
"Maafkan aku Alexa. Maaf karna sudah menempatkanmu dalam perasaan seperti ini." lirih Zayn pelan. "Sungguh aku tak pernah berpikir ke arah sana. Kau wanitaku, wanita terhormat wanita yang akan selalu ku muliakan. Tolong jangan berkata seperti itu, tak ada istilahnya wanita murah karna sebuah mahar. Kau akan ku ratukan setelah menjadi istriku semua milikku milikmu juga. Tapi jika kau penasaran akan bagaimana dinikahi dengan mahar. Kau boleh meminta apapun dariku sebagai maharnya, apapun aku membebaskamu." Zayn membenamkan tubuh istrinya ke dalam pelukan hangatnya.
"Kau berharga untukku Alexa."
"Tapi, tapi ..." sangkal Alexa, tapi ia tak bisa melanjutkan ucapannya saat bibir mungilnya di lahap habis oleh mulut Zayn.
"Jangan mengatakan apapun hal buruk tentang dirimu! Aku cukup trauma saat mengatakan sesuatu yang tak baik tentangmu. Faktanya diriku sendiri terseret dalam penderitaan Alexa." Zayn membenamkan wajahnya di leher Alexa, ia turut terluka dengan apa yang Alexa sampaikan, ia juga tidak terpikir mahar saat hendak menikahi Alexa. Yang ada di benaknya saat itu adalah tentang bagai mana caranya menikahi Alexa secepatnya, sungguh Zayn tak berniat merendahkan harkat dan martabat Alexa.
"Cari ponsel mama dan mari keluar. Pikirkan apa yang kau inginkan dariku, insha Allah aku akan menyanggupinya." Zayn tak bermain main dengan apa yang ia katakan. Sebisa dan semampunya Zayn akan mengabulkan keinginan Alexa.
"Aku akan membuatmu kesulitan dengan mahar yang ku minta." Alexa melebarkan senyumannya.
"Aku tak masalah." Zayn menggasak gemas kedua kelembutan istrinya.
"Dasar nakal."
Keduanya berjalan beriringan menuruni anak tangga dengan ponsel di genggaman Alexa.
"Mama ... Mama ..."
Suara Alexa terdengar merdu di indra mendengaran Raffi. Sekalipun di sana ada Zayn, Raffi tidak merasa gentar sedikitpun.
"Jaga pandanganmu! Atau aku bisa mencongkek biji matamu kapan saja." Sarkas Zayn. Ia tau benar arti tatapan memuja seorang pria.
__ADS_1
"Apa masalahnya? Ini mataku! Aku berhak memandang apapun yang ku inginkan. Misalnya kecantikan gadis yang bernama Alexa itu."
"Dia bukan gadis lagi sialan. Dia istriku!" Zayn bahkan mengumpat beberapa kali saking kesalnya dengan calon ipar adiknya yang tak tau diri.
Zayn bahkan terheran heran feromone seperti apa yang Alexa sebarkan, sehingga banyak pria yang menginginkan istrinya itu. Si Adam saja belum kelar masalahnya di tambah lagi ada Raffi, si cassanova tampan. Tingkah lakunya sangat berbeda dengan Raffa.
"Mama ... Ada telepon ini." Alexa memanggil mama Lexi yang tengah berbincang dengan calon besannya.
Alexa mendekat dan menyerahkan ponsel ibu mertuanya. Melihat panggilan dari Papanya Lula, Mama Lexi memberikan ponsel miliknya kepada Papa Kahfa. Mama Lexi menduga jika ada urusan antara Papa Lula dan suaminya. Namun sepertinya ponsel suaminya berada jauh dari jangkauan, sehingga besar kemungikinan Papa Lula menghubungi.
Papa Kahfa pergi untuk mengangkat telepon. Begitu juga dengan Raffi, pria itu tengah mendapat kabar tentang seseorang yang ia tugaskan untuk mencari tahu identitas Alexa.
Papa Kahfa kembali dengan seraut wajah panik. "Zayn ikut Papa kerumah sakit! Lula kritis, dia melakukan tindakan bunuh diri." Papa Kahfa segera pamit pada istri dan calon besannya.
"Alexa aku pergi dulu ya. Baik baik di rumah! Jika mau pergi kabari aku." Zayn mengecup kening Alexa. Mama dan Papa Kahfa di buat terkejut akan tindakan Zayn. Pasalnya selama ini Zayn tak pernah mengumbar leintiman di depan umum. Kecuali jika di dalam kamar bahkan Mama Lexi pernah memergoki ulah mesum putranya.
Bukan hanya orang tua mereka yang terkejut, Alexapun demikian. ia tak menyangka jika Zayn akan melakukan hal mesra di hadapan orang lain tanpa canggung.
"Ya kak. Hati hati." Seulas senyum Alexa berikan saat melepas kepergian suaminya.
Hanna, Raffa dan Raffi kembali ke ruang tamu. Namun senyum aneh tergelincir di sudut bibir Raffi. Ia baru tau jika Alexa adalah seorang mantan konten kreator, pantas saja ia tak heran dengan wajah cantik itu. Tidak hanya itu yang Raffi dapatkan, Alexa merupakan seorang wanita yang terlibat sekandal beberapa waktu lalu. Akun Alexa yang lama bahkan di tutup, dan yang paling membuat Raffi tertarik adalah tentang pernikahan Alexa yang di awali dengan sebuah kesalahan. Besar kemungkinan jika hubungan mereka tidak sebaik yang terlihat. Dan apa yang tampak bisa saja sebagai kamuplase. Pikir Raffi, itu artinya ia sangat memiliki banyak kesempatan untuk mendapatkan Alexa. "Aku sangat tertarik denganmu Alexa, istri yang terikat kesalahan dengan seorang Gus. Aku akan membantumu lepas dari Gus bermulut tajam itu." tekad Raffi kuat.
Entahlah Raffi merasa sangat tertarik dengan wanita bersuami yang satu ini. Padahal di wilayah dekat pondok pesantren ini pasti banyak para gadis maupun santri yang masih lajang tapi entah mengapa Raffi begitu tertarik dengan Alexa.
__ADS_1
Sedetikpun Raffi tak mengalihkan tatapannya dari Alexa, ia rekam lamat lamat wajah cantik itu. Tak ingin semuanya berlalu begitu saja, Raffi benar benar tak keberatan jika harus merebut Alexa dari tangan Zayn.
.
Setibanya di rumah sakit. Zayn langsung di serang tante Cinta dengan membabi buta. Tantenya itu benar benar menyalahkan Zayn prihal yang tak jadi mencabut tuntutan kepada Lula, sehingga Lula melakukan upaya bunuh diri.
"Kau jahat Zayn. Kau kejam! Kau hampir membunuh sepupumu sendiri! Lula tak kuat menjalani hidup yang seperti ini. Dimana hatimu Zayn? Dia saudarimu." Tanye Cinta terus nenyerang Zayn. Zayn sendiri membiarkan tantenya untuk meluapkan amarahnya.
"Seandainya saja tante Cinta tidak menyakiti istriku, mungkin saja Lula juga sudah bebas sekarang. Alexa sudah memintaku mencabut tuntutan waktu itu. Itu juga alasan kami berada di kantor polisi, namun apa yang tante lakukan? Tante menyerang istriku. Sampai anak kami harus tiada. Apa tante pernah meraba perasaanku dan istriku? Kami merasa kehilangan tante, anak yang kami nantikan sudah tiada." Kedua sudut Zayn terlihat basah.
Tante Cinta membisu. Ia tak tau akibat perbuatan dan emosinya sudah melayangkan sesosok bayi yang bahkan belum lahir. Pantas daja jika seperti itu Zayn berkeras hati ingin menerapkan hukum yang pantas untuknya dan Lula.
"Tante tau hancurnya perasaanku dan Alexa saat bayi kami di nyatakan meninggal? Dan kemungkinan terbesar penyebabnya adalah kekerasan yang tante lakukan. Alexa bahkan menyalahkan dirinya sendiri karna tak bisa melindungi anak kami. Tapi ada kah aku menghakimi tante seperti apa yang tante lakukan barusan terhadapku? Tidak tante. Aku tidak seberutal itu! Namun jika tante ingin mengungkit siapa yang salah, aku tidak keberatan. Aku sudah merasakan kehilangan seorang anak dan rasanya sangat tidak enak. Semoga tante tidak merasakan hal yang sama dengan ku." Zayn melengos, ia lebih memilih mendekati ayah Lula yang terlihat lebih tenang.
Kahfa yang sedari tadi hanya menonton mulai mendatangi Cinta yang juga sebentar lagi hendak di bawa polisi wanita, Cinta di ancam pidana beberapa tahun penjara karna tindakannya menyerang seseorang tanpa alasan yang jelas. Membahayakan keselamatan orang lain. Bahkan Cknta melayangkan satu nyawa yang tak berdosa.
"Putraku masih berbelas kasih terhadapmu Cinta. Karna sedikit banyak darah kelembutan Kahfi mengalir di darahnya. Jika saja Zayn mutlak putraku, aku tak yakin jika dia memaafkanmu. Bahkan jika saja Zayn adalah diriku. Aku sendiri yang akan membayar nyawa anakku dengan kau!" Meski pelan Kahfa berujar penuh penekanan. Ia akan menegakan hukum agar Cinta mendapatkan akibat dari perbuatannya. Sekalipun Zayn berbesar hati dan menerima kepergian anaknya sebagai takdir. Tidak dengan Kahfa, Kahfa akan mengusut keadilan agar menantunya merasakan perlindungan.
"Lula koma Zayn. Dia meminum cairan pembersih toilet. Entah apa yang ada di pikirannya, sehingga mungkin kandungan kimia dari cairan itu merusak beberapa organ dalam tubuh Lula. Mungkin Om akan membawa Lula ke singapore untuk berobat." papar ayah Lula.
"Maafkan Zayn Om." ucap Zayn penuh sesal.
Papa Lula menepuk punggung keponakannya. "Tak usah meminta maaf. Om paham dirimu juga manusia biasa yang memiliki batas batas tertentu dalam memaafkan. Maafkan Lula dan tantemu juga." beruntung Papa Lula cukup bijak sana saat menyikapi apa yang terjadi pada keluarganya.
__ADS_1
Setelah memastikan kondisi Lula, Zayn pamit lebih dulu pada Papanya terus terang saja Zayn tak tenang saat meninggalkan Alexa tadi. Terlebih ada mata lancang yang menatap istrinya dengan tatapan penuh puja.