Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Sesuatu itu miliknya kan?


__ADS_3

Zayn terlihat diam saja, ia masih kesal kana Alexa mengkhawatirkan keadaan Adam. Meskipun ia juga berhutang budi pada mantan kekasih istrinya. Jika tidak Adam entah hal buruk seperti apa yang akan menimpa istrinya lebih buruk dari ini.


Zayn juga berencana untuk menemui Adam, ia akan minta maaf terhadap pria itu secara langsung. Namun ada sesuatu yang mengganjal di hati Zayn tentang mengapa bisa Adam berada di kantor polisi. Apa yang di lakukan pria itu menjadi pertanyaan yang berputar di kepala Zayn.


"Kak nanti malam bukankah takbiran?"


"Hmm,"


"Hmm? Hanya Hmm?"


"Aku masih kesal padamu karna mengkhawatirkan si Adam duriduridam itu." Zayn berujar sewot, ia bukan tipikal seperti Alexa yang doyan memberikan kisi kisi atau kode. Ia lebih suka mengungkapkan apa yang ia rasakan.


"Wajar jika aku mengkhawatirkannya kak, dia menyelamatkanku."


"Benarkah karna itu? Bukan karna kau masih menyimpan perasaan padanya?"


"Aku memang bukan ahli atau faham agama Kak, tapi aku tau batasan-batasanku kak." Alexa berujar tak kalah sewot.


"Tapi kau tak boleh memastikan keadaannya!"


"Kenapa?"


"Aku tak ingin kau melihat milik pria lain selain milikku. Kuharamkan matamu melihat milik pria manapun."


"Kak kita mau kemana?" Alexa bertanya saat Zayn menepikan mobilnya ke kelinik khusus kandungan.


"Kita perlu memeriksakan dirimu serta dedek bayi. Aku ingin memastikan kalian baik-baik saja."


Kalimat Zayn yang mengatakan mengkhawatirkan kalian cukup membuat Alexa terkesan. Setelah sekian lama berlalu Zayn tidak hanya mengkawatirkan bayi mereka saja Zayn juga mengkhawatirkan dirinya juga ternyata.


"Kau mengkhawatirkanku juga?" Alexa tak ingin salah paham, mungkin saja Zayn mengkhawatirkan dirinya hanya karna bayi itu. Ya mungkin Zayn mengkhawatirkannya karna Alexa ibu dari bayinya. Alexa tak ingin terlalu percaya diri, takutnya Zayn menghempaskannya hingga ke dasar di saat Alexa melambung terlalu tinggi.


"Tentu saja aku mengkhawatirkanmu. Kau istriku."

__ADS_1


Kehangatan merambati perasaan Alexa, apa lagi saat Zayn menunjukan perhatiannya dengan cara membukakannya pintu. Perhatian kecil yang kerap kali pria tunjukan kepada pasangannya membuat Alexa di lingkupi kebahagiaan dengan perlakuan sederhana. Ini adalah pertama kalinya Zayn menunjukan sikap perhatiannya drngan cara membukakannya pintu mobil.


Zayn mnanyakan keadaan istri serta bayinya, dokter kandungan hanya mengatakan jika Alexa hanya mengalami luka luar saja, selagi perutnya tidak tertekan atau terhantuk tidak masalah asalkan tidak terasa sakit.


Zayn mengembalikan mobil kerumahnya. Kemudian kembali membawa motornya ke rumah kontrakan mereka yang baru.


Zayn membeli beberapa perlengkapan rumah tangga, termasuk kompor, lemari pendingin juga rice cooker. Karna memang pendingin ruangan sudah terjadi disana.


Malam hari, sembari mendengar suara takbir Alexa kini tengah bersantai di teras rumahnya mendengar orang-orang mengumandangkan takbir. Karna ke esokan harinya adalah hari raya idhul Adha.


M


Alexa merasa heran karna tidak merasakan getaran di perutnya padahal beberapa hari terakhir Alexa dapat merasakan pergerakan bayinya dari dalam perut.


Mungkin saja bayinya tidurkan, atau ia terlalu lelah sehingga tidak merasakan gerakannya.


Tapi ada beberapa hal yang membuatnya panik.


Namun sejak dari pagi Alexa belum merasakan sapaan dari perutnya, ia merasa heran sekaligus bertanya tanya. Alexa juga mengadu kepada Zayn.


Zayn yang tengah menyusun belanjaan pun kini menghentikan kegiatannya. Dan langung memasukan semua belanjaannya kedalam lemari pendingin.


"Apa perutmu baik-baik saja? Maksudku apa tante Cinta tadi tak melukainya?"


Zayn membawa Alexa untuk duduk di pangkuannya sembari mengusap perutnya.


Alexa menggeleng.


"Apa perutmu sakit? Atau kram?"


"Tidak kak."


"Kau ngeflek atau kau milikmu mengeluarkan sesuatu?" Zayn bertanya khawatir.

__ADS_1


"Tidak kak."


"Lalu apa?" Zayn meraih ponselnya, kemudian Zayn membaca beberapa artikel.


"Mungkin bayi kita tengah istirahat." ujar Zayn.


"Tapi aku sempat terpelanting ke belakang kak tadi, saat tante Cinta menjambakku."


"Astaghfirullah kenapa tidak bilang dari tadi."


Zayn buru-buru meraih jaket Alexa serta kunci motor miliknya. Zayn juga menghubungi dokter Aida yang kebetulan berada di rumah sakit tengah bertugas sebelum menjalankan kendaraannya menuju rumah sakit. Zayn mengatakan kendalanya juga keluhan yang terjadi pada istrinya.


Sesampainya di rumah sakit, Zayn segera menuju ruang pemeriksaan dengan hati yang luar biasa gelisah. Ia cemas memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kepada calon anaknya.


Dokter Aida langsung melakukan pemeriksaan usg kepada istri dari teman adiknya. Hembusan kasar dokter Aida hembuskan dan menyuruh Zayn untuk menemuinya di luar pemerikasaan.


Agak aneh sebenarnya, jika dokter Aida mengajak Zayn berbicara kehamilan Alexa di luar ruangan. Biasanya juga dokter Aida akan mengatakan semua sesuatunya di hadapan Alexa.


"Zayn ikuti aku."


Selama beberapa waktu Zayn pergi, meninggalkan Alexa sendiri dalam pembaringan.


Ada ketakutan yang luar biasa memeluk Alexa. Tentang beberapa kemungkinan yang akan terjadi.


Zayn kembali dengan wajah teduh. Seulas senyum ia terbitkan di bibirnya, tatapannya terlihan menenangkan. Tanpa mengatakan apapun Zayn melabuhkan satu kecupan di kening Alexa. Zayn bahkan mengerjapkan matanya berkali-kali menahan sesuatu ledakan cairan yang hampir lolos dari kedua matanya.


"Sayang." gunamnya lirih, bahkan Zayn nyaris berbisik di telinga sang istri.


Alexa memejamkan matanya ia menampik pikiran buruk yang merambati perasaannya. Melihat ketenangan Zayn Alexa sedikit bernafas dengan lega.


"Sayang." Sekali lagi Zayn bergunam.


"Hmm."

__ADS_1


"Seandainya ada seseorang yang menitipimu sesuatu, kemudian orang itu hendak mengambil kembali titipannya apa yang akan kau lakukan?" suara Zayn tercekat, bibirnya bahkan bergetar, dengan kaca air mata yang nyaris tumpah.


"Sesuatu itu miliknya kan? Lalu bagaimana bisa aku menahannya untuk tetap bersamaku?" Alexa menjawab dengan tangis yang siap meletup. Ia tau maksud dari pertanyaan Zayn.


__ADS_2