Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Pengurangan jatah seminggu


__ADS_3

"Aku lelah menghadapimu Zayn."


Pada akhirnya kalimat itu tercetus dari mulut Alexa.


Zayn mengusap keringat yang mengembun di dahinya sendiri, pertempuran singkatnya membuat dirinya terlihat sangat kejam di hadapan wanita hamil itu.


"Aku minta maaf Alexa. Mari pulang bersamaku. Kau lelahkan? Aku akan membiarkanmu istirahat aku janji tak akan mengganggumu."


"Kau pikir lelahku butuh istirahat? Kau salah Zayn aku lelah karna ingi berhenti. Aku ingin berhenti Zayn." Alexa tak bisa terus seperti ini Zayn selalu menyepelekan dirinya.


"Oke, Alexa aku tau aku salah kemarin. Aku minta maaf, aku tak bermaksud menyinggungmu. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik agar semuanya dapat kita selesaikan. Jangan sekali-kali kau berencana untuk menyudahi hubungan kita." Zayn mendekat, Alexa sudah tak memiliki celah untuk meloloskan diri. Zayn menatik tubuh istrinya kedalam pelukannya.


"Aku minta maaf jika kau tak nyaman denganku." Zayn mengusap surai kecoklatan Alexa.


"Kau tak mengerti cara memulyakan wanita ataupun memanjakannya. Katamu aku hanya perlu mengatakan apa yang aku inginkan. Nyatanya kau selalu membuatku merasa tak di hargai Zayn. Kau selalu menyepelekan segala sesuatu." Alexa menepis tangan Zayn di kepalanya.


"Alexa jangan keras kepala. Kita harus pulang jangan membuat keluargamu dan keluarga kita berpikir macam-macam, kita bukan abege lagi Alexa, hal seperti biasa dalam pernikahan nanti juga rasa kesal kita akan berkurang seiring berjalannya waktu. Pulang ya? Nanti aku akan berusaha lagi memahamimu." Zayn membujuk Alexa meski wanita itu terlihat masih kesal padanya.

__ADS_1


"Aku butuh jaminan."


"Jaminan? Jaminan seperti apa?" Zayn mengerutkan keningnya dalam.


"Aku butuh uang nafkah yang mutlak dan terjamin darimu setiap bulannya." Ujung-ujungnya duit juga kan, iya lah Alexa tak ingin rugi. Alexa harus pandai-pandai memanfaatkan keadaan, enak saja Zayn selama ini menidurinya tapi uang nafkahnya alajadarnya.


"Bukankah, selama ini aku tidak membatasimu untuk membeli apapun?"


"Memang tidak, tapi aku butuh uangku sendiri. Kau melarangku bekerja tapi tidak memberikan uang dengan layak."


"Oke. Berapa yang kau inginkan?"


"Baiklah. Aku transfer sekarang kirim no rekeningmu." Zayn merogoh ponselnya di saku celana miliknya.


"Total yang harus kau transfer bulan ini 100 juta bulan kemarin sama bulan sekarang."


Dari pada Alexa mancla-mencle dan ngereog seperti tadi Zayn menuruti ke inginan istrinya.

__ADS_1


Ting ...


Notifikasi pesan masuk pada ponsel Alexa. Menandakan uang yang Zayn berikan sudah Alexa terima.


"Selanjutnya aku ingin uangnya masuk setiap tanggal satu." Alexa hendak memasuki kamar mandi tapi Zayn menahannya. Ia juga tak mau rugi.


"Tapi jatahku amankan?"


"Aman jika kau tidak banyak tingkah. Tapi aku masih kesal padamu. Untuk satu minggu kedepan jauh-jauh dariku." Alexa menghempas tangan Zayn yang semula mencekal tangannya.


Zayn tak terima hingga tubuh kekarnya menghafang langkah Alexa yang hendak berlalu.


"Tidak bisa seperti itu. Aku rugi jika kau mengurangi jatahku, padahal aku suami yang baik Alexa tidak memintamu macam-macam atau mengerjakan tugas rumah, aku hanya meminta hak kesejahtraan jatahku saja.


"Jangan rebut tawar denganku Zayn. Aku bisa saja berubah pikiran dan menambah waktu pemberhentian jatahmu."


Zayn mematung, mulutnya mengatup rapat. Ini kesialan untuknya, baru sebulan dia menjadi pria sejati. Alexa malah membatasinya kembali.

__ADS_1


"Baiklah aku menurut." Zayn berujar lesu tak bertenaga.


__ADS_2