Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Terimakasih


__ADS_3

Zayn membelai wajah istrinya, tangan besarnya kini mulai menjelajahi tubuh seksih istrinya. "Kak, nanti saja kita melakukannya. Nunggu bayinya lahir dulu."


"Mana bisa seperti itu. Kelamaan Lexa."


"Aku takut bayinya kenapa-napa." Alexa memang sangat takut jika calon bayinya terluka karna ulah suaminya sendiri.


"Nggak akan. Aku sudah mencari tau cara yang benar." Zayn mengansur tubuhnya sehingga wajahnya tepat berada di perut istrinya. "Dek, papa tengokin ya?" Zayn berkata tapi matanya menatap ke arah wajah Alexa.


"Besok saja kak, ini sudah malam."


"Tidak bisa. Aku mau malam ini."


Keingin Zayn sudah tidak bisa terbendung lagi.


Alexa mendesah dengan sangat kencang, bahkan beberapa kali meneriaki nama suaminya.


"Kak Zayn!"


"Ssss,,, sebut namaku saja saat seperti ini. Kau istriku bukan adikku." Zayn bahkan di buat gila oleh permainan istrinya.


"Zayn ..."


"Yess, Alexa aku menyukai saat dirimu memanggil namaku dengan nada seperti itu. Kau sangat seksi Alexa." seperti pria pada umumnya Zayn memuji pasangannya saat tengah berada dalam pusaran kenikmatan.

__ADS_1


Zayn melepas penyatuan mereka membuat Alexa keheran, ia juga sedikit kecewa karna sedikit lagi dirinya mencapai pelepasan.


Zayn memposisikan Alexa menjadi posisi tengah merangkang, membuat Alexa keheranan, juga melontarkan protes kepada Zayn.


"Kak, mau apa?"


"Mencoba gaya lain." Liar sekali seorang Gus yang satu ini.


"Jangan aneh-aneh kak."


"Sttt, menurut saja. Aku ingin merasakan gaya ini sejak lama." Zayn langsung memasuki istrinya dari arah belakang.


"Eeuuggghhh ..." Zayn melenguh sebagai ungkapan kenikmatannya.


"Rasanya melebihi ekspetasiku." Zayn menciumi punggung Alexa di tengah kegiatannya mengguncang tubuh istrinya.


Alexa diam tak menjawab, dirinya terhanyut oleh permainan Zayn.


"Pelan-pelan." Zayn terlalu kasar mengguncang tubuhnya.


"Kak, aku pegal." Alexa mengeluh setelah beberapa menit berlalu. Zayn segera melepas penyatuannya dan merebahkan tubuh Alexa ke posisi sebelumnya. Meskipun Zayn masih menikmati posisi barusan tapi Zayn tidak boleh egois. Zayn tidak ingin serakah dengan memaksakan kehendaknya.


Zayn memacu tubuhnya kembali.

__ADS_1


Alexa sudah lemas karna beberapa kali berhasil mencapai puncak.


"Kak Zayn sudah!" Alexa lelah, Zayn sudah memakai dirinya lebih dari satu jam yang lalu. Meski sudah menyelesaikan pelepasan pertamanya tapi Zayn meninta babak kedua pada istrinya.


"Belum sampai Alexa, mana boleh berhenti seenaknya."


"Tapi aku lelah kak," Alexa sudah benar-benar mengantuk sekarang.


Zayn masih ingin melakukannya, tapi Zayn tidak tega, akan ada hari esok untuk kembali mengulang hal itu, syaratnya hanya satu Zayn harus pandai-pandai membujuk.


Zayn mempercepa pacuannya, hanya agar dirinya cepat sampai.


"Kak pelan-pelan."


"Tahan sebentar, sebentar lagi aku sampai."


"Aaaahhhh ..." Zayn melonglong panjang menikmati babak akhir permainannya. Sempurna.


Zayn melepas penyatuannya dan membersihkan sisa-sisa percintaan mereka dengan banyak tissue. Tubuh Alexa terlihat ngos-ngosan karna kelelahan. Tubuh putihnya di hiasi ruam merah ke unguan hasil karya keliaran Zayn. Zayn bahkan tak mengerti pada dirinya sendiri yang sangat tak terkendali saat tengah menyalurkan hasratnya.


Alexa membiarkar Zayn membersihkan tubuhnya yang terasa lembab, oleh handuk yang di basah air hangat. Alexa terlelap, ini masih pukul satu pagi lumayan masih ada beberapa jam sebelum subuh.


Zayn tertegun saat melihat lutut istrinya yang sedikit lecet juga dengan warna merah. "Astaghfirullah sepertinya aku terlalu kasar mengguncangnya." Zayn juga mengopresnya.

__ADS_1


Zayn juga lelah, akhirnya turut naik ke atas ranjang dan ikut istirahat memeluk tubuh yang membuatnya puas beberapa waktu yang lalu.


"Terimakasih."


__ADS_2