
Zayn terbangun pukul setengah empat pagi, di karnakan Alarm yang berbunyi. Zayn sudah terbiasa tidur hanya beberapa jam sehingga ia langsung terbangun untuk mematikan Alarm dan hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat dirinya mengadari di dalam dekapannya ada tubuh polos Zayn langsung berubah pikiran, sepertinya menggunakan waktunya beberapa menit untuk memanjakan miliknya tidak menjadi masalah.
Zayn sudah kembali menegang hanya karna melihat Alexa di dalam dekapannya.
Pelukannya Zayn urai dan secara perlahan membaringkan tubuh Alexa menjadi terlentang. "Astaghfirullah, semalam aku mengeluarkan cairanku di dalam. Ya Allah aku lupa pesan kak Aida." Zayn mengelus pipi istrinya, Zayn terlalu menikmati sehingga dirinya lupa untuk mengeluarkannya di luar.
Zayn kembali membaca doa yang sama seperti semalam. Zayn akan memperbaiki kesalahannya, kali ini Zayn akan mengeluarkannya di luar.
"Kali ini aku janji akan mengeluarkannya di luar." Zayn sudah mengangkat sebelah kaki istrinya dan memposisikan dirinya.
Zayn kembali menyatukan dirinya dengan Alexa. "Maaf aku tidak tahan. Hanya sebentar! aku janji." Zayn menikmati percintaannya meskipun sepihak, namun saat beberapa waktu berlalu. Alexa membuka matanya dan mengerjap-ngerjapkannya.
"Kakak sedang apa?"
Zayn tersenyum kikuk. "Aku tak tahan melihat tubuh polosmu, minta ya. Hanya sentar kok, sedikit lagi aku sampai."
Percuma sekalipun Alexa menolak, Zayn sudah bergerak liar di atas tubuhnya. Seperti apa yang di katakan Zayn sekitar sepuluh menit berlalu Zayn menarik dirinya dan menumpahkannya di perut Alexa, tidak hanya di perut saja cairan itu berhamburan ke dada sampai ke leher serta gadu Alexa, semprotannya sangat kuat.
"Kak Zayn jorok. Iyuhhh,,,,"
Zayn tidak menanggapi kritikan Alexa, dirinya masih menikmati sisa-sisa pelepasannya.
.
__ADS_1
Beberapa hari sudah berlalu, hubungan Alexa dan Zayn masih seperti sebelum-sebelumnya, mereka kerap kali berdebat dalam kesempatan. Terutama Zayn yang kerap kali memancing amarah Alexa.
Zayn akan membaik-baikin istrinya hanya karna dirinya menginginkan jatah. Setelah itu Zayn akan kembali ke mode menyebalkan. Tapi meski begitu Zayn selalu memperhatikan hal-hal kecil yang ia perlihatkan untuk Alexa.
Pagi-pagi sebelum Keluarga Kahfa memulai aktifitas. Kakek Ridwan juga seorang pria sepantaran Kakek Ridwan dan seorang gadis bercadar bertamu ke rumah Kahfa.
Kakek Ridwan tidak tau jika Zayn sudah menikah, karna memang pernikahan mereka yang di rahasiahkan. Sehingga Kakek Ridwan berencana untuk mengkhitbatkan Zayn dengan gadis yang merupakan cucu dari temannya.
Di karnakan pertunangan Alena dan Adam di batalkan, rencanyanya Kakek Ridwan akan mengganti acara dengan pertunangan antara Zayn dan gadis bercadar itu.
Di ruang tamu sudah ada tiga orang tamu di tambah keluarga Zayn yang berjumlah 4 orang karna Alexa tidak di hitung, wanita hamil itu masih di kamarnya tengah bersiap.
Dunia semakin banyak berubah, umumnya seorang pria akan mendatangi gadis untuk dirinya persunting menjadi seorang istri. Lain halnya di zaman sekarang yang mana keluarga seorang gadis yang mendangi kediaman seorang pria untuk di jadikan sebagai suami.
"Begini ustadz Kahfa. Kami kemari dengan niat baik, bukan bermaksud merendahkan atau apapun. Saya memiliki seorang cucu. Namanya Inara, dirinya seorang yatim piatu jika seandainya keluarga ustadz Kahfa berkenan kami ingin mempererat persaudaraan dengan cara menikahkan Inara dengan Gus Zayn." Kalimat Kyai Bashir terdengan lugas dan berwibawa.
"Kami mendengar dari Kyai Ridwan jika cucunya yang bernama Gus Zayn, belum menikah. Itu sebabnya saya berencana untuk melamarkan Gus Zayn untuk cucu saya Inara." Kyai Bashir semakin memperjelas maksud dan tujuannya.
Gadis bercadar yang bernama Inara itu hanya menunduk sesekali melihat ke arah kakeknya.
Papa Kahfa dan Mama Lexi membisu, salah mereka tidak memberitahu kakek Ridwan karna tak ingin mempermalukan Zayn.
Disaat Mama Papa Zayn tengah kesulitan menjawab Zayn justru khawatir jika di saat seperti ini Alexa keluar dari kamarnya dan mengetahui rencana kakeknya. Bisa-bisa kesejahtraan jatahnya di kurangi atau di berhentikan.
__ADS_1
"Inara tolong buka cadarmu! Biarkan keluarga calon melihat kecantikan wajahmu." Kyai Bashir memerintahkan cucunya untuk membuka cadarnya, Inara hanya mengangguk dan secara perlahan membukanya.
Inara membuka cadarnya yang berwarna hitam menampilkan seorang gadis khas indonesia jawa.
Zayn memalingkan wajah, ia menatapnya sekilas benar-benar sekilas mungkin hanya satu detik tapi bathinnya langsung menilai.
"Subhanallah madih cantikan istriku kemana-mana. Astaghfirullah, bukan hamba membanding-bandingkan ciptaanmu hanya saja Alexa memang sangat cantik menurutku." Zayn menunduk. Hanna adiknya malah menyenggul kakaknya.
"Tolak kak, tolak." Bisik Hanna.
Hanna tau Papa Kahfa tidak akan menjeladkan apapun.
"Maaf sebelumnya Kyai, tapi saya tidak bisa menerima lamaran Kyai, maksud saya. Saya tengah menjaga hati seseorang, tapi tolong jangan salahkan kakek saya, kakek saya tidak tau jika saya sudah memiliki tambatan hati." Zayn berujar sopan.
Meski terlihat kecewa Kyai Bashir tetap menerima keputusan Zayn, meskipun baik Kyai Bashir dan Inara tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
"Gus Zayn, jika seandainya Gus berubah pikiran tolong hubungi kami. Kami benar-benar berharap nenjalin kekeluargaan dengan keluarga ustadz Kahfa." Kyai Bashir menyerahkan kartu nama sebelum pamit pulang.
Setelah kepulangan Kyai Bashir dan Inara. Kahfa mengatakan segala sesuatunya terhadap sang ayah tentang bagai mana putranya telah menghamili anak gadis orang.
Beruntung kakek Ridwan sangat bijaksana, sehingga tidak menyalahkan Zayn mau pun Alexa, mereka menganggap jika apa yang terjadi adalah ujian untuk keluarganya.
Zayn memasuki kamarnya, ini sudah lewat waktu sarapan tapi Alexa belum juga muncul. Zayn membawakan sarapan juga vitamin untuk istrinya, namun baru saja Zayn membuka kamar sebuah bantal melayang ke wajah Zayn hingga membuat sarapan yang Zayn bawa tumpah berserakan.
__ADS_1
"Dasar buaya!"