Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Tak sabar menantikannya hadir


__ADS_3

"Alexa pegangan dong masa jaraknya jauh banget kayak lapang kabupaten." Zayn menoleh ke arah belakang yang di mana istrinya sudah duduk di jok motornya.


"Loh orang aku masih marah sama kak Zayn masa duduknya mepet-mepet kak Zayn sih." Alexa bahkan semakin bergeser ke belakang. Membuat Zayn ingin berteriak kencang atas kejengkelan yang di berikan Alexa terhadapnya.


"Marahnya tunda dulu buat nanti. Kan nanti bisa di lanjut lagi. Sekarang pegangan yang benar ya." Entah sampai kapan Zayn harus mengalah seperti ini, kadang Zayn muak tapi ia mencoba memahami mengingat istrinya itu super deper aneh.


Akhirnya dengan bayak cara Zayn berhasil meluluhkan Alexa. Istri Zayn itu mau memeluk pinggan Zayn dan menempelkan wajahnya di punggung Zayn. "Tadi saja sok ga mau pegangan dengan Zayn sekarang malah nempel-nempel."


"Heheh ... Abisnya dingin kak."


Zayn menjalankan motor metic miliknya, mengelilingi komplek. Meski sudah malam tapi orang yang berjualan cukup ramai di pinggir-pinggir jalan.


"Mau makan apa?"


"Belum tau, aku masih berpikir."


"Makan soto mau?"


"Aku lagi gak ingin makan kuah-kuah kak. Kak Zayn itu bagai mana? gitu aja ga ngerti." dungut Alexa dari belakang. Zayn yang menjalankan motornya perlahan, dapat mendengar dengan jelas mendengar dumelan Alexa di akhir kalitnya.


Halal gak sih ngarungin bini sendiri dan di buang di kali?


"Akukan cuma nanya Ale, lagi pula mana aku paham soal keinginanmu. Aku bukan cenayamg atau dukun yang bisa tau isi hatimu jika kau tak mengatakannya padaku." Alexa mengatupkan mulutnya, takut Zayn semakin marah bisa-bisa ia di tinggalkan di pinggir jalan.


"Kak makan sate ayam saja." Alexa menepak pundak Zayn dan menunjuk kedai sate yang mengepulkan asap tebal di sekitar pembakaran.


"Kakak mau sate tidak?" Alrxa turun dari motor saat Azayn menepikan motornya.

__ADS_1


"Tidak. Kau saja yang pesan." Zayn membawa Alexa untuk duduk di bangku pelastik yang berderet di sana, kemudian mengambil satu bangku untuk istrinya duduki.


"Pak satenya dua, pakai lontong semua."ujar Alexa. Sembari mengacungkan dua jari tangannya.


"Baik neng." Bapak-bapak penjual sate berkumis baplang mengiyakan.


"Ale, aku lagi ga pengen makan sate." ujar Zayn, ia kira Alexa memesankan untuknya juga.


"Ya. Aku tau, aku tidak budeg sehingga kak Zayn berulang kali menjelaskan." Alexa mencebik.


"Lalu mengapa pesannya dua?"


"Kan untukku dan dedek bayi. Jak Zayn pikir bayi kak Zayn saja yang mau aku juga mau kak." tipis srkali kesabaran Alexa padahal Zayn berbicara biasa saja tapi Alexa ngegas terus.


"Yasudah pesankan. Empatpun tidak masalah." pungkas Zayn pada akhirnya.


Alexa membungkus makanannya, ia berikir akan lebih leluasa makan di kontrakan dari pada di tenda-tenda pinggir jalan.


Zayn yang melewati kedai soto lamongan berhenti di dekat tenda kemudian memesan satu untuk di bungkus.


Seorang abang-abang mengangguk saat Zayn selesai mengucapkan pesanannya.


"Tambah satu lagi mas, sambalnya di pisah, pake nasi juga." ujar Alexa menambahi. Alexa memanggil abang-abang yabg tadi dengan sebutan mas karns memang pemuda itu terlihat masih sangat muda.


"Katanya ga pengen makan kuah-kuah." ujar Zayn tak acuh.


"Hehehe,,, yang kak Zayn tawarkan tadi soto betawi. Kan ini soto lamongan aku juga ingin makan soto lamongan. Daripada aku mengambil soto kak Zayn lebig baik aku juga pesen kan."

__ADS_1


"Suka-suka kau lah." ujar Zayn.


Zayn di buat keleyengan akan tingkah Alexa. Tapi di sudut hatinya ia merasa bangga karna menjadi priayang paling di abdalkan oleh Alexa.


Alexa benar-benar rakus memakan makanannya, semua yang ia beli tadi Alexa habiskan dalam waktu singkat. Zayn bahkan geleng geleng kepala menyaksikan bagai mana Alexa makan dalam porsi yang tidaklah sedikit.


Zayn mengajak Alexa untuk tertidur kembali setelah menghabiskan makanannya. Sebelum tidur Zayn melantunkan beberapa ayat di dekat perut istrinya.


"Dek, do'ain Papa agar banyak rejeki, agar Dedek tidak kekurangan apapun." Zayn memegangi perut Alexa yang membuncit, juga mengecupnya beberapa kali.


Zayn terkejut saat tangannya mendapati perut Alexa berkedut dan begerak dari dalam.


"A-Alexa. I-I-ini?"


"Dia bergerak kak, dia menyapa Papanya."


"Subhanallah, maha suci engkua yang dudah menciptakan makhluk dengan berbagai cara yang istimewa."


Srkali lago Zayn merasakan gerakan kecil di perut buncit istrinya.


"Ale, dia bergerak lagi." Zayn sangat senang ia bisa merasakan gerakan-gerakan kecil dari calon buah hatinya itu. Alexa hanya mengangguk mengiyakan.


"Tumbuh besar anak Pap." Zayn mengecupi perut Alexa hingga istrinya tergelak karna kegelian mendapati banyak kecupan dari papa anaknya.


"Kau ingin anak kita laki-laki atau perempuan?" Alexa bersandar di bantal dengan Zayn yang masih mengelus perutnya.


"Apapun itu, aku akan menerimanyanya, dia anak pertamaku aku sangat tak sabar menantikannya hadir."

__ADS_1


"Sehat-sehat anak Papa." Zayn mengecup perut istrinya, dan membawa Alexa untuk terlelap dalam pelukannya. "Alexa jangan pikirkan apapun."


__ADS_2