Terikat Kesalahan Gus Zayn

Terikat Kesalahan Gus Zayn
Perlu mandi air dingin


__ADS_3

Zayn mengusap wajahnya dengan kasar, ia tak bisa menemukan keberadaan Alexa. Tentang kemana perginya gadis itu kini menjadi misteri.


Zayn segera menghubungi Mama, bertanya barang kali Alexa sudah pulang lebih dulu, mengingat jarak mini market ke rumahnya tidak terlalu jauh. Bukan jawaban yang menenangkan yang di dapat Zayn dari Mama Lexi, melainkan cacian juga makian yang di terima olehnya.


"Ya Tuhan, Mama tidak membantu sama sekali." Zayn terus berkeliling mencari Alexa tapi gadis itu tidak di temukan sehingga Zayn memutuskan untuk pulang ke rumahnya, semoga saja di perjalanan pulang Zayn dapat menemukan Alexa.


"Mama ..." Zayn memanggil Mamanya saat tiba di rumahnya.


"Zayn, mana Alexa?" Mama Lexi menghampiri putranya yang sudah bermandikan keringat, karna sedari tadi Zayn terus berkeliling mencari keberadaan Alexa yang tak kunjung ia temukan.


"Tidak tau Ma, dari tadi Zayn terus mencarinya, tapi Alexa tak kunjung ketemu. Entah kemana wanita itu pergi. Rasanya aku lebih baik mengembala seribu ekor kambing dari pada mengasuh Alexa yang selalu berbuat onar." Zayn memijat pelipisnya yang terasa pusing. Sedari tadi ia mencari keberadaan istrinya di bawah terik mata hari.


"Hubungi ponselnya Zayn."


"Ponselnya Alexa tinggalkan di dasboard mobil Ma." Kekanakan sekali Alexa ini ada masalah sedikit langsung melarikan diri, benar-benar lebay. Zayn terus merutuki Alexa berkali-kali layaknya merapal mantra.


"Aku akan menghubungi orang-orangku untuk membantu mencari keberadaan Alexa." Zayn merogoh ponselnya. Belum sempat Zayn mencari nama Anas asistennya, sebuah motor supra berhenti di dekat mobilnya dengan seorang gadis yang sedari tadi Zayn cari-cari berada di boncengan yang Zayn yakini sebagai tukang ojek.


"Dari mana saja kau?" Zayn terlihat marah, tapi hembusan nafas lega lebih mendominasi.


"Aku habis makan. Kak Zayn pergi terlalu lama. Bayar ojeknya." Alexa menyapa Mama Lexi sebentar dan melanjutkan langkahnya menuju kamar kosong yang terletak di lantai satu.


Setelah membayar ojek Zayn mengambil belanjaannya dan pamit pada Mamanya untuk menyusul Alexa.


Zayn mencari keberadaan Alexa di rumahnya, hobi sekali Alexa menghilang dari jangkauannya.


Akhirnya setelah bertanya pada bibi yang bekerja di rumahnya Zayn turut memasuki kamar yang tadi di masuki Alexa.


Alexa terlihat sibuk sendiri mengeringkan rambutnya yang setengah basah, sepertinya Alexa baru selesai membersihkan tubuhnya. Alexa hanya mengenakan bethrobe berwarna putih yang menutupi tubuhnya hingga sebatas pahanya. Zayn berulang kali menenggak salivanya.

__ADS_1


Sial pikiran jahat kerap kali muncul saat tengah berdua dengan Alexa. Wangi sabun di siang seperti ini juga turut membangkitkan hasratnya.


"Kenapa menatapku seperi itu?" Alexa berkacak pinggang di hadapan Zayn yang kini terduduk di tepi ranjang.


"Alexa kau punya ponsel. Apa susahnya kau menghubungiku lebih dulu saat hendak pergi, jangan malah membuatku kesulitan mencari keberadaanmu." Zayn melipat satu kakinya di atas ranjang. Dirinya juga turut membuka kancing kemeja hitam yang ia kenakan.


"Ka-kau mau apa?" Alexa mengansur tubuhnya dari hadapan Zayn.


"Memberimu pelajaran agar tidak berbuat semaumu." Dengan sekali tarikan tubuh Alexa terduduk di pangkuan Zayn. Alexa memalingkan wajah saat dengan sengaja Zayn melepas kemejanya menampakan tubuh berotot bagian atasnya.


"Kau marah?" Alexa sesekali mencuri-curi pandang ke arah tubuh Zayn yang luar bisa kekar. Berada dalam kungkungan tubuh itu adalah idaman setiap wanita normal.


Zayn memperhatikan Alexa yang terlihat gugup juga mencoba menghindari tatapannya. Zayn bahkan menarik tipis sudut bibirnya, sangat tipis sehingga Alexa tak menyadarinya.


"Ha-harusnya aku yang marah. Kau meninggalkanku." Wanita hamil itu terus menvoba melepaskan diri dari tangan Zayn yang mengunci pinggangnya sehingga Alexa kesulitan untuk bergerak.


"Ku pikir kau berencana membawa bayiku pergi lagi." Ada nada cemas yang terselip diantara pernyataannya.


Kata bikin anak kini semakin membuat celana Zayn terasa semakin sesak, dirinya menginginkan Alexa saat ini. Sungguh Zayn di buat ketagihan akan rasanya.


"Aku hampir lupa cara membuatnya. Bagai mana jika kita mengulanginya?" Zayn berbisik di telinga Alexa, mulutnya dengan lancang menggigit cuping telinga Alexa.


Zayn rasanya tak bisa terus menerus berpura-pura tidak acuh kepada Alexa. Zayn pria normal ia menginginkan pelepasan dengan seorang wanita cantik yang sudah sah menjadi istrinya.


"Aku ga mau Kak. Ih lepas, aku ga mau mengulang dosa dengan kak Zayn."


Alexa terus meronta mrncoba melepaskan diri dari kuncian tubuh Zayn.


"Alexa kita sudah sah menikah tidak ada dosa jika kita melakukan hal itu."

__ADS_1


"Ih. Aku ga mau. Lepasin Alexa kak." Alexa melepaskan diri dari pangkuan Zayn.


Alexa berjalan terburu-buru menuju pintu, dengan Zayn yang menyusul dengan cepat dan menghimpit tubuh Alexa di samping pintu kamar.


Zayn mencium bibir Alexa dengan rakus Alexa mencoba melepaskan diri dari ciuman sepihak Zayn. Alexa tau Zayn menginginkannya bukan karna cinta melainkan karna nafsu semata.


"Hemmm ..." Alexa terus mencoba melepaskan diri dari tautan bibir yang Zayn lakukan, bertepatan dengan pintu kamar yang terbuka dengan tiba-tiba.


Ceklek ...


Mama Lexi mematung di tempatnya. Melihat putranya yang tidak menyukai sentuhan fisik dari siapapun kini tengah mencium istrinya dengan menggebu. Terlihat sangat agresif dengan kedua tangan Alexa yang Zayn tahan di atas kepala gadis itu. Juga satu tangan Zayn yang menekan pinggang Alexa agar merapat ke tubuhnya.


"Zayn!" gunam pelan mama Lexi membuat Zayn melepas ciumannya dengan tidak rela.


Zayn dengan santai mengusap bibir Alexa dengan ibu jarinya. Meski sangat malu tapi Zayn bersikap santai seolah tidak terjadi apapun.


"Mama." Alexa segera berjalan menuju ke belakang tubuh mertuanya.


"Ma, Kak Zayn ga sopan! Kak Zayn maksa cium Alexa Ma." Alexa mengadukan perbuatan suaminya pada mertuanya dengan tidak tau malu.


Kepala Zayn semakin berdenyut karna tingkah Alexa. Yang pertama Zayn gagal mendapatkan apa yang ia inginkan, yang kedua Zayn merasa malu karna kejujuran istrinya.


"Ma tolong kasih paham Alexa, apa hukumnya menolak keinginan suami."


Zayn berjalan dan mengambil bajunya sebelum meninggalkan Alexa, juga Mamanya yang menatap Zayn dengan pandangan tajam.


Zayn merasa di kuliti dan di hakimi hidup-hidup oleh ibunya. Tapi mau bagai mana lagi, ia tak bisa mengelak. Dirinya terlalu menginginkan Alexa sehingga tak sadar saat mamanya membuka pintu.


Pertanyaannya sejak kapan Mama Lexi melihat siaran langsung yang di bintangi oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


Sekali lagi Zayn merasa tak rela saat Mamanya mengacaukan perbuatannya. Zaynberjalan ke luar ke arah kamarnya. Ia perlu mandi air dingin untuk meredam hasratnya.


__ADS_2