Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Memberi bukti


__ADS_3

"Adam hentikan jangan seperti ini! Ibu mohon." Adam terlihat berantakan, pasti pria itu hendak merusak dirinya sendiri dengan mengkonsumsi alkohol. Berlian sudah hampir menyerah putranya benar-benar merusak dirinya sendiri.


Adam tidak terlihat seperti seorang pria waras, hampir satu bulan Adam selalu mabuk-mabukan. Adam juga menyalahkan ibunya, karna keserakahan ibu Berlian Adam harus melihat gadis yang paling ia cintai terhinakan bahkan memaksa seorang pria taat untuk menidurinya. Dan gadisnya kini hamil benih pria lain.


"Aku sudah mengikuti semua keinginan ibu, tapi mengapa ibu menghancurkan hidup Alexa? Ibu keterlaluan. Aku ingin menikahinya Bu." Zayn tetap kukuh dengan niatnya. Meskipun Alexa sudah mengatakan jika dirinya sudah menikah tapi Adam tetap tidak mempercayainya ia masih tetap menganggap jika Alexa masih sendiri menjalankan kehamilannya. Adam juga tak mencari tau kebenarannya lagi pula tidak ada kabar yang berhembus mengenaik pernikahan Alexa.


Adam berpikir Alexa mengatakan dirinya sudah menikah karna terlalu kecewa pada Adam, atau bisa jadi Alexa malu padanya, ada kemungkinan Alexa juga marah padanya. Entahlah alasan mana yang benar.


"Ibu tetap tidak setuju Adam. Apa lagi Alexa sudah tidur dengan pria lain." Berlian tau jika Alexa sudah tidur dengan pria lain karna Adam keceplosan saat marah pada ibunya, untung saja Adam tidak sampai keceplosan mengatakan jika Alexa hamil, juga pria yang menghamilinya.


"Aku tidak perduli Bu."


"Adam. Kau ingin menjadi anak durhaka?"


"Lamarkan Alexa untukku hari ini juga atau Ibu akan melihat kematianku saat ini juga." Adam mengeluarkan satu buah pistol dari dalam jasnya yang ia arahkan ke kepalanya membuat Berlian menjerit seketika.


"Adaaaammm!!!"


"Lamarkan atau Ibu akan kehilanganku." ini merupakan siasat Adam, tidak ada cara lain selain mengancam ibunya.


"Baik. Adam baik, kita pergi ke rumah Alexa sekarang." Berlian yang panik akhirnya nengalah dan menuruti keinginan Adam.


Tanpa persiapan terlebih dahulu, Berlian menemani putranya ke rumah Alexa. Sedangkan Adam sudah membawa sebuah cincin di jasnya, ia sudah merencanakan hal ini senelumnya.


Sesampainya di rumah Alexa, Adam di buat kecewa karna pekerja di rumah Alexa mengatakan jika Alexa tengah berada di rumah Hanna. Adampun menyuruh supirnya untuk pergi kerumah keluarga Kahfa.


Sepanjang perjalanan Adam merasa cemas dan gelisah, entah apa yang akan terjadi sehingga perasaannya tak karuan seperti ini.


Berlian terlihat menangis, ia tetap tak rela jika putranya menikahi wanita seperti Alexa. Otaknya terus berpikir cara apa yang akan membuat Adam membatalkan rencananya.


Hembusan nafas lega terdengar, Adam terlihat tenang saat mendapati Alexa bersama Hanna memasuki rumah bersama.


"Alexa."


Panggil Adam lirih, tersimpan banyak kerinduan yang tidak bisa Adam sembunyikan dari siapapun.


Dengan bersemangat Adam turun dari mobil bersama Mamanya. "Jika Adam berhasil menikahi Alexa, Adam janji akan menjadi anak yang baik untuk Ibu." Adam merangkul bahu ibunya dan membawanya memasuki rumah.

__ADS_1


Berlian mulai tersentuh akan tindakan putranya. Ia mulai memikirkan kembali, mempertimbangkan untuk membiarkan putranya menikahi wanita pujaannya.


Senyuman manis berusaha Adam tampilkan di wajahnya yang terlihat kacau. Bulu-bulu di sekitar rahang Adam kini sudah memanjang juga lingkar mata Adam yang berwarna kehitaman terlihat jelas. Bibir Adam juga sangat pucat di sertai pecahan-pecah kering di bibir tebalnya.


Kebetulan keluarga Kahfa tengah minum teh bersama di hari sabtu ini, sebagai perayaan karna Mama Lexi dan Papa Kahfa akan berlibur ke paris.


Adam dan ibunya datang dengan mengucapkan salam. Membuat semua orang terheran-heran terutama Zayn. Rasa gerah mendominasi pria berumur 28 tahun itu.


Alexa hanya diam, ia merasa Adam tengah kacau, bahkan Alexa melihat bobot tubuh Adam sepertinya berkurang dengan sangat drastis. Adam terlihat lebih kacau dari biasanya. Penampilannya juga tidak serapih biasanya.


Sebelum Adam mengatakan niat dan tujuannya, Alexa malah terlebih dulu menanyakan kabar Adam. Tidak Alexa pungkiri entah di sudut hati yang mana keperdulian terhadap Adam masih ia rasakan.


"Kau Adam. Apa kau baik-baik saja?" Alexa bertanya parau, wajahnya bahkan berpaling dengan manik berkaca-kaca ia berdosa jika terlalu lama memandang lekat sosok yang selalu menemani harinya selama dua tahun.


"Aku sedikit buruk Alexa. Maaf kau terlalu mempengaruhi hidupku."


Zayn semakin gerah saat Adam berbicara ia menyadari jika kelebihan Adam adalah perayu ulung. Lidahnya yang manis mengandung feromon yang mampu menaklukan setiap orang yang mendengarkan kalimatnya.


"Aku tak lagi memperhatikan makan dan tidurku saat kau tidak lagi ingin ku hubungi. Aku menyendiri selama sebulan ini merusak diriku sendiri hanya agar kau simpati terhadapku, mencari keberadaanku atau untuk sekedar mencari tau kabarku. Namun sepertinya kau terlalu kecewa pada diriku, sehingga aku lebih memilih untuk menemuimu sekarang."


Air mata sialan!


Bukan Alexa tak ingin mencari tau kabar Adam, hanya saja Alexa sangat sadar posisi.


Zayn mengepalkan kedua tangannya erat. Ada rasa baru yang baru pertama Zayn rasakan, rasa kesal, benci, tak terima. Juga rasa ingin menguliti Adam lebih mendominasi, beraninya Adam mengusik miliknya. Apakah wajah menyedihkan mantan kekasih Alexa itu ingin bersilaturahmi dengan kepalan tinjunya?


Jika saja Mama Lexi tak berbisik mungkin Zayn sudah menghajar wajah Adam.


"Tenang Zayn,! jangan terbawa emosi. Pahami dulu maksud Adam, hargai Alexa. Selagi istrimu tidak bertingkah dan menyalahi aturan jangan gegabah. Pantau, amati baru bertindak." Mama Lexi mengetahui sedikit banyak sifat putranya, yang mendominasi sifat Kahfa.


Kahfa malah mengajak Hanna untuk membantunya mengemasi barang-barang yang hendak ia bawa ke paris. Sebenarnya semua barang sudah siap, hanya saja Papa Kahfa tak ingin ke luguan putrinya tercemar oleh drama yang di bawa oleh Adam dan ibunya.


Sedangkan Mama Lexi, papa Kahfa tugaskan untuk menjadi wasit urusan para anak muda itu.


Adam kini mendekat ke arah duduk Alexa, Adam menekuk salah satu lututnya di atas lantai juga mengeluarkan sebuah cincin permata yang indah dari sakunya. Seketika Alexa berdiri, ia terkesiap akan tindakan Adam.


"Alexa. Ibuku sudah merestui hubungan kita. Aku bersedia menerima kurang dan lebih dirimu. Mari menikah denganku dan menua bersamaku." Ibu berlian hanya diam, ia terlalu takut dengan kenekadan putranya.

__ADS_1


"Adam!" suara germelatuk gigi terdengar di teringa Mama Lexi.


Zayn juga sudah berdiri namun Mama Lexi segera menariknya duduk kembali. "Jangan bertindah gegabah Zayn."


Alexa menatap ke arah Zayn sebentar, sedangkan Zayn membidikan tatapan tajam ke arah Alexa sehingga Alexa merasa terintimidasi.


"Ma-maaf mengecewakanmu kak Adam aku, aku sudah menikah." Alexa menunduk, air matanya kembali menganak sungai membasahi hijab yang ia kenakan.


"Jangan mempermainkan perasaan putraku Alexa. Bualanmu tak menghibur." Ibu Berlian menyaut ketus.


"Sayang jangan bercanda."


"Aku benar-benar sudah menikah kak." Alexa meyakinkan dengan suara paraunya.


Ting ...


Dentingan suara terdengar dari cincin yang tadi di genggam Adam kini membentur lantai dan tercampakan.


"Tidak Alexa, tidak. Kau berbohong kan, kau ingin mengerjaiku saja kan? Kau tidak mungkin setega ini kepadaku." Adam meraih jemari tangan Alexa dan membawa jemari lentik itu ke wajahnya yang kuyup.


Di sini Zayn tak bisa lagi bernegosiasi. Miliknya sudah di sentuh.


Zayn berjalan mendekat ke arah kedua orang yang tengah menangis, menarik dan dan menyembunyikan Alexa di balik punggung kekarnya.


"Alexa tidak berbohong. Alexa memang sudah menikah. Dia istriku sekarang." Zayn berujar tegas dengan seraut Amarah yang berusaha ia kendalikan.


"Tidak aku tidak percaya. Apa buktinya kau sudah menikahi wanitaku? Kau pasti sudah bekerja sama dengan Alexa agar aku mundurkan?"


"Bukti?"


Zayn menghadap kearah Alexa dan memangkas jarak dengan kilat. Zayn meraih tengkuk Alexa dan membenamkan ciuman di bibir yang terasa asin oleh air mata itu, ya Zayb dapat merasakan air mata Alexa di mulutnya. Bukan hanya sekedar ciuman biasa, Zayn memperdalam ciuman dan ******* bibir istrinya dengan rakus mengabaikan wajah terkejut Mama Lexi dan ibu Berlian.


Alexa hanya diam mematung tanpa melakukan apapun.


Adam diam, dia tak bergerak sama sekali dari posisinya yang menatap Zayn dan Alexa yang berciuman. Adam bahkan enggan mengedip, ia takut jika ia mengedipkan matanya ajan jehilanyan momen menyakitkan ini.


Setelah puas Zayn melepas tautan bibir mereka.

__ADS_1


"Apa menurutmu pria sepertiku akan mencium bibir seorang wanita tanpa ikatan jelas? Aku baru saja memberimu bukti. Wahai mantan kekasih istriku."


__ADS_2