
"Bagai mana ini?" Alexa menggigit kuku-kukunya setelah mengambil air wudhu. "Shalat dulu lah. Nanti saja berpikirnya." Alexa menunaikan shalat subuhnya.
Setelah Shalat Alexa kembali berpikir tentang apa yang harus dia lakukan, sebentar lagi Zayn pulang dari mesjid. "Aku harus bagaimana?"
"Sayang juga, duit 15 juta kan lumayan itu." Alexa mulai tergiur oleh uang yang di janjikan Zayn. "Lagi pula aku gak rugi-rugi bangetkan? Kak Zayn selalu bertanya kenyamananku saat bercinta. Tapi jika aku luluh, kedepannya Kak Zayn pasti akan meremehkan diriku karna aku gampang luluh. Aku harus bagai mana?" Alexa di lema. Tapi saat dirinya mengingat kalimat Zayn yang akan memberikan gaun malam miliknya pada Lula, oh no Alexa tak iklas.
Ngomong-ngomong gaun malam Zayn malah menyuruh Alexa mengenakannya di pagi hari. Alexa kembali berpikir ia harus ngampus. Sedangkan Zayn ada kegiatan lain di pondok pesantren, Zayn masih mending acaranya setelah dhuhur sedangkan Alexa, kelasnya di mulai pukul 9.
Tapi,,, sudahlah bagai mana nanti saja. Sekarangkan lagi musim pelakor juga perselingkuhan yang meraja rela. Alexa takut jika Zayn melenceng terus sekitarnya menyalahkan dirinya karna tak ingin memakai baju dinas.
Alexa membuka mukenanya juga mengambil gaun yang di katakan Zayn. Belum sempat Alexa memakai pakaian yang di maksud oleh Zayn tiba-tiba ponsel Zayn berdenting pelan menandakan satu pesan masuk dari Mama mertuanyanya.
"Dear Putraku ...
Barakallah fiiumriik.
Selamat ulang tahun calon ayah...
Sehat selalu, murah rejeki. Semoga Zayn jadi imam yang baik untuk istri Zayn. Mama dan Papa mendo'akan yang terbaik. Kadonya nyusul nanti ya sayang.
Maaf Mama lagi sibuk bersenang-senang. Semoga kalian sehat selalu, tolong jaga istri dan adikmu, Mama akan mengabarimu nanti."
Sebuah ucapan selamat Mama Lexi ucapkan. Sepertinya Mama Lexi benar-benar sibuk sehingga tidak sempat menelpon.
Alexa termangu, ternyata hari ini hari ulang tahun suaminya. Ini sih namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Wanita hamil itu memiliki ide untuk memberikan hadiah terhadap suaminya, hadiah yang tidak bisa di berikan siapapun termasuk Mama mertuanya. Tidak dapat di beli di manapun sekalipun di swalayan. Alexa akan membuat hari ulang tahun Zayn berkesan di angka 29 tahun ini.
Alexa mengenakan pakaiannya, pakaian yang merupakan linggerlie merah menyala kini terpasang sempurna di tubuh sintalnya.
Lipsglos juga ia bubuhkan di bibir ranumnya, Alexa juga mengurai rambut indahnya, bukankan Zayn sangat menyukai rambutnya yang lurus ini. Parfum yang katanya viral Alexa oles sedikit di leher juga pergelangan tangannya, hanya sedikit Alexa tak ingin membuat Zayn mabuk akan aromanya.
"Astaghfirullah tempat tidurnya belum di beresin." Karna sibuk memanut diri di depan cermin Alexa lupa membereskan tempat tidur, "Ya Allah bisa-bisa kak Zayn ilfil jika masih acak-acakan."
Alexa mulai membereskan tempat tidurnya.
Zayn sudah pulang dari mesjid, tapi Lula malah sudah menunggunya di teras depan. Gadis itu tengah berlakon jadi calon istri yang baik, pikir Lula, dengang menyambut Zayn yang pulang dari mesjid juga membawa sarapan berupa ketupat sayur. Lula sudah berangan jika Zayn akan senang akan penyambutannya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Gus ..." Sapa Lula.
"Waalaikumsalam. Loh ada Lula."
"Iya Gus Zayn saya membawa sarapan untuk Gus Zayn dan Hanna." Alexa tidak termasuk daftar, Lula menyerahkan rantang menggunakan kedua tangannya. Zayn meraih rantang itu dengan hati-hati, bahkan terkesan menghindari dari sentuhan tangan Lula sedikitpun kulit Zayn tidak menyentuhnya.
"Maaf saya memiliki wudhu." Alasan Zayn, ia seakan memahami tatapan Lula, padahal wudhunya sudah batal sejak tadi.
Lula hanya tersenyum tipis. Lihatlah betapa terjaganya calon suami idaman seperti ini yang Lula inginkan.
Lula malah mengajak Zayn berbincang, Zayn sudah tak tenang ingin cepat-cepat melihat Alexa, akankah Alexa luluh dengan sejumlah uang yang ia tawarkan?
Semoga saja Alexa matre untuk kali ini, Zayn ingin mengajarkan Alexa yang sok polos itu. Mustahil wanita seperti Alexa polos, ia tau wilayah pergaulan para gadis seperti Alexa, sepertinya Alexa tau beberapa hal dalam menyenangkan pria, hanya saja Alexa masih malu-malu mungkin.
Di tengah kegelisahan Zayn, beruntung sekali Hanna keluar rumah. Dan tanpa menunda lagi Zayn langsung melesat secepat kilat untuk menemui istrinya.
"Hanna temani Lula, aku ada urusan lain." urusan para lelaki dewasa. Hari masih gelap tapi Zayn mulai gerah.
Zayn sedikit berlari agar mempersingkat waktu sampai di kamarnya.
Ceklek ...
Tubuh Zayn langsung bereaksi, ia sadar jika itu memang istrinya. Zayn bahkan mematung di ambang pintu yang setengah terbuka itu.
Alexa benar-benar akan menyerahkan diri padanya dengan harga 15 juta, murah sekali. Pikir Zayn.
Miliknya yang tertutup boxer dan sarung langsung bereaksi.
Sepertinya Alexa belum sadar jika Zayn tengah memperhatikannya dari arah samping. "Astaghfirullah." Lirih Zayn dalam hati, Zayn berbalik dan mengamati sekitar takutnya ada orang lain yang turut menikmati keindahan istrinya. Beruntung tak ada siapapun di sana.
Dengan perlahan Zayn menutup pintu kamar, tanpa menimbulkan suara Zayn mendekat dan mendekap tubuh Alexa dari belakang.
"Kau sangat seksi, aku suka." Zayn membenamkan wajahnya di rambut Alexa yang terurai.
Alexa ter jengkit, ia bahkan berhenti dari kegiatannya merapikan seprai.
"Kak Zayn bikin kaget saja."
__ADS_1
"Ish kejutan aku jadi gagal." renggut Alexa.
"Kau ingin memberiku kejutan?"
Alexa mengangguk.
Tak ingin membuat kecewa akhirnya Zayn menawarkan untuk kembali keluar kamar dan mempersilahkan Alexa melakukan kejutan yang ia maksud. Meskipun matanya sudah menyoroti Alexa dengan sangat liar.
"Kak Zayn diam dulu di depan pintu dan menghitung sampai angka ke 60 baru kak Zayn boleh masuk." Alexa mendorong tubuh Zayn ke luar dan menutup pintu.
"Ya Salam. Tak taukan dirinya jika aku ingin mengisi daya." Gerutunya, meski begitu Zayn tetap menurut. Lagi pula ia penasaran ajan kejutan yang di maksud Alexa.
Zayn melupakan hari ulang tahunnya sendiri, ia memang tak seantusias Hanna dan Alena sepupunya dalam menyambut hari kelahirannya.
"Satu, dua- diangka 60." Zayn kembali membuka pintu dan langdung menutup serta menguncinya.
Saat berbalik Zayn di buat tersedak oleh kelakuan Alexa. Alexa tengah menggigit dasinya yang berwarna hitam dan dengan tatapan nakal. Kan sudah Zayn tebak jika Alexa bukan gadis sepolos Hanna atau Alena. Zayn pasti akan menyukai kejutan istrinya yang ini.
Tubuhnya yang di balut linggerlie merah dengan panjang tak melebihi miliknya. ada pita kecil di bahu Alexa berpungsi sebagai penyangga. Warna merah sangat konteras dengan kuli putih Alexa.
Zayn mendekat dan memangkas jarak ia ingin segera melahat tubuh menggoda istrinya.
"Sabar Sayang." Untuk pertama kalinya Alexa memanggil Zayn dengan sebutan Sayang. panggilan kramat menurutnya. "Kali ini aku pemeran utamanya." Bisik Alexa di telinga Zayn dengan menggoda.
Perasaan Zayn tak karuan ia bahagia juga takut istrinya tengah mengerjainya.
"Berikan tanganmu."
Zayn menyodorkan kedua lengannya, tatapannya tak bisa ia berhentikan dari tubuh siap santap itu.
Ya ampun Alexa bahkan tak mengenakan dalaman. Apa itu sistem kerja linggerlie.
Alexa menyatukan serta mengikat kedua tangan Zayn menggunakan dasi yang ia ambil tadi. Zayn mulai menebak juga mengira-ngira apa yang akan di lakukan Alexa selanjutnya.
Tapi bayangan jika Alexa hanya mengerjainya saja membuat hati Zayn mencelos, jika Alexa mengerjainya ini benar-benar keterlaluan. Zayn tak mau di hempaskan setelah di manjakan. Ia tengah di hukumkan?
Alexa membawa Zayn ke tempat tidur dan membaringkan tubuh Zayn dengan perlahan.
__ADS_1
Alexa menyusuri wajah Zayn menggunakan jemarinya, hingga sampai di dada, Zayn mencekal tangan Alexa, ia perlu memastikannya supaya tidak salah paham.
"Alexa ini bukan prank kan?" Tanya Zayn. Membuat kosentrasi Alexa buyar seketika.