn tidak bertegur sapa meskipun mereka berada di kamar yang berbeda, apa lagi Alexa, dirinya masih sakit hati hanya karna Zayn mengabaikan keinginannya. Alexa tak perduli sekalipun Zayn mendiamkannya sampai seumur hidupnya.


Tengah malam saat Zayn tengah terlelap Alexa tiba-tiba ingin spageti bikinan Mamanya, mama Greendia. Tapi ini sudah malam lagi pula ia tak ingin bertemu dengan Papanya. Tapi dirinya juga tak ingin membangunkan Zayn, pria itu pasti mengatainya ribet kembali. Lebih baik Alexa pergi sendiri saja.


Alexa akan meminta mamanya untuk membuka ointu dan membikin spageti kesukaannya setelahnya Slexa akan kembali.

__ADS_1


Alexa hendak mengirimi pesan ke ponsel Zayn tapi ia urungkan, lagi pula ia akan pergi sebentar saja. Meski was-was Alexa tetap membulatkan tekad untuk pergi. Lagi pula ini baru pukul sebelas malam, pasti tukang ojek di depan masih mangkal.


Bodo amat semisal Zayn akan memarahinya habis-habisan, jika perlu Alexa akan pindah saja menjauh dari pria itu. Selain demi bayi di kandungannya tak ada alasan lain yang membuat mereka akan terus terikat.


__ADS_2