
"Kak Zayn aku mengompol." Sungguh Alexa sangat malu sampai-sampai ia ingin melenyapkan diri.
Zayn menyingkap selimut yang mereka kenakan, dan benar saja Alexa benar-benar mengompol. Wanita hamil itu meremat kesepuluh jemarinya bergantian, ia mengira Zayn akan memarahinya.
"Ayo bersihkan diri. Ini masih malam kita harus tidur lagi." Zayn menuntun tubuh Alexa untuk memasuki kamar mandi. Dengan telaten pula Zayn membuka pakaian Alexa yang basah, membuat Alexa terharu bahkan menangis sehingga hidungnya memerah.
Tidak hanya itu Zayn bahkan mengepel seluruh lantai yang tadi di lewati Alexa. Takutnya ada tetesan ompol yang mengenai lantai, jika tidak di bersihkan takutnya najis itu terbawa ibadah oleh mereka dan ibadah mereka tidak sah.
"Aku akan mencuci dan menjemur kasurnya besok." Zayn mengambil selimut serta seprai, dan ia masukan ke keranjang kotor.
"Mau pindah kamar atau tidur di karpet?"
"Terserah kak Zayn saja." ucap Alexa. Zayn tersenyum istrinya terlihat sangat menggemaskan ketika tidak keras kepala.
Zayn meraih satu bantal serta selimut untuk mereka kenakan. "Ayo tidur." Zayn menepuk lengannya, memberikan Alexa isyarat untuk tidur di pelukannya.
Zayn dan Alexa kembali tertidur hingga mereka bangun sekitar pukul setengah empat pagi.
.
"Nanti siang aku harus keluar kota Alexa. Ada beberapa masalah di panti yang Mama kelola. Mungkin beberapa hari aku di sana." Zayn meletakan sarapan di hadapan Alexa lengkap denngan jus buah pear sebagai pelengkapnya.
"Aku mau ikut kak." Alexa mengatakan keinginannya, ia tak ingin jauh-jauh dari Zayn. Meskipun suaminya itu menyebalkan tapi entah kenapa ia tak ingin jauh dari Zayn.
"Kau sedang hamil Ale, aku tak ingin kelelahan. Lagipula banyak hal yang harus kau dan Hanna urus sebelum wisuda. Aku janji hanya sebentar, jika urusanku selesai aku akan langsung pulang."
"Tapi ... Masa aku dan Hanna harus tinggal di rumah berdua saja sama Hanna."
__ADS_1
"Kakak ipar jangan sedih, besok pagi Mama dan papa akan sampai di rumah." Hanna menenangkan kakak iparnya.
.
Zayn benar-benar berangkat ke luar kota untuk menyelesaikan masalah yang di maksud mamanya. Zayn sangat sibuk dengan beberapa hal sehingga tidak sepat untuk menghubungi Alexa.
Ini adalah kali pertama Zayn meninggalkan Alexa.
Karna kesibukannya Zayn hanya menghubungi Alexa beberapa kali saja semenjak berada di luar kota dua hari yang lalu.
Mama Lexi dan Papa Kahfa sudah sampai sejak kemarin, sekarang mereka tengah berbincang dan Kahfa harus kembali pergi, kota kalimantan untuk masalah pekerjaan.
"Apa mereka para pria selalu seperti itu Ma? Pekerjaan selalu jadi prioritas." tanya Hanna kepada ibunya.
"Mereka pria bertanggung jawab selalu mengedepankan apa yang di perlukan terlebih dahulu. Ada hal-hal yang memang harus di utamakan. Kita sebagai pasangan harus selalu mendukung mereka. Mereka melakukan pekerjaan untuk kita juga." ujar Mama Lexa, terhadap putrinya.
Banyaknya oleh-oleh dari Mama mertuanya tak menghibur Alexa sama sekali. Ia tetap merindukan Zayn, entah sejak kapan ia memiliki rasa seperti ini, padahal sebelumnya Alexa tidak pernah merindukan Adam sampai seperti ini di saat mereka terikat hubungan. Apa kata suami mempengaruhi besarnya rindu seseorang.
Mama Lexi yang menyadari diamnya Alexa berinisiatif untuk mengajak Menantunya untuk pergi jalan-jalan ke Mall.
" Alexa Sayang pergi ganti baju kita akan makan siang di luar juga jalan-jalan ke mall." Alexa langsung ber anjak, ia memang harus mengalihkan pikirannya dari Zayn, sedangkan Hanna ia sudah rapi dan menunggu di ruang keluarga.
Mama Lexi juga turut bersiap.
"Anna di mana kakak iparmu?" Zayn tiba-tiba datang entah dari mana, mengagetkan Hanna yang tengah bermain ponsel.
"Kapan kakak datang?"
__ADS_1
"Barusan. Dimana Alexa?"
"Di kamar."
Zayn langsung berlari menuju kamarnya.
Ceklek...
Saat pintu terbuka Alexa tengah menyisir rambutnya, ia sudah berganti pakaian sesuai permintaan Mamanya.
"Assalamualaikum ..."
"Kak Zayn." Alexa berbalik. Matanya bahkan berkaca-kaca saat menyaksikan pria yang ia rindukan ada di hadapannya.
Zayn mendekat dan memeluk tubuh wanitatanya.
"Kak Zayn lama sekali perginya." Suara Alexa terdengar bergetar.
"Ada apa? Kau merindukan suamimu?" Zayn mengurai pelukan dan membingkai wajah Alexa menggunakan kedua belah tangannya, Zayn menggesekan hidung miliknya dengan hidung sang istri.
"Bukan aku yang merindukan kak Zayn. Tapi bayimu yang baik ini yang merindukanmu." Alexa mengusap pelut yang masih datar, Zayn pun melakukan hal yang sama.
"Benarkah?"
"Aku rasa ibunya merindukan yang lain." Seloroh Zayn. Tangannya bergerak terampil membuka sabuk serta pengail celananya.
Zayn menarik telapak tangan Alexa dan menggenggamkannya kepada ketegangan miliknya.
__ADS_1
"Dia sangat merindukanmu. Bukannya hukumanku sudah berakhir?"