Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Kau berdosa


__ADS_3

Zayn masih memegangi lehernya yang baru saja setengah di cekik oleh Adam. Aneh padahal badannya lebih besar dari Adam tapi ia malah tak berdaya saat Adam menyerangnya.


"Lihat Alexa!" Adam bahkan tak sudi menyebut wanita yang ia cintai sebagai istri dari Zayn.


"Astaghfirullah."


Zayn segera terbangun, rasa sesak juga malu yang sempat hadir, kini menguar entah kemana. Yang ada malah secercah rasa panik yang begitu membuncah melihat leher Alexa bersimbah dara. Iblis mana yang hendak menjadikan istrinya sebagai hewan kurban. Padahal lebaran haji adalah esok pagi.


Meski Zayn kerap kali dibuat jengkel tapi tak ada niatannya seujung rambutpun untuk menyakiti Alexa.


Zayn bangkin dan segera menghampiri istrinya. Tubuh Alexa terlihat masih bergetar, ketakutannya tidak dapat ia umpatkan di manapun ia kaget sekaligus syok, mendapat serangan dari istri Omnya sendiri yang merupakan ibu dari Lula sepupunya.


"Alexa ..." Zayn membawa Alexa dalam pelukannya. Tubuh Alexa bergetar di dalam dekakapan Zayn yang kekar, membalut tubuh mungilnya. Alexa tak melakukan apapun, ia hanya diam tanpa membalas pelukan suaminya yang Alexa lakukan hanya memeluk perutnya sendiri, seakan ia begitu khawatir ada hal buruk yang akan menyakiti bayinya.


"Kak,, Tante Cinta. Tante Cinta Mamanya Lula tiba-tiba menyerangku." Alexa kini mendongak menunjukan lehernya yang terluka.


Terilat darah yang masih mengalir dari leher Alexa, Zayn dapat melihat luka yang lumayan lebar meskipun tidak dalam. Zayn juga melihat beberapa memar di wajah istrinya, bahkan stempel lima jari masih terlihat jelas di salah satu pipinya, entah kemana kerudung yang Alexa kenakan.

__ADS_1


"Rambutku juga di jambakinya. Untung saja aku tidak botak. Jika botak aku akan ganti nama menjadi Alexandro." ucap Alexa di selangi sesegukan kecil di antara bicaranya.


"Kurang ajar!" ujar Zayn dengan emosi.


Adam memberikan kotak p3k kepada Zayn. "Obati Alexa. Ini adalah terakhir kalinya aku melihat dia terluka karna kelalaianmu. Jika aku melihatnya sekali lagi terluka, aku akan merampasnya dengan paksa darimu. Kali ini hanya anakmulah yang menjadi pengunggul skor di antara kita. Jaga baik-baik wanitamu! Diluar sana masih banyak yang menginginkannya termasuk aku." Adam memalingkan wajahnya, ia tak dapat melihat Alexa terluka.


"Kak Adam terima kasih." Alexa berujar tulus kepada mantan kekasihnya yang sudah menolongnya.


"Jaga dirimu baik-baik Alexa."


Zayn segera membawa Alexa ke kursi duduk yang berderet di lorong itu. Ia juga mengutuk dirinya sendiri yang begitu ceroboh membiarkan Alexa terluka. Tadi di saat Zayn masih membahas beberapa hal dengan Lula, Zayn mendengar keributan ternyata dugaannya tidak salah, ternyata memang terjadi sesuatu dengan Alexa.


Zayn menyuruh Alexa untuk mendongak, meberikan luka itu cairan Alkohol untuk mensterilkan luka itu katna peniti. Zayn juga mengoleskan obat memar di wajah Alexa.


Alexa sendiri masih memeluk erat perutnya menyembunyikan calon bayinya sekalipun dari jangkauan suaminya, Alexa bahkan menepis tangan Zayn yang hendak mengusap perut buncit istrinya.


"Apa dia melukai perutmu juga." Zayn mengusap tangan Alexa yang begitu ketat menjaga perutnya.

__ADS_1


Alexa menggeleng. "Tidak, aku melindunginya dengan baik. Tak akan ku biarkan sesuatu halpun mengusik apalagi menyakitinya." Manik Alexa terlihat gelisah ia masih mengamati sekitar taku takut ada seseorang yang hendak menyerangnya kembali.


"Kita proses tante Cinta menurut hukum yang berlaku." Ujar Zayn. Dia tidak akan goyah sekalipun Alexa melarangnya. Di luar dugaan Alexa malah mengangguk mengiyakan.


"Ya, dia harus mendapatkan hukum yang setimpal karna sudah berani mengancam keselamatan bayiku." tidak ada keraguan sedikitpun dalam pernyataannya.


"Ya aku akan memastikan Tante Cinta mendapatkan balasannya." Zayn membalut luka di dagu Alexa dengan kain kasa, kedian mengecupi semua luka yang di dapat istrinya.


"Aku sudah mengobatinya dengan kecupan kau akan segera sembuh."


Selagi masih di kantor polisi Zayn melaporkan tantenya. Dan setekah itu Zayn pergi meninggalkan kantor polisi. Zayn tak ingin menemui tante Cinta ia tak ingin jika ia kehilangan kendali dan membabat habis tantenya seperti apa yang di lakukan Adam pada tante Cinta.


"Kak aku khawatir sama kak Adam. Tadi tante Cinta menendang asetnya sampai Kak Adam terlihat sangat kesakitan. Aku ingin memastikan jika dia baik-baik saja."


"Maksudmu kau ingin melihat miliknya?" Zayn berucap sewot, ia bahkan menepikan dan memberhentikan mobilnya.


"Kau berdosa karna sudah mengkhawatirkan pria lain!"

__ADS_1


__ADS_2