
Karna tak ingin kalah akhirnya Lulapun bertekad akan untuk ikut menumpang mobil Zayn ke kampusnya.
Dengan sengaja Alexa duduk di samping kemudi. Jika sebelum menikah Zayn pasti akan menyuruh Hanna untuk duduk di sampingnya dari pada Zayn harus bersebelahan dengan Alexa dan Lula, tapi kali ini Zayn membiarkan Alexa duduk di sampingnya. Benar-benar sial tau begitu Lula akan duduk di depan tadi.
"Hanna menurutmu pria yang paling pemberani seperti apa contonya?" Lula berkata demikian sengaja, hanya agar mata Zayn terbuka dan melamarnya sesegera mungkin. Lula sudah siap lahir batin untuk menerima pinangan Zayn.
"Menurutku pria yang paling berani adalah seseorang yang melamar istri orang tepat di hadapan suami wanita yang di cintainya." Hanna melirik ke arah Zayn, ia tengah meledek kakaknya. Yang mana ia tau dari mama Lexi jika Adam melamar Lexi tepat di hadapan Zayn. Dan itu sungguh membuatnya merasa geli. Hanna membayangkan wajah kaku kakaknya yang terkejut istrinya di lamar pria lain.
"Ekhemmm ..." Zayn berdehem.
"Itu bukan pemberani. Tapi tidak tau malu." ketus Zayn. Tidak dapat Zayn sembunyikan kekesalannya.
"Stop, stop kak." Alexa berjingkrak dengan leher yang ia putar ke belakang. Alexa melihat tukang es potong di pinggir jalan membuatnya ingin memakannya.
Zayn menepikan mobilnya "Ada apa?" Zayn merasa aneh apa yang Alexa lihat, sehingga wanita itu terlihat sangat heboh.
"Ada tukang es potong. Aku ingin beli." Alexa meraih tasnya untuk mengambel dompetnya.
"Ini masih pagi Alexa."
"Tidak papa lagi pula aku sudah sarapan nasi, minum susu dan minum vitamin." Alexa sudah hendak pergi. Tapi Zayn menahan pergelangan tangannya.
"Biar aku yang membelinya." Zayn tak ingin mengulang kesalahannya beberapa waktu lalu. Dari pada hubungannya merenggang kembali Zayn lebih baik mengalahkan?
"Mau rasa apa?"
"Rasa coklat." ujar Alexa manja. Ia sengaja bertingkah menggemaskan hanya agar memberi tahu Lula jika Zayn tidak membencinya.
"Kak Zayn muak ya karna aku terlalu lama tinggal di rumah kak Zayn?" Alexa sengaja bertanya. "Jika kak Zayn gak suka aku akan pindah hari ini kok." Alexa berpura-pura sedih.
Zayn mengerutkan kening. "Jangan macam-macam Alexa. Selagi bukan aku yang mengantarkanmu pulang kau tidak ku ijinkan ubtuk pergi dari sisi, maksudku dari rumahku."
Alexa cukup puas dengan jawaban Zayn, wajah Lula sudah merah padam takut Alexa mengatakan bualannya.
"Kupikir kakak muak padaku."
"Jangan ngelantur ini masih pagi." Zayn memutus perbincangannya, membuat Lula bernafas lega.
Zayn memundurkan mobilnya dan menawari Hanna juga Lula. Hanna menolak karna tak ingin memakan es. Sedangkan Lula mengangguk dan mengiyakan jika dirinya ingin makan es potong. Bukan karna dirinya ingin melainkan Lula tak ingin terlihat kalah saing.
__ADS_1
"Mau rasa apa Lula?"
"Samakan saja dengan Alexa." ujar Lula lembut.
Saat Zayn keluar dari mobilnya Alexa menambah rasa es potongnynya. "Kak sekalian sama rasa kacang hijau."
Zayn mengangguk.
"Sial. mengapa kak Zayn selalu menuruti keinginan Alexa?" rutuk Lula dalam hati, jika saja tak ada Hanna mungkin ia sudah berbicara pada Alexa. Agar tidak bertingkah kepada calonnya.
Hanna dan Alexa berbincang sebentar, sedangkan Lula menekuk wajahnya karna kesal.
Zayn kembali dengan tiga es potong di tangannya. Satu rasa ia serahkan pada Lula sedangkankan dua sisanya ia berikan pada Alexa.
Zayn tidak memperdulikan bagaimana cara Lula memakannya yang ia perhatikan adalah cara Alexa menikmati es potong itu.
Sial ...
Otak Zayn benar-benar liar. Bisa-bisanya ia membayangkan jika Alexa tengah menikmati miliknya. Sampai-sampai Zayn di buat menegang.
Hakun Zayn naik turun menyaksikan Alexa menimati es potongnya.
"Mengapa menayapku seperti itu? Kakak pengen ya?"
Dengan polos Zayn mengangguk kata pengen yang Alexa tanyakan Zayn artikan lain.
"Kenapa tidak beli sih?"
Alexa tidak ingin membagi es miliknya tapi ia berpikir bukankah ini adalah kesempatan untuk membuktikan jika Zayn jijik tidak kepadanya.
Satu es potong berhasil Alexa habiskan sedangkan satu es potong miliknya masi tersisa banyak.
"Kak kenyang." Alexa menyodorkan es potong bekasnya ke hadapan Zayn. Bukan bermaksud tidak sopan dengan memberikan es bekasnya itu pada Zayn, hanya saja Alexa ingin memberi paham Lula.
Zayn menganbil es itu dan langsung memasukan kedalam mulutnya. Meskipun ia tak ingin memakan es potong tapi inikan bekas bibir istrinya, pasti rasanya akan lebih enak.
"Kak Zayn gak jijik? Itukan bekas mulutku?" Alexa sengaja berujar. Sedangkan Lula terlihat sangat marah, di belakang sana Lula sudah mengepal wajah penuh kecemburuan terpatri jelas di wajahnya yang ayu.
Alexa semakin aneh pikir Zayn. "Jijik karna bekas mulutmu? Aku lebih menyukai nenikmati mulutmu langsung." gunam Zayn pelan tapi masih di dengar oleh Alexa, sedangkan Lula memilih menghentikan mobil Zayn dan keluar dari dalam mobil Zayn dengan alasan ada urusan lain.
__ADS_1
Selepesas kepergian Lula, Alexa bersorak riang. Ia sangat senang sudah bisa mengalahkan Lula di sesi pertama. Membuat Hanna dan Zayn kebingungan.
"Sudah ku katakan kau tak sebanding saat bersaing denganku." ucap Alexa dalam hati.
Sesampainya di kampus Zayn menahan Alexa untuk tetap berada di mobilnya. Sebelum pergi ke kantor Zayn harus mendapatkan ciuman dari istrinya. Ya Zayn tidak mengajar hari ini sehingga ia akan bekerja.
"Hanna pergilah lebih dulu. Ada hal yang ingin ku bicarakan dengan kakak iparmu." Zayn berujar pada adiknya.
"Ada yang mau di bicarakan atau di selesaikan nih?" canda Hanna, ia tau kakaknya sangat mesum setelah menikahi temannya.
"Dasar anak kecil." cibir Zayn.
Dan benar setelah memastikan Hanna pergi Zayn langsung menarik tengkuk Alexa dan menyapa bibir ranum istrinya.
"Dari tadi aku gemas dengan bibirmu ini." Zayn mengusap bibir Alexa yang terlihat mengembang karna perbuatannya. Sekali lagi Zayn kembali mencium bibir istrinya.
Zayn menunduk dan mengusap perut istrinya. "Dedek bayi jangan nakal ya. Papa kerja dulu, nanti Papa jemput lagi." Satu kecupan mendarat di perut Alexa.
"Hubungi aku jika ada sesuatu. Aktifkan selalu ponselmu."
Alexa termangu. Cara Zayn memperlakukannya sangat baik. Bolehkah Alexa serakah? Ia ingin Zayn selalu bertingkah baik terhadapnya meskipun ia tau Zayn melakukan hal itu hanya demi buah hatinya saja.
"Pulang kerja nanti kita tengokin dedek bayi ke rumah sakit ya?"
"Tapi bukunya di rumah."
"Aku sudah membawanya di tas kerjaku."
"Kak, minta uang cas donk. Aku malas ke atm."
Zayn mengambil dompetnya. Di sana juga terdapat foto usg bayi mereka.
"Kau terlihat sangat memperhatikan anak kita."
"Bukan hanya anaknya saja, aku bahkan memperhatikan Mamanya. Apa kau tak sadar?"
Zayn menunjukan foto berukuran kecil wajah Alexa di dompetnya.
Meski Zayn mengatakan hal itu tapi Alexa tidak senang sama sekali. Alexa menganggap ini adalah bagian dari cara Zayn menjaga moodnya. Tapi it's oke, Alexa menikmati perannya menjadi nyonya Omar.
__ADS_1