
Meski Alexa sudah menebak jika Zayn hanya perduli pada bayi mereka saja, nyatanya sudut hati Alexa tetap terluka.
Alexa mengambil sebutir pil berwarna hijau muda dan menenggaknnya dengan seteguk air dari gelasnya.
Setelah meminum obatnya Alexa memakan makanannya dengan sangat lahap. Zayn tak ikut makan ia kini tengah mengupas dan memotong buah pepaya untuk Alexa.
"Kak tolong sekalian ya. Aku juga ingin buah pepaya." Hanna berujar karna dirinya juga ingin memakan buah berbiji hitam itu.
Zayn hanya mengangguk. Buah yang baru Zayn kupas separuhnya kini Zayn kupas habis seluruhnya.
Alexa tak menyangka jika Zayn memotongkan buah untuknya. Alexa hanya menduga jika Zayn tengah menginginkan buah itu. Alexa memang tidak menyukai buah yang satu itu, menurutnya buah itu aneh dan terasa seperti bau hewan itu sebabnya Alexa tak menyukainya.
Meski masih kesal akan pengakuan Zayn yang hanya memperdulikan bayinya saja, Alexa tetap menanyakan apakah suaminya akan makan atau hanya akan memakan buah pepaya saja.
"Kak Zayn mau makan sekarang? Biar aku ambilkan." terus terang saja Alexa merasa tersindir akan apa yang Zayn bahas saat memberi materi tadi. Suaminya seakan tengah memberikan petuah khusus untuknya.
"Nanti saja. Habiskan makananmu dulu." Zayn masih memotong buah itu di atas dua piring yang Zayn pusahkan untuk istri dan adiknya.
Setelah menyantap habis makanannya Alexa mengambilkan Zayn makanan dan meletakannya di hadapan Zayn. "Makan dulu kak setelah itu istirahat." Alexa juga menuangkan segelas air di samping makanannya.
Zayn menggeser piring di hadapannya menjadi di hadapan Alexa yang duduk di sebelahnya. Kemudian Zayn beranjak meletakan piring berisi buah di hadapan Hanna. "Makanlah."
"Terimakasih Kak." Hana langsung melahap buah itu.
Alexa tidak menyentuh buah pepaya yang di potong Zayn, ia malah menganbil buah jeruk dan mengupasnya sendiri.
Zayn memakan habis makanan yang di ambilkan Alexa. Tapi ia terlihat kesal saat Alexa tidak menyentuh pepaya yang susah payah ia kupaskan untuk istrinya. Bahkan Alexa terlihat hendak berlalu, dengan menggeser kursi yan ia duduki.
"Alexa makan pepayanya.!" titah Zayn tegas.
"Aku gak mau Kak." Lexa tetap hendak pergi sehingga Zayn mencekal tangannya.
"Alexa! Apa kau itu tidak bisa sedikit saja menghargai jerih payah orang lain? Setidaknya makanlah walau seiris." Zayn menyuruh Alexa untuk duduk kembali.
"Jika kau tidak bisa menerima setiap kebaikan yang kulakukan setidaknya kau perhatikan asupan gizi untuk bayi kita. Kau itu seolah tak perduli terhadap bayi kita, minum obat harus di suruh dan sekarang kau menolak buah yang ku berikan!" Zayn selalu jengkel menghadapi Alexa yang sering menentangnya.
"Kak." Tegur Hanna.
"Diam Anna."
__ADS_1
"Jangan seperti itu.!"
"Anna Diam! Aku tau dia temanmu tapi dia mengabaikan nutrisi untuk bayiku."
Alexa mengepalkan kedua tangannya dengan gigi yang mengatup rapat. Ia tak terima di katai Zayn tidak perduli terhadap bayinya hanya karna ia menolak memakan pepaya.
Brak ...
Alexa menggebrak meja.
"Cukup Kak!" wajah Alexa terlihat memerah ia tengah marah sekarang, Zayn selalu menyalahkan apapun padanya.
"Aku menolak memakan buah yang kau potongkan bukan karna tidak menghargaimu atau karna tidak memperdulikan nutrisi bayiku. Aku sungguh tidak menyukai buah pepaya! Sekalipun kau memaksaku aku tidak mau memakannya. Aku juga tidak mengira jika kau memotongkan buah ini untukku, seandainya aku tau kau ingin memberikan buah itu unttukku aku akanmemberitahumu, aku tidak menyikai buah itu. Terserah sekalipun kau mau mengutukku." Alexa berlalu dari arah meja makan meninggalkan Zayn dan Hanna yang terdiam.
"Ku kutuk kau jadi istri shaliha." Zayn bergunam lirih tapi gunaman itu terdengar oleh adiknya.
"Ya ampun so sweet sekali Kak Zayn. Ku pikir kakak akan mengutuk Alexa jadi batu." Hanna tertawa sembari memakan pepaya yang di campakan oleh kakak iparnya.
"Rugi sekali Kakak jika mengutuk Alexa jadi batu, jika kejadian gimana? Mana dia belum kakak pake setelah sah." Zayn membereskan piring kotor di meja makan.
"Ih, kakak mesum." Hanna terlihat kesal.
"Padahal tadi aku mau bilang jika Alexa tidak menyukai buah pepaya."
"Telat. kakak iparmu keburu merajuk."
"Lagian kakak sih, kebiasaan hobi banget bentak-bentak orang." Hanna menyalahkan Zayn. Siapa tau karna hal ini Zayn sedikit melunak.
"Anna cuci piring ya, kakak mau potong buah yang lain saja sekalian bikin susu untuk calon keponakanmu."
"Iya kak, tapi Anna ngabisin buah dulu."
.
Saat Zayn memasuki kamarnya dengan buah juga susu hamil yang ia bawa di atas nampan.
Zayn terkesiap saat melihat Alexa tengah menangis tergugu di atas ranjang. Zayn langsung berpikir jika istrinya menangis karna di bentak olehnya tadi.
Sekuat apapun Zayn menjunjung egonya, tapi saat ia melihat Alexa menangis seperti ini egonya menguar begitu saja. Zayn mendekat dan duduk di samping Alexa setelah sebelumnya ia menaruh lebih dulu nampan miliknya.
__ADS_1
"Alexa ..." Panggil Zayn lembut.
Alexa tidak memperdulikan panggilan Zayn, Alexa malah tengah sibuk membuang air hidungnya dengan beberapa lembar tissue di genggamannya.
"Aku minta maaf ya, atas bentakanku tadi. Sungguh aku tidak tau jika kau tak menyukai pepaya." Zayn meraih lengan istrinya dan mengusapnya lembut.
"Sudah ya jangan menangis lagi. Kedepannya aku akan berusaha mengendalikan emosiku." Zayn berujar kembali.
"Janji?"
"Ya, aku janji."
Alexa menoleh ke arah suaminya sekilas dan kembali mengalihkan matanya ke arah laptop yang terbuka, menampilkan sebuah potongan Film. Entah sejak kapan Alexa menonton sungguh Zayn tidak tau jika sedari tadi Alexa tengah menonton film di laptopnya.
Meski Zayn sudah meminta maaf Alexa belum menghentikan tangisannya membuat Zayn tak nyaman. Karna sedari tadi Zayn fokus kepada Alexa, Zayn tidak tau jika Alexa menangis karna film itu.
"Kenapa masih menangis? Apa ada yang sakit?" Zayn bertanya dengan intonasi selembut beledu.
"Pria itu jahat kak.!" Alexa menunjuk aktor seorang pria di layar laptopnya.
"Jahat?" Alexa mengangguk.
"Iya kak, kasihan istri pertamanya. Hanya karna suaminya menikah lagi istri pertamanya mati bunuh diri." Alexa langsung menubruk tubuh kekar suaminya. Menangis di balik dada bidang Zayn yang kekar.
"Astaghfirullah." Zayn membatin. "Kau menangis karna film?"
Alexa mengangguk.
"Astaghfirullah." Sekali lagi Zayn beristighfar, ia kira Alexa menangis karna dirinya.
"Kejam sekali perbuatan suaminya kak, padahal istri pertamanya sangat shaliha dan penurut." Alexa mendongak dengan air mata yang menggenang di mana-mana.
Zayn menyingkirkan anak rambut yang menghalangi jarak pandangnya dari wajah Alexa.
"Istrinya sangat mencintai suaminya, melebihi dirinya sendiri, tapi suaminya malah menikah lagi. Hatiku sakit kak."
"Ada pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini Alexa. Wanita itu terlalu mencintai seorang makhluk tanpa di bekali dengan mencintai penciptanya, sehingga setan berhasil mengirim wanita itu ke neraka dengan jalur bunuh diri. Mencintai seseorang tidak di larang Alexa namun ada ilmunya. Semoga kita tidak termaduk kepada golongan orang-orang yang lalai." Zayn mengurai pelukan dan meminta Alexa untuk memakan buah apel yang ia bawa.
Ilmu mencintai yang benar saja? Zayn sendiri masih belum menguasainya.
__ADS_1