
Letia menatap nanar kepergian Zayn dan Alexa dari hadapannya. Letia kecewa ketika Zayn tak melirik ke arahnya. Entah apa yang berada di benak pria tampan itu sehingga tidak sedikitpun Zayn mengalihkan tatapan dari istrinya.
Letia bahkan sengaja berada di luar rumah saat Zayn hendak pergi ke mesjid, sebenarnya bukan hanya Letia saja yang terang terangan menunjukan kekaguman pada sosok Zayn ada juga beberapa gadis lain yang begitu mendambakan Zayn.
Raut wajah Letia kali ini murung saat melihat Zayn pergi menggunakan sepedah motor milik Mang Opik untuk ke pasar malam.
Pasar malam di kampung sangatlah meriah, mulai dari berbagai makanan juga minuman banyak terjual di area pasar malem, beberapa permainan juga wahana sangat menantang jiwa Alexa. Sayangnya Zayn sudah mewanti wanti Alexa supaya jangan menaiki apapun.
"Ingat jangan minta macam macam, jangan naik permainam apapun. Jangan beli makanan pedas juga." ujar Zayn keras.
"Ish kak Zayn pelit."
"Bukan pelit. Aku hanya ingin kau pulih benar, setelah kau sehat kau boleh meminta apapun dan ke manapun." Zayn menggenggam tangan Alexa sebelum memasuki area pasar malem.
"Baiklah. Akan ku tagih semuanya setelah aku sembuh."
"Liburannya sudah cukup belum?" Zayn bertanya tiba tiba sembari berjalan. Zayn sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaannya, banyak hal yang terbengkalai karna liburan tanpa rencana ini. Niat hati hanya menjemput Alexa saja dirinya malah ikut berlibur dengan sang istri.
"Satu minggu lagi ya kak." Alexa menampilkan pupil eyesnya, berharap bujukannya di kabulkan oleh Zayn.
"Al Sayang, suamimu ini banyak pekerjaan. Sudah lebih seminggu pula kita di sini. Kau tak kasian sama kak Zayn. Pasti Papa ngomel nanti saat banyak pekerjaan yang kak Zayn lewatkan." Zayn bahkan berhenti dari berjalannya, mencoba menjelaskan kepada Alexa tentang tanggung jawabnya di perusahaan milik keluarganya.
"Tiga hari lagi ya Kak, pleass ..." ujar Alexa memohon. Jika sudah memohon seperti ini mana tega Zayn menolaknya.
"Baiklah." Zayn membawa punggung tangan Alexa ke depan mulutnya untuk ia kecup.
Alexa berpoto dengan Zayn. Pria kaku ini mulai terbawa luwes di depan kamera saat bersama dengan Alexa. Alexa berselfy berbagai gaya dengan Zayn juga dengan beberapa makanan yang ia beli.
__ADS_1
"Sudah lama sekali aku ingin berfoto seperti ini dengan kak Zayn." ujar Alexa tiba tiba.
"Benarkah? Bukankah kau membenciku sejak dulu?" Zayn membawa Alexa untuk duduk di sebuah bangku. Sembari memakan sosis bakar yang ia beli, juga minuman blender berperisa setroberi kesukaan Alexa.
"Aku benci karna kak Zayn selalu menyebutku gadis liar. Kak Zayn juga sering melarang aku bermain dengan Hanna, padahal aku tidak membawa pengaruh apapun terhadapnya." Alexa masih ingat dengan betul saat Zayn selalu mengomelinya setelah bermain dengan Hanna Adiknya.
"Aku hanya tak ingin kalian tersesat di pergaulan jaman sekarang Alexa. Takutnya kau membawa adikku dalam pergaulanmu. Terus terang saja aku menganggapmu gadis liar seperti yang orang orang katakan tentang dirimu. Maaf karna sudah menilaimu sangat buruk, aku bahkan sempat menduga jika kau pernah melakukan abor si." Aku Zayn jujur.
"Apa? Kak Zayn bahkan sampe berfikir sejauh itu terhadapku?" Alexa terkejut atas pengakuan Zayn.
"Ya, waktu kau sakit di kampus dan pingsan. Aku juga melihat noda darah di bokongmu. Padahal Hanna menjelaskan jika kau saat itu tengah datang bulan. Namun saat Lula mengatakan kau membeli sebuah obat di situs ilegal aku malah berpikir kau melakukan tindakan tercela itu." Zayn berujar penuh rasa bersalah.
"Ya Tuhan."
"Tapi semua itu terpatahkan saat di malam aku menyentuhmu untuk pertama kali. Meski aku bukan orang berpengalaman, tapi aku bukan orang bodoh ataupun orang awam. Aku mengerti jika gadis yang ku ragukan di hari hari sebelumnya adalah gadis murni yang ku ambil mahkotanya dalam keadaan sadar dan tanpa pengaruh apapun." Zayn masih mengingat bagian mana saja yang ia sentuh dengan gairahnya.
"Iya, bahkan mama sampai memukuliku saat aku mengaku bahwa aku lah yang menghamilimu. Papamu juga menghajarku waktu itu. Untung saja ketampananku tidak berkurang." Zayn masih saja berujar narsis.
"Benarkah sampai seheboh itu kak?"
"Ya, dan yang paling aku kesal adalah si Adam. Mantan kekasihmu itu, dia mengajukan diri untuk bertanggung jawab menikahimu dan menjadi ayah dari mendiang anakku."
"Alexaaa ..."
Zayn meraih dan menggenggam tangan istrinya.
"Entah apapun yang aku rasa sebelumnya. Tapi kau harus tau ini, di saat banyak gadis yang orang tuaku tawarkan tak sedikitpun aku tergugah untuk menikahi salah satu dari mereka. Tapi aku yakin sekali untuk menikahimu. Tak ada sedikitpun keraguan di hati ini Alexa." Zayn membawa jemari istrinya ke dada bidangnya.
__ADS_1
"Itu karna kak Zayn terlanjur udah nanam saham." sahut Alexa sembari meminum es blender kesukaannya.
"Jika begitu. Harusnya aku sudah tak menginginkanmu di saat anak kita di ambil kembali oleh pemiliknya, tapi nyatanya aku masih menginginkanmu untuk bersamaku. Untuk mengandung benih benihku yang lain." Zayn berujar tulus.
"Aku belum pernah seperti ini sebelumnya. Kau tau dirikukan?"
Benar juga. Pikir Alexa.
"Aku mencintaimu Alexa" Zayn merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya, mengabaikan ramainya orang yang berada di pasar malam.
"Kak pulang yuk. Ngantuk."
Zayn sedikit kecewa, dua kali ia mengucapkan cinta tapi Alexa belum mengungkapkan perasaannya juga. Entah Alexa gengsi, jual mahal, atau jangan jangan Alexa memang tak mencintainya.
"Aku ingin jawaban Alexa! Kau mencintaiku atau tidak?" Zayn benar benar ingin ketegasan kali ini, tak ingin lagi ia menebak nebak.
"Kak Zayn ingin jawaban yang seperti apa dariku? Bukankah aku milikmu?"
"Jawaban yang sebenar benarnya Alexa."
"Baiklah dengar ini Zayn Omar! Pria kakuku, pria yang paling menyebalkan, pria dengan lidah tajamnya, pria dengan keras kepalanya. Aku mencintaimu dengan apa yang kau miliki, tak perduli berapa pesakitan yang ku dapat saat bersamamu, nyatanya hati ini tak bisa berpaling darimu sama sekali. meski awalnya aku terikat kesalahan denganmu nyatanya aku bersedia menua bersamamu menuju syurganya. Asalkan jangan pernah membagi gelarku bersama wanita manapun. Gelar sebagai istrimu satu satunya." Alexa membingkai wajah Zayn dan melabuhkan satu kecupan di bibir tebal suaminya.
"Aku berjanji! Tak akan ada wanita yang bisa menggeser kedudukanmu dalam hidupku. Baik sebagai istriku satu satunya ataupun sebagai wanita yang ku inginkan." Zayn tak pernah bercanda dengan ucapannya. Gelas sebagai istri hanya akan di dapat oleh satu wanita saja di dalam hidupnya dan gelar itu sudah di dapatkan oleh Alexa.
"Maaf jika aku tak bisa seromantis pria lain."
"Tenang saja aku akan mendidikmu menjadi pria romantis versiku. Kau hanya boleh berlaku istimewa terhadapku! Sisanya kau boleh menggunakan pengaturan lamamu sebagai pria kaku dan seperlunya."
__ADS_1
"Aku masih tak percaya gelar suami dari seorang wanita cantik ku dapatkan dengan tanpa sengaja." Zayn terkekeh renyah kemudian mengajak Alexa untuk pulang.